<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>komplek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/komplek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Aug 2023 14:26:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>komplek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tembok Komplek Dikeluhkan Petani, Primaland Sebut Sudah Sesuai Prosedur Siteplan dan Keamanan</title>
		<link>https://memontum.com/tembok-komplek-dikeluhkan-petani-primaland-sebut-sudah-sesuai-prosedur-siteplan-dan-keamanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikeluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[komplek]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[primaland]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[siteplan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195505</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa petani mengeluhkan salah satu sisi tembok pembatas Komplek Rumah Kos Salvia Primaland di kawasan RT07 RW04, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tembok yang dibangun untuk keamanan komplek kos sepanjang sekitar 10 meter tersebut, dinilai telah menghalangi akses jalan petani untuk ke sawah. Bahkan, persoalan ini telah dimediasi pihak kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa petani mengeluhkan salah satu sisi tembok pembatas Komplek Rumah Kos Salvia Primaland di kawasan RT07 RW04, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tembok yang dibangun untuk keamanan komplek kos sepanjang sekitar 10 meter tersebut, dinilai telah menghalangi akses jalan petani untuk ke sawah.</p>



<p>Bahkan, persoalan ini telah dimediasi pihak kelurahan dengan menghadirkan pihak Primaland dan petani yang mengeluhkan keberadaan tembok tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada titik temu.</p>



<p>Saat Memontum.com mendatangi lokasi, sempat bertemu dengan Edi Purnomo (50), salah satu petani. Dirinya mengaku keberatan dengan keberadaan tembok itu. Dikarenakan, akses tersebut memang biasanya digunakan petani menuju sawah.</p>



<p>&#8220;Sudah ada mediasi, namun pihak pengembang belum menyampaikan solusinya. Kami masih menunggu,&#8221; jelasnya, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa tembok tersebut telah dikeluhkan sejak Mei 2023 lalu. Untuk itu, bersama para petani lain, mempertanyakan agar segera ada solusi. Seperti dibukanya akses jalan atau jalan alternatif bisa diperbaiki untuk mempermudah akses petani.</p>



<p>&#8220;Kami ingin jalan aternatif diperbaiki dan dilebarkan. Sebab sejak ditutup tembok, jalannya hanya bisa dari sisi utara yang sempit dan susah dilalui. Tapi sebenarnya, kami ingin tembok tersebut tetap dibuka kembali dan dipasang pagar besi yang bisa buka tutup. Dibuka saat petani ke sawah dan ditutup saat petani pulang,&#8221; ujar Edi.</p>



<p>Sementara itu, pihak Primaland melalui Head Legal Primaland, Yanuar Risyahwan, saat dikonfirmasi mengaku bahwa pembangunan yang dilakukan di Komplek Rumah Kos Salvia itu telah sesuai dengan siteplan. Dan pembangunannya, juga telah disertai kelengkapan berkas dokumen yang dibutuhkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secara legalitas sudah dipenuhi. Ada SHGB, sertifikat SHM dan lainnya. Siteplan dan IMBnya sudah keluar. Termasuk perizinan juga sudah lengkap semua. Dan pembangunan itu juga sudah sesuai siteplan. Di dokumen yang kami kantongi, batas tanah yang kami bangun juga batasnya sesuai,&#8221; ujar Yanuar.</p>



<p>Selain itu pembangunan yang dilakukan tersebut menurutnya juga telah mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan penghuni rumah kos. Salah satu pertimbangan adalah faktor keamanan dan kenyamanan penguni kos.</p>



<p>&#8220;Sudah beberapa kali mediasi. Termasuk dengan petani yang bilangnya mengeluh. Melibatkan kelurahan, RT, RW, Babinsa, Babinkamtibmas tapi memang belum ada sepakat,&#8221; ujar Yanuar.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa petani masih bisa ke sawahnya karena lokasi yang kini dibangun tembok bukan satu-satunya jalan alternatif. Masih ada jalan alternatif lainnya, yang bisa dilalui oleh petani. &#8220;Sampai saat ini petani masih bisa berkativitas dengan normal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pihaknya juga sebenarnya berkeinginan, agar ada pengujian pada dokumen yang dimiliki. Terutama dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas terkait. &#8220;Ayo kita uji bersama tentang siteplan dan SHGB. Karena, kita tidak ingin berpolemik dengan masyarakat. Supaya kita semua dapat pencerahan, aturan jelas dan regulasi yang tepat.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan solusi. Yakni dengan melakukan perbaikan jalan alternatif yang berada di sisi lain. Hal tersebut menurut Yanuar akan ditawarkan sebagai solusi dalam mediasi selanjutnya.</p>



<p>&#8220;Mediasi selanjutnya setelah 17 Agustus 2023. Solusi itu akan kami sampaikan. Kami siap memperbaiki jalan alternatif tersebut jika berkenan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuk Tahun Baru Muharram, Komplek Pesarean Ki Ageng Gribig Malang Gelar Tradisi Mbubar Mbubur Suro</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-tahun-baru-muharram-komplek-pesarean-ki-ageng-gribig-malang-gelar-tradisi-mbubar-mbubur-suro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ageng]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[gribig]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[komplek]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masuk]]></category>
		<category><![CDATA[mbubar]]></category>
		<category><![CDATA[mbubur]]></category>
		<category><![CDATA[muharram,]]></category>
		<category><![CDATA[pesarean]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[suro]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193749</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram, Kampung Gribig Religi (KGR) menghadirkan ritual tahunan yang dikenal dengan sebutan Mbubar Mbubur Suro di Komplek Pesarean Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (19/07/2023) tadi. Ketua Pokdarwis KGR, Devi Nur Hadianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari visi misi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram, Kampung Gribig Religi (KGR) menghadirkan ritual tahunan yang dikenal dengan sebutan Mbubar Mbubur Suro di Komplek Pesarean Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (19/07/2023) tadi.</p>



