<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>koramil 0815/05 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/koramil-081505/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Nov 2018 12:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>koramil 0815/05 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Babinsa Koramil Gedeg Dampingi Petani Siangi Tanaman Padi</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-gedeg-dampingi-petani-siangi-tanaman-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 12:09:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=64584</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Gulma ataupun rumput liar menjadi salah satu kendala bagi para petani padi dalam memperoleh hasil panen yang maksimal. Keberadaan gulma yang sangat mengganggu tanaman padi pada masa pertumbuhan hingga masa pematangan harus dibasmi melalui penyiangan ataupun penyemprotan dengan herbisida tertentu, karena bila dibiarkan akan mengakibatkan tanaman padi kekurangan unsur hara, air dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Gulma ataupun rumput liar menjadi salah satu kendala bagi para petani padi dalam memperoleh hasil panen yang maksimal.  Keberadaan gulma yang sangat mengganggu tanaman padi pada masa pertumbuhan hingga masa pematangan harus dibasmi melalui penyiangan ataupun penyemprotan dengan herbisida tertentu, karena bila dibiarkan akan mengakibatkan tanaman padi kekurangan unsur hara, air dan cahaya yang berdampak pada menurunnya produksi hasil panen.</p>
<p>Untuk itu Koramil 0815/05 Gedeg melalui Babinsa Gempolkrep Sertu Yulianto melaksanakan pendampingan penyiangan tanaman padi untuk membersihkan gulma dan rumput liar di sawah milik Miskan, Poktan Tani Maju Dusun Sukosewu Desa Gempolkrep Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.</p>
<p>Di lahan seluas 0,5 hektare yang ditanami jenis padi varietas Inpari- 42 berumur 50 hari, penyiangan dilakukan secara manual.  Tanpa rasa canggung sedikitpun, Sertu Yulianto turun ke sawah bersama-sama dengan petani melakukan pembersihan gulma dan rumput liar yang mengganggu tanaman induk. Menurut Sertu Yulianto, kegiatan pendampingan yang dilakukannya bersama PPL selama ini merupakan tugas tambahan selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) disamping tugas pokok yang diembannya. </p>
<p>“Ini bagian dari upaya khusus (Upsus) ketahanan pangan, selain itu kehadirannya juga guna memotivasi petani agar lebih bersemangat dalam merawat dan mengelola tanaman padinya hingga masa panen tiba hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.</p>
<p>Masih di wilayah Gedeg, kegiatan pendampingan penyiangan gulma juga dilakukan Babinsa Gembongan Serda M. Subkhan,  di lahan milik Tamsir, Poktan Tani Jaya Dusun/Desa Gembongan, seluas 0,5 hektar yang ditanami jenis padi varietas Ciherang berumur 50 hari.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Gedeg dan PPL Pantau Hama Jagung</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-gedeg-dan-ppl-pantau-hama-jagung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2018 16:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=62687</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa yang tersebar di Koramil jajaran semakin menggiatkan pendampingan ketahanan pangan. Tujuan kegiatan ini untuk mendukung dan mensukseskan pencapaian swasembada pangan di wilayah. Kali ini Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg, Serda Sujarwo bersama PPL dan Poktan Tani Makmur Dusun Gedeg Wetan Desa Gedeg Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, melaksanakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa yang tersebar di Koramil jajaran semakin menggiatkan pendampingan ketahanan pangan. Tujuan kegiatan ini untuk mendukung dan mensukseskan pencapaian swasembada pangan di wilayah. Kali ini Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg, Serda Sujarwo bersama PPL dan Poktan Tani Makmur Dusun Gedeg Wetan Desa Gedeg Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, melaksanakan kegiatan pengamatan hama di lahan seluas 0,4 hektar milik Suhadi yang ditanami jagung Hibrida Pertiwi-3 berumur 21 hari, Jum’at (2/11/2018).</p>
