<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konjen AS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konjen-as/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Sep 2018 12:30:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>konjen AS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Konjen AS Buka Pameran Pendidikan EducationUSA di Dome UMM</title>
		<link>https://memontum.com/konjen-as-buka-pameran-pendidikan-educationusa-di-dome-umm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 12:30:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[konjen AS]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55567-konjen-as-buka-pameran-pendidikan-educationusa-di-dome-umm</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Konsul Jenderal AS untuk Indonesia Timur Mark McGovern membuka secara resmi pameran pendidikan EducationUSA tahunan yang ke-4 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (13/9/2018). Sekitar dua puluh lima universitas dari seluruh wilayah AS berpartisipasi dalam pameran, yang mempromosikan sekolah pasca sarjana di universitas negeri dan swasta di Amerika Serikat. &#8220;Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Konsul Jenderal AS untuk Indonesia Timur Mark McGovern membuka secara resmi pameran pendidikan EducationUSA tahunan yang ke-4 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (13/9/2018). Sekitar dua puluh lima universitas dari seluruh wilayah AS berpartisipasi dalam pameran, yang mempromosikan sekolah pasca sarjana di universitas negeri dan swasta di Amerika Serikat.</p>
<p>&#8220;Saat ini, masih sekitar 9.000 mahasiswa asal Indonesia yang sudah kuliah di AS. Kami harapkan terus meningkat. Kami targetkan 20 hingga 25 ribu mahasiswa Indonesia yang kuliah di AS tahun ini. Selain itu, kami targetkan lebih dari 1.000 mahasiswa baik dari UMM maupun universitas lain di kota Malang dan sekitarnya, untuk mengunjungi pameran pendidikan pasca sarjana di Malang ini,&#8221; jelas Mark McGovern, yang mengaku baru pertama kali ke Malang.</p>
<p>McGovern menambahkan, sekolah bergengsi dengan peringkat teratas di dunia yang berlokasi di AS siap membantu mahasiswa Indonesia. Selain itu, hal ini untuk menguatkan kemitraan strategis di bidang pendidikan. </p>
<p>&#8220;Amerika Serikat menjadi leader dalam hal pendanaan penelitian dan pengembangan, serta fasilitas dan staf pengajar yang berkualitas tinggi adalah beberapa keuntungan bersekolah di Amerika Serikat. Kami memiliki beragam beasiswa yang bisa didapatkan mahasiswa Indonesia, baik saat di AS maupun melalui pemerintah Indonesia,&#8221; terang McGovern, didampingi Christine Getzler Vaughan, Kahumas Konjen AS di Surabaya.</p>
<p>Pameran ini adalah bagian dari usaha dari misi AS di Indonesia untuk meningkatan jumlah pelajar Indonesia yang belajar di AS dan untuk memperkuat ikatan people-to-people. </p>
<p>&#8220;Tidak ada cara yang lebih baik untuk memahami satu sama lain, budaya kita, dan untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk bekerja di abad ke-21 daripada berbagi pengalaman belajar bersama di ruang-ruang kelas Amerika,&#8221; tukas McGovern.</p>
<p>Wakil Rektor 1 UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, MSi, mengapresiasi atas ditunjuknya UMM sebagai tuan rumah pameran EducationUSA. Tentunya hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen UMM untuk meningkatkan kemampuan dengan kuliah di AS. </p>
<p>&#8220;Tak hanya mahasiswa dan dosen UMM saja, namun juga membuka kesempatan bagi mahasiswa universitas lainnya. Tentunya untuk jenjang dan kemampuan yang lebih tinggi, bahkan hingga meraih gelar PhD,&#8221; tandas Syamsul.</p>
<p>EducationUSA adalah jaringan global yang terdiri atas lebih dari 450 pusat konsultasi di 170 negara, didukung oleh Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan (ECA) Departemen Luar Negeri AS. EducationUSA aktif mempromosikan pendidikan tinggi AS di seluruh dunia dengan menawarkan informasi yang akurat, komprehensif, dan obyektif tentang peluang pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Di Indonesia, Kantor EducationUSA berlokasi di Aceh, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, dan Surabaya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konjen AS Berikan Peluang Kine Klub UMM Angkat Film