<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>koridor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/koridor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 09:58:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>koridor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kaji Penambahan Koridor Trans Jatim, Gubernur Khofifah Sebut Masih Hitung Anggaran</title>
		<link>https://memontum.com/kaji-penambahan-koridor-trans-jatim-gubernur-khofifah-sebut-masih-hitung-anggaran</link>
					<comments>https://memontum.com/kaji-penambahan-koridor-trans-jatim-gubernur-khofifah-sebut-masih-hitung-anggaran#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hitung]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut rencana penambahan koridor Trans Jatim di wilayah Malang Raya, yang kini masih dalam tahap pembahasan. Dalam hal ini, Pemprov Jatim akan melakukan rapat lanjutan untuk menghitung kebutuhan anggaran dan skema layanan transportasi tersebut. “Baru nanti malam kita mau rapat di Grahadi. Jadi kan ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut rencana penambahan koridor Trans Jatim di wilayah Malang Raya, yang kini masih dalam tahap pembahasan. Dalam hal ini, Pemprov Jatim akan melakukan rapat lanjutan untuk menghitung kebutuhan anggaran dan skema layanan transportasi tersebut.</p>



<p>“Baru nanti malam kita mau rapat di Grahadi. Jadi kan ada permintaan buruh itu yang Pasuruan. Tapi saat saya menerima perwakilan buruh, saya juga menyampaikan ada kebutuhan strategis di Malang,” ujar Gubernur Khofifah, saat kunjungan ke Kota Malang, Jumat (29/05/2026) tadi.</p>



<p>Gubernur Khofifah menjelaskan, sebelumnya pengembangan Trans Jatim memang direncanakan memiliki tiga koridor. Namun, realisasinya masih menunggu kajian lebih lanjut dari Dinas Perhubungan Jawa Timur, termasuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.</p>



<p>“Sebetulnya direncanakan tiga koridor. Tunggu nanti malam kita lagi hitung-hitung anggaran,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat ditanya target realisasi penambahan koridor Trans Jatim di Malang, Gubernur Khofifah belum dapat memastikan waktunya. Menurutnya, pengembangan layanan transportasi massal tidak bisa dilakukan secara instan tanpa proses kajian dan dialog.</p>



<p>“Saya harus melihat model yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Tidak ada uang langsung bikin, tidak. Pasti akan ada proses dialog, selain juga melihat kebutuhan market,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa dorongan percepatan pengembangan Trans Jatim juga muncul saat peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei lalu. Salah satu tuntutan buruh yakni mempercepat akses Trans Jatim menuju kawasan PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).</p>



<p>&#8220;Rupanya banyak dari para pekerja yang harus mengakses ke PIER, seperti ketika di Mojokerto itu mereka merasa tersuplai ketika ada Trans Jatim melalui sentra industri Ngoro. Jadi nanti malam kita bahas lagi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kaji-penambahan-koridor-trans-jatim-gubernur-khofifah-sebut-masih-hitung-anggaran/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Usulkan Penambahan Koridor Trans Jatim dan Fokus Perluas Jangkauan Lintas Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-usulkan-penambahan-koridor-trans-jatim-dan-fokus-perluas-jangkauan-lintas-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[jangkauan]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[perluas]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231922</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menambah koridor layanan Trans Jatim. Hal itu dilakukan, guna memperluas jangkauan transportasi publik, khususnya pada wilayah yang belum terlayani angkutan massal. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencana tersebut muncul melalui forum diskusi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pihak penyelenggara program Trans Jatim. “Kita diajak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menambah koridor layanan Trans Jatim. Hal itu dilakukan, guna memperluas jangkauan transportasi publik, khususnya pada wilayah yang belum terlayani angkutan massal.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencana tersebut muncul melalui forum diskusi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pihak penyelenggara program Trans Jatim. “Kita diajak diskusi untuk memberikan masukan rute-rute strategis yang dibutuhkan masyarakat. Tapi yang menentukan tetap Pemerintah Provinsi,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (23/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, masih ada sejumlah kawasan di Kota Malang, yang belum terjangkau layanan Trans Jatim. Diantaranya, seperti wilayah Soekarno-Hatta hingga Blimbing. Terlebih, kawasan tersebut dikenal sebagai kawasan pendidikan, perkantoran hingga pusat aktivitas masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya koridor baru nantinya dirancang bersifat lintas daerah agar konektivitas antarkota semakin optimal. Misalnya dari Kota Malang menuju Singosari melewati pusat kota, kemudian bisa terhubung lagi dengan koridor lain,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, potensi pengembangan rute juga mencakup jalur dari kawasan Bandara Abdurrahman Saleh hingga Kepanjen melalui wilayah Kota Malang. Menurutnya, konsep lintas daerah dinilai lebih efektif karena mobilitas pengguna Trans Jatim mayoritas berasal dari wilayah kabupaten sekitar menuju Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menilai, keberadaan koridor Trans Jatim saat ini mendapat respons positif dari masyarakat. Armada yang beroperasi, disebut hampir selalu terisi penumpang.</p>



