<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>korban tewas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/korban-tewas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Nov 2017 07:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>korban tewas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Makam Dedy Dibongkar, Keluarga Siap Tuntut Satlantas Polresta dan Manajemen RSUD Purut</title>
		<link>https://memontum.com/makam-dedy-dibongkar-keluarga-siap-tuntut-satlantas-polresta-dan-manajemen-rsud-purut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 07:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[korban tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Mal Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Purut]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/3691-makam-dedy-dibongkar-keluarga-siap-tuntut-satlantas-polresta-dan-manajemen-rsud-purut</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Warga korban kecelakaan diduga mal administrasi, yang dilakukan Satlantas Polresta dan manajemen RSUD dr Soedarsono meminta makam M Dedy Irawan, untuk dibongkar. Jasadnya dibawa ke Probolinggo, tempat korban tinggal. Proses pembongkaran makam tersebut sempat jadi perhatian warga setempat. Informasi yang didapat Memo X di lapangan, Jumat (3/11/2017) menyebutkan, keluarga korban, dari Kepolisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Warga korban kecelakaan diduga mal administrasi, yang dilakukan Satlantas Polresta dan manajemen RSUD dr Soedarsono meminta makam M Dedy Irawan, untuk dibongkar. Jasadnya dibawa ke Probolinggo, tempat korban tinggal. Proses pembongkaran makam tersebut sempat jadi perhatian warga setempat.</p>
<p>Informasi yang didapat Memo X di lapangan, Jumat (3/11/2017) menyebutkan,  keluarga korban, dari Kepolisian serta pihak RSUD dr Soedarsono tiba di makam sekitar pukul 09.30 Wib. Nampak di lokasi pembongkaran makan dipasang garis polisi.</p>
<p>“Jasad korban langsung dimasukkan ke dalam peti jenazah. Kemudian diangkut menggunakan mobil ambulance. Oleh pihak keluarga langsung dibawa ke tempat asal korban,” ujar Yanti (45) salah satu warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi korban dimakamkan.</p>
<p>Sementara Jumad, ayah korban mengatakan, “Jenazahnya (M Dedy Irawan) akan kami bawa ke Probolinggo untuk dimakamkan,” singkatnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, M Dedy Irawan yang pernah terpilih sebagai Kakang Persahabatan Kota Probolinggo ini,  mengalami kecelakaan bulan Oktober lalu. Ketika itu, korban berniat ke Probolinggo, usai dari Malang dengan mengendarai motor. Sampai di kawasan Jalan Raya Ir Juanda, Kota Pasuruan. Korban menabrak motor, dan langsung dibawa ke RSUD dr R Soedarsono untuk mendapat perawatan.</p>
<p>Tapi sayangnya nyawa korban tak tertolong. Mirisnya lagi, pihak keluarga korban tidak diberitahu oleh Kepolisian maupun Manajemen rumah sakit. Bahkan korban, sempat dikabarkan Mr X (tanpa identitas). Padahal, pihak kepolisian mengetahui korban sudah meninggal dunia. <strong>(dik/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Air Panas Pacet Makan Korban, Warga Pandaan Tewas Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-air-panas-pacet-makan-korban-warga-pandaan-tewas-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2017 02:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[korban tewas]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/3081-wisata-air-panas-pacet-makan-korban-warga-pandaan-tewas-tenggelam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pemandian Wana Wisata Air Panas Pacet, Kabupaten Mojokerto mendadak gempar. Pasalnya, salah satu pengunjung pemandian tersebut, tiba-tiba tenggelam, Selasa (31/10/2017) malam, sekitar pukul 19.30 Wib. Belakangan diketahui, korban bernama Warsiami (60) warga Dusun Kedondong, Rt 08 Rw 04, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Informasi yang dihimpun Memontum.com menyatakan, korban bersama keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pemandian Wana Wisata Air Panas Pacet,  Kabupaten Mojokerto mendadak gempar. Pasalnya, salah satu pengunjung pemandian tersebut,  tiba-tiba tenggelam, Selasa (31/10/2017) malam,  sekitar pukul 19.30 Wib. Belakangan diketahui, korban bernama Warsiami (60) warga Dusun Kedondong, Rt 08 Rw 04, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan,  Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Informasi yang dihimpun Memontum.com menyatakan, korban bersama keluarga besarnya berniat mengunjungi obyek Wisata Pemandian Air Panas. Setiba di lokasi kejadian, korban yang ditemani Lilik Nurhayati (45) anaknya, langsung menceburkan diri ke kolam, tidak lama kemudian korban langsung tenggelam, ada kemungkinan korban tidak bisa berenang.</p>
<p>Melihat ibunya tenggelam, Lilik berusaha memberikan pertolongan sambil berteriak minta tolong. Setelah berhasil dievakuasi,  selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas terdekat, untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, korban meninggal dalam perjalanan.</p>
<p>&#8220;Setibanya di sini,  korban sudah dalam keadaan tidak bernafas, kemungkinan meninggal dalam perjalanan,&#8221; kata Dr Eka, usai memeriksa kondisi korban. <strong>(ar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3081</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
