<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konservasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konservasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 15:09:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>konservasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>HUT Kebun Raya Purwodadi, Wabup Pasuruan Tanam Pohon dan Ingatkan Pentingnya Konservasi</title>
		<link>https://memontum.com/hut-kebun-raya-purwodadi-wabup-pasuruan-tanam-pohon-dan-ingatkan-pentingnya-konservasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[purwodadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229893</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, Shobih Asrori, menanam dua bibit pohon sekaligus saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Jumat (30/01/2026) tadi. Dua bibit yang ditanam, diantaranya bibit Pohon Durian dan Shorea Ovalis. Dalam sambutannya, Wabup Shobih menitipkan beberapa pesan pentingnya terkait konservasi. Menurutnya, Kebun Raya Purwodadi memiliki fungsi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, Shobih Asrori, menanam dua bibit pohon sekaligus saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Jumat (30/01/2026) tadi. Dua bibit yang ditanam, diantaranya bibit Pohon Durian dan Shorea Ovalis.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Shobih menitipkan beberapa pesan pentingnya terkait konservasi. Menurutnya, Kebun Raya Purwodadi memiliki fungsi yang sudah tepat sebagai tempat konservasi tumbuhan jenis nabati.</p>



<p>Meski demikian, ada banyak tumbuhan langka yang perlu diperhatikan. Oleh karenanya, harus dikolaborasikan dengan pemerintah daerah. &#8220;Sesuai dengan fungsi dan tujuan bisa tercapai. Mudah-mudahan semakin terbuka terkait kolaborasi dengan pemerintah daerah serta tujuannya bisa tercapai,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di momen yang sama, Gus Shobih-sapaan Wabup Pasuruan, juga melakukan potong tumpeng, sebagai pertanda simbolis selebrasi HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan dan penanaman bibit pohon.</p>



<p>Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN, Sasa Sofyan Munawar, dalam keterangannya menyampaikan mengenai tugas utama dari Kebun Raya. Yaitu, tidak hanya sebagai wadah konservasi tumbuhan, melainkan juga mengambil peran besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi.</p>



<p>&#8220;Kami terus berupaya menjaga setiap koleksi yang ada karena itu warisan dan juga aset negara. Kami berharap kepada masyarakat juga bersama sama menjaga sekaligus menikmati,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Sasa menjabarkan peran pentin lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan disekitar area Kebun Raya. Tentunya, hal itu membutuhkan peran krusial bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229893</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gagas Pembentukan Kecamatan Baluran, Mas Rio Berniat Kembangkan Wisata Konservasi</title>
		<link>https://memontum.com/gagas-pembentukan-kecamatan-baluran-mas-rio-berniat-kembangkan-wisata-konservasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[berniat]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan ingin membentuk kecamatan baru dengan nama Kecamatan Baluran. Keinginan tersebut muncul dan disampikan, saat dirinya bertemu dengan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, di Pendopo Bondowoso, Rabu (23/04/2025) tadi. Bupati Rio mengatakan bahwa rencana pembentukan Kecamatan Baluran, dilatar belakangi oleh keinginan untuk menguatkan identitas wilayah konservasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan ingin membentuk kecamatan baru dengan nama Kecamatan Baluran. Keinginan tersebut muncul dan disampikan, saat dirinya bertemu dengan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, di Pendopo Bondowoso, Rabu (23/04/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Rio mengatakan bahwa rencana pembentukan Kecamatan Baluran, dilatar belakangi oleh keinginan untuk menguatkan identitas wilayah konservasi Taman Nasional Baluran, yang secara administratif milik Situbondo.</p>



<p>Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo, itu menegaskan bahwa keberadaan Kecamatan Baluran sangat penting untuk mendukung pengelolaan potensi wisata alam dan konservasi secara optimal. “Saya berpikir, kita perlu memaksimalkan wisata yang ada. Salah satunya yang ada di timur Situbondo, yakni Baluran. Dan sebagai bagian dari memaksimalkan usaha tersebut, saya berpikir harus ada kecamatan bernama Baluran,&#8221; kata Mas Rio.</p>



