<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>komoditi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/komoditi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Dec 2024 13:05:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>komoditi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Lumajang Dukung Penanaman Plasma Nutfah Komoditi Hortikultura Unggulan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-dukung-penanaman-plasma-nutfah-komoditi-hortikultura-unggulan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[nutfah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Plasma]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, melakukan Penanaman Plasma Nutfah Komoditi Hortikultura di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klakah, Senin (16/12/2024) tadi. Langkah ini, sebagai upaya Pemkab Lumajang dalam pelestarian Plasma Nutfah komoditi unggulan lokal Lumajang. &#8220;Saya apresiasi dan berterima kasih sekali, karena dengan ini kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, melakukan Penanaman Plasma Nutfah Komoditi Hortikultura di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klakah, Senin (16/12/2024) tadi. Langkah ini, sebagai upaya Pemkab Lumajang dalam pelestarian Plasma Nutfah komoditi unggulan lokal Lumajang.</p>



<p>&#8220;Saya apresiasi dan berterima kasih sekali, karena dengan ini kita lakukan varietas ini tidak akan hilang. Karena, kita sudah menggerakkan penanaman Plasma Nutfah ini,&#8221; kata Bunda Yuyun, panggilan akrab Pj Bupati Lumajang.</p>



<p>Bunda Yuyun mengungkapkan, bahwa upaya yang dilakukan DKPP tersebut dalam rangka perlindungan sumber daya genetik komoditi hortikultura unggulan seperti Pisang Mas Kirana, Durian Kembang Lumajang, Pisang Pakak Kresek Majang, Klengkeng Kateki dan Alpukat Aligator. &#8220;Komoditi ini harus kita kembangkan. Lumajang merupakan daerah yang penuh anugerah karena letak geografis yang berada di lereng Semeru. Tingkat kesuburan tanahnya luar biasa, sehingga komoditas pertaniannya luar biasa. Ini yang patut kita syukuri dan harus kita jaga,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala DKPP Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan pentingnya melakukan pembibitan tanaman di kebun benih hortikultura. &#8220;Tujuannya untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi yang siap tanam saat lahan siap. Benih yang bermutu akan menentukan kualitas, produktivitas dan kekhasan produk yang dihasilkan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, Retno juga berharap bibit tanaman buah dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Sehingga, dapat menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas dan kuantitas tinggi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pj Wali Kota Wahyu Harapkan Komoditi Pangan Terkendali Meski Bawang Diprediksi Naik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pj-wali-kota-wahyu-harapkan-komoditi-pangan-terkendali-meski-bawang-diprediksi-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210586</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, menggelar High Level Meeting (HLM), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (11/06/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa beberapa komoditi pangan memang harus bisa dikendalikan. Apalagi, bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, menggelar High Level Meeting (HLM), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (11/06/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa beberapa komoditi pangan memang harus bisa dikendalikan. Apalagi, bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam sehari-hari. Seperti kebutuhan beras, minyak goreng hingga bawang merah.</p>



<p>“Untuk beras, nanti kita akan dihadapkan dengan kekeringan yang akan datang, seperti persoalan pasokan kebutuhan air. Tetapi insyaallah, kebutuhan beras di Kota Malang ini aman dan stok semua tercukupi,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Akan tetapi, persoalan penting yang menjadi bahasan utama, yakni soal bawang merah. Itu diprediksi akan terjadi peningkatan harga, apalagi menjelang Perayaan Hari Raya Idul Adha 2024 ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, kita dalam kondisi yang aman untuk bawang merah. Karena kita sudah melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Probolinggo dan kita juga punya stok. Ini sudah kita antisipasi, sehingga sekitar dua minggu yang lalu kita langsung memborong dari sana,” ujarnya.</p>



<p>Dengan KAD tersebut, menurut Wahyu, tentunya dapat menekan harga jual. Walaupun memang, harga bawang merah Probolinggo lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang lain. Namun, itu yang banyak dicari oleh masyarakat.</p>



<p>“Dengan KAD, kita mendapatkan harga yang relatif murah dan kita jual juga mengikuti. Bawang merah Probolinggo memang beda, walaupun harganya sedikit lebih tinggi tapi kualitasnya lebih bagus,” ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk saat ini inflasi Kota Malang terjadi deflasi 0,08 persen month to month (mtm). Namun, tentunya berbagai upaya dan langkah untuk mewaspadai fluktuasi harga tersebut terus dilakukan oleh TPID.</p>



