<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kolosal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kolosal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 May 2025 04:33:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kolosal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Siswa Raudhatul Athfal Tampilan Seni Kolosal di Gebyar Seni Gerak dan Lagu RA 2025</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-siswa-raudhatul-athfal-tampilan-seni-kolosal-di-gebyar-seni-gerak-dan-lagu-ra-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[athfal]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[raudhatul]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tampilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221933</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ribuan siswa Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh penjuru Kabupaten Lumajang memeriahkan Gebyar Seni Gerak dan Lagu RA 2025, atau sebuah perhelatan seni kolosal yang digelar di Stadion Semeru, Sabtu (10/05/2025) tadi. Kegiatan yang mengusung tema &#8216;Wujudkan Kreativitas Anak Sejak Dini&#8217; itu, digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025. Sementara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ribuan siswa Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh penjuru Kabupaten Lumajang memeriahkan Gebyar Seni Gerak dan Lagu RA 2025, atau sebuah perhelatan seni kolosal yang digelar di Stadion Semeru, Sabtu (10/05/2025) tadi. Kegiatan yang mengusung tema &#8216;Wujudkan Kreativitas Anak Sejak Dini&#8217; itu, digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025.</p>



<p>Sementara kegiatan ini, diikuti lebih dari 17 ribu peserta, yang terdiri dari guru, pembimbing, wali murid dan anak-anak RA se-Kabupaten Lumajang. Tak ayal, gelaran acara menjadikannya salah satu acara pendidikan usia dini terbesar di wilayah Lumajang.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang hadir bersama Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik serta panitia dari IGRA Kabupaten Lumajang atas penyelenggaraan acara ini. &#8220;Terima kasih kepada IGRA yang telah menghadirkan wadah luar biasa bagi anak-anak kita untuk mengekspresikan diri melalui seni. Ini adalah bukti bahwa kreativitas bisa dimulai dari usia dini, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus berkomitmen mendukung hal ini,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter, budaya dan semangat kolaborasi pada anak-anak. “Dengan membina kreativitas sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan jiwa seni yang kuat,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter pada anak-anak RA. “Lewat seni dan gerak, anak-anak belajar berani tampil, bekerjasama, dan mencintai budaya. Ini adalah dasar penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” ujarnya.</p>



<p>Acara ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para guru RA, yang dengan penuh dedikasi mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak. Semangat kebersamaan yang tercipta di tengah ribuan peserta, menjadi cermin bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru dan orang tua.</p>



<p>Gebyar Seni Gerak dan Lagu RA 2025 di Lumajang, ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan pendidikan bisa berjalan seiring dalam membentuk generasi masa depan yang utuh berilmu, berbudaya dan berkarakter. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221933</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestari dan Kembangkan Budaya, Disdikbud Kota Malang Gelar Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa</title>
		<link>https://memontum.com/lestari-dan-kembangkan-budaya-disdikbud-kota-malang-gelar-drama-kolosal-di-museum-mpu-purwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai wujud nyata komitmen melestarikan dan mengembangkan warisan budaya serta sejarah lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan Pagelaran Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa Kota Malang, Kamis (31/10/2024) tadi. Kegiatan ini, memiliki makna yang positif, karena bukan saja menampilkan seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai wujud nyata komitmen melestarikan dan mengembangkan warisan budaya serta sejarah lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan Pagelaran Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa Kota Malang, Kamis (31/10/2024) tadi.</p>



<p>Kegiatan ini, memiliki makna yang positif, karena bukan saja menampilkan seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menghargai peninggalan sejarah. Bila melihat latar belakang penyelenggaraan drama kolosal ini yang berkaitan dengan pengelolaan museum, maka dapat diambil relevansinya.</p>



<p>Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengungkapkan bahwa museum merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah dan menjadi jendela yang membuka pandangan terhadap perjalanan sejarah, budaya dan perjuangan bangsa. Pagelaran drama ini, menjadi implementasi untuk merasakan dan menghayati semangat yang merefleksikan perjuangan dan kearifan lokal.</p>



