<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kompos &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kompos/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 13:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kompos &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DLH Kota Malang Catat Retribusi Kompos Capai 62 Persen dari Target</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-catat-retribusi-kompos-capai-62-persen-dari-target</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat capaian positif dari hasil penjualan kompos yang diolah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Bahkan hingga 8 Oktober 2025, realisasi retribusi kompos telah mencapai Rp 9.325.000 atau 62,17 persen dari target Rp 15 juta pada tahun ini. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat capaian positif dari hasil penjualan kompos yang diolah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Bahkan hingga 8 Oktober 2025, realisasi retribusi kompos telah mencapai Rp 9.325.000 atau 62,17 persen dari target Rp 15 juta pada tahun ini.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa penetapan retribusi tersebut baru dimulai tahun 2025. Sebelumnya, kompos hasil olahan di TPA Supit Urang dibagikan secara gratis kepada masyarakat, terutama kepada penggiat lingkungan dan sekolah-sekolah.</p>



<p>“Sudah ada aturan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) nya. Beberapa hasil dari TPA Supit Urang bisa dijual untuk menjadi retribusi, salah satunya kompos,” ujar Raymond, Kamis (23/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk harga kompos, setiap kilogramnya dihargai Rp 700. Sementara, satu plastik yang berisi 5 kilogram itu Rp 4.500.</p>



<p>Sebelum adanya penetapan Perda Retribusi, DLH membagikan kompos tanpa biaya kepada masyarakat yang mengajukan permohonan. &#8220;Makanya, kalau ada permintaan kompos sebelum Perda ditetapkan, kami berikan gratis. Biasanya dari penggiat lingkungan atau sekolah yang bersurat ke DLH,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Raymond menyebut, bahwa kompos merupakan salah satu bentuk retribusi baru yang mulai dilaksanakan pada Agustus 2025. Pihaknya optimis, target di tahun ini bisa tercapai sebelum akhir tahun 2025.</p>



<p>“Kami optimis capaian Rp 15 juta bisa tercapai sebelum akhir tahun,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pupuk Kompos Produksi DLH Kota Malang Siap Sumbang Potensi Retribusi di Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/pupuk-kompos-produksi-dlh-kota-malang-siap-sumbang-potensi-retribusi-di-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208699</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; UPT TPA Supit Urang milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, tiap harinya bisa memproduksi pupuk kompos sekitar 3,5 sampai 4 ton. Hal tersebut, tentu dapat menunjang potensi retribusi dari sektor pelayanan jasa umum. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa estimasi harga pupuk kompos tersebut Rp 600, perkg [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; UPT TPA Supit Urang milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, tiap harinya bisa memproduksi pupuk kompos sekitar 3,5 sampai 4 ton. Hal tersebut, tentu dapat menunjang potensi retribusi dari sektor pelayanan jasa umum.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa estimasi harga pupuk kompos tersebut Rp 600, perkg nya. Jika dihitung pertahun, target potensi retribusi yang didapatkan tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah.</p>



<p>“Sementara ini yang kita catatkan mengenai target per tahunnya kemarin untuk potensi retribusi tersebut antara Rp 250 juta sampai Rp 350 juta. Tetapi bisa saja retribusinya lebih dari itu, karena retribusi sampah sendiri kan targetnya Rp 15 miliar sekarang bisa merangkak Rp 18 miliar dan kita terus diatasnya,” kata Rahman, Kamis (25/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pupuk kompos tersebut, ujarnya, mulai diperjualbelikan pada tahun ini, tepatnya sejak diterbitkannya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) per 1 Januari 2024. Sehingga sampai dengan saat ini pupuk kompos tersebut belum diperjualbelikan secara umum.</p>



<p>“Karena sebelumnya di dalam regulasi itu tidak bisa dijualkan secara bebas, karena ada beberapa step yang harus dilakukan. Nah dengan adanya PDRD di tahun ini, maka kita sekarang bisa bebas untuk menjual,” ucapnya.</p>



<p>Namun, pupuk kompos yang menjadi salah satu bentuk produksi hasil persampahan ini sudah terdistribusikan kepada seluruh lapisan di Kota Malang ini, secara gratis. Seperti mendukung beberapa program urban farming, sekolah adiwiyata dan kampung proklim.</p>