<p>Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui ataupun mengikuti perkembangan tanaman jagung dan pertumbuhannya serta melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan serangan hama tanaman tersebut.  Selain memantau perkembangan tanaman dan pengamatan hama, Babinsa bersama PPL dan petani juga melakukan penyemprotan tanaman jagung sebagai bentuk antisipasi. </p>
<p>Saat ditemui di lapangan, Serda Sujarwo Babinsa setempat, mengungkapkan, kegiatan yang dilakukannya bersama PPL dan Poktan untuk memantau secara dini sejauh mana perkembangan tanaman jagung sekaligus untuk mengetahui ada tidaknya serangan hama atau organisme pengganggu tanaman.</p>
<p>“Ini upaya kita bersama PPL dan petani dalam mendeteksi secara dini setiap adanya gejala  hama atau penyakit pada tanaman jagung, dan sebagai bentuk asntisipasi sehingga persebarannya dapat diatasi segera. Alhamdulillah tanaman jagung milik Pak Suhadi belum ditemukan adanya serangan hama, semoga kondisi ini akan berlangsung hingga masa panen sehingga hasilnya kelak lebih optimal ” ungkapnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Gedeg Dampingi Petani Tanam Padi Ciherang</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-gedeg-dampingi-petani-tanam-padi-ciherang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2018 15:19:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=62180</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Banyak cara yang dilakukan para Babinsa untuk membantu para petani di wilayah binaan salah satunya melalui kegiatan pendampingan ketahanan pangan. Pendampingan yang dilakukan Babinsa ini mulai penyiapan dan pengolahan lahan, pemilihan dan penyemaian benih, saat tanam, masa perawatan hingga panen. Seperti yang dilakukan Babinsa Gembongan Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815 Mojokerto Serda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Banyak cara yang dilakukan para Babinsa untuk membantu para petani di wilayah binaan salah satunya melalui kegiatan pendampingan ketahanan pangan. Pendampingan yang dilakukan Babinsa ini mulai penyiapan dan pengolahan lahan, pemilihan dan penyemaian benih, saat tanam, masa perawatan hingga panen. </p>
<p>Seperti yang dilakukan Babinsa Gembongan Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815 Mojokerto Serda Subkhan, yang mendampingi tanam padi di lahan milik Suwono, anggota Poktan Tani Jaya Desa Gembongan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Selasa (30/10/2018).</p>
<div id="attachment_62183" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/62180-babinsa-koramil-gedeg-dampingi-petani-tanam-padi-ciherang/img-20181030-wa0184-copy" rel="attachment wp-att-62183"><img aria-describedby="caption-attachment-62183" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181030-WA0184-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Pendampingan penyemprotan hama sundep Desa Ngares Kidul Kec. Gedeg" width="650" height="333" class="size-full wp-image-62183" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181030-WA0184-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181030-WA0184-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-62183" class="wp-caption-text"><em><strong>Pendampingan penyemprotan hama sundep Desa Ngares Kidul Kec. Gedeg</strong></em></p></div>
<p>Serda Subkhan yang terjun langsung di lokasi menuturkan, lahan seluas satu hektar ini ditanami jenis padi varietas Ciherang dengan sistem tanam jajar legowo (Jarwo) yang dilakukan secara manual oleh buruh tani dari desa setempat. </p>
<p>Tanpa rasa canggung Serda Subkhan turut serta menanam padi.  “Tanam padi seperti ini bukan sesuatu yang asing bagi saya, karena sudah terbiasa dan dibesarkan dalam keluarga tani,” ungkapnya.</p>
<p>Masih di wilayah Gedeg, kegiatan pendampingan juga dilakukan Babinsa Ngares kidul Serka Sulton  yang mendampingi penyemprotan hama sundep di lahan seluas 0,2 hektar milik Sumin, Poktan Tani Makmur, Dusun Ngares Lor Desa Ngares kidul. Penyemprotan tanaman padi varietas Ciherang berumur satu bulan tersebut menggunakan insektisida Virtaco 300 SC.  </p>
