<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Konfrensi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konfrensi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Feb 2025 08:54:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Konfrensi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menkomdigi Wakili Presiden Hadiri Konfrensi Artificial Intelligence Action Summit di Paris</title>
		<link>https://memontum.com/menkomdigi-wakili-presiden-hadiri-konfrensi-artificial-intelligence-action-summit-di-paris</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[artificial]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Konfrensi]]></category>
		<category><![CDATA[menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[summit,]]></category>
		<category><![CDATA[wakili]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219114</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mewakili Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Aksi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence Action Summit (AIAS) yang berlangsung di Paris, Prancis, yang direncanakan 10 hingga 11 Februari 2025. Konferensi tersebut, merupakan forum internasional yang mempertemukan perwakilan lebih dari 100 negara, termasuk kepala negara, menteri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mewakili Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Aksi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence Action Summit (AIAS) yang berlangsung di Paris, Prancis, yang direncanakan 10 hingga 11 Februari 2025.</p>



<p>Konferensi tersebut, merupakan forum internasional yang mempertemukan perwakilan lebih dari 100 negara, termasuk kepala negara, menteri, CEO perusahaan dan pimpinan organisasi internasional. “AIAS bertujuan untuk mendorong diskusi dan langkah nyata terkait perkembangan dan tata kelola AI di tingkat global. Forum itu juga menjadi lanjutan dari AI Safety Summit yang digelar di Inggris pada November 2023 dan AI Seoul Summit di Korea Selatan pada Mei 2024 lalu,” kata Menkomdigi, melalui siaran pers Menkomdigi, Sabtu (08/02/2025) tadi.</p>



<p>Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengirimkan undangan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk hadir secara langsung pada AIAS, yang merupakan pertemuan tingkat tinggi para Kepala Negara. Selain menghadiri AIAS, Menkomdigi juga diminta oleh Unesco untuk mempresentasikan metodologi penilaian kesiapan atau &#8216;readiness assessment method&#8217; pada acara sampingan (side event) yang akan digelar pada 10 Februari 2025.</p>



<p>Rangkaian acara AIAS sendiri, dimulai pada 6 Februari 2025, dengan perjamuan peserta di Elysee Palace dan acara High Level Segment di Grand Palais. Selama beberapa hari, berbagai diskusi dan acara akan digelar, termasuk Science Day pada 6 hingga 7 Februari, Cultural Weekend pada 8 hingga 9 Februari, serta Diskusi Meja Bundar dan Jamuan Kepala Negara pada 10 Februari. Puncak acara akan dilanjutkan dengan Leaders Plenary dan penutupan pada 11 Februari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Peluang untuk terlibat dalam ekosistem AI global akan semakin terbuka apabila Indonesia memiliki regulasi yang tepat dalam pengembangan teknologi tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang optimal dalam penggunaan dan pengembangan AI.</p>



<p>&#8220;Keterlibatan proaktif seluruh pemangku kepentingan dalam regulasi dan pengembangan AI sangat penting. Sehingga Indonesia dapat memanfaatkan potensi teknologi AI yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan sektor-sektor terkait,&#8221; ujar Menkomdigi.</p>



<p>Sebagai langkah awal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga telah menginisiasi Dialog Kebijakan AI yang membahas tantangan serta potensinya di berbagai sektor seperti e-commerce, perbankan, kesehatan, pendidikan, hingga keberlanjutan. Sektor e-commerce Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD150 miliar pada 2030 harus siap mengadopsi AI untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak.</p>