<p>“Pagelaran ini merupakan langkah konkret untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah dalam format yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Sekda Erik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya pun berharap, pada acara ini dapat menjadi media edukasi yang efektif sekaligus menyenangkan bagi generasi muda kita untuk mengenal lebih dalam akan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa. “Kepada para seniman dan budayawan yang berperan aktif dalam pagelaran ini, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan karyanya,” ujar Sekda Erik.</p>



<p>Melalui karya seni seperti drama kolosal ini, disebutkannya tidak hanya melestarikan nilai sejarah, tetapi juga menanamkan kecintaan akan budaya kepada generasi bangsa. Sekda Erik juga berharap ke depannya, museum di Kota Malang akan terus berkembang dan menjadi destinasi edukasi serta wisata yang menarik bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, dan bahkan mancanegara.</p>



<p>“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya kita agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Terutama saat ini kemajuan teknologi informasi sangat pesat dan nyaris tak terbendung. Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terdampak pengaruh negatifnya,” imbuh Erik berpesan. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seribu Penari Bakal Meriahkan Pagelaran Kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/seribu-penari-bakal-meriahkan-pagelaran-kolosal-gandrung-sewu-di-pantai-marina-boom-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[seribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan. “Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan.</p>



<p>“Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi pariwisata. Gandrung Sewu juga menjadi ajang konsolidasi budaya sekaligus upaya melakukan pelestarian dan regenerasi kesenian Gandrung,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, ujarnya, pagelaran seni kolosal akan mengangkat tema besar &#8216;Payung Agung&#8217;, yang terinspirasi dari keberagaman etnis yang ada di Banyuwangi. Diketahui, Banyuwangi sendiri terdiri atas beragam suku, mulai Suku Osing Jawa, Madura, Mandar dan Bali. Semuanya memberikan warna pada kehidupan seni dan budaya di daerah.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi telah menggelar event Gandrung Sewu sejak tahun 2012. Dihelat sejak 12 tahun lalu, animo masyarakat yang ingin terlibat dalam event ini setiap tahunnya tak pernah surut.</p>



<p>Ribuan siswa yang ingin andil sebagai penari dalam Gandrung Sewu ini terus bertambah. Setiap tahunnya, penyelenggara menggelar seleksi karena tingginya antusias pelajar yang ingin terlibat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Inilah salah satu bentuk regenerasi pelaku seni yang terus kita lakukan. InshaAllah Banyuwangi tidak terlalu khawatir akan keberlanjutan kesenian daerahnya. Tidak hanya Gandrung Sewu, kami juga terus akan mensuport kesenian daerah lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berkat konsistensi ini, sejak 2023 event Gandrung Sewu juga menjadi salah satu even unggulan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam upaya pelestarian Tari Gandrung dan menjadikannya terus berkembang sampai dengan saat ini,” kata Sugirah.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Taufik Rohman, menerangkan bahwa Gandrung Sewu akan dihelat dengan sejumlah rangkaian. Di awali 24 Oktober, Padang Ulanan yakni apresiasi tari dan musik tradisi pada pukul 14.00 siang.</p>



<p>Menyusul 25 Oktober akan berlangsung Meras Gandrung pada pukul 16.00 yang dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Gagrak Banyuwangi pada pukul 19.00. “Pagelaran kolosal Gandrung Sewu akan berlangsung 26 Oktober mulai pukul 13.00 di tepi Pantai Marina Boom,” kata Plt Dispar Taufik.</p>



