<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konten &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/konten/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 14:54:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>konten &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Viral Konten Klub Malam Bermuatan Sensitif, DPRD Kota Malang Bakal Panggil Pihak Manajemen</title>
		<link>https://memontum.com/viral-konten-klub-malam-bermuatan-sensitif-dprd-kota-malang-bakal-panggil-pihak-manajemen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bermuatan]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[panggil]]></category>
		<category><![CDATA[sensitif,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229755</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Media sosial (Medsos) di Kota Malang dihebohkan dengan beredarnya konten promosi dari salah satu klub malam, yang dinilai mengandung muatan sensitif. Akibatnya, selain menuai polemik publik, sorotan serius juga diberikan DPRD Kota Malang. Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menyayangkan dengan adanya konten tersebut. Itu karena, hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Media sosial (Medsos) di Kota Malang dihebohkan dengan beredarnya konten promosi dari salah satu klub malam, yang dinilai mengandung muatan sensitif. Akibatnya, selain menuai polemik publik, sorotan serius juga diberikan DPRD Kota Malang.</p>



<p>Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menyayangkan dengan adanya konten tersebut. Itu karena, hal itu dinilai tidak selaras dengan citra Kota Malang sebagai kota pendidikan.</p>



<p>“Baru pagi tadi viral dan ramai diperbincangkan. Jadi, tidak disarankan membuat konten-konten seperti itu. Bagaimanapun Kota Malang ini melekat sebagai kota pendidikan,” ujar Danny, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (26/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, DPRD Kota Malang akan segera memanggil manajemen klub malam tersebut, guna meminta klarifikasi mengenai tujuan pembuatan konten tersebut. Klarifikasi sangat diperlukan, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berlarut-larut di masyarakat.</p>



<p>“Kami di Komisi A akan berkoordinasi dengan ketua dan anggota komisi lainnya untuk memanggil pihak manajemen. Kami ingin tahu apa maksud dan tujuan konten itu dibuat,” tegasnya.</p>



<p>Terlebih, dalam waktu dekat Kota Malang akan menjadi tuan rumah peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Jawa Timur. Karena itu, Danny menilai penting bagi seluruh pelaku usaha hiburan untuk menjaga kondusivitas dan tidak memicu keresahan publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jangan sampai Kota Malang dibikin gaduh dengan hal-hal yang negatif, apalagi menjelang agenda besar keagamaan,” tambahnya.</p>



<p>Danny juga menyebut, bahwa ada dugaan pelanggaran aturan dalam konten tersebut. Diantaranya, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Undang-Undang ITE, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.</p>



<p>&#8220;Untuk masalah ini sangat riskan sekali. Dalam lembaga penyiaran dilarang menyiarkan konten yang menonjolkan cabul,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang lainnya, Eko Hadi Purnomo, menilai persoalan tersebut berpotensi masuk ke ranah pidana dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tidak menunggu adanya laporan. “Konten itu sudah disiarkan secara umum dan dapat diakses masyarakat luas. Seharusnya aparat penegak hukum bisa langsung bergerak untuk memastikan kebenaran dan asal konten tersebut,” kata Eko.</p>



<p>Dirinya juga menilai, bahwa langkah cepat aparat diperlukan agar persoalan tidak berkembang dan memicu reaksi lanjutan dari berbagai kelompok masyarakat. &#8220;Jadi tidak menunggu harus ada laporan, karena ini bukan delik aduan ya. Tapi kalau risikonya kalau menunggu laporan, nanti bisa ormas-ormas itu bergerak melaporkan dam sebelum masyarakat bergerak, lebih baik pihak kepolisian dengan adanya hal tersebut bergerak lebih dulu,&#8221; imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Penyebaran Konten Ilegal di Platform Digital, Kemenkomdigi Luncurkan Aplikasi Saman</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-penyebaran-konten-ilegal-di-platform-digital-kemenkomdigi-luncurkan-aplikasi-saman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[platform]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Pada Februari 2025, Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) akan meluncurkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (Saman), yaitu aplikasi yang didesain untuk mengawasi dan menegakkan kepatuhan terhadap penyelenggara sistem elektronik lingkup privat atau User Generated Content (PSE UGC). Aplikasi Saman sendiri, adalah upaya Kemenkomdigi untuk terus memperkuat tata kelola komunikasi publik yang santun dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Pada Februari 2025, Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) akan meluncurkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (Saman), yaitu aplikasi yang didesain untuk mengawasi dan menegakkan kepatuhan terhadap penyelenggara sistem elektronik lingkup privat atau User Generated Content (PSE UGC). Aplikasi Saman sendiri, adalah upaya Kemenkomdigi untuk terus memperkuat tata kelola komunikasi publik yang santun dan beretika, sebagai upaya melindungi masyarakat di ruang digital khususnya anak.</p>