<p>Lebih lanjut Mas Rio juga memberikan perhatian lebih mengenai potensi strategis wilayah tersebut. Terutama, seperti di Desa Sumberwaru yang disebut sebagai salah satu desa dengan wilayah terluas di Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Desa Sumberwaru itu secara luasan merupakan salah satu desa terbesar di Indonesia. Melihat data pengunjung selama 2024, pembangunan yang paling banyak dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri berada di kawasan ini,” jelasnya.</p>



<p>Masih menurut Mas Rio, langkah awal untuk pengembangan wisata konservasi di Baluran, dimulai dengan pembentukan kecamatan baru sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola dan melindungi aset wisata nasional yang berada di wilayahnya. “Termasuk juga hari ini, kita datang untuk belajar ke Kabupaten Bondowoso, yang berhasil membuat kecamatan bernama Ijen,&#8221; ujar Mas Rio.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Bondowoso dalam momen itu menyambut baik atas kunjungan Mas Rio dan Wabup Ulfiyah serta beberapa kepala dinas yang ikut bergabung. &#8220;Kami menyambut baik silaturahmi Bupati dan Wakil Situbondo serta teman-teman OPD. Kita akan bersinergi dalam banyak hal ke depannya,&#8221; kata Bupati Bondowoso, yang akrab disapa Ra Hamid.</p>



<p>Selain itu, bupati juga menambahkan bahwa salah satu sinergi yang dapat diusahakan ada dua. Yakni di bidang wisata dan perguruan tinggi. &#8220;Kebetulan kita sedang menggagas Selingkar Ijen dan kerja sama perguruan tinggi. Ini baru pertemuan pertama, kita akan banyak berkoordinasi lagi agar semakin lancar,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>EWAY Gandeng Yayasan Grojogan Sewu dan Perhutani Garap Isu Konservasi Air di Kawasan Gunung Welirang</title>
		<link>https://memontum.com/eway-gandeng-yayasan-grojogan-sewu-dan-perhutani-garap-isu-konservasi-air-di-kawasan-gunung-welirang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[grojogan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[welirang]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dalam rangka Green Innovation Week (Grow) yang merupakan tugas akhir dari rangkaian pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 4, kelompok Environmental Water Action for Youth (EWAY) yang merupakan tim dari sekelompok anak muda di wilayah Malang dan wilayah Pasuruan, yang memiliki konsen pada isu konservasi air melakukan intervensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dalam rangka Green Innovation Week (Grow) yang merupakan tugas akhir dari rangkaian pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 4, kelompok Environmental Water Action for Youth (EWAY) yang merupakan tim dari sekelompok anak muda di wilayah Malang dan wilayah Pasuruan, yang memiliki konsen pada isu konservasi air melakukan intervensi krusial untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di kawasan Gunung Welirang, di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigren, Kabupaten Pasuruan, Senin (02/09/2024) lalu.</p>



<p>Dikatakan anggota Tim EWAY, M Furqon, bahwa kegiatan yang dilakukan ini bukan sekadar inisiatif lingkungan biasa. Melainkan, sebuah aksi mendesak demi masa depan air dan lingkungan seiring berjalannya waktu.</p>



<p>Penurunan kualitas dan kuantitas air akibat deforestasi dan perubahan iklim, tambahnya, menjadi ancaman nyata bagi kehidupan puluhan ribu masyarakat sekitar. Dalam pengamatan dan pendataan awal yang dilakukan oleh tim EWAY bersama Yayasan Grojogan Sewu dan Perhutani, ditemukan bahwa banyak sumber mata air yang mulai mengering dan vegetasi yang rusak parah.</p>



<p>Karenanya, intervensi cepat dengan perawatan dan penyulaman Pohon Ficus Benjamina, sebagai langkah awal yang mendesak. Tim EWAY melakukan perawatan dan penyulaman pohon Ficus Benjamina.</p>



<p>Ditambahkan Koordinator Lapangan sekaligus Ketua EWAY, Alfin, bahwa Pohon Ficus ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap air dan memperkuat sumber mata air. Karenanya, dalam kegiatan ini juga melibatkan penggantian bibit pohon yang mati atau kurang maksimal dalam pertumbuhannya, dengan bibit yang baru dan sehat.</p>



