<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Komoditas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/komoditas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 12:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Komoditas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Komoditas di Kota Malang Bergerak Naik, Pedagang Mulai Keluhkan Dampak Penjualan</title>
		<link>https://memontum.com/harga-komoditas-di-kota-malang-bergerak-naik-pedagang-mulai-keluhkan-dampak-penjualan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Gadang Lama, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengeluhkan terjadinya kenaikan harga komoditas dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut, membuat pola belanja masyarakat berubah dan penjualan pedagang ikut terdampak. Pedagang bawang, Usman Ali (60), mengatakan bahwa harga bawang merah naik drastis sejak (28/11/2025) lalu, hingga saat ini. Sementara, bawang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Gadang Lama, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengeluhkan terjadinya kenaikan harga komoditas dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut, membuat pola belanja masyarakat berubah dan penjualan pedagang ikut terdampak.</p>



<p>Pedagang bawang, Usman Ali (60), mengatakan bahwa harga bawang merah naik drastis sejak (28/11/2025) lalu, hingga saat ini. Sementara, bawang putih tetap stabil.</p>



<p>&#8220;Bawang merah naik, biasanya Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu, paling tinggi Rp 40 ribu. Sekarang sudah Rp 48 ribu. Kalau bawang putih stabil, hampir satu tahun ini tetap Rp 30 ribu,&#8221; ujar Usman, Rabu (03/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan harga tersebut bukan dipengaruhi oleh momen Nataru, namun faktor musim. &#8220;Bukan karena Nataru, tapi karena musim hujan. Banyak yang rusak, jemur juga sulit. Kalau kena hujan, bawang cepat busuk dan batangnya rusak,&#8221; katanya.</p>



<p>Meski harga naik, penjualan masih terbilang stabil. Namun, untuk jumlah pembelian per orang menurutnya mengalami penurunan. &#8220;Pelanggan kadang beli satu kg jadi setengah kg. Tapi alhamdulillah masih stabil. Saya biasanya ambil 40 kg bawang merah dan 60 kg bawang putih dari Pasar Induk Gadang,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pedagang ayam, Sutaji, mengaku harga ayam potong juga mengalami kenaikan cukup tinggi. &#8220;Sekarang mahal Rp 36 ribu sampai Rp 37 ribu per kg. Kenaikan sekarang paling parah. Tahun kemarin paling murah Rp 32 ribu dan setiap akhir tahun memang naik,&#8221; ucap Sutaji.</p>



<p>Kondisi itu menurutnya membuat penjualannya menurun. Jika biasanya bisa membawa satu setengah kuintal daging ayam dan habis, sekarang tidak habis. Sehingga, dirinya mengurangi supply 80 kg hingga satu kuintal.</p>



<p>&#8220;Ayamnya sulit. Saya ambil dari kemitraan. Kalau harga stabil, ramai. Kalau naik begini, sepi,&#8221; lanjut Sutaji.</p>



<p>Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Salah satu pedagang cabai, Ngatini, menyebut harga cabai rawit kini menyentuh Rp 75 ribu perkg. Sedangkan, cabai merah besar Rp 50 ribu perkg.</p>



<p>&#8220;Naiknya sejak dua hari lalu. Sebelumnya Rp 65 ribu sampai Rp 55 ribu. Yang paling murah biasanya Rp 40 ribu,&#8221; imbuh Ngatini. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228373</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPID Kota Malang Lakukan Sidak Komoditas, Harga Kacang Melonjak Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/tpid-kota-malang-lakukan-sidak-komoditas-harga-kacang-melonjak-drastis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[drastis]]></category>
		<category><![CDATA[kacang]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228367</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di tiga titik pemantauan harga, yakni Pasar Gadang Lama, salah satu distributor dan ritel modern, Rabu (03/12/2025) tadi. Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, itu dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keterjangkauan harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di tiga titik pemantauan harga, yakni Pasar Gadang Lama, salah satu distributor dan ritel modern, Rabu (03/12/2025) tadi. Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, itu dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>



<p>Dalam tinjauannya di pasar tradisional, pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu menemukan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas. Diantaranya, daging sapi, kacang dan cabai rawit.</p>