<p>&#8220;Saman akan kita terapkan per Februari untuk menekan penyebaran konten ilegal di platform digital. Perlindungan terhadap masyarakat, terutama anak-anak dari pornografi, judi dan pinjaman online ilegal menjadi prioritas utama kami dalam mewujudkan ruang digital yang aman dan sehat,&#8221; kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, di sela kunjungan kerja bersama Presiden RI di India, Jumat (24/01/2025) tadi.</p>



<p>Melalui Saman, Kemenkomdigi akan memastikan bahwa PSE bertindak sesuai peraturan sekaligus memberikan ruang digital yang aman bagi masyarakat. Proses penegakkan kepatuhan melalui Saman meliputi beberapa tahap, pertama Surat Perintah Takedown. PSE UGC wajib menurunkan URL yang dilaporkan dalam perintah ini.</p>



<p>Kemudian tahap kedua, adalah Surat Teguran 1 (ST1). Pada tahap ini, menjadi kewajiban PSE untuk menurunkan konten agar tidak melanjut ke ST2. Selanjutnya tahap ketiga, adalah Surat Teguran 2 (ST2), PSE UGC wajib mengajukan Surat Komitmen Pembayaran Denda Administratif. Dan terakhir adalah Surat Teguran 3 (ST3).</p>



<p>Jika tetap tidak dipatuhi, sanksi dapat berupa pemutusan akses atau pemblokiran. Kategori pelanggaran yang diawasi melalui Saman, pun meliputi pornografi anak, pornografi, terorisme, perjudian online, aktivitas keuangan ilegal seperti Pinjol ilegal, serta makanan, obat dan kosmetik ilegal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan Kepmen Kominfo No.522 Tahun 2024, PSE UGC yang tidak mematuhi perintah takedown akan dikenakan sanksi administratif berupa denda. Notifikasi terhadap PSE dilakukan dalam waktu 1&#215;24 jam untuk konten tidak mendesak dan 1&#215;4 jam untuk konten mendesak. Sanksi ini, bertujuan untuk memastikan kepatuhan sekaligus memberi efek jera bagi pelanggarnya.</p>



<p>“Yang pasti pemerintah sebelum menjalankan, telah melakukan komparasi dengan regulasi beberapa negara yang telah menjalankan dan berhasil menerapkan regulasi serupa,” ujarnya.</p>



<p>Kemenkomdigi mencatat, bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap eksploitasi di ruang digital. Data menunjukkan bahwa kasus kejahatan terhadap anak, seperti eksploitasi seksual online, human trafficking dan penyebaran konten berbahaya, terus meningkat.</p>



<p>Angka di periode 2021 hingga 2023 menunjukkan jumlah pengaduan anak korban pornografi dan cyber crime ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencapai 481 kasus, sedangkan anak korban eksploitasi serta perdagangan anak berjumlah 431 kasus. Dari seluruh kasus tersebut mayoritas terjadi karena penyalahgunaan teknologi informasi, serta akibat dari penggunaan gawai yang tidak sesuai dengan fase tumbuh kembang anak.</p>