<p>Ditambahkannya, Sendratari Gandrung Sewu tahun ini akan mengisahkan bagaimana para Penari Gandrung yang berlatar belakang dari berbagai suku di Banyuwangi hidup dalam keadaan yang rukun dan guyub. “Keragaman suku ini akan divisualisasikan oleh para Penari Gandrung, dengan menarikan tarian dari suku-suku tersebut diiringi lagu daerahnya masing-masing. Inikan menjadi atraksi yang menarik, bagaimana seni budaya dari berbagai suku di Banyuwangi kita visualisasikan dalam sebuah koreografi yang apik dalam payung besar Gandrung Sewu,” kata Taufik.<strong> (kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Perhelatan Kediri Night Carnival, PT Gudang Garam Hadirkan Pertunjukan Kolosal Rama Shinta</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-perhelatan-kediri-night-carnival-pt-gudang-garam-hadirkan-pertunjukan-kolosal-rama-shinta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perhelatan]]></category>
		<category><![CDATA[pertunjukan]]></category>
		<category><![CDATA[shinta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199345</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Perhelatan Kediri Night Carnival (KNC) 2023 kembali bakal digelar, Sabtu (07/10/2023) malam besok. Kontingen PT Gudang Garam Tbk, yang menjadi ikon KNC, akan kembali menyemarakkan puncak peringatan Hari Jadi Kota Kediri Ke-1144. Demikian disampaikan Humas PT Gudang Garam TBK. Seperti diketahui, penampilan Kontingen PT Gudang Garam Tbk sendiri, selalu menjadi pusat perhatian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Perhelatan Kediri Night Carnival (KNC) 2023 kembali bakal digelar, Sabtu (07/10/2023) malam besok. Kontingen PT Gudang Garam Tbk, yang menjadi ikon KNC, akan kembali menyemarakkan puncak peringatan Hari Jadi Kota Kediri Ke-1144. Demikian disampaikan Humas PT Gudang Garam TBK.</p>



<p>Seperti diketahui, penampilan Kontingen PT Gudang Garam Tbk sendiri, selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap perhelatan Kediri Night Carnival. Dalam gelaran besok malam itu, kontingen PT Gudang Garam Tbk akan mengusung kisah percintaan Rama dan Shinta, dengan menyuguhkan pertunjukan kolosal dan megah kepada masyarakat Kota Kediri.</p>



<p>Romansa Rama dan Shinta sendiri dipilih menjadi tema penampilan, untuk membawa penonton dalam suasana bahagia bersama Rama, yang merupakan inkarnasi (kelahiran makhluk dari manifestasi) ketuhanan yang maskulin. Rama disebut pangeran dari sebuah kerajaan terbesar di bumi, yang dikenal sebagai Kosala. Ra menandakan getaran positif, sedangkan Ma berarti getaran negatif. Karena itu, Rama merupakan mantra yang melambangkan keseimbangan dan harmoni sejati. Rama juga menjunjung tinggi kebenaran dan kebajikan dalam setiap perbuatan yang dilakukannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan Shinta, adalah seorang putri yang ditakdirkan untuk Rama. Keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Shinta memberikan aura semua kebajikan duniawi, yang meliputi kesuburan, perubahan, kesabaran yang dalam, kecantikan luar biasa serta kepasrahan.</p>



<p>Kisah percintaan Rama dan Shinta yang epik inilah, yang akan ditampilkan kontingen PT Gudang Garam Tbk, dalam balutan kostum etnik modern. Sedikitnya, 32 talent akan mendukung kontingen ini. Terdiri dari talent utama sebagai Rama dan Shinta, 6 talent yang memeragakan pengembaraan Shinta, serta 12 talent yang mengiringi pengembaraan Rama, termasuk tokoh Rahwana dan Hanoman.</p>



<p>Penampilan mereka juga didukung 12 penari Rama Shinta, dengan kemegahan kostum yang siap mencuri perhatian penonton. Tidak hanya menampilkan kemegahan busana, kontingen PT Gudang Garam Tbk juga akan membagikan Merchandise kepada penonton.</p>



<p>Event Kediri Night Carnival 2023 ini, dijadwalkan mengambil rute Memorial Park di Jalan PK Bangsa sebagai start dan berakhir di Balai Kota Kediri. Pertunjukan dimulai pada pukul 18.30 WIB hingga selesai. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199345</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
