<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>KONI Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/koni-banyuwangi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2019 03:56:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>KONI Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>KONI Jatim Bantah Isu Pembubaran Musorkab KONI Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/koni-jatim-bantah-isu-pembubaran-musorkab-koni-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2019 10:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Pembubaran]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Musorkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91579-koni-jatim-bantah-isu-pembubaran-musorkab-koni-banyuwangi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Meski mendapat perlawanan dari penggiat olah raga, pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Banyuwangi tetap berjalan dengan kondusif. Adanya dugaan melanggar Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tanggangga (ART) dalam pelaksanaan Musorkab ini, bahkan akan dilaporkan ke penegak hukum oleh penggiat olah raga. KONI Jawa Timur memastikan Pelaksanaan Musorkab tersebut tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Meski mendapat perlawanan dari penggiat olah raga, pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Banyuwangi tetap berjalan dengan kondusif.</p>
<p>Adanya dugaan melanggar Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tanggangga (ART) dalam pelaksanaan Musorkab ini, bahkan akan dilaporkan ke penegak hukum oleh penggiat olah raga. KONI Jawa Timur memastikan Pelaksanaan Musorkab tersebut tidak melanggar aturan, dan legal.</p>
<p>Ketua harian KONI Jawa Timur M. Nabil mengatakan, Musorkab yang digelar oleh KONI Banyuwangi tidak melanggar aturan. Hanya Pelaksanaannya dipercepat dari agenda pelaksanaanya, yang sedianya digelar pada bulan Februari 2020, diajukan pada bulan September.</p>
<p>&#8220;Usulan pengajuan Musorkab ini, terkait pengajuan pengunduran diri ketua KONI Banyuwangi, Michael yang menjadi anggota DPRD. Karena tidak boleh merangkap jabatan, akhirnya pak Michael mengundurkan diri, sehingga Musorkab ini dipercepat. Dan pelaksanaan Musorkab itu hanya kurang 4 bulan saja, dari jadwal Musorkab yang digelar hari ini,&#8221; ujar M. Nabil usai membuka acara Musorkab, bertempat di tempat wisata Alam Indah Lestari (AIL), Minggu (1/9/2019) siang.</p>
<p>M. Nabil mencotohkan, KONI pusat dahulu pernah melaksanakan Musyawarah Olah Raga Nasional (Musornas) dipercepat, bahkan saat itu dilaksanakan 6 bulan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Mundurnya ketua KONI Pusat saat itu bukan karena jabatan. Sehingga dilakukan percepatan Musornas.</p>
<p>&#8220;Sudah sesuai aturan, sudah normal, ada kegiatan, ada musyawarah olahraga kabupaten, kemudian ada pergantian kepengurusan. Jadi ini dipercepat dan selisihnya juga tidak terlalu lama. Tidak ada larangan untuk mempercepat kegiatan ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Terkait adanya isu, jika KONI Jatim tidak merestui Musorkab ini. M. Nabil menjawab dengan tegas jika kehadirannya ke Banyuwangi dalam rangka menghadiri Musorkab.</p>
<p>&#8220;Saya datang ke acara Musorkab ini bukan atas nama pribadi. Tapi mewakili KONI Jatim, dan membawa surat mandat untuk membuka Musorkab. Isu adanya pembubaran Musorkab itu tidak benar,&#8221; bantahnya.</p>
<p>Lebih lanjut M Nabil menjelaskan, terkait surat pengunduran diri Michael sebagai ketua KONI Banyuwangi. KONI Jatim meminta agar Michael tidak mengundurkan diri, dan melanjutkan sisa jabatan serta melaksanakan percepatan Musorkab.</p>
<p>Dalam tradisi KONI tidak ada istilah mengundurkan diri, dan rata-rata menyelesaikan jabatan sampai massa jabatannya berakhir, dan mengadakan pergantian pengurus seperti yang dilaksanakan hari ini.</p>
<p>&#8220;Yang utama ada pertanggungjawaban yang harus diselesaikan secara organisatoris, seperti menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada KONI Jatim selaku pemberi SK,&#8221; paparnya.<strong> (tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selesaikan Konflik, Dispora Jembatani Pertemuan Musorkab dengan Penggiat Olah Raga</title>