<p>Selain itu, laporan dari UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak di dunia pernah terpapar konten yang tidak pantas di internet. Penerapan SAMAN sejalan dengan langkah negara-negara lain yang telah lebih dulu menerapkan regulasi serupa.</p>



<p>Misalnya, Jerman dengan Network Enforcement Act (NetzDG) yang mewajibkan platform media sosial menghapus konten ilegal dalam waktu 24 jam. Sementara Malaysia menerapkan Anti-Fake News Act 2018 untuk menindak berita bohong. Lalu ada Prancis yang memiliki undang-undang untuk melawan manipulasi informasi menjelang Pemilu. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Studi Tiru Diskominfo Probolinggo, Plt Kadiskominfo Lumajang Tekankan Konten Positif dan Cerdas</title>
		<link>https://memontum.com/terima-studi-tiru-diskominfo-probolinggo-plt-kadiskominfo-lumajang-tekankan-konten-positif-dan-cerdas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menekankan pentingnya penggunaan media publik dengan konten positif dan mencerdaskan. Hal itu disampaikannya, saat Sharing Session Diskominfo Lumajang dengan Diskominfo Probolinggo di Ruang Kresna Diskominfo Lumajang, Selasa (17/12/2024) tadi. &#8220;Ke depan harus kita kuatkan lagi, menciptakan media sosial maupun media yang lain seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menekankan pentingnya penggunaan media publik dengan konten positif dan mencerdaskan. Hal itu disampaikannya, saat Sharing Session Diskominfo Lumajang dengan Diskominfo Probolinggo di Ruang Kresna Diskominfo Lumajang, Selasa (17/12/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Ke depan harus kita kuatkan lagi, menciptakan media sosial maupun media yang lain seperti Radio Suara Lumajang yang kita kelola, kalau di Probolinggo melalui Bromofm yang lebih positif dan mencerdaskan,&#8221; kata Plt Diskominfo Lumajang.</p>



<p>Dalam sharing session tersebut, membahas tata kelola Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di masing-masing wilayah. Seperti program siar, manajemen karyawan hingga proses perizinan yang telah dilakukan oleh LPPL Radio Suara Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami sangat bersyukur proses perpanjangan izin diberi kemudahan, meskipun agak sulit juga. Berliku-liku, persyaratan harus lengkap semua, seperti harus adanya Dewan Pengawas dan sebagainya. Tentu langkah ini juga akan bisa dilalui oleh Bromo FM,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskominfo Probolinggo, Ulfiningtyas, menjelaskan bahwa tujuannya bersama rombongan untuk studi tiru pengelolaan radio yang telah berhasil dilakukan oleh LPPL Radio Suara Lumajang. &#8220;Kunjungan kami bertujuan untuk studi tiru, mengadopsi dan mengimplementasikan di internal kita di tengah keterbatasan jangkauan dan personel. Kami berharap, semoga banyak program yang bisa kami adopsi untuk kami implementasikan di LPPL yang kami kelola,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Pemanfaatan Internet untuk Sebar Konten Positif, Kemenkominfo Webinar di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-pemanfaatan-internet-untuk-sebar-konten-positif-kemenkominfo-webinar-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan.</p>



<p>Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (20/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono, Direktur Utama PT Mahakarya Samudera Agung Muhajir Sulthonul Aziz dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarantrenggalek2009. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Kamis (19/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan bahwa internet telah mendorong kemajuan berbagai aktivitas manusia, bahkan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru. Salah satu profesi baru yang kini banyak diminati pengguna digital itu ialah menjadi kreator konten.</p>



<p>”Kreator konten merupakan profesi baru yang membuat konten (isi) untuk media digital, seperti media sosial, blog, infografik, maupun e-book,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kreator konten, menurut Kemenkominfo, mesti bertanggung jawab atas setiap informasi yang dimuat di media, terutama media digital dan memiliki target audien tertentu.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, tugas kreator konten adalah membuat konten yang orisinal dan menarik, serta memberikan informasi dengan nilai tertentu seperti edukasi dan hiburan. ”Satu lagi, konten hendaknya sesuatu yang positif dan bermanfaat serta inspiratif,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Trenggalek, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Lamongan dengan Tema Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-lamongan-dengan-tema-pemanfaatan-internet-untuk-penyebaran-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213557</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama. Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama.</p>