<p>“Sebelum adanya regulasi atau dasarnya, kemarin itu sudah kita bagikan free dan kegiatan semacam ini sebenarnya sudah biasa kita lakukan. Urban farming kemarin juga sudah kita bantu besarannya 20 ton kemudian banyak permintaan dari pelaku usaha dan pelaku kegiatan di beberapa tempat yang ada di Kota Malang,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208699</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT Kota Malang, DLH Bagikan 13 Ton Pupuk Kompos dan 110 Bibit Tanaman Secara Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-kota-malang-dlh-bagikan-13-ton-pupuk-kompos-dan-110-bibit-tanaman-secara-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membagikan 13 ton pupuk kompos kepada 57 kelurahan, 5 kecamatan dan 110 bibit tanaman untuk 13 sekolah adiwiyata serta kampung proklim di lingkungan Kota Malang, Kamis (25/04/2024) tadi. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membagikan 13 ton pupuk kompos kepada 57 kelurahan, 5 kecamatan dan 110 bibit tanaman untuk 13 sekolah adiwiyata serta kampung proklim di lingkungan Kota Malang, Kamis (25/04/2024) tadi.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK se Kota Malang. Itu dilakukan karena juga berkaitan dengan program pokok dari PKK Kota Malang, yakni urban farming.</p>



<p>“Urban farming ini kan merupakan pertanian perkotaan. Nah, salah satu bahan baku untuk kegiatan tersebut itu menggunakan pupuk kompos ini. Sehingga kita melakukan koordinasi dengan tim PKK Kota Malang secara langsung bersama ibu Pj Wali Kota Malang untuk melaksanakan program ini,” jelas Rahman, seusai membuka kegiatan tersebut.</p>



<p>Disebutkannya, jika masing-masing kelurahan tersebut menerima pupuk kompos sebesar 200 kg dan per kecamatan menerima sebesar 300 kg, secara gratis. Selain itu, dalam rangkaian tersebut juga dilakukan uji laboratorium secara gratis kepada 10 pelaku usaha dan pelaku kegiatan.</p>



<p>“Jadi memang hampir sejumlah 13 ton yang kita bagikan secara gratis, dalam rangka mensukseskan dan memeriahkan HUT Kota Malang ke 110 ini,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika pupuk kompos yang dibagikan tersebut merupakan hasil dari pengelolaan sampah yang ada di TPA Supit Urang Kota Malang dan dari TPS PKD, khususnya kompos daur ulang. &#8220;Jadi untuk pupuk kompos yang kita bagikan ini, pengelolaannya hasil produksi dari Pemkot Malang. Yang membedekan ini hanya packagingnya saja, kalau dari TPS PKD itu paketnya 3 kg kalau hasil dari TPA Supit Urang ini 4 kg,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, mulai dari bulan Januari hingga April 2024 ini, DLH Kota Malang telah mampu memproduksi pupuk kompos sebanyak 19 ton dan sebanyak 13 ton diantaranya itu dibagikan dulu secara gratis kepada semua TP PKK Kota Malang. Padahal itu seharusnya bisa menyumbang potensi restribusi DLH Kota Malang.</p>



<p>“Sudah hampir 19 ton yang sudah kita produksi sampai dengan April 2024 ini. Ini kita bagikan dulu secara gratis, sesuai dengan tema hari ini memperingati HUT jadi kita berikan free kepada semua penggerakan PKK se 5 kecamatan Kota Malang dan 57 kelurahan. Harusnya kan bisa kita jual sebagai potensi retribusi tetapi ini kita berikan free,” ujar Rahman.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, memberikan apresiasi positif pada gelaran kegiatan tersebut. Karena itu menjadi penguat komitmen dan selaras dengan tema HUT Kota Malang Ke-110.</p>



<p>“Semua itu bisa kerjasama selaras menjadikan Kota Malang berkelas. Melalui kegiatan ini juga berupaya untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan dan kesejahteraan,” imbuh Diah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT Kota Malang Ke-110, DLH Siap Bagikan Kompos Gratis untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-kota-malang-ke-110-dlh-siap-bagikan-kompos-gratis-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[ke-110,]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peringatan HUT Kota Malang ke 110 ini, tentunya juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satunya, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa pada momen ini tentu ada beberapa kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peringatan HUT Kota Malang ke 110 ini, tentunya juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satunya, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa pada momen ini tentu ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. Salah satunya yakni dengan membagikan produk pengelolaan persampahan berupa kompos secara gratis.</p>



<p>“Jadi pembagian itu nanti akan dikolaborasikan bersama dengan penggerak PKK Kota Malang. Dalam pembagiannya nanti rencana akan kita siapkan sekitar 1-2 ton kompos,” kata Rahman-sapaannya, Senin (01/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, dalam memperingati Hari Jadi Kota Malang juga tetap melaksanakan beberapa tugas untuk mengantisipasi potensi terjadinya pohon tumbang. Terlebih, curah hujan saat ini masih belum menentu (kadang sedang, kadang lebat).</p>



<p>“Misalnya seperti melakukan maintenance di beberapa titik yang sifatnya rawan. Salah satunya kami melakukan upaya prefentif terhadap penanganan pohon tumbang,” ucapnya.</p>



<p>Dalam momentum ini, Rahman berharap agar Pemkot Malang khususnya dari DLH sendiri dapat terus berkolaborasi dengan baik pada seluruh jajaran. Termasuk juga sesuai dengan tema Berselaras untuk Kota Malang Berkelas.</p>