		<link>https://memontum.com/selesaikan-konflik-dispora-jembatani-pertemuan-musorkab-dengan-penggiat-olah-raga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2019 14:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispora Kabupaten Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91351-selesaikan-konflik-dispora-jembatani-pertemuan-musorkab-dengan-penggiat-olah-raga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kemelut proses pemilihan ketua umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi di persoalkan penggiat olah raga, dan tidak menemukan titik temu. Agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi turun tangan dan menunjuk Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) untuk menengahi persoalan tersebut. Pasca mundurnya ketua KONI Banyuwangi, Michael Edy [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kemelut proses pemilihan ketua umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi di persoalkan penggiat olah raga, dan tidak menemukan titik temu. Agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi turun tangan dan menunjuk Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) untuk menengahi persoalan tersebut.</p>
<p>Pasca mundurnya ketua KONI Banyuwangi, Michael Edy Haryanto yang beralasan ingin fokus menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Pada 5 Agustus 2019 lalu, KONI Banyuwangi membentuk Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).</p>
<p>Sayangnya pembentukan Musorkab tersebut menuai pro dan kontra. Diduga pengunduran Michael Edy Haryanto tersebut menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.</p>
<p>Agar persoalan ini segera teratasi, Dispora Banyuwangi, mempertemukan pihak yang kontra dengan KONI Banyuwangi, dan Menghadirkan Bagian Hukum Pemkab Banyuwangi dan BPKAD meluruskan permasalahan tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wawan Yadmadi mengatakan, pihaknya mengundang hadirkan para pecinta bola dan Kini, serta menghadirkan Bagian Hukum dan BPKAD ini, bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan.</p>
<p>&#8220;Saya ingin olah raga di Banyuwangi maju, dan tumbuh. Tidak usah saling menyalahkan,&#8221; ujar Wawan Yadmadi usai menggelar pertemuan, Rabu (28/8/2019) siang.</p>
<p>Yang harus diperhatikan, lanjut Wawan Yadmadi untuk memajukan olah raga di Banyuwangi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu kebersamaan dan saling membantu. Tidak saling menyalahkan, agar yang diinginkan masyarakat Banyuwangi terwujud.</p>
<p>&#8220;Mari kita satukan pikiran, dan kekuatan agar olah raga di Banyuwangi ini bisa maju. Tidak saling menyalahkan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dari hasil pertemuan tersebut, kata Wawan Yadmadi, pihaknya berhasil melakukan mediasi dengan pihak terkait. Bahkan dalam mediasi tersebut, antara KONi dan penggiat olah raga sepakat akan saling menyempurnakan, dan menyampaikan hal ini ke KONI Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, akhirnya permasalahan tersebut sudah bisa teratasi,&#8221; ucap Kadispora dengan lega. Harapan Kadispora, potensi olah raga di Banyuwangi sangat luar biasa, jika para penggiat olah raga dengan KONI Banyuwangi bisa sejalan, tidak saling menyalahkan, ke depannya, prestasi ola raga Banyuwangi akan lebih baik.</p>
<p>&#8220;Olah raga di Banyuwangi ini sangat luar biasa, kalau ditangani dengan baik hasilnya akan luar biasa, maka dari itu saya harap mari kita tangani bersama, dan tidak saling menyalahkan, demi memajukan olah raga di Banyuwangi,&#8221; harapnya. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91351</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Sepak Bola Porprov Banyuwangi Keluhkan Uang Kesejahteraan Tak Diberikan</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sepak-bola-porprov-banyuwangi-keluhkan-uang-kesejahteraan-tak-diberikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 02:20:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=88874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menjadi juara grup H saat prakualifikasi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tim sepak bola Banyuwangi bukannya bisa melaju ke babak selanjutnya, justru langkahnya harus terhenti karena mendapat diskualifikasi dari panitia, karena kekurangan pemain. Bahkan hak pemain sebesar Rp 100 ribu perhari juga tidak diberikan. Asisten pelatih cabang olahraga (Cabor) sepak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menjadi juara grup H saat prakualifikasi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tim sepak bola Banyuwangi bukannya bisa melaju ke babak selanjutnya, justru langkahnya harus terhenti karena mendapat diskualifikasi dari panitia, karena kekurangan pemain. Bahkan hak pemain sebesar Rp 100 ribu perhari juga tidak diberikan.</p>
<p>Asisten pelatih cabang olahraga (Cabor) sepak bola, Nasrul Alung mengungkapkan, pihaknya ingin menanyakan kepada KONI Banyuwangi terkait hak Rp 100 ribu untuk para pemain yang belum diterimakan. Seharusnya dana tersebut sudah diberikan kepada para pemain saat di Tuban.</p>
<p>&#8220;Untuk para pemain, setiap hari mendapat uang kesejahteraan sebesar Rp 100 ribu, namun uang itu masih belum diterima oleh para pemain,&#8221; ungkap Nasrul Alung saat mengadu ke pemerhati sepak bola, Heri Widyatmoko, Rabu (24/7/2019) siang.</p>
<p>Selain mengadu terkait dana kesejahteraan yang belum diterimakan, Nasrul Alung yang didampingi dua atlet sepak bola, Ilham dan Fuandi mengaku sangat kecewa ketika tim sepak bola asuhannya mendapat diskualifikasi, dikarenakan kekurangan pemain. Padahal saat berangkat ke Tuban, pihaknya membawa 23 pemain.</p>
<p>&#8220;23 pemain sepakbola sudah siap bertanding. Namun oleh KONI Banyuwangi hanya didaftarkan 15 pemain. Dari 15 pemain itu, yang 5 main didaftarkan ke liga profesional, karena aturannya pemain yang masuk liga profesional tidak boleh main di ajang Porprov, akhirnya pemainnya tinggal 9, sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan,&#8221; kata Nasrul.</p>
<p>Selain itu, kekecewaan para pemain semakin bertambah ketika Bagong Iswahyudi sang pelatih tiba-tiba pulang lebih awal tanpa memberi tahu para pemain.</p>
<p>&#8220;Selain uang kesejahteraan dari panitia Porprov tidak diberikan, kami juga ditinggal sama pelatih, pak Bagong pulang lebih dulu, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Ingin mendapat kejelasan masalah uang kesejahteraan para pemain sepak bola ini, Nasrul Alung ingin menanyakan langsung ke KONI Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;Hari ini juga, saya bersama pemain sepak bola Porprov akan mendatangi KONI Banyuwangi, menanyakan masalah ini, &#8221; tegas Nasrul.</p>
<p>Ilham dan Fuandi menimpali, selama dirinya berlatih hingga bermain pada babak penyisihan grup hingga bertanding di di Tuban, hanya diberi uang oleh Askab PSSI Banyuwangi sebesar Rp 150 ribu.</p>
<p>&#8220;Saat latihan selama 14 hari sebelum berangkat ke Tuban saya dikasih uang Rp 100 ribu, setelah itu, saat dituban kami dikasih lagi Rp 50 ribu, jadi total uang yang kami terima sebesar Rp 150 ribu,&#8221; timpalnya.</p>
<p>Menyikapi persoalan ini, Heri Widyatmoko mengaku sangat kecewa dengan Askab PSSI Banyuwangi yang kurang bertanggung jawab. Padahal saat babak penyisihan, tim Cabor sepak bola ini menjadi juara grup H.</p>
<p>&#8220;Dugaan saya, terkait diskualifikasi tim Cabor sepak bola pada kejuaraan Porprov ini ada mavia yang bermain, dan masalah ini harus diusut,&#8221; tegas pentolan LSM Combat ini.</p>
<p>Secara terpisah, Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi, Eko membantah kalau pihaknya hanya memberi uang kepada para pemain sebesar Rp 100 ribu.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://pemerintahan.memontum.com/20818-tanyakan-haknya-pemain-sepak-bola-proprov-banyuwangi-datangi-koni" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanyakan Haknya, Pemain Sepak Bola Proprov Banyuwangi Datangi KONI</a></p>
<p>&#8220;Tidak benar kalau Askab PSSI Banyuwangi memberi uang sebesar Rp 100 ribu. Setiap pemain kami kasih uang sebesar Rp 250 ribu, dengan rincian, usai bermain dibabak penyisihan grup para pemain kami kasih uang Rp 100 ribu, setelah itu, saat latihan kami kasih lagi Rp 100 ribu, dan yang terakhir saat di Tuban saya kasih lagi Rp 50 ribu, jadi setiap pemain menerima uang Rp250 ribu, bukan Rp 150 ribu,&#8221; bantah Eko melalui telepon selulernya.</p>