<p>Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (29/08/2024) besok pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, dosen Universitas Paramadina Jakarta, Septa Dinata dan Fernand Tampubolon selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranlamongan2908" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranlamongan2908</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Rabu (28/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, transformasi digital terus berjalan tanpa bisa berbalik arah ke masa silam. Teknologi informasi dan aplikasi terus maju berkembang. Pengguna digital harus mampu mengikuti perkembangan dalam pemanfaatan internet untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.</p>



<p>”Pengguna media digital harus bisa memutar otak agar mendapatkan ide-ide kreatif membuat konten positif. Kreator konten perlu melakukan identifikasi potensi diri untuk dapat mengetahui konten seperti apa yang bermanfaat,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Pemanfaatan internet untuk penyebaran konten positif, menurut Kemenkominfo, harus didasari oleh kemampuan menggunakan media digital secara kritis, yakni harus selalu melakukan analisis, verifikasi dan evaluasi, saat mengolah informasi yang diterima.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Buatlah konten yang kreatif, original, dan mempunyai nilai guna; menjunjung nilai dan moral kebaikan serta kebajikan. Selain itu, pastikan konten memiliki kepekaan pada isu lingkungan sekitar,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, untuk membuat konten positif, interaksi, partisipasi dan kolaborasi di dunia digital perlu terus dilakukan agar konten positif yang dihasilkan dapat memiliki dampak yang lebih besar lagi.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lamongan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213557</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Pelajar di Kota Pasuruan Pahami Terkait Hak Cipta Konten Digital, Kemenkominfo Gelar Webinar</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-pelajar-di-kota-pasuruan-pahami-terkait-hak-cipta-konten-digital-kemenkominfo-gelar-webinar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 04:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Pasuruan &#8211; Banyak pengguna digital asal comot mengambil gambar dan kutipan untuk disebarluaskan. Padahal, karya tulis maupun gambar yang ada di dunia maya juga memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pahami hak cipta konten digital, agar tidak bermasalah dengan hukum lantaran tuduhan penjiplakan (plagiator). Untuk memberikan pemahaman terkait hak cipta konten digital, Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Pasuruan</strong> &#8211; Banyak pengguna digital asal comot mengambil gambar dan kutipan untuk disebarluaskan. Padahal, karya tulis maupun gambar yang ada di dunia maya juga memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pahami hak cipta konten digital, agar tidak bermasalah dengan hukum lantaran tuduhan penjiplakan (plagiator).</p>



<p>Untuk memberikan pemahaman terkait hak cipta konten digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kota Pasuruan, Sabtu (04/05/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Pahami Hak Cipta Konten Digital&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti secara nonton bareng (Nobar) oleh siswa dan tenaga pendidik itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryani Fajar Riyato, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mochammad Syafi’i, key opinion leader influencer, Azmy Zen dan Joan Permana selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftarankotapasuruan0405" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftarankotapasuruan0405</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Jumat (03/05/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa pengguna digital memiliki hak untuk mengakses dan berekspresi di ruang digital sekaligus mau bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang ditimbulkannya. Mereka juga berhak untuk menggunakan jaringan komunikasi internet dengan mengunggah karya cipta.</p>