<p>“Semoga di Hari Jadi Kota Malang ke 110 ini, Pemkot Malang bersama dengan warganya bisa lebih berkolaborasi dengan baik, lebih maju lagi khususnya dalam menerima improvisasi, perkembangan dan kebijakan yang ada,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olah Sampah Jadi Pupuk Kompos, TPA Supit Urang Sumbang PAD untuk Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/olah-sampah-jadi-pupuk-kompos-tpa-supit-urang-sumbang-pad-untuk-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204185</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Supit Urang berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Malang. Itu karena, sampah yang diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, mampu menghasilkan manfaat. Hal itu, sebagaimana dikatakan oleh Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya. Menurutnya, dari sampah-sampah tersebut dapat diolah untuk menjadi pupuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Supit Urang berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Malang. Itu karena, sampah yang diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, mampu menghasilkan manfaat. Hal itu, sebagaimana dikatakan oleh Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya.</p>



<p>Menurutnya, dari sampah-sampah tersebut dapat diolah untuk menjadi pupuk kompos. Apalagi, perbulannya itu bisa menghasilkan hingga 30 ton.</p>



<p>“Hasil pengelolaan persampahan kita sudah masuk dalam Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang sudah kita buat. Artinya, ini menjadi pendapatan lain-lain dari hasil pengelolaan sampah,” ujar Rahman, saat dikonfirmasi Sabtu (06/01/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Rahman, jika pupuk kompos yang dihasilkan oleh DLH Kota Malang tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman apapun. Sebab, sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan lab.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentu ada spesifikasi teknis, kompos itu tepat guna apa tidak. Itu ada kajiannya. Ada kompos yang secara spektek peruntukannya untuk ini, tapi ini sudah pernah kita lab kan dan hasilnya luar biasa, bisa digunakan untuk aspek apapun,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, dikatakan jika beberapa yang dicatutkan terkait pengolahan sampah menjadi kompos adalah kemampuan jumlah tonase serta berat kompos yang terjual. Tentu dalam penjualannya, harga yang dijualkan di bawah harga pasar. Namun, sistem penjualan itu saat ini masih sedang digodok.</p>



<p>“Hampir semua pelaku usaha, pelaku kegiatan, hotel-hotel semua minta bantuan untuk kompos di DLH, itu free sifatnya. Karena kita masih belum ada secara legal formal atau perda yang mengatur itu untuk bisa dijual,” katanya.</p>



<p>Selain itu, di tahun 2023 lalu pupuk kompos tersebut juga telah dibagikan kepada 57 kelurahan yang ada di Kota Malang. Untuk di tahun ini, pihaknya berharap sudah ada regulasi yang mengatur terkait dengan sistem penjualan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olah Sampah secara Mandiri, Desa Mojorejo Kota Batu Ubah Sampah Organik Jadi Kompos Cair</title>
		<link>https://memontum.com/olah-sampah-secara-mandiri-desa-mojorejo-kota-batu-ubah-sampah-organik-jadi-kompos-cair</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mojorejo]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197827</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membuat komposter yang merupakan alat untuk mengolah sampah menjadi kompos dari bahan dasar sampah basah. Ini dilakukan, dalam rangkaian pengolahan sampah secara mandiri. Kepala Desa Mojorejo, Rujito, mengatakan bahwa inovasi membuat komposter tersebut menjadi langkah supaya sampah yang berasal dari rumah tangga, tidak dibuang asal-asalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membuat komposter yang merupakan alat untuk mengolah sampah menjadi kompos dari bahan dasar sampah basah. Ini dilakukan, dalam rangkaian pengolahan sampah secara mandiri.</p>



<p>Kepala Desa Mojorejo, Rujito, mengatakan bahwa inovasi membuat komposter tersebut menjadi langkah supaya sampah yang berasal dari rumah tangga, tidak dibuang asal-asalan terutama di pinggir jalan. &#8220;Jadi, komposter yang dibuat ini untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos cair. Tetapi, yang digunakan adalah bagian sampah organiknya,&#8221; terangnya, di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (09/09/2023) tadi.</p>



<p>Cara kerja komposter, tambahnya, disediakan tempat besar seperti tandon air. Setelah itu, sampah basah seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan dimasukkan dalam tandon itu yang kemudian dituang air.</p>



<p>Sampah organik yang sudah tercampur itu, imbuhnya, dibiarkan tiga sampai empat hari. Di sini, dari komposter itu yang dimanfaatkan yaitu cairannya. Atau, kompos cair.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat membuat kompos dengan sistem komposter, itu jangan dicampur dengan sampah lain. Seperti, daging atau ikan serta tulang, apalagi sampah anorganik. Karena, ini akan rusak,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk penanganan komposter juga persampahan, imbuhnya, itu dilakukan oleh Dasawisma. Untuk itu, juga dibuat pelatihan pengolahan sampah.</p>