<p>&#8220;Perawatan dan penyulaman pohon Ficus Benjamina adalah langkah krusial untuk mencegah krisis air lebih lanjut. Pohon-pohon ini tidak hanya membantu menyerap air, tetapi juga mencegah erosi tanah yang dapat menyebabkan longsor,&#8221; kata Alfin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="398" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?resize=600%2C398&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-214117" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?resize=300%2C199&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Selain aksi lapangan yang mendesak, EWAY juga mengadakan seminar bertajuk &#8216;Environmental Research for a Better and Sustainable Future&#8217; di MAN 2 Kota Malang, yang berlangsung Selasa (10/09/2024) ini. Seminar tersebut, merupakan upaya penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran mendalam mengenai isu-isu lingkungan yang semakin mendesak.</p>



<p>Krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini, ungkapnya, tidak dapat diselesaikan hanya dengan tindakan fisik di lapangan. Diperlukan perubahan pola pikir dan peningkatan kesadaran di kalangan generasi muda, yang akan menjadi pemimpin masa depan.</p>



<p>&#8220;Seminar ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang pentingnya riset dan tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Seminar ini sangat penting untuk menanamkan pentingnya isu lingkungan kepada generasi muda. Kami berharap melalui edukasi ini, teman-teman dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan di setiap peran dan profesi masing-masing di masyarakat,&#8221; tambahnya, Selasa (10/09/2024) tadi</p>



<p>Seminar ini, ungkapnya, dihadiri oleh siswa-siswi Kelas 10 yang aktif dalam kelompok riset di MAN 2 Kota Malang. Mereka adalah generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan. Materi yang disampaikan, akan mencakup pengenalan isu lingkungan global dan lokal. Seperti perubahan iklim, deforestasi dan degradasi hutan, serta polusi air dan udara.</p>



<p>&#8220;Selain itu, pentingnya riset lingkungan juga dibahas secara mendalam, termasuk metodologi riset untuk isu lingkungan dan studi kasus energi terbarukan. Tidak ketinggalan, aksi nyata untuk lingkungan seperti konservasi dan pengelolaan sumber daya alam juga menjadi fokus utama,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Bupati Lumajang Berangkatkan Peserta Off Road Plus Baksos Konservasi Alam</title>
		<link>https://memontum.com/pj-bupati-lumajang-berangkatkan-peserta-off-road-plus-baksos-konservasi-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Baksos]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208287</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, memberangkatkan para peserta off road yang digelar oleh Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang, Minggu (07/04/2024) tadi. Prosesi pemberangkatan itu, berlangsung dari Pendopo Arya Wiraraja Lumajang. Dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Yuyun menyoroti dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang. Karena selain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, memberangkatkan para peserta off road yang digelar oleh Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang, Minggu (07/04/2024) tadi. Prosesi pemberangkatan itu, berlangsung dari Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Pj Bupati Yuyun menyoroti dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang. Karena selain melakukan hobi, juga turut melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos). Baginya, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata dari kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat Lumajang.</p>



<p>&#8220;Dalam kegiatan bakti sosial hari ini, Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengejar hobi semata. Namun, juga memiliki perhatian yang besar terhadap kepentingan sosial masyarakat,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun.</p>



<p>Lebih lanjut Pj Bupati Yuyun menjelaskan, bahwa kegiatan Baksos tersebut akan difokuskan di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, dengan melaksanakan aksi penanaman pohon. Hal ini, menunjukkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan konservasi alam yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut, tidak hanya di Desa Sombo, tetapi juga merambah ke desa-desa lain di Kabupaten Lumajang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Selain itu, Pj Bupati Yuyun juga berharap agar Indonesian Off Road Federation dapat menjalin sinergi yang lebih erat dengan pemerintah dalam membantu masyarakat Lumajang. Terutama, dalam hal tanggap darurat bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.</p>



