<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konsep &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konsep/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2025 08:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>konsep &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Konsep Kawasan Terpadu Splendid &#8211; Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-konsep-kawasan-terpadu-splendid-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga penguatan daya tarik wisata. Namun, rencana tersebut masih akan dimatangkan melalui diskusi bersama perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan.</p>



<p>“Kita punya potensi yang sangat besar terkait Kayutangan Heritage. Ini ingin saya satukan konsepnya, nanti akan kita konsultasikan dengan perguruan tinggi dan stakeholder,” kata Wahyu, Rabu (24/12/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, juga rencana menggandeng perencana kawasan internasional yang berpengalaman dalam penataan kawasan wisata di Singapura. Meski begitu, Wali Kota Wahyu menegaskan seluruh rencana tetap akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kita akan melihat konsepnya, kita kerjasama, kita nanti juga dengan perguruan tinggi bagaimana menata kawasan ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, konsep penataan tersebut tidak hanya menyasar kawasan Splendid dan Kayutangan, tetapi juga akan dihubungkan dengan Balai Kota, Alun-alun, hingga kawasan heritage di sekitar Stasiun Kereta Api dan Skodam. “Ini bisa menjadi satu kesatuan kawasan heritage. Orang yang datang ke Malang tidak hanya ke Kayutangan, tapi punya banyak alternatif dalam satu kawasan yang jaraknya dekat dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot Malang juga berencana menata PKL dan parkir, khususnya di kawasan Alun-alun. Bahkan, konsep Pasar Senggol yang pernah hidup di Jalan Majapahit pada masa lalu, berpeluang dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih tertata.</p>



<p>“PKL akan kita tata, parkir juga kita atur. Tapi semua harus direncanakan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PPPK Paruh Waktu, Bupati Indah Tegaskan Konsep Paruh Waktu di Pelayanan Publik</title>
		<link>https://memontum.com/pppk-paruh-waktu-bupati-indah-tegaskan-konsep-paruh-waktu-di-pelayanan-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pemaknaan ulang konsep paruh waktu dalam pelayanan publik. Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat penyerahan 4.230 petikan Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Senin (22/12/2025) tadi. Diuraikan Bunda Indah, skema paruh waktu tidak boleh dimaknai sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pemaknaan ulang konsep paruh waktu dalam pelayanan publik. Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat penyerahan 4.230 petikan Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikan Bunda Indah, skema paruh waktu tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan kualitas pengabdian. Pembatasan hanya berlaku pada jam dan sistem kerja, sementara standar etika, integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus tetap dijalankan secara penuh dan utuh.</p>



<p>“Status boleh paruh waktu, tetapi pelayanan tidak boleh paruh waktu. Yang dibatasi adalah jam kerja, bukan komitmen dan kualitas pengabdian,” tegas Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa masyarakat tidak pernah menilai status kepegawaian aparatur, melainkan merasakan langsung mutu pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, setiap aparatur, termasuk PPPK Paruh Waktu, dituntut hadir dengan sikap profesional, ramah, cepat dan solutif.</p>



<p>“Ketika panjenengan melayani masyarakat, yang dihadapi adalah kebutuhan rakyat, bukan soal status,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penegasan tersebut, diperkuat pula Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, yang menilai bahwa skema PPPK Paruh Waktu justru menuntut tanggung jawab yang jelas dan kinerja yang terukur. Menurutnya, status yang sudah diakui negara harus dijawab dengan etos kerja yang sungguh-sungguh.</p>



<p>“Dengan status yang sudah jelas, maka tidak ada alasan untuk bekerja setengah-setengah. Paruh waktu bukan berarti paruh tanggung jawab. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap maksimal,” ujar Wabup Yudha.</p>



<p>Dirinya menambahkan, seluruh aparatur PPPK Paruh Waktu merupakan bagian integral dari ASN Kabupaten Lumajang. Karena itu, standar disiplin, loyalitas dan etika pelayanan publik berlaku sama dan tidak boleh dibedakan.</p>