<p>“Yang menangani ini adalah ibu-ibu. Sebab, biasanya ibu-ibu ini lebih telaten. Karena itu, kami buatkan pelatihan pengelolaan sampah. Berbasis dasawisma se Desa Mojorejo,” ujarnya.</p>



<p>Edukasi tentang pengolahan sampah kepada masyarakat, jelasnya, harus dilakukan di lingkungan masyarakat yang begitu luas. Edukasi bisa dilakukan melalui komunitas masyarakat yang jumlahnya sedikit. Misalnya saja, Dasawisma.</p>



<p>“Di lingkungan ini, kemauan masyarakat untuk mengadakan komposter cukup tinggi. Sebab untuk mengatasi persoalan sampah, harus ada kesadaran dari lingkungan untuk mengolah sampah secara mandiri,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197827</post-id>	</item>
		<item>
		<title>GenBI  Jember Bersama Kampoeng Recycle Gelar Pelatihan Kompos</title>
		<link>https://memontum.com/genbi-jember-bersama-kampoeng-recycle-gelar-pelatihan-kompos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 07:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[GenBI]]></category>
		<category><![CDATA[Kampoeng Recycle]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119005-genbi-jember-bersama-kampoeng-recycle-gelar-pelatihan-kompos</guid>

					<description><![CDATA[Jember, memontum &#8211; Guna atasi permasalahan sampah yang setiap harinya kian bertambah, Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jember bersama Kampoeng Recycle mengadakan acara pelatihan pembuatan kompos di Perumahan Taman Gading Blok AF 21,kelurahan Tegal besar kecamatan Kaliwates Jember, Minggu (12/7/2020) siang. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan di kawasan pemukiman dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, memontum</strong> &#8211; Guna atasi permasalahan sampah yang setiap harinya kian bertambah, Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jember bersama Kampoeng Recycle mengadakan acara pelatihan pembuatan kompos di Perumahan Taman Gading Blok AF 21,kelurahan Tegal besar kecamatan Kaliwates Jember, Minggu (12/7/2020) siang.</p>
<p>Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan di kawasan pemukiman<br />
dan juga bisa menjadi salah satu kegiatan produktif kita di masa pandemi .</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119008" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0070-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0070-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0070-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Di samping itu Kegiatan tersebut juga di tujukan untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang mekanisme pembuatan kompos, mulai dari pengumpulan daun-daun kering, hingga membuat kompos sampai dengan pemindahan ke media tanam.</p>
<p>Rohman Abadi, Manager Pupuk “Suburganik” PKPS (Primer Koperasi Pengelola Sampah) Kabupaten Jember juga hadir dalam kegiatan itu selaku pemateri dan bersama tim dari anggota GenBI Jember.</p>
<p>Ketua Umum GenBI Jember, Ilham Maulana mengatakan bahwa pengolahan sampah secara tepat, merupakan cara yang benar untuk menanggulangi permasalahan sampah.</p>
<p>&#8220;Sampah ini merupakan permasalahan yang tak kunjung usai, karena memang setiap harinya banyak sekali tambahan tumpukan sampah dimana-mana, pengolahan sampah yang benar merupakan suatu hal terpenting disini karena itu merupakan solusi yang tepat untuk menanggulangi tambahan tumpukan sampah&#8221;, katanya</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119007" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0071-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0071-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0071-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0071-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0071-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ilham juga menambahkan bahwa pengolahan sampah yang benar dan efektif selain dapat berdampak positif pada lingkungan dan juga akan berdampak positif pada perekonomian, apabila dilakukan secara aktif.</p>
<p>&#8220;Kemampuan secara teori dan praktik dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos ini merupakan hal yang sangat positif, setidaknya bisa berpengaruh terhadap lingkungan walaupun itu skalanya masih kecil&#8221;, ujarnya</p>
<p>Lanjutnya &#8221; namun apabila kegiatan seperti ini dilakukan secara efektif dan masif tidak menutup kemungkinan kita akan mendapat keuntungan disektor ekonomi&#8221;, tambah Ilham.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119006" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0072-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0072-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0072-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0072-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0072-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, Mohammad Nazar Rofiqi selaku team leader dari program kerja GenBI Peduli Sampah mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga akan dapat meningkatkan skill anggota GenBI Jember dalam mengelola sampah organik.</p>
<p>“Dengan adanya kegiatan ini anggota GenBI Jember akan paham tentang recycle activities yang perlu digiatkan serta hidup yang ramah lingkungan. Serta meningkatkan skill anggota GenBI Jember dalam mengelola sampah organik untuk diubah menjadi pupuk kompos, &#8221; ujarnya.<strong> (Vin/tog/bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119005</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
