<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kontruksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kontruksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 11:35:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kontruksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Kontruksi, Pemkot Malang Lakukan Pembongkaran Pagar di Lantai III Pasar Besar</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar</link>
					<comments>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pembongkaran pagar dan pot di rooftop Lantai III Pasar Besar Malang, Selasa (21/04/2026) tadi. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya konstruksi bangunan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa keputusan pembongkaran diambil setelah dilakukan uji konstruksi oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pembongkaran pagar dan pot di rooftop Lantai III Pasar Besar Malang, Selasa (21/04/2026) tadi. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya konstruksi bangunan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa keputusan pembongkaran diambil setelah dilakukan uji konstruksi oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Menurutnya, hasil kajian teknis menunjukkan adanya bagian konstruksi yang terputus. Sehingga, berpotensi menimbulkan risiko ambrol apabila tidak segera ditangani.</p>



<p>“Rekomendasinya tidak hanya pot yang dibongkar, tetapi juga pagar dan konstruksi di area tersebut karena ada bagian struktur yang terputus dan dikhawatirkan bisa ambrol,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pembongkaran dilakukan secara hati-hati, karena sebelumnya ditemukan retakan pada area rooftop yang sempat menimbulkan kekhawatiran pedagang. Proses pembongkaran berat sendiri, dijadwalkan berlangsung pada malam hari guna meminimalkan risiko terhadap pedagang maupun pengunjung pasar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Siang hari tetap ada aktivitas jual beli. Karena itu pekerjaan berat dilakukan malam hari saat kondisi lebih kosong,” katanya.</p>



<p>Pembongkaran tersebut melibatkan kerjasama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain DPUPRPKP sebagai leading sector teknis, BPBD untuk penanganan kedaruratan, serta dukungan tenaga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag). Dengan kondisi darurat ini membuat Pemkot Malang tidak memungkinkan melakukan pergeseran anggaran secara cepat.</p>



<p>“Tidak ada pos anggaran khusus. Ini dilakukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pola penanganan tersebut serupa dengan respons kedaruratan bencana, di mana perangkat daerah bergerak sesuai kewenangannya tanpa menunggu alokasi anggaran baru. Menurutnya, dengan penggunaan tenaga internal pemerintah menjadi langkah efisiensi sekaligus respons cepat terhadap potensi bahaya bangunan.</p>



<p>“Kalau menunggu anggaran baru justru lebih lama. Karena ini menyangkut keselamatan, maka kita kerjakan bersama sesuai tupoksi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir dan Penurunan Kontruksi, Pemkot Malang Rencanakan Perbaikan Jembatan Glendang Pakem</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-dan-penurunan-kontruksi-pemkot-malang-rencanakan-perbaikan-jembatan-glendang-pakem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[glendang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218083</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) berencana memperbaiki Jembatan Glendang Pakem, atau jembatan yang menghubungkan Kelurahan Madyopuro dan Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Rencana itu disampaikan, karena terkait kerusakan jembatan akibat banjir yang menyebabkan penurunan konstruksi. Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) berencana memperbaiki Jembatan Glendang Pakem, atau jembatan yang menghubungkan Kelurahan Madyopuro dan Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Rencana itu disampaikan, karena terkait kerusakan jembatan akibat banjir yang menyebabkan penurunan konstruksi.</p>



<p>Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, menyampaikan bahwa rencana perbaikan jembatan akan dilakukan pada 2025. Perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) dijadwalkan dimulai pada Februari mendatang.</p>



<p>“Kami usahakan penanganan dilakukan di tahun ini. Bahkan Februari nanti, kami akan menyusun DED untuk mengetahui kebutuhan anggaran,” kata Bagus, Jumat (03/01/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa perbaikan akan bergantung pada hasil observasi yang dituangkan dalam DED. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah perbaikan dilakukan secara menyeluruh atau hanya sebagian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami cek dan ukur dulu semuanya. Belum tahu apakah pembenahan total atau tidak,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa perbaikan jembatan akan diintervensi melalui Belanja Tak Terduga (BTT) pada anggaran 2025. Meski kewenangan sungai berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR, Pemkot Malang telah berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.</p>



<p>“Kami sudah melakukan tinjauan dan akan intervensi menggunakan BTT tahun 2025. Kedalaman dan arus Sungai Amprong, itu cukup besar. Sehingga, kami berharap BBWS dapat membantu melalui pembersihan menggunakan perahu milik PUPR,” imbuh Pj Wali Kota Iwan.</p>



<p>Perbaikan Jembatan Glendang Pakem, tambahnya, menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Malang. Itu karena, posisinya sebagai jalur penghubung yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas, jembatan ini memerlukan penanganan segera guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218083</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor Akibat Kontruksi Sebabkan Tiga Rumah Rusak di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/longsor-akibat-kontruksi-sebabkan-tiga-rumah-rusak-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2024 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203990</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kontruksi tembok yang diduga rapuh menyebabkan bencana tanah longsor di RT 07/RW 03 Gang Makam (Kampung Keramat), Kelurahan Kasin, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (02/01/2024) tadi. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi di kawasan pemukiman warga dan berlokasi di sempadan sungai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kontruksi tembok yang diduga rapuh menyebabkan bencana tanah longsor di RT 07/RW 03 Gang Makam (Kampung Keramat), Kelurahan Kasin, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (02/01/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi di kawasan pemukiman warga dan berlokasi di sempadan sungai. &#8220;Ini kawasan pemukiman warga dan berada di sempadan sungai. Di sepanjang sungai memang wilayah yang tidak disarankan, karena semua area itu berpotensi. Penyebabnya karena konstruksi tembok yang rapuh,” ujar Prayitno, saat dihubungi melalui sambungan seluler.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dalam kejadian tersebut, ada tiga KK yang rumahnya mengalami kerusakan. Beruntungnya, tidak sampai memakan korban jiwa dan tidak ada yang terluka.</p>



<p>“Ada tiga KK yang rumah nya tertimpa, mengalami kerusakan di kamar tidur dan dapur,” katanya.</p>



<p>Untuk penanganannya sendiri, menurut Prayitno tidak sampai di evakuasi. Hanya saja mengungsi di tetangga sebelah rumah nya. Dari kejadian itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati.</p>



<p>“Mereka mengungsi ke rumah sebelah sampai besok ada perbaikan. Kami tim mitigasi selalu sampaikan pada warga untuk berhati-hati dan waspada karena sepanjang sungai kan risikonya seperti itu. Menurut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) jarak 10-15 meter tidak disarankan ada bangunan,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203990</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