<p>&#8220;Tapi awas, semua konten digital memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pengguna media sosial atau kreator konten harus mengupayakan agar kontennya atau karya ciptaannya bisa terlindungi dan meminimalisasi risiko pelanggaran hak cipta,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, jika ingin melindungi ciptaan atau mengakui bahwa suatu konten itu miliknya, cukup dengan melakukan publikasi ke depan umum. &#8220;Dalam UU Hak Cipta dinyatakan, hak cipta atau perlindungan terhadap suatu ciptaan itu muncul ketika sudah dipublikasikan,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kota Pasuruan ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>&#8220;Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar Kemenkominfo di Sidoarjo Angkat Tema Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-kemenkominfo-di-sidoarjo-angkat-tema-pemanfaatan-internet-untuk-menyebarkan-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[menyebarkan]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207521</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pemanfaatan internet idealnya untuk berkolaborasi dan menyebarkan budaya positif. Yakni, dengan cara membuat konten untuk mengisi internet dengan hal-hal yang baik. Konten tersebut, bisa berisi motivasi, inspirasi, edukasi, hiburan, dengan menggunakan mindfull communications atau komunikasi dengan penuh perhatian. Untuk mendorong penggunaan internet secara positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pemanfaatan internet idealnya untuk berkolaborasi dan menyebarkan budaya positif. Yakni, dengan cara membuat konten untuk mengisi internet dengan hal-hal yang baik. Konten tersebut, bisa berisi motivasi, inspirasi, edukasi, hiburan, dengan menggunakan mindfull communications atau komunikasi dengan penuh perhatian.</p>



<p>Untuk mendorong penggunaan internet secara positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (22/03/2024) pagi, pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif&#8217;, webinar yang akan diikuti secara nobar oleh siswa dan tenaga pendidik rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Tiga nara sumber itu, yakni Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kabupaten Sidoarjo, Luthfi Isa Anshori, dosen Sekolah Tinggi Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA AWS), E Rizky Wulandari, Mom Influencer, Novindah Asochmariyanti dan Khadafi selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaransidoarjo2203. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis (21/03/2024) tadi</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa selain konten positif, internet juga berfungsi sebagai penyedia sarana hiburan. Bahkan, kini internet menjadi sarana transaksi ekonomi dan perdagangan (e-commerce) di seluruh dunia.</p>



<p>”Internet telah banyak berjasa membantu aktivitas manusia di segala bidang kehidupan. Pemanfaatan internet secara luas lantaran teknologi tersebut dikenal memiliki kemudahan dan kecepatannya,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Sidoarjo ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. &#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; papar Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar di Sidoarjo, Kemenkominfo Ajak Siswa Manfaatkan Internet untuk Sebar Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-sidoarjo-kemenkominfo-ajak-siswa-manfaatkan-internet-untuk-sebar-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pemanfaatan internet dan media digital di sektor pendidikan, dipastikan sangat membantu dalam proses dan aktivitas belajar mengajar. Kuncinya, jeli dalam memanfaatkan dan mengembangkan beragam konten positif di ruang digital. &#8220;Beragam konten positif bisa diakses untuk menginspirasi siswa dan santri, agar berkarya dan belajar dengan lebih baik. Juga, menjadi penolak dan penghancur konten-konten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pemanfaatan internet dan media digital di sektor pendidikan, dipastikan sangat membantu dalam proses dan aktivitas belajar mengajar. Kuncinya, jeli dalam memanfaatkan dan mengembangkan beragam konten positif di ruang digital.</p>



<p>&#8220;Beragam konten positif bisa diakses untuk menginspirasi siswa dan santri, agar berkarya dan belajar dengan lebih baik. Juga, menjadi penolak dan penghancur konten-konten negatif yang membanjiri media digital dan makin tak terbendung,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dalam rilisnya, Selasa (05/03/2024) tadi.</p>



<p>Rilis itu disampaikannya, terkait rencana Kemenkominfo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (06/03/2024) besok, atau sekitar pukul 09.30-11.30 WIB. Rencananya, diskusi online ini akan diikuti secara nobar di 20an sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta serta madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Sidoarjo.</p>