<p>&#8220;Kami dari pemerintah ingin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Indonesian Off Road Federation, karena kami mengakui kontribusi mereka tidak hanya dalam hobi off road, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat bencana,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan demikian, keberadaan dan kontribusi positif Indonesian Off Road Federation Pengcab Lumajang tidak hanya menjadi ajang hobi semata, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun kesadaran sosial dan lingkungan yang berkelanjutan di masyarakat Lumajang. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208287</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat Konservasi, Gubernur Jatim Ingatkan Pengembalian Ekosistem dan Penanaman Bibit</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-konservasi-gubernur-jatim-ingatkan-pengembalian-ekosistem-dan-penanaman-bibit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2023 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[pengembalian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203717</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar kegiatan &#8216;Sapa Masyarakat Konservasi&#8217; di tempat wisata alam, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (24/12/2023) tadi. Dalam kegiatan yang diikuti masyarakat peduli api, BPBD, Perhutani, Pj Wali Kota Batu, Kapolres Batu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Kepala Tahura Sumberbrantas, Sekda Pemprov Jawa Timur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar kegiatan &#8216;Sapa Masyarakat Konservasi&#8217; di tempat wisata alam, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (24/12/2023) tadi. Dalam kegiatan yang diikuti masyarakat peduli api, BPBD, Perhutani, Pj Wali Kota Batu, Kapolres Batu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Kepala Tahura Sumberbrantas, Sekda Pemprov Jawa Timur serta sejumlah OPD terkait Pemprov Jawa Timur, Gubernur Jatim meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengembalikan ekosistem alam setelah terjadinya kebakaran hutan.</p>



<p>Menurut Gubernur Jawa Timur, pada Agustus 2023 lalu di kawasan hutan gunung Arjuno, Welirang dan Anjasmoro terjadi kebakaran hutan seluas 4.767. Di mana proses pemadaman dilakukan secara manual bersama-sama seluruh masyarakat peduli api, BPBD, Polisi, TNI dan Pos Tahura Sumberbrantas. Namun, karena lokasi di titik kebakaran susah dijangkau, maka dibantu pesawat dari BNPB Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Setelah terjadinya kebakaran di kawasan hutan. Maka, pekerjaan rumah kita sekarang adalah mengembalikan ekosistem alam,&#8221; terangnya, seusai kegiatan Menyapa Masyarakat Konservasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menyampaikan pesan, diharuskan seluruh masyarakat untuk lebih kuat membangun adaptasi dengan alam. Karena, penyebab kebakaran hutan hingga rusaknya alam, disebabkan oleh perilaku manusia.</p>



<p>&#8220;Saya berharap kita semua bisa menjaga paru-paru dunia dan mengembalikan ekosistem alam. Juga, kita bangun vegetasinya. Paling tidak, ekosistem mana yang kita mampu. Kita bangun kembali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jatim, Jumadi, menambahkan bahwa diperkirakan aerial seeding atau penebaran benih tanaman akan dilakukan pada Januari mendatang. Untuk saat ini, benih-benih yang akan ditebar di Hutan Lereng Arjuno-Welirang sudah siap.</p>



<p>&#8220;Untuk armada pesawatnya, akan dikoordinasikan oleh Kalaksa BPBD Jatim. Aerial seeding dilakukan karena ada punggung-punggung yang tidak bisa dicapai menggunakan tenaga personel kami,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diketahui, dalam kegiatan Sapa Masyarakat Konservasi tersebut dirangkai dengan penanaman bibit Pohon Ekaliptus yang berasal dari Australia. Termasuk, pemberian 7.000 bibit tanam kepada masyarakat peduli api sebagai upaya penghijauan hutan di area yang terbakar tersebut. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203717</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menuju Situbondo Berjaya, Danlanal Banyuwangi Bersama Bupati Restorasi Terumbu Karang</title>
		<link>https://memontum.com/menuju-situbondo-berjaya-danlanal-banyuwangi-bersama-bupati-restorasi-terumbu-karang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 13:03:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lanal Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135914</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama Seselam (Sekolah Penyelam TNI-AL), menggelar kegiatan pengembangan konservasi pesisir terpadu (Konser Padu) dengan melaksanakan gotong royong restorasi terumbu karang, Rabu (03/03) tadi. Pelaksanaan tersebut, dengan memanfaatkan bahan daur ulang ban bekas yang dipusatkan di Balai Konservasi Dinas Kelautan Situbondo Watu Kenong, Dusun Kesambirampak Barat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah <a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-situbondo">Kabupaten Situbondo</a> melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama Seselam (Sekolah Penyelam TNI-AL), menggelar kegiatan pengembangan konservasi pesisir terpadu (Konser Padu) dengan melaksanakan gotong royong restorasi terumbu karang, Rabu (03/03) tadi. </p>