<p>“Panjenengan semua adalah bagian dari kekuatan besar pemerintah daerah. Mari bekerja bersama, saling menguatkan dan menjaga kualitas pelayanan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui penegasan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang meneguhkan bahwa kebijakan PPPK Paruh Waktu bukan kompromi terhadap kualitas pelayanan. Sebaliknya, kebijakan ini menjadi instrumen penguatan pelayanan publik dengan menempatkan etika ASN sebagai standar penuh yang tidak terfragmentasi oleh status kepegawaian.</p>



<p>Pemkab Lumajang optimistis, dengan pemahaman yang utuh mengenai makna pengabdian, pelayanan publik akan semakin profesional, manusiawi dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dimulai, Bangunan Usung Konsep Tradisional, Modern dan Berbudaya</title>
		<link>https://memontum.com/revitalisasi-pasar-ngadiluwih-dimulai-bangunan-usung-konsep-tradisional-modern-dan-berbudaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[berbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[ngadiluwih]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pembangunan fisik proyek revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang mengalami kebakaran pada 2022 silam, kini mulai dikerjakan. Pekerjaan pembangunan sendiri, ditargetkan bakal selesai selama delapan bulan. Proyek revitalisasi Pasar Ngadiluwih, ini dikerjakan PT Elaine Karya Abadi dalam waktu delapan bulan, tepatnya 241 hari sejak penandatanganan kontrak pada 23 April hingga 23 Desember [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pembangunan fisik proyek revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang mengalami kebakaran pada 2022 silam, kini mulai dikerjakan. Pekerjaan pembangunan sendiri, ditargetkan bakal selesai selama delapan bulan.</p>



<p>Proyek revitalisasi Pasar Ngadiluwih, ini dikerjakan PT Elaine Karya Abadi dalam waktu delapan bulan, tepatnya 241 hari sejak penandatanganan kontrak pada 23 April hingga 23 Desember 2025. Saat ini, lokasi pekerjaan telah diratakan dan truk pengangkut material pun sudah masuk keluar lokasi proyek. Sementara sejumlah pekerja, juga sudah terlihat mulai mengerjakan pembuatan pondasi untuk pagar sisi depan.</p>



<p>Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa berdasarkan arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, revitalisasi Pasar Ngadiluwih ini akan mengusung konsep dasar tradisional, modern dan berbudaya. Sebagaimana Pasar Wates yang menjadi role model, pasar tradisional Ngadiluwih juga akan dilengkapi sarana prasarana modern termasuk dalam desain memasukkan sentuhan seni budaya.</p>



<p>Begitu juga desain bangunan Pasar Ngadiluwih, berbeda dengan Pasar Wates. Sebagai contoh, pintu masuk maupun keluar nantinya dibuat seperti gunungan yang dibagi dua.</p>



<p>&#8220;Untuk atap los juga berbeda. Kalau di Pasar Wates atap los tertutup, kalau di Ngadiluwih ada space (jarak). Jadi, nanti ada sentuhan seni tersendiri diantara los itu,&#8221; terangnya, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait pekerjaan pembangunan, diungkapkan, berdasarkan kontrak kerja dengan kontraktor, revitalisasi Pasar Ngadiluwih secara keseluruhan terdapat 18 item pekerjaan yang akan dilakukan. &#8220;Kami selaku direksi juga pengawas dan kontraktor sebelum pergantian pekerjaan, selalu melakukan evaluasi sebagai bentuk pengendalian. Karena kami tidak ingin ada permasalahan yang dapat mengurangi waktu dari rencana awal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dengan waktu pekerjaan delapan bulan, selama proses berjalan, kondisi cuaca yang kerap turun hujan di sore hari belakangan terakhir juga tak dipungkiri menjadi tantangan dalam penyelesaian pekerjaan. Supaya pekerjaan selesai tepat waktu berdasarkan timeline yang telah ditentukan, Tutik menyebutkan ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. Salah satunya, dengan melakukan pekerjaan secara simultan atau bersamaan.</p>