<p>“Ada sembilan upaya, mulai dari pemantauan harga dan stok, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok penting, pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah maupun sidak pasar, melakukan koordinasi dengan daerah produsen, realisasi BTT untuk pengendalian inflasi, serta pemberian bantuan transportasi dari APBD,” tuturnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Komoditi Pangan yang Melonjak, Pj Wali Kota Malang Pimpin Rakor bersama TPID</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-komoditi-pangan-yang-melonjak-pj-wali-kota-malang-pimpin-rakor-bersama-tpid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204965</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komoditi pangan yang terus melonjak, mendapat perhatian serius Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satunya, yaitu dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak. Termasuk juga tentunya, terus melakukan beberapa langkah strategi yang dilakukan. Yakni, mulai dari pengaktifan Warung Tekan Inflasi (WTI) di tiga pasar hingga menggelar operasi pasar, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komoditi pangan yang terus melonjak, mendapat perhatian serius Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satunya, yaitu dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak.</p>



<p>Termasuk juga tentunya, terus melakukan beberapa langkah strategi yang dilakukan. Yakni, mulai dari pengaktifan Warung Tekan Inflasi (WTI) di tiga pasar hingga menggelar operasi pasar, yang bekerjasama dengan antar daerah mengenai komoditi yang mengalami kenaikan harga.</p>



<p>“Setelah Rakor itu tadi, kami juga langsung mengadakan rapat internal bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Jadi nanti, komoditi di WTI akan kami tambah. Saya minta Pak Kadiskopindag untuk mulai mencari mana saja daerah penghasil komoditi yang mempunyai harga jual rendah lalu kami akan beli dari sana dan selanjutnya dijual di WTI dengan harga di bawah rata-rata. Supaya bisa mempengaruhi harga pasaran,” kata Pj Wali Kota Wahyu, seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi, Rabu (13/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Disebutkannya, jika beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit, gula, telur dan daging ayam. Sementara, harga beras saat ini menurutnya sudah tidak terlalu tinggi. Apalagi juga ada intervensi melalui beras SPHP.</p>



<p>“WTI kan sebenarnya sudah dibuka kembali pada Rabu (06/03/2024) kemarin. Tapi saat itu masih menjual komoditi beras saja. Nah hari ini kita akan membuka kembali dengan menambah komoditi-komoditi tertentu yang cenderung naik, yang diperoleh dari hasil kerjasama antar daerah itu tadi,” tambah Pj Wali Kota.</p>



<p>Disamping itu, ujarnya, terkait dengan Belanja Tak Terduga (BTT) juga akan diterapkan untuk intervensi. Termasuk, subsidi transportasi untuk bisa menekan harga dari produsen kepada konsumen.</p>



<p>“Yang telah diajukan oleh Diskopindag Kota Malang itu Rp 1 miliar. Nanti kita akan melihat rinciannya seperti apa. Nanti akan kita hitung lagi. Karena kan saat ini harganya cenderung naik untuk komoditi tertentu tadi,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa untuk kerja sama antar daerah yang sudah dilakukan saat ini yaitu masih dengan Kabupaten Probolinggo saja. Ke depan, akan menyasar Banyuwangi dan Bali. “Probolinggo itu produsen bawang merah. Untuk cabai nanti kita akan mengecek ke daerah produsen cabai untuk melakukan kerjasama, yaitu Banyuwangi dan Bali. Kalau daging ayam nanti kita akan lihat ke peternaknya,” tambah Eko.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Komoditi Pangan di Kota Malang Alami Kenaikan Harga, Daya Beli Masyarakat Tetap Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-komoditi-pangan-di-kota-malang-alami-kenaikan-harga-daya-beli-masyarakat-tetap-stabil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, beberapa komoditi bahan pokok yang dijual di beberapa pasar Kota Malang, kini mengalami kenaikan harga. Mulai dari telur, gula, daging ayam dan beberapa sayuran lain. Salah satu pedagang Pasar Tawangmangu, Wiwin Indayani, menyampaikan jika harga sayuran yang mengalami lonjakan yakni buncis dan jagung. Jika sebelumnya perkg hanya Rp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, beberapa komoditi bahan pokok yang dijual di beberapa pasar Kota Malang, kini mengalami kenaikan harga. Mulai dari telur, gula, daging ayam dan beberapa sayuran lain.</p>