<p>&#8220;Daging sapi naik sekitar Rp 5 ribu. Yang paling drastis itu kacang naik Rp 10 ribu per kilo. Dari harga biasanya Rp 38 ribu menjadi Rp 48 ribu,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa pedagang mengakui kenaikan kacang disebabkan karena adanya pembatasan pasokan dari luar daerah. Sementara untuk beras dan beberapa komoditas lain, masih relatif stabil. Saat ke distributor, menurutnya kondisi harga lebih stabil dan stok tersedia melimpah.</p>



<p>&#8220;Di distributor tidak ada kenaikan sama sekali. Stok aman,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara di ritel modern, harga komoditas diketahui cenderung bervariasi. Beberapa lebih tinggi, dan sebagian lainnya lebih rendah dibanding pasar tradisional. Salah satu yang naik adalah bawang merah, terutama yang berasal dari Probolinggo. Kenaikannya berdampak pada harga bawang dari daerah alternatif seperti Bima, Padang dan Kintamani.</p>



<p>&#8220;Bawang merah ini juga dengan bawang putih tadi kita bandingkan, memang kalau bawang merah ini ada kenaikan. Selama ini bawang merah Probolinggo ini masih primadona, agak tinggi. Kalau bawang putih relatif stabil,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk cabai rawit, harga tembus mencapai Rp 75 ribu perkilogram, dengan kenaikan sekitar Rp 5 ribu. Namun, Wali Kota Wahyu menyebut akan ada masa panen lokal pada Februari yang diprediksi bisa menekan harga. &#8220;Data ini masih temuan sementara. Nanti akan kami bahas lagi dalam High Level Meeting. Dari sini, kami akan menyusun rekomendasi untuk intervensi harga, terutama untuk komoditas yang naik tinggi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228367</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang dan Kota Malang Tandatangani PKS Distribusi Komoditas Cabai dan Produk UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-dan-kota-malang-tandatangani-pks-distribusi-komoditas-cabai-dan-produk-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tandatangani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212585</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perkuat ekonomi lokal dan mengendalikan inflasi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang dan Kota Malang, menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) Distribusi Komoditas Cabai dan Produk UMKM. Pelaksanaan itu, berlangsung di Kantor Diskopindag Kota Malang, Jumat (02/08/2024) tadi. &#8220;PKS ini merupakan bentuk Kerja Sama Antar Daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perkuat ekonomi lokal dan mengendalikan inflasi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang dan Kota Malang, menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) Distribusi Komoditas Cabai dan Produk UMKM. Pelaksanaan itu, berlangsung di Kantor Diskopindag Kota Malang, Jumat (02/08/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;PKS ini merupakan bentuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Kabupaten Lumajang dan Kota Malang, sebagai bagian dari strategi 4K pengendalian inflasi. Empat pilar tersebut adalah menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,&#8221; kata Kepala Diskopindag Lumajang, Muhammad Ridha, Sabtu (03/08/2024) tadi.</p>



<p>Ridha juga menyampaikan, bahwa Lumajang memiliki potensi pertanian yang unggul, khususnya dalam produksi cabai. Namun, produk unggulan ini juga berkontribusi terhadap inflasi di daerah tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan adanya kerjasama ini, lanjutnya, diharapkan dapat tercipta stabilitas harga dan distribusi yang lebih baik. Langkah tersebut, juga merupakan tindak lanjut dari Penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dilakukan pada akhir Juni 2024 oleh Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni dan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Sementara kesepakatan tersebut, bertujuan menciptakan iklim investasi dan perekonomian yang kondusif dan berkelanjutan di kedua wilayah. &#8220;Kegiatan penandatangan PKS ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama (KSB) antara Pj Bupati Lumajang dan Pj Wali Kota Malang beberapa waktu lalu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam proses penandatanganan PKS tersebut, Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi Legal Diskopindag Lumajang, Dadang Arifin Prestiawan, menjelaskan bahwa telah dilakukan pertemuan awal antara kepala bidang yang membidangi perdagangan dari kedua belah pihak untuk memahami detail dan teknis kerja sama. &#8220;Penandatanganan naskah PKS ini dilakukan oleh Muhammad Ridha selaku Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang dan Eko Sri Yuliadi selaku Kepala Diskopindag Kota Malang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memberikan informasi mengenai ketersediaan stok dan harga komoditas cabai serta membantu kelancaran suplai dari sentra produksi ke Kota Malang. Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang akan memberikan informasi peluang pasar serta membantu pemasaran cabai dan produk UMKM dari Kabupaten Lumajang ke Kota Malang.</p>