<p>Sedangkan dana dari panitia Porprov sebesar Rp 9 juta rupiah, diperuntukkan akomodasi dan biaya penginapan serta biaya makan para pemain.</p>
<p>&#8220;Uang dari panitia Porprov sebesar itu untuk biaya transportasi sebesar Rp 7 juta, dan biaya penginapan dan makan para pemain dan offisial sebesar Rp 8 jutaan, kami tekor,&#8221; paparnya. <strong>(tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanyakan Haknya, Pemain Sepak Bola Proprov Banyuwangi Datangi KONI</title>
		<link>https://memontum.com/tanyakan-haknya-pemain-sepak-bola-proprov-banyuwangi-datangi-koni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 02:14:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Proprov]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88872-tanyakan-haknya-pemain-sepak-bola-proprov-banyuwangi-datangi-koni</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Usai berkeluh kesah dengan pemerhati sepak bola Banyuwangi, tim sepak bola Porprov Banyuwangi, langsung bergerak menuju kantor KONI Banyuwangi. Sebanyak 11 atlet sepak bola ini diterima oleh sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin. Kepada pengurus KONI Banyuwangi tersebut, Nasrul Alung menanyakan masalah dana kesejahteraan para pemain yang belum diberikan kepada pemain sepak bola. Disamping [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Usai berkeluh kesah dengan pemerhati sepak bola Banyuwangi, tim sepak bola Porprov Banyuwangi, langsung bergerak menuju kantor KONI Banyuwangi. Sebanyak 11 atlet sepak bola ini diterima oleh sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin.</p>
<p>Kepada pengurus KONI Banyuwangi tersebut, Nasrul Alung menanyakan masalah dana kesejahteraan para pemain yang belum diberikan kepada pemain sepak bola.</p>
<p>Disamping itu, Nasrul menyampaikan terkait terkenanya diskualifikasi Cabor sepak bola, padahal saat berangkat ke Tuban, Askab PSSI Banyuwangi membawa 23 pemain, namun hanya didaftarkan 14 pemain.</p>
<p>&#8220;Kami datang ke KONI Banyuwangi ini mau mengadu, yang pertama kami belum diberi uang kesejahteraan, kami hanya mendapat janji-janji saja dari Askab PSSI Banyuwangi. Selain itu,&#8221; ujar Nasrul saat melakukan audiensi dengan pengurus KONI Banyuwangi, Rabu (24/7/2019) malam.</p>
<p>Padahal, lanjut Nasrul, materi pemain sepak bola yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi ini sangat ditakuti lawan.</p>
<p>&#8220;Saat babak penyisihan grup H, kami mampu tampil apik, mampu mengalahkan Kediri, Lumajang dan Sumenep. Dan kami menjadi juara grup, kenapa saat bertanding di Tuban KONI Banyuwangi hanya mendaftarkan 14 pemain. Sedangkan yang 5 pemain tiba-tiba didaftarkan ke klub liga profesional, sehingga tidak boleh memperkuat tim sepak bola Porprov,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kepada pengurus KONI Banyuwangi, Nasrul Alung meminta agar membenahi Askab PSSI Banyuwangi agar sepak bola Banyuwangi bisa lebih baik, tidak amburadul seperti ini. Begitu juga dengan para pemain yang tidak masuk daftar pemain menjadi sedih, karena hanya bisa melihat saja sambil menangis.</p>
<p>&#8220;Percuma saja punya pemain baik, kalau manajemennya seperti ini. Jelas sangat merugikan para pemain,&#8221; gerutu pelatih Sepak Bola Argen, Kecamatan Genteng.</p>
<p>Menyikapi hal ini, sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin menjelaskan, untuk anggaran sepak bola dari sebesar Rp 60 juta untuk pembinaan para atlet sepak bola sudah diserahkan ke Askab PSSI Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;KONI Banyuwangi sudah menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta ke Askab PSSI Banyuwangi,&#8221; tegas Mukayin.</p>
<p>Sebagai ketua Kontingen, Mukayin mengaku sangat sedih melilat para pemain sepak bola. Menurut Mukayin, seharusnya saat penyerahan dokumen pemain sepak ke panitia Porprov, Askab Banyuwangi hanya menyerahkan 14 pemain. Sehingga KONI Banyuwangi mendaftarkan sesuai dengan dokumen yang diserahkan oleh setiap Cabor (Cabang Olahraga).</p>