<p>“Bagi pekerja, mahasiswa, masyarakat yang ke pusat perbelanjaan, kantor, wisata maupun kuliner, semuanya dilewati. Saya lihat tidak pernah kosong,” katanya.</p>



<p>Karena itu, Pemkot Malang lebih memprioritaskan penambahan koridor dibandingkan penambahan jumlah armada.</p>



<p>Selain itu, untuk mendukung integrasi layanan, Pemkot Malang juga menyiapkan sistem feeder Trans Jatim menggunakan Angkutan Kota (Angkot) yang sudah ada. Pemkot Malang berencana melakukan penataan ulang rute Angkot agar dapat menjadi pengumpan penumpang menuju halte Trans Jatim.</p>



<p>“Kita akan aktifkan feeder dari angkot. Rute-rutenya nanti kita sesuaikan agar mendukung layanan Trans Jatim,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, saat ini, regulasi teknis masih disiapkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar penggunaan anggaran operasional feeder. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231922</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Genap Sepekan Beroperasi, Bus Trans Jatim Koridor V Surabaya-Bangkalan Dilempar Batu</title>
		<link>https://memontum.com/belum-genap-sepekan-beroperasi-bus-trans-jatim-koridor-v-surabaya-bangkalan-dilempar-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[beroperasi]]></category>
		<category><![CDATA[dilempar]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[sepekan,]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya-bangkalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215138</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Bus Trans Jatim Koridor V Surabaya-Bangkalan mendapat serangan vandalisme berupa pelemparan batu saat melintas di Jalan Akses Jembatan Suramadu sisi Bangkalan, Minggu (06/10/2024) kemarin sekitar pukul 07.21. Pelaku tidak dikenal tersebut, melempar kaca sebelah kiri bus yang belum genap satu pekan beroperasi ini. Aksi pelemparan batu tersebut, terekam CCTV Bus Trans Jatim. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Bus Trans Jatim Koridor V Surabaya-Bangkalan mendapat serangan vandalisme berupa pelemparan batu saat melintas di Jalan Akses Jembatan Suramadu sisi Bangkalan, Minggu (06/10/2024) kemarin sekitar pukul 07.21. Pelaku tidak dikenal tersebut, melempar kaca sebelah kiri bus yang belum genap satu pekan beroperasi ini.</p>



<p>Aksi pelemparan batu tersebut, terekam CCTV Bus Trans Jatim. Dalam rekaman, terlihat Bus Trans Jatim dengan kode armada 506, melaju di jalan akses Jembatan Suramadu. Sementara lokasi pelemparan, berada di dekat pintu masuk Jembatan Suramadu dari arah Bangkalan. Akibat kejadian ini, kontan membuat para penumpang di dalam bus langsung was-was dan kaget.</p>



<p>Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie, saat dikonfirmasi merasa geram dan langsung merespon agar tindakan tegas untuk pelemparan Bus Trans Jatim. Termasuk, meminta oknum pelaku pelempar batu segera menyerahkan diri secepatnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bangkalan ini humanis. Bangkalan ini hebat, oknum tersebut saya harap segera menyerahkan diri. Saya juga berharap pada seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi dan memantau. Kami yakin, itu dilakukan oleh oknum yang tidak suka atau kurang suka Bangkalan ini berkembang,” kata Pj Bupati Arief, Senin (07/10/2024) tadi.</p>