<p>Pada kesempatan yang berbeda Danramil 0815/05 Gedeg Kapten Inf Mulyono saat di konfirmasi mengatakan, “Kehadiran para Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan upaya khusus ketahanan pangan demi mempercepat pencapaian swasembada pangan. Dengan para Babinsa akan memiliki manfaat bagi para petani, paling tidak mengajak dan memotivasi para petani untuk senantiasa meningkatkan produksi pertanian,” ungkap Danramil.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62180</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Gerak Jalan di Mojokerto Semarakan Kemerdekaan RI ke 73</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-gerak-jalan-di-mojokerto-semarakan-kemerdekaan-ri-ke-73</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2018 16:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=52301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Danramil 0815/05 Gedeg Kapten Inf Kambali bersama Camat Gedeg Catoer Edy Novianto, S.Sos dan Kapolsek Gedeg AKP Suwoco memberangkatkan peserta lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Tahun 2018, Minggu (19/08/2018) siang. Tercatat sejumlah 147 regu terdiri dari regu kehormatan, umum dan pelajar yang berasal dari instansi pemerintah, PKK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Danramil 0815/05 Gedeg Kapten Inf Kambali bersama Camat Gedeg Catoer Edy Novianto, S.Sos dan Kapolsek Gedeg AKP Suwoco memberangkatkan peserta lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Tahun 2018, Minggu (19/08/2018) siang.</p>
<p>Tercatat sejumlah 147 regu terdiri dari regu kehormatan, umum dan pelajar yang berasal dari instansi pemerintah, PKK dan Dharma Wanita, Perwakilan Perusahaan, Karang Taruna, Pelajar SD hingga SLTA, diberangkatkan dari titik start depan Balai Desa Gedeg dan finish di depan Balai Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.</p>
<p>Camat Gedeg Catoer Edy Novianto, S.Sos, dalam sambutannya mengatakan, lomba gerak jalan diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Camat juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Panitia PHBN dan semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga lomba gerak jalan ini dapat dilaksanakan.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut, sekitar 3.150 orang, antara lain Sekcam Gedeg Fatkhurrahman, S.  STP., MM selaku Ketua Panitia, Pimpinan Instansi di wilayah Kecamatan Gedeg, undangan dan peserta lomba gerak jalan. </p>
<p>Lomba gerak jalan ini menempuh jarak sekitar 7 kilometer, melalui route  titik start depan Balai Desa Gedeg – Jalan Desa Pagerluyung – Jalan Desa Pagerjo – Jalan Desaa Batankrajan dan finish di depan Balai Desa Balongsari.</p>
<p>Masih dalam memontum menyemarakan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, sehari sebelumnya, Sabtu (18/08) lomba gerak jalan juga berlangsung di berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Seperti di wilayah Gondang kegiatan lomba gerak jalan diikuti 264 regu dengan jarak tempuh sepanjang 3,3 kilometer dengan start lapangan Desa Wonoploso dan finish di halaman Puskesmas Gondang yang diberangkatkan oleh Forpimka Gondang.</p>
<p>Sementara di wilayah Dlanggu sejumlah 384 regu (tiap regu 20 orang) peserta lomba gerak jalan terdiri dari 4 Regu Kehormatan, 152 Regu Umum dan 228 Regu Pelajar, diberangkatkan Forpimka Dlanggu dari titik start Lapangan Desa Segunung dan finish Lapangan Kedung Lengkong.</p>
<p>Berikutnya di wilayah Kemlagi, peserta lomba gerak jalan terdiri dari PKK Kecamatan, PKK Desa, Karang Taruna, Linmas, Lansia, Pelajar SD, SMP, SMA/SMK secara keseluruhan berjumlah sekitar 7.500 orang yang terbagi dalam 303 regu dan tiap regu berjumlah 20 orang, diberangkatkan Forpimka Kemlagi.</p>