Level Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/konjen-berikan-peluang-kine-klub-umm-angkat-film-level-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2018 16:24:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[konjen AS]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28884-konjen-berikan-peluang-kine-klub-umm-angkat-film-level-internasional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Film berbahasa Inggris ternyata lebih memiliki peluang besar di pasar film internasional. Dibandingkan film negara asal bersubtittle bahasa Inggris, juga film tanpa subtittle. Hanya ada 3-4 perusahaan film Amerika Serikat yang menerima bahasa asal negara untuk kategori film asing Academy Award, dimana film tersebut rata-rata diputar di TV kabel jam 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Film berbahasa Inggris ternyata lebih memiliki peluang besar di pasar film internasional. Dibandingkan film negara asal bersubtittle bahasa Inggris, juga film tanpa subtittle. Hanya ada 3-4 perusahaan film Amerika Serikat yang menerima bahasa asal negara untuk kategori film asing Academy Award, dimana film tersebut rata-rata diputar di TV kabel jam 3 pagi dengan sedikit penonton. Sementara film berbahasa Inggris bergenre fiksi, dokumenter, dan independen, memiliki peluang dalam festival film dan kompetisi film, dengan peminat ratusan produsen film yang siap mendanai.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Ashley Hasz, seorang pembicara dari American Film Showcase, yaitu Yayasan di bawah Departemen Luar Negeri AS yang memusatkan perhatian kepada diplomasi melalui film, ketika berbagi tips dan trik, lika-liku dunia perfilman, dan pengalamannya selama 15 tahun bergelut di dunia film Hollywood.</p>
<p>Sekitar 40 mahasiswa UMM, masyarakat umum dan penggiat film Malang, yang didominasi oleh komunitas film UMM, Kine Klub, menyimak pemaparan Ashley di ruang American Corner, Perpustakaan Pusat UMM lt 3 UMM Kampus 3, Selasa (27/2/2018). Acara ini merupakan kolaborasi antara Kine Klub dan Public Affairs Section Consulate General of the United States, Surabaya, sekaligus rangkaian acara Malang Festival Film 2018 bertemakan Film Marketing and Impact Campaign Workshop.</p>
<p>&#8220;Membuat film itu mudah, namun bagaimana agar banyak yang menonton. Yaitu jika film tersebut dapat mempengaruhi banyak orang melalui pesan yang disampaikan. Seperti film dokumenter memberikan dampak dan perubahan sosial. Film fiksi dengan membangun daya imajinasinya penonton. Dan film independen yang bisa dibuat siapa saja,&#8221; jelas Ashley.</p>
<p>Banyak jalan dan waktu yang harus ditempuh, baik melalui festival atau kompetisi film. Film-film tersebut akan diseleksi dalam ajang perfilman, nantinya orang perfilman akan mendatangi dan memberikan dana. &#8220;Kalian sama seperti saya, buatlah film yang paling bagus. Mesti status kalian mahasiswa, cobalah buat jaringan dengan orang-orang film. Saya berkecimpung selama 15 tahun. Bisnis itu investasi dari hubungan jangka panjang. Jika mereka mengenal kalian, akan menjadi lebih mudah menapaki kesuksesan. Nanti hubungi saya, jika merasa film kalian layak,&#8221; tantang Ashley, yang memiliki komunitas pelaku perfilman di Amazon dan Hollywood, yang siap berkolaborasi untuk membuat jenis film apa yang diinginkan.</p>
<p>Sementara itu, Fikri Hidayat, Direktur Malang Film Festival 2018, mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Kali ini, selain diskusi dengan insan perfilman dari Amerika, juga akan memperlombakan 4 kategori film, yakni fiksi pendek pelajar, fiksi pendek mahasiswa, dokumenter pelajar, dan dokumenter mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Inti temanya, Malang Film Festival 2018 ini sebagai jembatan para industri film, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kemarin kami memutar 3 film fiksi dan 1 film dokumenter karya anak bangsa, yaitu Tilaran, Anderpati, Mokel, dan Umbul Gemulo (dokumenter). Sementara film luar negeri mengangkat film dokumenter Sriracha karya Griffin Hammond, yaitu film cerita imigran Thailand yang memproduksi Saos pedas khas asal Thailand yang diproduksi dan terkenal di Amerika Serikat,&#8221; jelas mahasiswa jurusan Komunikasi angkatan 2014 ini. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28884</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