<p>&#8220;Jadi ada strategi tertentu yang itu akan dikendalikan dari kami direksi, pengawas maupun tim kontraktor,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Direktur Utama sekaligus Project Manager PT Elaine Karya Abadi, Mochamad Bagus Abadi, secara terpisah mengakui kondisi cuaca saat ini cukup menjadi tantangan pekerjaan. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai batas akhir yang ditentukan.</p>



<p>&#8220;Untuk mengejar waktu, nantinya bisa juga dilakukan kerja lembur. Kita tetap optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Tumpak Selo Lumajang Hadirkan Konsep Malam yang Apik</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-tumpak-selo-lumajang-hadirkan-konsep-malam-yang-apik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi. Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi.</p>



<p>Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. Dengan menghadirkan cafe di area wisata, pengunjung kini bisa menikmati kehangatan minuman di bawah langit malam, ditemani suara aliran sungai yang mengalir deras.</p>



<p>Direktur BUMDes Tirta Arum, Muhammad Navin, mengatakan bahwa pembangunan cafe ini merupakan bagian dari strategi untuk mendukung keberadaan glamping yang telah lebih dahulu tersedia. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya di siang hari, tetapi juga malam hari. Dengan adanya cafe ini, pengunjung bisa lebih menikmati suasana alam di Tumpak Selo,” katanya, Senin (24/03/2024) tadi.</p>



<p>Glamping di kawasan ini, ujarnya, terdiri dari enam unit yang sudah dibangun permanen. Setiap unit glamping, dilengkapi dengan dua tempat tidur dan dipatok dengan harga Rp 150 ribu permalam. Konsep ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati malam dengan suasana lebih nyaman, tanpa harus membawa peralatan camping sendiri.</p>



<p>Bagi yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan alam, pengelola juga menyediakan tenda dome. Tenda ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berkemah yang lebih otentik.</p>



<p>“Tidak perlu khawatir soal cuaca malam yang dingin, karena kami juga menyediakan api unggun untuk menambah kehangatan,” tambah Navin.</p>



<p>Dengan luas hampir dua hektare, kawasan Tumpak Selo kini semakin lengkap dengan berbagai fasilitas wisata. Pengunjung yang sebelumnya hanya datang untuk menikmati mini tubing, kini memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, termasuk menikmati suasana malam di bawah bintang-bintang.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Rizky, 27 tahun, mengaku antusias dengan konsep baru ini. Dirinya mengatakan, bahwa sebelumnya hanya datang untuk bermain air dan tubing, tetapi kini tertarik untuk mencoba pengalaman menginap di glamping.</p>



<p>“Sensasi malam hari pasti beda. Apalagi kalau bisa ngopi di cafe sambil dengar suara sungai,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya menghadirkan suasana malam yang berbeda, pengelola juga menyiapkan berbagai kejutan bagi pengunjung. Mulai dari hiburan akustik, barbeque party, hingga pengalaman berburu kunang-kunang di sekitar kawasan wisata. Keindahan alam dan suasana yang masih alami membuat tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat.</p>



<p>Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Lumajang. Akses menuju Tumpak Selo juga semakin mudah berkat dukungan masyarakat setempat yang terus menjaga jalur wisata agar tetap nyaman dilalui.</p>



<p>Kepala Desa Petahunan, Sutrisno, menyampaikan bahwa pengembangan wisata berbasis alam ini merupakan bagian dari upaya desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kami ingin wisata ini berkembang dan membawa manfaat bagi warga. Dengan semakin banyaknya pengunjung, diharapkan bisa membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, keberadaan Tumpak Selo juga menjadi bagian dari upaya konservasi alam. Pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk dengan mengelola limbah dan menjaga kebersihan sungai agar tetap alami.</p>