<p>Arief juga meminta masyarakat, jika ada yang mengenali pelaku supaya segera melapor. &#8220;Jika ada oknum dari luar atau dalam Bangkalan yang berupaya melakukan aksi vandalisme serupa saat Bus Trans Jatim koridor V melintas, supaya segera melapor. Karena aksi seperti ini bisa menghambat perkembangan transportasi publik di Kabupaten Bangkalan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Menurutnya, aksi seperti ini tidak perlu terjadi lagi di Bangkalan. “Semua bisa dibicarakan, semua bisa dinegosiasikan, semua bisa dibahas. Tidak perlu dengan penguatan massa, kekerasan juga tidak perlu. Jangan sampai terjadi kembali. Saya mohon maaf apabila belum bisa memberikan yang terbaik. Tetapi saya ingin Bangkalan lebih sejahtera lagi, Bangkalan lebih hebat lagi. Itu semua saya mohon dukungan masyarakat Bangkalan,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Ahmad Roniun Hamid, mengatakan bahwa pihaknya bakal menggelar sosialisasi supaya kejadian vandalisme tidak terjadi lagi. “Kami akan memastikan semua shelter, halte, titik-titik pemberhentian Bus Trans Jatim steril dari aksi yang meresahkan. Saya harapkan aksi vandalisme seperti ini tidak lagi terjadi,&#8221; tambahnya. <strong>(ss/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215138</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawasan Koridor Kayutangan Heritage Kota Malang Jadi Potensi Investasi dan Pengembangan Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/kawasan-koridor-kayutangan-heritage-kota-malang-jadi-potensi-investasi-dan-pengembangan-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198472</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage yang kini telah menjadi jujugan para wisatawan saat berkunjung ke Kota Malang, tidak henti-hentinya terus dilakukan penataan dan pembenahan. Sebab, kawasan tersebut diyakini telah menjadi legacy kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pencatatan Terpadu Satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage yang kini telah menjadi jujugan para wisatawan saat berkunjung ke Kota Malang, tidak henti-hentinya terus dilakukan penataan dan pembenahan. Sebab, kawasan tersebut diyakini telah menjadi legacy kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pencatatan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan jika beberapa bangunan kosong yang terdapat di koridor Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang tersebut, nantinya akan terus dimanfaatkan dan direncanakan masuk di dalam peta investasi Kota Malang.</p>



<p>“Di tahun ini kita susun, sehingga nanti bukan hanya gedung dan bangunan saja. Namun, juga tanah. Dimana, peta investasi tersebut nantinya juga bisa dilihat sampai luar negeri, bukan hanya warga Indonesia atau Jawa Timur. Sehingga, nantinya dapat mengetahui potensi apa yang dimasukan dari harga PBBnya yang sekian, nah itu nanti akan segera kita susun,” jelas Arif, Selasa (19/09/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, untuk saat ini peluang usaha yang berpeluang dan bisa tumbuh bagus di koridor Kayutangan Heritage, yakni butik dengan menjualkan berbagai kaos dengan ciri khas Malang atau usaha yang menjual cinderamata (oleh-oleh) khas Malang. &#8220;Contoh seperti Soak Ngalam, itu mungkin bisa dikembangkan atau mungkin bisa pakai bahasa walikan atau hal-hal unik. Karena di Kota Malang, ini tidak punya yang namanya tempat rekreasi alam. Makanya, kita bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya, jika saat ini usaha terbanyak yang masih menjadi tempat favorit masyarakat di Koridor Kayutangan Heritage, yakni kafe, restoran, bahkan juga hotel. Ke depan, diharapkan usaha-usaha tersebut akan terus tumbuh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tahun depan nanti, akan ada rencana pembangunan Hotel Bintang 5. Kemarin saya sudah ketemu dengan ownernya dan ngobrol. Untuk tahun ini, tidak mungkin dibangun karena juga masih dalam pengumpulan dananya,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dengan adanya Kawasan Kayutangan Heritage tersebut, Arif juga mengibaratkan seperti Malioboro yang terdapat di Yogyakarta. Sebab, sebagian orang merasa jika belum ke Malioboro berati belum datang ke Yogyakarta. Itu sama halnya ketika datang di Kota Malang.</p>



<p>“Kalau belum ke Malioboro, ya berarti belum ke Yogyakarta. Sama dengan belum ke Kota Malang, kalau belum mampir ke Kayutangan Heritage. Sebenarnya, yang kita lihat di Kayutangan itu apa sih? Kan tidak ada, hanya jalan jalan saja. Tetapi dengan dia bisa foto di Kayutangan situ, kemudian posting di sosial media itu menunjukkan bahwa sudah datang ke Kota Malang,” lanjutnya.</p>



<p>Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat, agar terus merawat dan menjaga Kawasan Kayutangan Heritage tersebut. Sebab, dalam pembangunannya juga tidak mudah dan membutuhkan anggaran biaya yang luar biasa.</p>