<p>Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara kedua daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi, serta mendorong pengembangan produk-produk lokal yang berdaya saing tinggi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212585</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Alami Deflasi -0,01 Persen, Pj Wali Kota Wahyu Minta Tetap Waspadai Gejolak Komoditas</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-alami-deflasi-001-persen-pj-wali-kota-wahyu-minta-tetap-waspadai-gejolak-komoditas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212534</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen. Atas capaian itu, Pj Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen.</p>



<p>Atas capaian itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi karena inflasi Kota Malang terus mengalami penurunan. Walaupun terhitung aman, namun dirinya tetap mengimbau pada semua pihak agar tetap mewaspadai gejolak harga beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi laju inflasi di Kota Malang.</p>



<p>“Tentu kita harus tetap waspada, sebab dalam Rakornas TPID hari Senin lalu disebutkan beberapa komoditas seperti minyak goreng, beras dan cabai rawit mengalami kenaikan harga,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (03/08/2024) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga pada komoditas tersebut, ujarnya, Pemkot Malang akan melakukan beberapa upaya. Seperti, dengan melakukan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).</p>



<p>“Dalam waktu dekat, kita akan KAD bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan itu terkait dengan komoditi cabai rawit. Jadi, kita tetap melakukan pemantauan harga komoditas di pasar-pasar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa pada kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki andil pada deflasi Juli (m to m) 2024, -0,13 persen. Untuk komoditas yang memberikan andil dalam deflasi, terbesar yakni bawang merah dan cabai merah.</p>



<p>“Kemudian juga ada tomat, pepaya, telur ayam ras, labu siam, sawi pitih, jeruk, kol putih, daging ayam ras, terong, brokoli, ikan mujair, bawang bombay, bayam,” ucap Umar.</p>



<p>Meski begitu, ada juga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpengaruh pada inflasi. Seperti, beras, cabai rawit, jagung manis, gula pasir, tempe dan kentang.</p>



<p>&#8220;Pada Juli ini harga rata-rata beras naik 1,56 persen dibandingkan harga di bulan Juni. Sehingga beras ini memberikan andil terhadap inflasi 0,49 persen. Itu paling tinggi, kemudian cabai rawit memiliki andil inflasi 0,12 persen,” tambahnya.</p>



<p>Penyebab meningkatnya harga beras itu menurutnya karena berkurangnya panen dan saat ini mulai masuk musim tanam. Meski begitu, Umar menyebut bahwa angka inflasi Kota Malang hingga Juli 2024 masih dalam kondisi aman. Sebab, jika dilihat dari angka inflasi tahunan atau (y on y) tercatat sebesar 1,83 persen. Angka itu masih berada di bawah target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Monitoring Harga Komoditas, DKPP Sebut Harga di Pasar Kota Kediri dalam Level Aman</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-monitoring-harga-komoditas-dkpp-sebut-harga-di-pasar-kota-kediri-dalam-level-aman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan monitoring harian harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Kamis (11/07/2024) tadi. Kegiatan rutin itu, dilakukan untuk mendeteksi kenaikan harga bahan pokok dan penting untuk mengendalikan inflasi di Kota Kediri. “Hasil survei harga saat ini, itu relatif aman untuk harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan monitoring harian harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Kamis (11/07/2024) tadi. Kegiatan rutin itu, dilakukan untuk mendeteksi kenaikan harga bahan pokok dan penting untuk mengendalikan inflasi di Kota Kediri.</p>



<p>“Hasil survei harga saat ini, itu relatif aman untuk harga dari delapan belas komoditas. Jika dibandingkan harga rata-rata seminggu terakhir, ada tujuh yang mengalami kenaikan. Akan tetapi, status masih aman. Dari tujuh komoditas tersebut, hanya ada satu yang perlu diwaspadai yakni beras premium,” jelas Kepala DKPP Kota Kediri, Moh Ridwan.</p>