<p>Bagi yang ingin merasakan pengalaman Tumpak Selo Ing Wengi, pengelola menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama saat akhir pekan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan glamping maupun tenda bagi pengunjung yang ingin menginap.</p>



<p>Menikmati wisata alam di malam hari memang memberikan sensasi tersendiri. Udara sejuk, suara alam yang menenangkan, serta suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.</p>



<p>Di tengah perkembangan pariwisata yang semakin pesat, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa wisata berbasis alam tetap bisa menarik perhatian wisatawan dengan cara yang kreatif. Tumpak Selo tidak hanya sekadar destinasi, tetapi juga tempat bagi siapa saja yang ingin kembali menyatu dengan alam.</p>



<p>Dengan berbagai daya tariknya, Tumpak Selo Ing Wengi menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik dan berbeda. Saat senja mulai turun dan lampu-lampu cafe menyala, keindahan malam di Tumpak Selo pun semakin terasa magis.</p>



<p>Bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam yang tak biasa, mungkin inilah saatnya menjadwalkan perjalanan ke Tumpak Selo. Rasakan sendiri sensasi malam di tengah alam, secangkir kopi hangat, dan gemericik air yang membawa ketenangan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Efisiensi Anggaran, Pemkot Siapkan Konsep Sederhana Perayaan HUT 111 Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/buntut-efisiensi-anggaran-pemkot-siapkan-konsep-sederhana-perayaan-hut-111-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2025 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[buntut]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi Kota Malang menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. Jelang HUT ke 111 tahun Kota Malang, Pemkot dihadapkan kebijakan pusat yakni mengenai efisiensi anggaran. Karenanya, Pemkot Malang akan mengemas perayaan HUT dengan konsep sederhana. Wali Kota Malang, Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi Kota Malang menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. Jelang HUT ke 111 tahun Kota Malang, Pemkot dihadapkan kebijakan pusat yakni mengenai efisiensi anggaran. Karenanya, Pemkot Malang akan mengemas perayaan HUT dengan konsep sederhana.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin serta OPD, akan memastikan perayaan tersebut tidak akan mengganggu operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga, perayaan HUT tetap akan digelar dengan konsep berbeda.</p>



<p>&#8220;Saya dengan Mas Wawali sudah memantau satu persatu melalui kepala OPD, guna memastikan program kerja mereka. Termasuk, berdampak atau tidak. Tapi insyaallah, ini (peringatan, red) tidak mempengaruhi,&#8221; katanya, Kamis, (06/03/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menegaskan, terkait konsep yang ingin diterapkan, yaitu konsep sederhana. Yang mana, salah satunya akan melakukan evaluasi pelaksanaan tahun lalu. Mulai dari hiburan dan lain sebagainya, guna memastikan rangkaian acara tahun ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tentunya perayaan tetap kami lakukan. Tapi yang jelas dengan konsep sederhana, seperti untuk hiburan itu yang perlu-perlu saja,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menanggapi hal itu mengatakan bahwa di tengah kondisi efisiensi anggaran, maka pemerintah juga harus lebih prihatin lagi. Termasuk acara HUT, dirinya juga berharap secara konsep perayaan tahun ini lebih sederhana.</p>



<p>&#8220;Dalam situasi prihatin ini, baiknya juga kita sama-sama bisa menempatkan diri. Seperti merayakan ulang tahun, itu dengan bentuk yang berbeda mungkin,&#8221; ungkap Ketua DPRD.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Mia, itu juga memberikan sebuah usulan untuk event ini lebih banyak melibatkan masyarakat. Pun jika mengadakan hiburan, tidak perlu mengundang artis.</p>