<p>“Maka mari kita rawat, kita jaga, kita majukan terus. Karena dalam pembangunan itu menggunakan dana APBD, dana dari rakyat. Ketika kita sudah diberikan sesuatu itu harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Tentu pembangunan ini juga melibatkan OPD terkait, maka kalau butuh sesuatu untuk kemajuan Kayutangan bisa menghubungi OPD di lingkungan Pemkot Malang,” imbuh Arif. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Penataan UMKM di Kampung dan Koridor Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-penataan-umkm-di-kampung-dan-koridor-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Banyaknya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di dalam kampung Kayutangan Heritage, membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, akan menyiapkan skema penataan. Hal ini dilakukan, agar bisa terus bersaing dengan UMKM yang ada. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika skema tersebut yakni dengan mengkolaborasikan UMKM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Banyaknya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di dalam kampung Kayutangan Heritage, membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, akan menyiapkan skema penataan. Hal ini dilakukan, agar bisa terus bersaing dengan UMKM yang ada.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika skema tersebut yakni dengan mengkolaborasikan UMKM yang ada di dalam kampung dengan di koridor. Tentunya, itu dilakukan agar tidak ada yang merasa disisihkan atau merasa tersaingi.</p>



<p>“Jangan sampai seperti itu. Ini tugas dari kita untuk menghimpun. Kemarin kita juga sudah berbicara dengan Pokdarwis Kayutangan, terkait UMKM disana. Datanya sudah diberikan ke kita, nanti itu akan kita kaji. Meskipun mata pencaharian mereka banyak yang UMKM dan sudah berjalan sampai dengan hari ini,” ujar Eko, Sabtu (12/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika sampai dengan saat ini di dalam perkampungan Kayutangan Heritage sendiri, ada sekitar 88 UMKM dengan jenis makanan dan minuman yang paling mendominasi. Selain itu, sementara ini masih belum ada. Namun akan ditata kembali.</p>



<p>“Nanti ada pengajuan dari beberapa UMKM yang ada di dalam kita kolaborasikan dengan di depan, nanti tentu akan kita tata kembali dan kita arahkan. Ini memang harus kita wadahi,” katanya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi rumah-rumah kosong yang ada di dalam perkampungan Kayutangan Heritage, untuk dimanfaatkan dan dipergunakan dalam mendorong perekonomian warga. “Kemarin saya sempat berbicara di sana kalau mungkin ada rumah-rumah yang kosong dan tidak dimanfaatkan, silahkan kita fasilitasi untuk dimanfaatkan dan digunakan teman-teman di sana. Nanti akan kita setting dengan sesuatu yang berbeda,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Koridor Kayutangan Heritage Bukan untuk PKL, Ini Penjelasan Pokdarwis Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/koridor-kayutangan-heritage-bukan-untuk-pkl-ini-penjelasan-pokdarwis-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bukan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan]]></category>
		<category><![CDATA[PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gencarnya penertiban PKL di koridor Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, menuai perhatian. Adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, yang memberikan apresiasi mengenai pentingnya memahami kawasan tersebut bukanlah kawasan perdagangan. Melainkan, kawasan strategis sosial budaya. Pria yang kerapa disapa, Ki Demang, menegaskan bahwa kawasan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gencarnya penertiban PKL di koridor Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, menuai perhatian.</p>



<p>Adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, yang memberikan apresiasi mengenai pentingnya memahami kawasan tersebut bukanlah kawasan perdagangan. Melainkan, kawasan strategis sosial budaya.</p>



<p>Pria yang kerapa disapa, Ki Demang, menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan di kawasan tersebutpun harus sesuai dengan karakteristiknya.</p>



<p>“Kegiatan PKL memang tidak diperbolehkan di sini. Namun, kegiatan yang mendukung dan sesuai, seperti musik, tidak masalah karena hanya untuk menambah suasana,” ujar Ki Demang, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pria yang juga merupakan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, mengungkapkan bahwa mereka memiliki pekerjaan rumah (pr) untuk melakukan kajian terhadap kawasan tersebut, sebagai kawasan cagar budaya. &#8220;Kawasan koridor Kayutangan ini merupakan wilayah cagar budaya. Jika ada kegiatan jual-beli, sebaiknya dilakukan di dalam kampung tematik, Kayutangan Heritage,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ki Demang menjelaskan bahwa hanya ada beberapa usaha yang diizinkan berjualan di luar gapura kampung Kayutangan Heritage. Karena, keberadaan usaha tersebut merupakan bagian dari identitas masyarakat kampung Kayutangan Heritage.</p>



<p>“Sejak dulu, mereka sudah berjualan di situ, tepatnya di Gang 4 depan gapura. Ini sudah menjadi kesepakatan, karena sebelum ada aturan tentang PKL, mereka sudah ada di sana dan bukanlah pesaing. Jika tidak salah, hanya ada dua usaha yang berjualan di sana,” imbuh Ki Demang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193117</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