<p>Adapun hasil monitoring pada tanggal 11 Juli 2024, lanjutnya, bila dibandingkan harga rata-rata seminggu terakhir, sebagian besar relatif tidak mengalami perubahan harga yang besar. Cabai Rawit Merah mengalami kenaikan mendekati Rp 5 ribu. Terpantau pada hari ini, Cabe Rawit Merah seharga Rp 51.049 perkg lebih tinggi dari rata-rata seminggu terakhir di angka Rp 46.161 perkg.</p>



<p>“Jika melihat tren tahun-tahun sebelumnya, komoditas ini akan mengalami kenaikan pada pertengahan hingga akhir musim kemarau karena pengaruh cuaca,” terangnya.</p>



<p>Diketahui, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dibanding rata-rata seminggu terakhir, sebagai berikut. Yakni, Beras Medium dari Rp 12.510 menjadi Rp 12.482, Minyak Goreng Curah dari Rp 15.563 menjadi Rp 15.557, Daging Sapi dari Rp 110.476 menjadi Rp 110.000, Bawang Merah dari Rp 29.579 menjadi Rp 27.805.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cabai Merah Keriting dari Rp 35.085 menjadi Rp 34.823, Kedelai dari Rp 11.422 menjadi Rp11.222, Jagung Pipilan dari Rp 5.482 menjadi Rp 5.417, Tepung Terigu dari Rp 9.463 menjadi Rp.9.457, Kentang dari Rp 21.000 menjadi Rp 19.667, Tomat dari Rp 5.762 menjadi Rp 5.500.</p>



<p>Selanjutnya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain Beras Premium dari Rp 14.857 menjadi Rp 14.889, Gula Pasir dari Rp16.120 menjadi Rp 16.139, Daging Ayam Ras dari Rp 32.262 menjadi Rp 32.500, Telur Ayam Ras dari Rp 26.026 menjadi Rp 26.073, Bawang Putih Bonggol dari Rp 36.135 menjadi Rp 36.167, Cabai Merah Besar dari Rp 35.714 menjadi Rp 36.000, Cabai Rawit Merah dari Rp 46.161 menjadi Rp 51.049.</p>



<p>“Selain untuk memantau harga komoditas di pasar, kami melakukan monitoring juga untuk mengetahui jumlah pasokan komoditas di pasar. Alhamdulillah, untuk jumlah stok bahan pangan di Kota Kediri berada pada level aman dan melimpah,” terangnya.</p>



<p>Di sisi lain, guna mengendalikan harga komoditas, DKPP Kota Kediri juga menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) bersama TPID Kota Kediri. Melihat ketersediaan bahan pangan yang memadai, dirinya mengimbau kepada masyarakat Kota Kediri agar tidak melakukan belanja kebutuhan secara berlebihan dan tetap berbelanja secara bijak.</p>



<p>&#8220;Semoga upaya kami dalam monitoring harga, dapat mengendalikan inflasi di Kota Kediri. Sehingga, daya beli masyarakat tetap tinggi,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satgas Ketahanan Pangan Kota Kediri Sidak Stok dan Harga Komoditas Jelang Hari Raya Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/satgas-ketahanan-pangan-kota-kediri-sidak-stok-dan-harga-komoditas-jelang-hari-raya-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Tim Gabungan Satgas Ketahanan Pangan Kota Kediri menggelar inspeksi mendadak (Sidak) bahan pangan, Kamis (13/06/2024) tadi. Sidak ini dilakukan, untuk memastikan stok komoditas pangan tercukupi dan harga kebutuhan pokok stabil menjelang hari raya kurban. Dalam Sidak itu, tim gabungan menyisir ke beberapa pedagang di Pasar Setonobetek dan ke lokasi distributor minyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Tim Gabungan Satgas Ketahanan Pangan Kota Kediri menggelar inspeksi mendadak (Sidak) bahan pangan, Kamis (13/06/2024) tadi. Sidak ini dilakukan, untuk memastikan stok komoditas pangan tercukupi dan harga kebutuhan pokok stabil menjelang hari raya kurban.</p>



<p>Dalam Sidak itu, tim gabungan menyisir ke beberapa pedagang di Pasar Setonobetek dan ke lokasi distributor minyak goreng dan gula CV Langgeng Mulyo. Sidak yang dilakukan Tim Satgas Ketahanan Pangan, ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kota Kediri untuk melakukan pengawasan sekaligus antisipasi kenaikan inflasi yang dapat mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Dari pantauan di Pasar Setonobetek dan distributor, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Moh Ridwan, menyebut stok pangan di Kota Kediri jelang Hari Raya Idul Adha terpantau aman untuk mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Kota Kediri. Meskipun beberapa komoditas mengalami sedikit kenaikan harga.</p>