<p>Salah satu pedagang Pasar Tawangmangu, Wiwin Indayani, menyampaikan jika harga sayuran yang mengalami lonjakan yakni buncis dan jagung. Jika sebelumnya perkg hanya Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu, kini melonjak Rp 12 ribu. “Baru hari ini buncis dan jagung itu mengalami kenaikan. Kalau cabai merah besar, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan bawang putih, itu memang sudah mahal dari beberapa hari yang lalu dan tidak mengalami kenaikan,” kata Wiwin, Rabu (06/03/2024) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, untuk harga cabai merah besar saat ini yaitu Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu perkgnya. Sementara, untuk cabai rawit saat ini yaitu Rp 45 ribu hingga Rp 52 ribu. Harga tersebut tentu tergantung kualitas barang yang dijualkan.</p>



<p>“Harga cabai ini sudah turun meskipun masih mahal. Karena sebelum Pemilu kemarin itu sampai Rp 100 ribu harganya, bahkan yang cabai Rawit itu sampai Rp 110 ribu. Kalau bawang merah dan bawang putih itu masih normal,” ujarnya.</p>



<p>Dengan kenaikan harga tersebut, menurutnya juga tidak ada keluhan dari para pembeli. Sebab, itu juga termasuk kebutuhan pangan sehari-hari yang dibutuhkan oleh masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, tidak ada keluhan dari pembeli. Jadi ya jalan seperti biasanya saja. Barang-barang ini kita ngambilnya dari Pasar Karangploso dan Pasar Madyopuro,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk harga daging sapi yang ada di Pasar Tawangmangu masih tetap stabil yaitu Rp 120 ribu. Berbeda halnya dengan daging ayam yang mengalami kenaikan harga hingga Rp 40 ribu dari yang sebelumnya Rp 35 ribu. Kemudian, harga telur dari yang sebelumnya Rp 29 ribu kini meningkat hingga Rp 30 ribu.</p>



<p>Menanggapi kondisi di pasar, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dengan kenaikan harga bahan pokok tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Sehingga, diharapkan nantinya bisa mengendalikan dan menekan harga.</p>



<p>“Mudah-mudahan dengan kita koordinasi nanti, pada awal Ramadan besok harga-harga sudah mulai terkendali dan juga masyarakat bisa menjangkau untuk membeli bahan pangan pokok,” terang Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika daya beli masyarakat saat ini masih dalam kewajaran (stabil, red). Sebab, menjelang Ramadan kenaikan harga komoditi tersebut dirasa hal yang biasa. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206733</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Komoditi Pangan di Kota Malang Alami Kenaikan Harga, Daya Beli Masyarakat Tetap Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-komoditi-pangan-di-kota-malang-alami-kenaikan-harga-daya-beli-masyarakat-tetap-stabil-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207305</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, beberapa komoditi bahan pokok yang dijual di beberapa pasar Kota Malang, kini mengalami kenaikan harga. Mulai dari telur, gula, daging ayam dan beberapa sayuran lain. Salah satu pedagang Pasar Tawangmangu, Wiwin Indayani, menyampaikan jika harga sayuran yang mengalami lonjakan yakni buncis dan jagung. Jika sebelumnya perkg hanya Rp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Puasa Ramadan, beberapa komoditi bahan pokok yang dijual di beberapa pasar Kota Malang, kini mengalami kenaikan harga. Mulai dari telur, gula, daging ayam dan beberapa sayuran lain.</p>