<p>Pelaksanaan tersebut, dengan memanfaatkan bahan daur ulang ban bekas yang dipusatkan di Balai Konservasi Dinas Kelautan Situbondo Watu Kenong, Dusun Kesambirampak Barat, Desa Pasirputih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Selaku inisiator dalam kegiatan tersebut, adalah Komandan Kodik Opsla Laksamana Pertama TNI Eko Wahyono, SE.,MM.</p>



<p>&#8220;Mari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Situbondo, kita bersama-sama menjaga kelestarian biota laut. Khususnya, terumbu karang sebagai rumah ikan melalui kerjasama penyelam TNI AL, Babinpotmar, Babinsa, Babinkamtibmas dan karang taruna, Pelaku pelestari lingkungan, pecinta alam dan Pokmas lainnya melalui pemberdayaan masing-masing,&#8221; kata Laksamana Pertama TNI Eko Wahyono.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menambahkan, sebenarnya tugas pokoknya Seselam adalah melatih para siswa untuk menjadi penyelam TNI AL. Namun, seiring dengan kita melaksanakan latihan selam, kita juga bersinergi membantu masyarakat dalam rangka konservasi terumbu karang.</p>



<p>&#8220;Jadi, kondisinya di Pantai Pasir Putih ini sudah tidak putih lagi. Sehingga, kami berkewajiban untuk bisa membantu dan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,&#8221; imbuhnya</p>



<p>Selain itu juga dilaksanakan pelatihan di daerah Pasir Putih, nantinya juga akan membantu melaksanakan konservasi terumbu karang.</p>



<p>&#8220;Tujuannya, supaya tumbuh lagi dan kami siap membantu masyarakat bersinergi dengan Pemda maupun komunitas masyarakat lainnya, dengan membantu memfasilitasi sarana ban bekas. Bagaimana ban tersebut bisa masuk ke dalam laut sebagai rumah ikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ditambahkan, bahwa pelatih-pelatih ini ulung semua. &#8220;Bahkan, siap untuk membantu karena ini adalah tempat kita bersama dan nanti kita bantu supaya Pasir Putih ini kembali jadi destinasi pariwisata bahari,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135839-usai-sertijab-bupati-situbondo-minta-sekda-motivasi-camat-guna-diteruskan-ke-desa-dalam-apbdes">Usai Sertijab, Bupati Situbondo Minta Sekda Motivasi Camat Guna Diteruskan ke Desa dalam APBDes</a></strong></p>



<p>Melalui tema &#8216;Semangat Menuju Perubahan Situbondo Berjaya&#8217;, Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Joko Setiyono. S.E., M.Tr Hanla, berharap semoga kegiatan restorasi ini membawa dampak besar bagi kelestarian biota laut.</p>



<p>Terlebih, bagi perekonomian masyarakat, mengingat Pasir Putih Situbondo, merupakan destinasi bahari.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa keberadaan pasir yang ada di Pasir Putih, sudah mulai menghitam. Untuk itu, Bupati meminta Kadis DLH untuk restorasi terumbu karang dari ban bekas yang nantinya akan jadi rumah ikan-ikan dan biota laut lainnya.</p>