<p>&#8220;Bisa melibatkan seniman lokal dengan mengadakan festival seni panggung ke panggung,&#8221; imbuhnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhkan Konsep Unik, Joyoboyo Airsoft Club Kediri Hadirkan Kostum Cosplay saat Latihan</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-konsep-unik-joyoboyo-airsoft-club-kediri-hadirkan-kostum-cosplay-saat-latihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[airsoft]]></category>
		<category><![CDATA[cosplay]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[joyoboyo]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kostum]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Latihan bersama komunitas airsoftgun biasanya identik dengan suasana militer yang serius. Namun, Joyoboyo Airsoft Club Kediri menghadirkan konsep unik dengan mengenakan kostum cosplay saat skirmish atau latihan perang-perangan. Alih-alih mengenakan seragam militer seperti kebanyakan komunitas airsoftgun lainnya, anggota Joyoboyo Airsoft Club tampil dengan kostum beragam karakter. Mulai dari Spiderman, dinosaurus, karakter horor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Latihan bersama komunitas airsoftgun biasanya identik dengan suasana militer yang serius. Namun, Joyoboyo Airsoft Club Kediri menghadirkan konsep unik dengan mengenakan kostum cosplay saat skirmish atau latihan perang-perangan.</p>



<p>Alih-alih mengenakan seragam militer seperti kebanyakan komunitas airsoftgun lainnya, anggota Joyoboyo Airsoft Club tampil dengan kostum beragam karakter. Mulai dari Spiderman, dinosaurus, karakter horor hingga daster ala emak-emak. Konsep unik ini, bertujuan menghadirkan suasana yang lebih segar dan tidak monoton.</p>



<p>Ketua Joyoboyo Airsoft Club Kediri, Guntoro, menjelaskan bahwa meski tampil unik, keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama. “Skirmish tematik ini supaya teman-teman airsoft tidak bosan. Meski begitu, kita tetap mengedepankan keamanan pemain, terutama dengan penggunaan kacamata safety dan pengaturan batas kecepatan unit airsoftgun,” katanya, Senin (06/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemanfaatan konsep ini, kontan mendapatkan sambutan positif dari para anggota komunitas. Salah satu anggota Joyoboyo Airsoft Club, Rhian Dafi, mengaku bahwa skirmish tematik memberikan variasi yang menyegarkan.</p>



<p>“Saya ikut airsoft sejak SMA karena suka olahraga yang memacu adrenalin. Kalau skirmish tematik ini hanya sebagai variasi biar tidak jenuh,” ujarnya.</p>



<p>Joyoboyo Airsoft Club rutin menggelar latihan dua minggu sekali dengan lokasi yang bervariasi, seperti hutan dan bangunan terbengkalai. Komunitas ini, menggunakan berbagai jenis airsoftgun, termasuk jenis Spring yang bertenaga per, Automatic Electric Gun (AEG) bertenaga baterai dan Gas Blowback (Gbb) bertenaga gas. Peluru yang digunakan berbahan plastik berdiameter 6 milimeter atau dikenal dengan istilah Ball Bullet.</p>



<p>Kreativitas dan inovasi Joyoboyo Airsoft Club Kediri dalam mengemas latihan airsoftgun membuktikan bahwa olahraga penuh adrenalin ini juga bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Konsep ini bahkan disebut-sebut jarang ditemukan di komunitas lain di Jawa Timur. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tarik Perhatian Pemilih Kota Malang, TPS 15 Kelurahan Dinoyo Hadirkan Konsep Ulang Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/tarik-perhatian-pemilih-kota-malang-tps-15-kelurahan-dinoyo-hadirkan-konsep-ulang-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dinoyo]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 di Jalan Sunan Muria I RW 07, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mencuri perhatian pemilih dengan konsep unik bertema ulang tahun. Di mana, suasana dikemas begitu meriah berkat adanya dekorasi balon, kado, hingga kue tart yang menghiasi lokasi. Kondisi itu, juga berlaku untuk seluruh Kelompok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 di Jalan Sunan Muria I RW 07, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mencuri perhatian pemilih dengan konsep unik bertema ulang tahun. Di mana, suasana dikemas begitu meriah berkat adanya dekorasi balon, kado, hingga kue tart yang menghiasi lokasi.</p>