<p>Salah satu pedagang Pasar Tawangmangu, Wiwin Indayani, menyampaikan jika harga sayuran yang mengalami lonjakan yakni buncis dan jagung. Jika sebelumnya perkg hanya Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu, kini melonjak Rp 12 ribu. “Baru hari ini buncis dan jagung itu mengalami kenaikan. Kalau cabai merah besar, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan bawang putih, itu memang sudah mahal dari beberapa hari yang lalu dan tidak mengalami kenaikan,” kata Wiwin, Rabu (06/03/2024) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, untuk harga cabai merah besar saat ini yaitu Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu perkgnya. Sementara, untuk cabai rawit saat ini yaitu Rp 45 ribu hingga Rp 52 ribu. Harga tersebut tentu tergantung kualitas barang yang dijualkan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Harga cabai ini sudah turun meskipun masih mahal. Karena sebelum Pemilu kemarin itu sampai Rp 100 ribu harganya, bahkan yang cabai Rawit itu sampai Rp 110 ribu. Kalau bawang merah dan bawang putih itu masih normal,” ujarnya.</p>



<p>Dengan kenaikan harga tersebut, menurutnya juga tidak ada keluhan dari para pembeli. Sebab, itu juga termasuk kebutuhan pangan sehari-hari yang dibutuhkan oleh masyarakat.</p>



<p>“Alhamdulillah, tidak ada keluhan dari pembeli. Jadi ya jalan seperti biasanya saja. Barang-barang ini kita ngambilnya dari Pasar Karangploso dan Pasar Madyopuro,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk harga daging sapi yang ada di Pasar Tawangmangu masih tetap stabil yaitu Rp 120 ribu. Berbeda halnya dengan daging ayam yang mengalami kenaikan harga hingga Rp 40 ribu dari yang sebelumnya Rp 35 ribu. Kemudian, harga telur dari yang sebelumnya Rp 29 ribu kini meningkat hingga Rp 30 ribu.</p>



<p>Menanggapi kondisi di pasar, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dengan kenaikan harga bahan pokok tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Sehingga, diharapkan nantinya bisa mengendalikan dan menekan harga.</p>



<p>“Mudah-mudahan dengan kita koordinasi nanti, pada awal Ramadan besok harga-harga sudah mulai terkendali dan juga masyarakat bisa menjangkau untuk membeli bahan pangan pokok,” terang Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika daya beli masyarakat saat ini masih dalam kewajaran (stabil, red). Sebab, menjelang Ramadan kenaikan harga komoditi tersebut dirasa hal yang biasa.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Inflasi Komoditi Jagung, Dispangtan Kota Malang Siapkan Lahan 81 Hektar</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-inflasi-komoditi-jagung-dispangtan-kota-malang-siapkan-lahan-81-hektar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[hektar]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu bahan pokok yang diperkirakan dapat memicu inflasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, telah memiliki lahan tadah hujan seluas 81 hektar yang sudah ditanami jagung. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan jika jagung tersebut nantinya akan siap dipanen pada Maret 2024 mendatang. Untuk saat ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu bahan pokok yang diperkirakan dapat memicu inflasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, telah memiliki lahan tadah hujan seluas 81 hektar yang sudah ditanami jagung.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan jika jagung tersebut nantinya akan siap dipanen pada Maret 2024 mendatang. Untuk saat ini, jagung masih berusia muda dan belum dilakukan binan (teknik untuk mengetahui produktivitasnya, red)</p>



<p>“Kita liat nanti, untuk mengetahui berapa tonasenya. Untuk jagungnya, itu jenis hibrida. Satu pohon hanya dua atau tiga tongkol, tapi besar-besar. Diperkirakan, panennya di sekitar Maret,” kata Slamet, Rabu (07/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika tanaman jagung tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan pokok dipasaran, juga untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam yang ada di Kota Malang. Disamping itu, Kota Malang juga tengah melakukan kerja sama dengan berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.</p>



<p>“Beberapa daerah itu, diantaranya ada Probolinggo, Kabupaten Malang, Blitar, dan beberapa daerah lainnya,” ucapnya.</p>



<p>Di sisi lain, paparnya, Dispangtan Kota Malang juga telah menyiapkan tanaman padi di lahan seluas 803 hektar. Dalam waktu dekat, di beberapa lokasi penanaman padi akan dilakukan panen.</p>



<p>“Karena masa tanamnya itukan beda-beda, menyesuaikan ketersediaan tenaga dan perawatan traktor di kelompok masing-masing. Untuk sejauh ini, pertahun panen padi 15 ribu ton gabah kering. Cuma tidak barengan, berbeda-beda,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205915</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