<p>&#8220;Marilah kita bersama-sama jaga dan lestarikan laut kita. Sehingga, pasirnya tetap putih dengan merawat terumbu karang untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,&#8221; terang Bung Karna-sapaan akrab Bupati Situbondo. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135914</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Tiga Perahu di Bengawan Solo Berhasil Diangkat</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 13:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99497-satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur. “Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur.</p>
<p>“Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, ujar Direktur Utama Pelestarian Cagar Budaya Masyarakat (PCBM) Fitrah Arda, saat serah terima temuan kapal baja peninggalan zaman kolonial Belanda di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99499" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kapal yang ditemukan diduga merupakan alat angkut militer pada masa Perang Dunia I, sekitar tahun 1901-1930. Panjang kapal baja yang ditemukan adalah 7,6 m yang terdiri dari 2 potong, dengan panjang tiap potong kapal adalah 3,38 m. Menurut Kepala BPCB Jatim Andi Muh Said, diperkirakan terdapat kurang lebih 70 buah kapal, namun yang ditemukan baru 3 buah.</p>
<p>Dia menyatakan bahwa ada bagian kapal yang sengaja dilubangi untuk ditenggelamkan. Penemuan kapal baru terjadi di tahun ini, dikarenakan permukaan air Bengawan Solo turun paling rendah dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Sedangkan Sri wahyuni, selaku staf Balai Konservasi Borobudur yang diterjunkan ke Lamongan mengatakan, konservasi terhadap perahu tersebut dilakukan dengan cara tradisional.</p>
<p>&#8220;Nanti pembersihan bagian yang sudah korosi menggunakan air perasan jeruk nipis, jadi kita masih menggunakan cara tradisional,&#8221; kata Yuni.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99498" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selain itu, ia menjelaskan, proses konservasi dimulai dengan membersihkan badan kapal dari sisa-sisa lumpur serta organisme yang masih menempel.</p>
<p>&#8220;Yang ada di dalam kita bersihkan, yang ada organismenya, kayak yang menempel putih-putih di dalam itu,&#8221; tuturnya. Minggu, (10/11/2019).</p>
<p>Setelah dibersihkan dan dikeringkan, Lanjut Yuni, tahap selanjutnaya adalah mebersihkan bagian-bagian yang mengalami korosi, dengan menggunakan air perasan jeruk nipis.</p>
<p>&#8220;Air perasan jeruk nipis dicampur dengan air sumur, perbandingannya 1:1, kemudian nanti kita gosokkan sampai korosinya hilang, kemudian kita bersihkan dengan air,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/890-ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ketiga Perahu Peninggalan Kolonial Belanda Dijadikan Koleksi Baru di Waduk Gondang</a></p>
<p>Lebih lanjut, Yuni mengatakan, proses konservasi satu unit perahu tidak membutuhkan waktu lama, sebab perahu terbuat dari bahan berkualitas dan terlindungi oleh cat, sehingga tidak mengalami korosi yang parah meskipun terendam di Bengawan Solo selama puluhan tahun.</p>
<p>&#8220;Karena korosinya yang aktif itu hanya sedikit sekali, paling sekitar dua hari itu sudah cukup,&#8221; kata Yuni menjelaskan.</p>
<p>Seperti diketahui sebelumnya, satu dari tiga buah perahu yang berada di dasar Bengawan Solo telah berhasil diangkat dan langsung diserah terimakan kepada Pemkab Lamongan dan masih dilakukan konservasi. Sementara dua perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan dari Bengawan Solo. <strong>(Tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Tukik, BSTC Gandeng FKH UB Untuk Konservasi Penyu di Bajul Mati</title>
		<link>https://memontum.com/lindungi-tukik-bstc-gandeng-fkh-ub-untuk-konservasi-penyu-di-bajul-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2019 11:02:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bajul Mati]]></category>
		<category><![CDATA[FKH UB]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88090-lindungi-tukik-bstc-gandeng-fkh-ub-untuk-konservasi-penyu-di-bajul-mati</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya, seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya, seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.</p>
<p>Menyadari eksistensi reptil yang dilindungi ini. Beberapa tempat populer yang dipilih induk penyu betina sebagai tempat bertelur, dibangun stasiun penetasan guna membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival). Salah satunya yang diinisiasi Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) di kawasan pantai Bajul Mati, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Disebutkan, ada 3 jenis penyu ditemukan mendarat di sepanjang garis pantai Malang Selatan, dari 6 jenis penyu di Indonesia dari 7 jenis di dunia.</p>