<p>Kondisi itu, juga berlaku untuk seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang turut mengenakan topi khas ulang tahun.</p>



<p>Ketua KPPS 15, Resha Ardiyanto, menyampaikan bahwa konsep tersebut merupakan inovasi untuk menarik minat warga agar menggunakan hak pilihnya. &#8220;Kami diinformasikan oleh PPS untuk berinovasi. Karena waktu persiapan sudah mepet, kami cari ide yang cepat, mudah, tapi juga tetap menarik. Awalnya ada rencana pakai janur, tapi prosesnya panjang. Jadi, kami pilih tema ulang tahun ini saja,” jelas Resha, Rabu (27/11/2024) tadi.</p>



<p>Untuk persiapannya sendiri, urainya, itu dimulai sejak Senin (25/11/2024) malam dan berlanjut hingga Selasa (26/11/2024) malam. Untuk dana yang digunakan menghias, menggunakan dana operasional TPS.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selain menarik perhatian, ini juga strategi agar warga semangat datang ke TPS. Kalau di Pemilu lalu kami sempat menggunakan photobooth, tapi kali ini waktunya terlalu singkat,” tambahnya.</p>



<p>TPS 15 tersebut juga sempat dikunjungi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, menurutnya juga mendapatkan apresiasi atas kreativitas panitia.</p>



<p>&#8220;Iya tadi sempat datang kesini, katanya ide ini unik dan sangat menarik,” ucapnya.</p>



<p>Hingga siang tadi, antusiasme warga menurutnya cukup baik. Hingga pukul 13.00 WIB, sudah ada sekitar 70 persen dari 587 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah memberikan suara.</p>



<p>&#8220;Sebelum jam 13.00 WIB kami masih layani, tapi kalau sudah lewat, kami tutup, jadi sedapatnya DPT ini. Karena warga di sini harus didekati secara personal, seperti mengingatkan undangan melalui Whatsapp,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Lokasi Musibah Kebakaran Pasar Comboran, Mantan Pj Wali Kota Wahyu Tawarkan Konsep Manfaat</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-lokasi-musibah-kebakaran-pasar-comboran-mantan-pj-wali-kota-wahyu-tawarkan-konsep-manfaat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214173</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musibah kebakaran yang berlangsung di Pasar Comboran Baru Barat, juga mengundang keprihatinan mantan Pj Wali Kota Malang periode 2023-2024, Wahyu Hidayat. Keprihatinan itu, ditunjukkannya dengan mendatangi lokasi kejadian, Sabtu (14/09/2024) tadi. Dalam momen itu, dirinya mengaku merasa terpanggil, setelah mendapatkan kabar musibah kebakaran yang terjadi pada Jumat (13/09/2024) malam. Dirinyapun, mendatangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musibah kebakaran yang berlangsung di Pasar Comboran Baru Barat, juga mengundang keprihatinan mantan Pj Wali Kota Malang periode 2023-2024, Wahyu Hidayat. Keprihatinan itu, ditunjukkannya dengan mendatangi lokasi kejadian, Sabtu (14/09/2024) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, dirinya mengaku merasa terpanggil, setelah mendapatkan kabar musibah kebakaran yang terjadi pada Jumat (13/09/2024) malam. Dirinyapun, mendatangi lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung berinteraksi dengan para pedagang serta warga di sekitar lokasi pasar.</p>



<p>“Saya mendapat kabar, bahwa Pasar Comboran terbakar. Karena dahulu saya sempat berinteraksi dengan para pedagang atau saat saya masih menjabat Pj Wali Kota, makanya saya datang karena merasa masih punya ikatan dengan mereka,&#8221; kata Wahyu Hidayat.</p>