<p>“Secara umum stok tersedia dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Harga pangan juga relative stabil, meski beberapa komoditas mengalami sedikit kenaikan harga yang masih wajar karena harganya masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, yaitu daging ayam ras harga sebelumnya Rp 31.666 naik jadi Rp 32.666 (HET Rp 36.750), telur ayam ras harga sebelumnya Rp 26.000 naik menjadi Rp 26.666 dan cabai merah besar harga sebelumnya Rp 53.666 naik jadi Rp 54.666 (HET Rp 55.000).</p>



<p>Meskipun saat ini stok dan harga pangan di Kota Kediri masih terpantau aman, Ridwan mengatakan, pihaknya akan terus memantau secara rutin setiap harinya. Jika nantinya ditemukan harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan hingga melebihi HET baik menjelang atau setelah Hari Raya Kurban, Pemkot Kediri akan melakukan intervensi berupa pasar murah atau OPM.</p>



<p>Ridwan berharap, dengan stok bahan pangan yang tersedia, masyarakat bisa berbelanja bijak dan tidak membeli barang berlebihan atau melakukan penimbunan. “Alangkah baiknya, sebelum belanja kita rinci apa yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Harus bijak dalam berbelanja, membeli apa yang kita butuhkan, jangan sampai kita belanja mengikuti keinginan dan menumpuk bahan pangan di rumah,” papar Ridwan.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek, Sujono, mengungkapkan bahwa komoditas yang ia jual masih memiliki harga yang stabil. Pembeli yang datang juga masih banyak. Warga Kelurahan Singonegaran ini berharap nanti usai hari raya kurban, harga pangan di Kota Kediri bisa tetap stabil atau tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi.</p>



<p>“Sekarang harga masih sama dan stok juga masih banyak. Biasanya kenaikan bahan pangan ini akan terjadi usai hari raya, karena yang jualan masih sedikit. Yang naik tidak semua, biasanya cabai, bawang merah dan kentang,” ungkapnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Raya Qurban, Harga Komoditas di Pasar Kota Kediri Terpantau Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-raya-qurban-harga-komoditas-di-pasar-kota-kediri-terpantau-stabil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[qurban,]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Senin (10/06/2024) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam mengendalikan harga komoditas serta inflasi di Kota Kediri terlebih saat mendekati hari raya keagamaan. “Survei [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Senin (10/06/2024) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam mengendalikan harga komoditas serta inflasi di Kota Kediri terlebih saat mendekati hari raya keagamaan.</p>



<p>“Survei harga saat ini relatif aman, ada beberapa komoditas yang naik tapi masih aman artinya, belum ada indikasi ke waspada,” kata Kepala DKPP Kota Kediri, Moh Ridwan.</p>



<p>Adapun hasil monitoring pada tanggal 10 Juni 2024, diketahui beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Seperti, daging ayam ras mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp 31.528 menjadi Rp 31.194 (HET Rp36.750), bawang merah dari sebelumnya Rp 36.889 menjadi Rp 36.722 (HET Rp 41.500), cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 39.157 menjadi Rp 37.611 (HET Rp57.000), kentang dari sebelumnya Rp 19.333 menjadi Rp 19.000 serta tomat dari sebelumnya Rp12.667 menjadi Rp 12.500.</p>