<p>Selain di lokasi di atas, kegiatan lomba gerak jalan juga berlangsung di Kecamatan Jetis, Mojoanyar, Pacet dan seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto, dengan jarak bervariasi dan pemberangkatannya dilakukan oleh Forpimka (Camat, Kapolsek dan Danramil) setempat.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">52301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dan Petani Gembongan Genjot LTT</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-0815-05-gedeg-dan-petani-gembongan-genjot-ltt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 17:26:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40911</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan nasional, percepatan tanam terus dikejar dengan melakukan Luas Tambah Tanam (LTT). Seperti yang dilakukan Babinsa Gembongan Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815 Mojokerto, Serda Subkhan yang turun langsung ke sawah mendampangi petani menanam padi dengan menggunakan mesin tanam padi Rice Transpalanter, Rabu (02/05/2018). Pendampingan tanam padi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan nasional, percepatan tanam terus dikejar dengan melakukan Luas Tambah Tanam (LTT). Seperti yang dilakukan Babinsa Gembongan Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815 Mojokerto, Serda Subkhan yang turun langsung ke sawah mendampangi petani menanam padi dengan menggunakan mesin tanam padi Rice Transpalanter, Rabu (02/05/2018).</p>
<p>Pendampingan tanam padi di areal persawahan milik Niadi, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dengan luas 1,2 hektar yang ditanami jenis padi varietas Ciherang, dilakukan demi pencapaian target LTT di wilayah Gedeg.  </p>
<p>Tanpa canggung Serda Subkhan turun langsung ke sawah dan secara bergantian dengan petani Niadi menjalankan mesin tanam padi Rice Transpalanter.</p>
<p>&#8220;Adapun salah satu manfaat tanam padi menggunakan mesin ini diantaranya waktu tanam menjadi efisien karena lebih cepat dan dari sisi tenaga maupun biaya lebih hemat,&#8221; beber Serda Subkhan.</p>
<p>Pendampingan yang dilakukan kepada kelompok tani khususnya di wilayah desa binaan,  jelas Subkhan, adalah sebagai bentuk nyata bahwa Koramil 0815/05 Gedeg mendukung terhadap percepatan tanam yang digalakkan oleh pemerintah, guna menunjang tercapainya swasembada pangan nasional. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Gedeg Dampingi Poktan Tani Maju Terima Bantuan Alsintan</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-gedeg-dampingi-poktan-tani-maju-terima-bantuan-alsintan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2018 12:22:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/36813-babinsa-koramil-gedeg-dampingi-poktan-tani-maju-terima-bantuan-alsintan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Meneg BUMN. Penyaluran bantuan Alsintan berupa Hand Traktor R2 Kubota G1000 dan mesin pemotong rumput Vanda Diesel, masing-masing satu unit, diserahkan oleh Pimpinan BNI Kanca Mojokerto, Yacub Azwir kepada Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Meneg BUMN.</p>
<p>Penyaluran bantuan Alsintan berupa Hand Traktor R2 Kubota G1000 dan mesin pemotong rumput Vanda Diesel, masing-masing satu unit, diserahkan oleh Pimpinan BNI Kanca Mojokerto, Yacub Azwir kepada Kepala Desa Gempolkrep, H. Jani Suprayogi dan Ka Poktan Tani Maju, Tarbin, di Balai Desa Gempolkrep, Jumat (13/04/2018) sore.</p>
<p>Turut serta mendampingi, Staf BNI Kanca Mojokerto, Koordinator PPL Kecamatan Gedeg, H. Ahmad Burhan, SP, dan Babinsa Gempolkrep Koramil 0815/05 Gedeg Serma Wanto, serta dihadiri perwakilan anggota Poktan Tani Maju.</p>
<p>Pimpinan BNI Kanca Mojokerto, Yacub Azwir, mengatakan, bantuan Alsintan ini berasal dari Menteri Negara BUMN, Rini Sumarno yang penyalurannya melalui BNI Kantor Cabang Mojokerto.</p>
<p>&#8220;Bantuan ini berawal dari kunjungan Menteri Negara BUMN ke lahan pertanian Tekhnologi Singgang yang diterapkan Poktan Tani Maju Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep (29/03/2018) lalu,&#8221; ungkapnya sambil menyerahkan Alsintan.</p>
<p>Sementara Kades Gempolkrep, H. Jani Suprayogi yang didampingi Babinsa Serma Wanto dan Kepala Poktan Tani Maju, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Meneg BUMN bagi Poktan Tani Maju Desa Gempolkrep.</p>
<p>Babinsa Gempolkrep Koramil 0815/05 Gedeg, Serma Wanto menambahkan, bahwa ini bentuk perhatian pemerintah kepada petani Desa Gempolkrep. </p>