<p>&#8220;Webinar juga bisa diikuti secara gratis dengan cara mendaftar ke <a href="https://s.id/pendaftaransidoarjo0603" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaransidoarjo0603</a>. Dalam diskusi yang dibuka Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, peserta akan mendapatkan e-sertifikat juga e-money senilai total Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi online yang mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Penyebarkan Konten Positif&#8217;, ini akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, yang membahas dari sudut pandang etika digital. Lalu, CEO Raelikha Craft and Gallery Isna Noviningtyas (kecakapan digital) dan Kepala Program Studi Ekonomi Syariah STAIM Tulungagung, Mei Santi (keamanan digital) serta Dodo Dondi yang bertindak selaku moderator.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, memanfaatkan dan mengakses konten positif dapat menjadi solusi agar remaja, siswa, juga santri, terbentengi dari beragam konten negatif yang menyerbu ke ruang publik tanpa kendali. &#8220;Webinar ini menjadi penting untuk mengedukasi kalangan pendidikan terkait menjamurnya informasi hoaks dan beragam konten negatif lain di dunia digital, yang perlu dibentengi dengan beragam konten positif,&#8221; ujar Kemenkominfo.&nbsp;</p>



<p>Lebih jauh disampaikan, bahwa webinar bertujuan menginspirasi siswa dan guru agar semakin jeli dalam memanfaatkan dan memaksimalkan internet untuk memproduksi beragam karya dan konten belajar yang positif. &#8220;Dengan internet pula, siswa dan guru dapat menciptakan lingkungan pergaulan di beragam platform digital yang positif dan bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan tumbuh kembang anak, baik di sekolah maupun di rumah. Tentu, dibutuhkan bimbingan guru dan orangtua secara kritis dan terkontrol,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar yang membidik segmen pendidikan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang digelar sejak 2017. Tahun ini, program #literasidigitalkominfo tersebut mulai bergulir pada Februari 2024.</p>



<p>Sementara hingga akhir 2023, tercatat 24,6 juta orang telah mengikuti program untuk mewujudkan Indonesia yang #MakinCakapDigital ini. ”Sampai akhir 2024, kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta warga masyarakat Indonesia,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Komitmen Kuatkan Peran Pelaku Konten Kreator</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-komitmen-kuatkan-peran-pelaku-konten-kreator</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[kreator]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus berkomitmen untuk menguatkan peran pelaku ekonomi kreatif, termasuk salah satunya bagi para konten kreator. Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto. Pria yang kerap disapa Wiwid, menyampaikan jika penguatan itu dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan mendapatkan E-sertifikat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus berkomitmen untuk menguatkan peran pelaku ekonomi kreatif, termasuk salah satunya bagi para konten kreator. Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wiwid, menyampaikan jika penguatan itu dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan mendapatkan E-sertifikat sesuai dengan bidang tersebut. Kemudian, secara kelembagaan juga telah memiliki komite ekraf sehingga jejaring yang ada semakin kuat.</p>



<p>“Untuk infrastrktur sendiri pun Kota Malang juga ada, yakni di Gedung Malang Creative Center (MCC). Sehingga, itu akan blanding dengan program yang diampu oleh perangkat daerah,” ujar Wiwid, Sabtu (27/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Disebutkan Wiwid, jika salah satu contoh konkret pelatihan, yakni terkait dengan manajemen pemasaran berbasis teknologi informasi. Dalam hal ini pengampu bisa dari Diskominfo Kota Malang atau pun Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag).</p>



<p>“Teman-teman dari konten kreator bisa masuk di situ. Jika tidak masuk dalam kegiatan itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pasti akan mengetahui petanya, bahwa ada potensi yang bisa kita jadikan sebagai motivator, narasumber untuk berbagi pengetahuan dan kiat-kita keberhasilan,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dikatakan bahwa Diskominfo Kota Malang telah menggelar berbagai pelatihan dengan fokus pada pemanfaatan media sosial. Tentu itu dilakukan untuk menciptakan nilai ekonomi dan menstimulus potensi di wilayah (Kelurahan) masing-masing.</p>



<p>“Kami terus mendukung ekosistem kreatif dengan berbagai inisiatif, mengajak para konten kreator untuk terlibat, berbagi pengetahuan, dan menjadikan pergerakan kreatif sebagai bagian yang berkontribusi dalam program pemerintah,” imbuh Wiwid. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205264</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