<p>&#8220;Sedangkan untuk komoditas telur ayam ras harganya tetap di Rp 26.472, daging sapi juga masih sama Rp106.667,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti beras medium dari sebelumnya Rp 12.023 naik menjadi Rp 12.068 (HET Rp12.500), bawang putih bonggol sebelumnya Rp 38.000 menjadi Rp 38.500 (HET Rp 32.000), cabai merah besar sebelumnya Rp 47.500 menjadi Rp 52.167 (HET Rp 55.000) serta cabai merah keriting sebelumnya Rp 44.555 menjadi Rp 47.049 (HET Rp 55.000). “Menjelang Hari Raya Idul Adha, berdasarkan pemantauan DKPP ada beberapa komoditas yang naik akan tetapi relatif kecil. Untuk minyak goreng curah satu-satunya komoditas yang terpantau statusnya waspada karena sudah melebihi HET 10 persen,” terang Ridwan. Untuk itu, ujarnya, Pemkot Kediri segera mengambil langkah guna mengendalikan harga melalui Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pasar Murah (GPM). Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional, Pemkot Kediri juga melakukan pemantauan pada lima swalayan di Kota Kediri. Adapun hasilnya, ketersediaan pangan komoditas beras dan gula mencukupi warga Kota Kediri untuk dua bulan ke depan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah stoknya melimpah untuk ketersediaan pangan beras dan gula bisa mencukupi kebutuhan warga Kota Kediri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, dirinya mengimbau kepada yg masyarakat Kota Kediri dalam rangka menyambut hari Raya Idhul Adha agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan pangan di Kota Kediri melimpah. “Dengan keberadaan pasar grosir dan pasar konsumen dapat membantu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kota Kediri, sehingga tidak perlu khawatir,” terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Peduli Inflasi, Pj Wali Kota Kediri Berharap Siswa Paham Komoditas Pangan dan Penyumbang Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-peduli-inflasi-pj-wali-kota-kediri-berharap-siswa-paham-komoditas-pangan-dan-penyumbang-inflasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Program Sekolah Peduli Inflasi Pemerintah Kota Kediri sangat bermanfaat untuk para siswa. Banyak wawasan baru yang diperoleh para siswa. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Kota Kediri, Yayuk Cahyaningsih. Disampaikan, melalui Sekolah Peduli Inflasi, siswa-siswi menjadi paham bagaimana mengendalikan inflasi. Siswa-siswi mengerti bahwa ruang sekecil apapun dapat dimanfaatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Program Sekolah Peduli Inflasi Pemerintah Kota Kediri sangat bermanfaat untuk para siswa. Banyak wawasan baru yang diperoleh para siswa. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Kota Kediri, Yayuk Cahyaningsih.</p>



<p>Disampaikan, melalui Sekolah Peduli Inflasi, siswa-siswi menjadi paham bagaimana mengendalikan inflasi. Siswa-siswi mengerti bahwa ruang sekecil apapun dapat dimanfaatkan untuk urban farming.</p>



<p>“Kami menyambut baik program ini. Tugas ke depan untuk siswa, harus menanam satu tanaman di rumah yang berproduksi. Nanti dilaporkan progresnya dan akan kami nilai. Jadi tidak hanya di sekolah, di rumah pun mereka juga menanam,&#8221; katanya.</p>



<p>Kepsek Yayuk mengatakan, di SMPN 4 Kota Kediri telah masuk kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema &#8216;Hidup Berkelanjutan&#8217;. Lahan di belakang sekolah, pun dipergunakan dengan tepat untuk menanam tanaman produksi.</p>



<p><strong>Baca</strong></p>





<p>Bahkan, SMPN 4 Kota Kediri sudah pernah panen raya dan hasilnya dimanfaatkan oleh siswa-siswi. &#8220;Lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektar, kita bagi. Ada yang dikerjakan anak Kelas VII dan ada juga Kelas VIII, dengan jadwal dan jenis tanaman yang berbeda. Mereka juga ada praktik kewirausahaan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menjelaskan bahwa target dari Sekolah Peduli Inflasi ini diharapkan para siswa paham mengenai inflasi. Selain itu, siswa juga mengerti jenis-jenis komoditas pangan. Terutama, komoditas apa saja yang menjadi penyumbang inflasi.</p>



<p>&#8220;Masih ada anak yang tidak tahu, mana cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar. Makanya dengan mereka menanam ini, mereka jadi paham. Selain itu, anak-anak lebih menghargai pangan tidak lagi menyisakan makanan,&#8221; jelasnya, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala KPwBI Kediri, Choirur Rofiq, mengatakan tujuan dari Sekolah Peduli Inflasi ini salah satunya agar anak-anak paham memanfaatkan lahan terbatas. Seperti di sekolah, lahan terbataspun bisa ditanami dengan tanaman yang menjadi sumber inflasi. Seperti, tomat, cabai rawit dan cabai merah.</p>