<p>&#8220;Diharapkan dengan adanya bantuan ini akan semakin memotivasi petani dalam meningkatkan produksi pangan,&#8221; pungkasnya. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Poktan Tani Maju Panen Padi Sistem Singgang</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-0815-05-gedeg-dampingi-poktan-tani-maju-panen-padi-sistem-singgang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 12:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<category><![CDATA[sistem singgang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35706-babinsa-koramil-0815-05-gedeg-dampingi-poktan-tani-maju-panen-padi-sistem-singgang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Upaya khusus ketahanan pangan terus dilakukan para Babinsa Jajaran Kodim 0815 Mojokerto melalui pendampingan terhadap petani dan kelompok tani. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Serma Wanto dibantu para Babinsa lainnya, mendampingi petani panen padi sistem singgang. Panen padi sistem singgang ini berlangsung di areal persawahan H. Miskan seluas satu hektar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211;  Upaya khusus ketahanan pangan terus dilakukan para Babinsa Jajaran Kodim 0815 Mojokerto melalui pendampingan terhadap petani dan kelompok tani.   Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Serma Wanto dibantu para Babinsa lainnya, mendampingi petani panen padi sistem singgang. </p>
<p>Panen padi sistem singgang ini berlangsung di areal persawahan H. Miskan seluas satu hektar, anggota kelompok tani (Poktan) Tani Maju, Dusun Sukosewu Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.</p>
<p>Sejatinya panen padi sistem singgang ini sudah diawali dengan pengubinan pada hari sebelumnya,  yang mendapat pendampingan langsung dari Babinsa setempat Serma Wanto dan Ketua Poktan Tani Maju, Tarbin. </p>
<p>Menurut keterangan Babinsa Gempolkrep, Serma Wanto, pada panen padi sistem singgang dengan jenis padi varietas Inpari – 32 diperoleh hasil sejumlah  7,4 ton, sementara harga gabah kering panen (GKP) Rp 4000 dan gabah kering giling Rp 4900.</p>
<p>Secara terpisah, Danramil 0815/05 Gedeg Kapten Inf Kambali menuturkan, kehadiran Babinsa pada panen padi di wilayah binaan merupakan bagian dari pendampingan ketahanan pangan dalam rangka mensukseskan swasembada pangan di wilayah. </p>
<p>“Semoga dengan hadirnya Babinsa ini dapat memacu semangat para petani dan Poktan untuk meningkatkan produksi pangan,&#8221; harap Danramil. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil 05/Gedeg Kawal Panen Padi</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-05-gedeg-kawal-panen-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2018 12:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/34304-babinsa-koramil-05-gedeg-kawal-panen-padi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Dalam upaya membantu kelancaran proses produksi padi di wilayah, Koramil 05/Gedeg Kodim 0815/Mojokerto mengerahkan Babinsa untuk melakukan pendampingan panen padi di wilayah binaan. Serda Suyadi, Babinsa Batankrajan Koramil 0815/05 saat melakukan pendampingan panen padi di lahan seluas 0,3 hektar atau 3.000 meter2 , milik Isman Bodo, Kelompok Tani Cempaka 1, Dusun Batankrajan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Dalam upaya membantu kelancaran proses produksi padi di wilayah, Koramil 05/Gedeg Kodim 0815/Mojokerto mengerahkan Babinsa untuk melakukan pendampingan panen padi di wilayah binaan.  Serda Suyadi, Babinsa Batankrajan Koramil 0815/05 saat melakukan pendampingan panen padi di lahan seluas 0,3 hektar atau 3.000 meter2 , milik Isman Bodo, Kelompok Tani Cempaka 1, Dusun Batankrajan Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (28/03/2018).</p>
<p>Di lahan yang ditanami padi varietas Ciherang tersebut, perkiraan hasil panen mencapai 2,16 ton, atau per hektar tembus 7,2 ton. Capaian panen tersebut tergolong memuaskan, hal ini dikarenakan teraturnya proses pengolahan lahan, penanaman padi, pemupukan dan  cuaca yang mendukung, ucap Serda Suyadi.</p>