<p><div id="attachment_88092" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88092" decoding="async" class="size-full wp-image-88092" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="dr. Nofan Rickyawan, menjelaskan kondisi tukik di konservasi penyu BSTC. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_121949-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88092" class="wp-caption-text"><strong>dr. Nofan Rickyawan, menjelaskan kondisi tukik di konservasi penyu BSTC. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Tak mudah memang. Dalam konservasi tukik harus memperhatikan karakteristik dan penanganan yang benar, agar tukik kembali survive di alam bebas. Untuk itu, BSTC menggandeng beberapa perguruan tinggi, salah satunya Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB). Agar lebih intens, FKH UB melibatkan puluhan civitas akademikanya dalam upaya konservasi dalam kegiatan Lokakarya Konservasi Penyu Malang Selatan, dalam Visitasi Lapang dan Workshop, yang berlangsung di pantai Bajul Mati (Minggu, 14/7/2019) dan FKH (Senin, 15/7/2019).</p>
<p>&#8220;Dalam rangkaian Dies Natalis ke-11, kami mengajak sumberdaya yang ada untuk mengecek kesehatan san kondisi penyu, sekaligus memberikan edukasi konservasi penyu kepada para peserta visitasi. Juga terkait fenomena sampah plastik yang dapat mengancam keberlangsungan hidup penyu,&#8221; jelas Dekan FKH UB, Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono MApp Sc.</p>
<p>Menurut Ketua Pelaksana drh. Albiruni Haryo MSc, pantai Bajul Mati merupakan area pendaratan penyu untuk bertelur dan menghasilkan anak penyu atau tukik. Pada saat pendaratan, ditemukan beberapa penyu dengan kondisi tak sehat, terluka, dan lainnya. Untuk itu, peran dokter hewan yang berkompeten sangat diperlukan dalam penanganan tersebut. &#8220;Ada beberapa penyu tubuhnya terluka akibat terjerat tali atau material keras di bawah laut. Sebelum dilepas kembali ke laut, kami periksa kondisi kesehatannya. Setelah siap, maka penyu maupun tukik kami lepas ke lautan,&#8221; terang dr Albi.</p>
<p><div id="attachment_88091" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88091" decoding="async" class="size-full wp-image-88091" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Sudarminto dan Albiruni, beserta tim menyusuri lokasi tempat bertelurnya penyu. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190714_114145-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88091" class="wp-caption-text"><strong>Sudarminto dan Albiruni, beserta tim menyusuri lokasi tempat bertelurnya penyu. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Melalui kegiatan visitasi yang dilakukan, harapannya akan menambahkan kecintaan terhadap satwa liar terutama penyu maupun tukik. &#8220;Dokter hewan yang menekuni dan peduli terhadap penyu maupun tukik masih minim. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya dokter hewan yang peduli terhadap tukik semakin banyak,&#8221; ungkap Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim II, drh Dedi.</p>
<p>Ketua BSTC, Sutari mengatakan, kegiatan konservasi ini dilakukan mandiri sejak 2009, dengan mengambil tempat di selatan musholla. Pada 2018 awal, BSTC didukung perhutani dan pengelola diangkat bareng-bareng. &#8220;Awalnya banyak masyarakat luar daerah dan sekitar yang memakan daging dan telur penyu sembarangan tanpa memikirkan dampak ke depannya. Alhamdulillah, hingga saat ini banyak pihak yang membantu secara sukarela,&#8221; terang Sutari.</p>
<p>Biasanya, penyu mendarat sekitar bulan Maret- September untuk bertelur. Pemindahan telur ke bak konservasi tidak boleh setelah menetas 2 hari. Karena sudah terbentuk embrio, sehingga dikhawatirkan akan rusak atau lahir cacat jika dipaksa pindah. Selanjutnya, penetasan lebih 50 hari tergantung suhu. Lebih terik lebih cepat menetas. Tukik akan keluar dari pasir saat malam.</p>
<p>&#8220;Sengaja kami biarkan di pasir untuk melihat kemampuan jalan, selanjutnya pagi dimasukkan ke kolam karantina selama 2 minggu untuk melihat kemampuan survival dalam air. Meski jenis tukik itu omnivora, kami berikan makan daging ikan tuna. Setelah karantina, nantinya dipilah mana yang sehat dan cacat. Sehat dilepas, cacat dipisahkan. Kategori cacat itu karena lemes atau cacat tubuh,&#8221; jelas dr. Nofan Rickyawan, salah satu anggota tim dokter konservasi dari FKH UB. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88090</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