<p>&#8220;Dokumen yang diserahkan ke KONI itu cuma 14 pemain. Ketika lomba dimulai, dari 14 pemain itu, yang boleh main hanya 9 orang, sedangkan yang 5 pemain tidak boleh ikut main karena sudah masuk klub liga profesional,&#8221; dalih Mukayin. <strong>(ras/tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88872</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Anas Lepas 371 Atlet Porprov</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-anas-lepas-371-atlet-porprov</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2019 07:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87089-bupati-anas-lepas-371-atlet-porprov</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas 371 atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim 2019, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (2/7/2019) siang. Dalam sambutannya, bupati Anas mengatakan, dalam bertanding nanti, hendaknya para atlet harus bahagia, sehingga bisa bertanding dengan baik. &#8220;Yang utama itu bahagia dan bersyukur, karena bahagia itu sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas 371 atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim 2019, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (2/7/2019) siang.</p>
<p>Dalam sambutannya, bupati Anas mengatakan, dalam bertanding nanti, hendaknya para atlet harus bahagia, sehingga bisa bertanding dengan baik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-19806" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2019/07/IMG-20190702-WA0078-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Yang utama itu bahagia dan bersyukur, karena bahagia itu sangat penting, dan kebahagiaan itu tidak bisa dinilai dengan uang,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika para atlet bisa bahagia, akan mudah mendapatkan prestasi dan raihan prestasi ini tidak lepas dari rejeki, begitu juga tidak semua orang bisa menjadi atlet dan bisa mewakili Banyuwangi untuk mengikuti Porprov.</p>
<p>&#8220;Ingat, jaket yang dikenakan para atlet ini membawa simbol Banyuwangi, hendaknya bisa dijaga dan mampu meraih prestasi yang baik,&#8221; pinta bupati Anas.</p>
<p>Disamping bahagia dan rasa syukur, bupati Banyuwangi meminta kepada para atlet mengutamakan persaudaraan, dan menunjukkan kepada atlet lain bahwa Banyuwangi itu ramah-ramah dan cinta damai.</p>
<p>&#8220;Bertanding tidak harus menang, namun membangun rasa persaudaraan antar sesama atlet atau orang itu lebih penting. Dan masalah ini sesuai hasil survei Bank Indonesia terkait kunjungan warga asing ke Banyuwangi, mencapai 75 %,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Yang paling utama, kata Anas para atlet harus tetap beribadah sesuai dengan keyakinan masing- masing, dan bagi yang muslim hendaknya melakukan sholat malam (tahajud).</p>
<p>&#8220;Jangan lupa ibadah, untuk yang muslim jangan tinggalkan sholat wajib, dan menjalankan sholat tahajud,&#8221; pesan bupati Anas kepada atlet Banyuwangi.</p>
<p>Sementara Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto melaporkan kepada bupati Anas, atlit yang dikirim untuk mengikuti Porprov ini sebanyak 371 atlet yang akan bertanding di 34 Cabang Olahraga (Cabor). Untuk beberapa atlet sudah berangkat lebih dulu, karena harus menjalani pertandingan lebih awal.</p>
<p>&#8220;Tunjukkan prestasi pada bupati Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi, bahwa kita mampu meraih prestasi yang lebih baik,&#8221; ujar Michael Edi Hariyanto seraya memberi semangat kepada atlet yang siap berangkat mewakili Banyuwangi.</p>
<p>Untuk meraih prestasi itu, kata ketua KONI, bukan untuk diri sendiri atau untuk pribadi, dan memikirkan uang. Yang lebih utama itu setiap atlet harus konsentrasi untuk menjadi yang terbaik.</p>
<p>&#8220;Jika para atlet mampu meraih prestasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan memberi penghargaan. Kalau dulu, setiap atlet yang mendapat medali dapat uang saku Rp 2 juta,&#8221; tandasnya. <strong>(tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87089</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