<p>&#8220;Sehingga harapannya, mereka tidak hanya menanam di sekolah. Namun, mereka bisa menanam di rumah juga. Sehingga, kebutuhan bisa dipenuhi rumah tangga sendiri,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Komoditas Turun, Kota Kediri di Mei 2024 Deflasi</title>
		<link>https://memontum.com/harga-komoditas-turun-kota-kediri-di-mei-2024-deflasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Indeks Harga Konsumen (IHK) m-to-m (month to month) Bulan Mei 2024 di Kota Kediri berada pada angka -0,20 persen atau menurun bila dibandingkan dengan inflasi April 2024, yakni 0,54 persen. Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Pardjan, dalam Meeting Press Release Berita Resmi Inflasi secara daring, Senin (03/06/2024) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Indeks Harga Konsumen (IHK) m-to-m (month to month) Bulan Mei 2024 di Kota Kediri berada pada angka -0,20 persen atau menurun bila dibandingkan dengan inflasi April 2024, yakni 0,54 persen. Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Pardjan, dalam Meeting Press Release Berita Resmi Inflasi secara daring, Senin (03/06/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa hal serupa juga terjadi pada inflasi y-on-y (year to year) Bulan Mei 2024 sebesar 2,28 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sekaligus menjadi urutan terendah inflasi y-on-y se-Jawa Timur. “Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, memberikan andil inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,5 persen. Sedangkan pada inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 1,50 persen,” kata Pardjan.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, beberapa komoditas penyumbang inflasi di Bulan Mei, antara lain seperti telur ayam ras sebesar 0,06 persen, emas perhiasan sebesar 0,04 persen, sawi hijau sebesar 0,03 persen, cabai merah, bawang merah hingga Sigaret Kretek Mesin (SKM). Kemudian, juga ada terong, kangkung, bayam, bawang putih, alpukat, dan semangka masing-masing 0,02 persen; daun bawang, kol putih/kubis, jagung manis, tahu telor/tahu tek-tek, kue kering berminyak, bakso siap santap, apel, anggur, kentang, dan sabun mandi masing-masing 0,01 persen.</p>



<p>Sementara itu, lanjutnya, terdapat pula komoditas yang memberikan andil penghambat inflasi di Bulan Mei. Yaitu, seperti beras mengalami deflasi sebesar -0,29 persen, tomat -0,09 persen, daging ayam ras sebesar -0,08 persen, cabai rawit sebesar -0,06 persen, pepaya sebesar -0,03 persen, angkutan antar kota sebesar -0,02 persen. Lalu, tarif kereta api, angkutan udara, ikan nila, buncis, ayam hidup, nangka muda, dan kacang panjang masing-masing sebesar -0,01 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kota Kediri. Karena TPID Kota Kediri telah berupaya melakukan pemantauan harga komoditas di pasar dan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) secara berkala,” terang Pardjan.</p>



<p>Dengan demikian, ujarnya, diharapkan harga komoditas di pasar bisa terkendali dan terpenuhi dengan baik.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno, di kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pada Mei ini inflasi negatif atau deflasi sedang dialami semua kota dan kabupaten yang menjadi objek penghitungan indeks harga konsumen (IHK) oleh BPS. Itu karena, banyak komoditas bahan pokok yang mulai kembali ke harga normal setelah mengalami kenaikan pada lebaran kemarin. Sementara untuk Kota Kediri berada pada posisi yang aman dengan deflasi yang tidak terlalu dalam dan berharap dengan penurunan harga rata-rata ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat.</p>



<p>Erwin juga menyampaikan, beberapa langkah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar (OP) dilaksanakan secara tematik selama Mei kemarin. &#8220;Kami melaksanakan GPM bawang merah dan OP minyak goreng serta gula pasir secara tematik, sesuai dengan komoditas yang harganya masih di atas harga acuan untuk memastikan keterjangkauan harga di tingkat konsumen&#8221; jelasnya, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun secara umum bahan pokok mengalami penurunan harga, pihaknya terus memonitor kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran terutama menjelang Hari Raya Idul Adha nanti. &#8220;Kami akan pantau dan kendalikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok, Semoga warga Kota Kediri dapat merayakan Idul Adha tahun ini dengan khusyu, lancar, dan aman&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210525</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