<p>Dengan pengaturan yang tepat, Menkomdigi meyakini Indonesia akan menjadi pemain utama dalam ekosistem teknologi AI global. Sebagai negara yang aktif berpartisipasi dalam forum internasional seperti AIAS, Indonesia dapat memastikan bahwa perkembangan teknologi ini berjalan seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dunia, termasuk dalam hal regulasi dan pemanfaatannya. <strong>(kom/dig/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219114</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Zhenghe Internasional Conference, Wawali Kota Malang  Tebarkan Nilai-Nilai Toleransi</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-zhenghe-internasional-conference-wawali-kota-malang-tebarkan-nilai-nilai-toleransi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 10:51:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Konfrensi]]></category>
		<category><![CDATA[wawali kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88218-hadiri-zhenghe-internasional-conference-wawali-kota-malang-tebarkan-nilai-nilai-toleransi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Walikota Malang Sofyan Edy Jarwoko, hadiri konfrensi Internasional Zhenghe (Ceng Ho) ke 5 di Jatim Expo Convention Hall Surabaya, Senin (16/7/2019) malam. Konfrensi itu dibuka oleh Gubernur Jatim Khofifah Indra Parawansa. Dalam acara itu, Bung Edi, sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko, menanamkan nilai-nilai toleransi. &#8220;Merawat kebhinekaan, toleransi dan kebangsaan sangatlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Walikota Malang Sofyan Edy Jarwoko, hadiri konfrensi Internasional Zhenghe (Ceng Ho) ke 5 di Jatim Expo Convention Hall Surabaya, Senin (16/7/2019) malam. Konfrensi itu dibuka oleh Gubernur Jatim Khofifah Indra Parawansa.</p>
<p>Dalam acara itu, Bung Edi, sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko, menanamkan nilai-nilai toleransi. &#8220;Merawat kebhinekaan, toleransi dan kebangsaan sangatlah penting. Itu yang saya tangkap pesan dari penyelenggaraan Konferensi Internasional Zhenghe ke 5,&#8221; ujar Edi. Tentunya hal itu sesuai tema &#8220;&#8221;Indonesia dan China, Berbagi Nilai Nilai Agama, Budaya dan Masyarakat&#8221;,.</p>
<p>konferensi berlangsung 3 hari dari tanggal 15 &#8211; 17 Juli 2019, berpusat di UIN surabaya. Dalam.konfrensi itu dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, Ny. Hj. Sinta Nuria Wahid, Forkopimda Jatim, Ketua PW NU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Perwakilan PW Muhammadiyah Jatim, Rektor UIN surabaya, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta istri dan delegasi konferensi dari mancanegara.</p>
<p>Prof. Masdar Hilmy, Rektor UIN surabaya, selaku Ketua Panitia Kegiatan Konferensi dalam laporannya menyatakan ke-Chinaan dan ke-Indonesiaan sudah sedemikian menyatu. Mulai dari budaya, agama Islam sampai soal kuliner.</p>
<p>&#8220;Kita perlu kabarkan terus, bahwa ini lho kita (Indonesia), sebenarnya sudah menyatu. Tak perlu lagi ada segregasi atau pemisahan pemisahan yang nantinya malah menjadi komoditas politik, yang justru dapat menghancurkan kebangsaan kita, &#8220;ujar Prof. Masdar.</p>
<p>Hal senada juga ditekan Khofifah, Gubernur Jawa Timur saat membuka konferensi Zhenghe Internasional ke -5. Mantan Menteri Sosial ini, menyatakan bahwa sumbangsih dan karya terbesar bangsa Indonesia adalah kekayaan multi etnis serta keberhasilan (Islam) dalam membangun dialog antar budaya, suku dan ras. Ini juga warisan tak ternilai dari guru bangsa, Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid), &#8220;ujar Khofifah.</p>
<p>Mengamini apa yang dipesankan Gubernur, Bung Edi Wakil Walikota Malang, yang merupakan satu satunya Kepala Daerah terundang dalam even internasional tersebut, menegaskan bahwa modal strategis yang dimiliki kota Malang adalah kondusifitas yang itu dikontribusi oleh kerukunan hidup antar ummat beragama di kota Malang.</p>
<p>Termasuk juga kontribusi komunitas Tionghoa kota Malang dalam gerap pembangunan di kota Malang. &#8220;Sebagai bangsa besar dengan kekuatan kebhinekaan, dan tadi juga sempat diceritakan tokoh PITI di pembukaan acara tadi, bahwa Gus Dur dalam &#8220;merangkul&#8221; komunitas China menegaskan masuknya Islam ke Nusantara juga diwarnai oleh islam dari dataran Cina, salah satunya oleh Laksamana Cheng Hoo, maka tidak elok dan kurang arif apabila tetap saja ada yang membangun narasi stereotype, &#8220;ujar Bung Edi.</p>
<p>Zhenghe International Conference digelar pertama di Malaysia (2015), berlanjut di Dubai (2016), Kazakhastan (2017), Pakistan (2018) dan di tahun 2019 Indonesia diberi kepercayaan selaku tuan rumah konferensi. Yayasan Zhenghe Internasion juga memberikan plakat penghargaan tokoh perdamaian kepada Gus Dur yang diterima oleh Ibu Sinta Nuria Wahid.</p>
<p>&#8221; Acara ini verlangsung meriah. Semalam berlangsung hingga pukul 23.30. Pak Wawali Kota Malang, hadir dalam acara ini menanamkan nilai-nilai toleransi,&#8221; ujar M Nur Widianto S Sos, saat konfirmasi Memontum, Selasa (16/7/2019) siang. <strong>(*/gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88218</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