<p>Ketua Pokdarwis KGR, Devi Nur Hadianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari visi misi pokdarwis untuk mengembangkan kepariwisataan, khususnya di Komplek Pesarean Ki Ageng Gribig tersebut. Terlebih, dalam setahun KGR menggelar enam acara yang berbeda-beda.</p>



<p>“Kami ada enam acara dalam setahun. Diantaranya, konsep bubur atau njenangan. Yang saat ini kita jalani, itu njenang suro atau mbubur suro. Ini telah kita awali pada tahun 2020 lalu, dengan harapan jejak kami sebagai objek wisata religi tetap eksis dan berkelanjutan sampai sekarang,” ujar Devi tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, Devi juga menjelaskan bahwa bubur tersebut memiliki makna dan filosofi yang tersendiri. Bubur yang memiliki warna putih ini melambangkan awal tahun dan awal doa bagi masyarakat Jawa. Sehingga, tradisi tersebut mengajarkan untuk selalu berbaik sangka dan berharap kebaikan selama setahun ke depan.</p>



<p>“Kita orang jawa hendaknya selalu berbaik sangka. Mengawalinya itu pakai putih, sae, bagus. Dengan harapan dalam satu tahun ke depan apa yang kami harapkan, apa yang kita nikmatkan kepada tuhan semua baik-baik saja. Termasuk kepada semua yang ada di lingkungan masyarakat,” katanya.</p>



<p>Selain berwarna putih, bubur suro ini juga memiliki toping yang melambangkan awal penghidupan, seperti telur, ayam atau ikan, serta beberapa unsur lain. Terlebih, juga harus selalu disajikan dengan daun sebagai simbol harapan akan kehidupan dan doa untuk tahun-tahun mendatang.</p>



<p>“Menurut beberapa tetua kita, tradisi seperti itu jangan sampai diubah. Sebab ada harapan ada penghidupan, ada doa dan ada keinginan yang mungkin bisa terkabul di tahun-tahun yang akan datang,” tambahnya.</p>



<p>Berdasarkan perkembangan dari tahun ke tahun, acara tersebut mengalami peningkatan jumlah bubur yang dibuat. Jika pada tahun sebelumnya hanya sekitar 200 takir bubur yang dimasak, tahun ini jumlahnya meningkat hingga hampir 20 kilogram beras.</p>



<p>“Belum tahu ini nanti jadinya berapa, tapi semoga bisa mencapai sekitar 300 takir bubur untuk dibagikan kepada semua masyarakat yang hadir, baik yang datang untuk berziarah maupun berdoa di komplek makam Ki Ageng Gribig ini,” lanjutnya.</p>



<p>Meskipun bubur tersebut dibagikan kepada para pengunjung dan peziarah, namun tetap disajikan dengan cita rasa yang enak dan gurih. &#8220;Kami ingin setiap pengunjung dan peziarah yang datang agak banyak di bulan suro ini bisa mencicipi jenang suro atau bubur suro yang dibikin oleh pegiat atau masyarakat RW 4 atau sekitar makam ini. Agar sama sama merasakan kenikmatan bubur suro kami, sekaligus menganggapnya sebagai sesuatu yang lezat dan berkesan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193749</post-id>	</item>
		<item>
		<title>176 Pejabat Pemkab Pamekasan Dilantik Bupati Baddrut Tamam di Komplek Pasar Kolpajung</title>
		<link>https://memontum.com/176-pejabat-pemkab-pamekasan-dilantik-bupati-baddrut-tamam-di-komplek-pasar-kolpajung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[baddrut]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[kolpajung]]></category>
		<category><![CDATA[komplek]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tamam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Sebanyak 176 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, resmi dilantik di Kompleks Pasar Kolpajung, Pamekasan, Selasa (27/06/2023) tadi. Dari pejabat yang dilantik, delapan orang diantaranya merupakan pejabat tinggi yang menempati posisi sebagai Kepala Dinas (Kadis), Direktur hingga kepala satuan di berbagai instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan. &#8220;Kita memilih lokasi komplek Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Sebanyak 176 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, resmi dilantik di Kompleks Pasar Kolpajung, Pamekasan, Selasa (27/06/2023) tadi. Dari pejabat yang dilantik, delapan orang diantaranya merupakan pejabat tinggi yang menempati posisi sebagai Kepala Dinas (Kadis), Direktur hingga kepala satuan di berbagai instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan.</p>



<p>&#8220;Kita memilih lokasi komplek Pasar Kolpajung, ini karena merupakan Pasar Induk di Pamekasan dan sedang dibangun. Yang mana, pembangunannya ditargetkan satu tahun selesai,&#8221; kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Alumni Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya itu juga berharap, pejabat yang baru dilantik agar bekerja secara kolaboratif, inovatif dan bekerja secara sungguh-sungguh demi melayani dan memperjuangkan rakyat di Pamekasan.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, bagi pejabat yang baru dilantik, agar tidak main-main dan harus selalu bersungguh-sungguh mengabdi bagi bangsa dan negara. Karena di sini, nasib rakyat harus diperjuangkan,” paparnya. <strong>(azm/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191953</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