<p>Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Danramil 0815/05 Kapten Inf Kambali mengungkapkan, bahwa dirinya juga turut senang dengan capaian hasil panen tersebut, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan petani.  &#8220;Koramil bersama petugas dari BPP termasuk Babinsa dan PPL akan terus bersinergi demi tercapainya swasembada pangan di wilayah guna mengawal ketahanan pangan yang diprogramkan pemerintah,&#8221; tegasnya. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Peneliti BPTP Jatim Tinjau Uji Coba Sistem Singgang</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-0815-05-gedeg-dampingi-peneliti-bptp-jatim-tinjau-uji-coba-sistem-singgang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 15:18:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[BPTP Propinsi Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/05]]></category>
		<category><![CDATA[singgang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32179-babinsa-koramil-0815-05-gedeg-dampingi-peneliti-bptp-jatim-tinjau-uji-coba-sistem-singgang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Peneliti Tanaman Pangan dari Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Jatim Ir. Rohmad Budiono, M.Sc, melakukan kunjungan di lokasi uji coba tanaman padi dengan teknologi Sistem Singgang di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (18/03/2018). Kehadiran peneliti pangan di lahan seluas 15 hektar yang dikelola Poktan Tani Maju, Dusun Sukosewu, Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Peneliti Tanaman Pangan dari Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Jatim Ir. Rohmad Budiono, M.Sc, melakukan kunjungan di lokasi uji coba tanaman padi dengan teknologi Sistem Singgang di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto,  Minggu (18/03/2018).</p>
<p>Kehadiran peneliti pangan di lahan seluas 15 hektar yang dikelola Poktan Tani Maju, Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, yang dijadikan lokasi uji coba teknologi Singgang, diterima Kepala Desa Gempolkrep, H.Jani, Babinsa Gempolkrep Koramil 0815/05 Gedeg Serka Wanto, Ketua Poktan Tani Maju, Sutarbin dan anggota Poktan. </p>
<p>Kunjungan Peneliti BPTP Jatim Ir. Rohmad Budiono, MSc, dalam rangka pengecekan pertumbuhan tanaman Singgang/Salibu yang diujicobakan di area Poktan Tani Maju Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg. </p>
<p>Di sela-sela pengecekan, Peneliti Pangan dari BPTP Jatim,  mengatakan, bahwa uji coba sistem Singgang sudah memasuki usia 75 sampai dengan 80 hari, ternyata pertumbuhannya sangat baik. &#8220;Uji coba sistem Singgang di lokasi ini yang akan berhasil secara maksimal,&#8221; harapnya. </p>
<p>Menurut Peneliti BPTP Jatim Ir. Rohmad Budiono, M.Sc, mengatakan teknologi singgang harus diterapkan dengan konsep Pengelolaan Tanaman secara Terpadu (PTT) padi sawah. &#8220;Salah satu komponen pentingnya adalah tanam secara jajar legowo (Jarwo) 2 : 1. Kalau tidak 2 : 1, itu bukan jajar legowo,&#8221; jelasya.</p>
<p>&#8220;Penerapan teknologi singgang harus direncanakan dengan baik, terutama pada dua minggu sebelum dan setelah panen,  batang padi harus dijaga tetap segar, dengan cara tanaman diairi tujuh hari sebelum panen, atau panen diajukan 5–7 hari sebelumnya.<br />
Tujuh hari, setelah panen, diamati apakah singgang mengalami pertumbuhan apa tidak,  jika tumbuh lebih dari 70 persen maka teknologi singgang layak diterapkan,&#8221; Bebernya</p>
<p>Masih tuturnya, selanjutnya pangkas tunggul padi sampai di pangkal, kira-kira tersisa maksimal 3 cm. Biarkan selama 2-3 hari, lalu airi kembali.  </p>
<p>&#8220;Bila ada tunggul yang mati, sulam dengan memecah tunggul yang hidup di dekatnya. Tujuh hari setelah pangkas, segera lakukan pemupukan dengan dosis 15 persen lebih tinggi dari dosis pupuk dasar rekomendasi. Selebihnya tanaman dipelihara seperti biasa,&#8221; ungkapnya kembali. </p>
<p>Dijelaskannya,  adapun keuntungan menerapkan teknologi Singgang, diantaranya, tidak perlu pengolahan lahan seperti pembenihan/persemaian, tidak harus membajak dan tidak menanam, Menghemat biaya 30 persen, Sistem Tehnologi Singgang dapat dilakukan sampai dengan 4 kali dan waktu panen lebih cepat 20 hari dari tanam padi regular. </p>
<p>&#8220;Sistem Tehnologi Singgang hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan tanam padi reguler selain itu petani yang biasanya dalam 1 tahun hanya bisa panen 2 kali dengan sistem singgang bisa panen 3 kali dalam 1 tahun,&#8221; tandasnya. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32179</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