<p>Ditambahkannya, saat masih menjabat dahulu, dirinya mengaku pernah mengunjungi dan berdiskusi dengan para pedagang terkait pasar legendaris tersebut. Termasuk, juga mendengarkan berbagai keluhan. Karenanya, jika nanti dirinya diberi kesempatan untuk memimpin Kota Malang, dirinya berencana meramaikan kembali Pasar Comboran dengan konsep yang lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya ingin mengubah stigma negatif Pasar Comboran dan menghadirkan perhatian lebih dari pemerintah. Terutama, dalam melengkapi fasilitas sarana dan prasarana pasar ini,&#8221; ujar mantan Sekda Kabupaten Malang ini.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wahyu juga menyampaikan niatannya untuk memanfaatkan lahan kosong yang berada di Lantai II dan memperbaiki akses bagi pedagang onderdil. Sehingga, bisa lebih strategis dalam berjualan.</p>



<p>“Saya mempunyai konsep, supaya yang ada di pinggir jalan ini bisa naik. Kita juga ingin, memanfaatkan pasar baru Timur,” tambahnya.</p>



<p>Wahyu berharap, dengan terjadinya musibah kebakaran tersebut, tidak menjadikan trauma bagi para pedagang. Pihaknya juga berharap, agar Pemerintah Kota Malang segera hadir untuk membantu.</p>



<p>“Pemerintah harus memberikan solusi cepat, agar pedagang juga bisa kembali berdagang. Sehingga, proses rencana perbaikan tidak sampai menghambat pedagang untuk terus berjualan,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usung Konsep Berbeda, Malang Flower Carnival 2024 Bakal Berlangsung di Balai Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/usung-konsep-berbeda-malang-flower-carnival-2024-bakal-berlangsung-di-balai-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[flower]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, bakal menggelar Malang Flower Carnival (MFC) pada 25 Agustus 2024 mendatang. Gelaran tersebut, nantinya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Disporpar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa perbedaan itu karena saat ini akan dilangsungkan di Balai Kota Malang. Sedangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, bakal menggelar Malang Flower Carnival (MFC) pada 25 Agustus 2024 mendatang. Gelaran tersebut, nantinya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p>Kepala Disporpar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa perbedaan itu karena saat ini akan dilangsungkan di Balai Kota Malang. Sedangkan sebelumnya, gelaran berlangsung di Jalan Ijen, Kota Malang. Itu dipilih, karena nilai jualnya akan semakin tinggi.</p>



<p>“Karena di sekitar Balai Kota Malang, itu ada Gedung Heritage, kemudian ada Alun-Alun dengan Tugunya. Sehingga, ini beda dari sebelumnya yang di Jalan Ijen. Apalagi kalau di Balai Kota, tidak perlu mengkondisikan atau izin ke rumah-rumah warga, karena di sini tidak padat penduduk,” kata Baihaqi, Rabu (07/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, ditargetkan nantinya perputaran ekonomi dalam gelaran tersebut bisa mencapai Rp 5 hingga Rp 7,5 miliar. Dengan target kurang lebih ada 35 ribu pengunjung yang menonton.</p>



<p>“Untuk pesertanya nanti ada sekitar 200 orang, kemudian untuk panggung utamanya ada di depan Balai Kota. Setelah itu, mereka turun sampai dengan setengah Jalan Kertanegara, kemudian balik lagi ke depan Balai Kota,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa konsep yang akan ditampilkan dalam MFC tersebut yakni The Magnificent of Arema atau keagungan dari Arema. Menurutnya, itu bukan hanya persoalan untuk sepak bolanya saja, akan tetapi kekuatan, kekompakan dan keguyuban dapat diangkat.</p>



<p>“Kita ingin mengangkat kekuatan Arema (Arek Malang). Bajunya tidak banyak berbeda dengan tahun kemarin, cuma power penampilannya lebih ke Arema, ada singanya,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212711</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
