<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kotalama &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kotalama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 06:32:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kotalama &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Gelar Imunisasi Tambahan serentak di Kelurahan Kotalama</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-gelar-imunisasi-tambahan-serentak-di-kelurahan-kotalama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kotalama]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menggelar Imunisasi Tambahan Anak Serentak (ITAS) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, setelah ditemukan adanya lima kasus positif campak yang menyerang anak-anak di kelurahan tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menggelar Imunisasi Tambahan Anak Serentak (ITAS) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, setelah ditemukan adanya lima kasus positif campak yang menyerang anak-anak di kelurahan tersebut.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa ITAS tersebut menyasar 2.600 anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun. Kotalama dipilih sebagai lokasi pelaksanaan, karena tingginya temuan kasus campak, serta rendahnya capaian imunisasi dalam tiga tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Selama tiga tahun terakhir, capaian imunisasi di Kotalama masih di bawah 80 persen, padahal targetnya 95 persen. Jadi memang direkomendasikan untuk pelaksanaan ITAS,” ujar Meifta, melalui sambungan seluler.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa ITAS sendiri merupakan bagian dari program nasional yang juga dikenal sebagai Outbreak Response Immunization (ORI), namun dengan istilah dalam bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua minggu, sejak 6 hingga 18 Oktober mendatang.</p>



<p>&#8220;Untuk ITAS ini memang hanya di Kelurahan Kotalama saja,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meifta juga menyebut, bahwa peningkatan kasus campak tahun ini juga dipicu oleh faktor pandemi Covid-19. Karena menurutnya, banyak orang tua yang enggan datang ke Posyandu karena takut. Sehingga melewati jadwal imunisasi.</p>



<p>“Akibatnya, jadwal imunisasi banyak yang terlewat sehingga jadinya bolong-bolong. Setelah ini kami juga tetap akan melakukan sweeping dengan mendatangi mereka yang belum terimunisasi. Karena manfaat imunisasi ini bukan hanya bagi anaknya, tapi juga melindungi lintas generasi dan membentuk kekebalan kelompok,” tegas Meifta.</p>



<p>Lebih lanjut, Meifta juga menanggapi adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi karena rasa khawatir, saat anaknya panas. “Itu wajar, tapi panas setelah imunisasi hanya 1 hingga 2 hari dan tidak semua anak mengalaminya. Bahkan bisa diantisipasi dengan obat penurun panas,” ucapnya.</p>



<p>Dengan ITAS ini, Dinkes Kota Malang menargetkan minimal 95 persen anak di Kotalama mendapat imunisasi lengkap agar kekebalan kelompok terbentuk sempurna. Karena, campak adalah penyakit menular yang bisa berbahaya jika tidak dicegah.</p>



<p>&#8220;Kalau sudah kena campak, imunitas tubuhnya bisa hilang, mudah terserang infeksi lain, bahkan bisa menyebabkan radang otak atau paru-paru. Karena itu, imunisasi ini penting agar tidak menimbulkan dampak fatal. Kami berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini. Anak yang sehat akan semakin kuat dan terlindungi,” imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang Ikuti Kirab Sahur Bareng Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kotalama</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-malang-ikuti-kirab-sahur-bareng-gerakan-pemuda-kampung-kebalen-kotalama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 23:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kebalen]]></category>
		<category><![CDATA[kotalama]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208314</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menutup Bulan Suci Ramadan 1445 H, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti kegiatan kirab patroli sahur bareng Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kotalama (Geprakkk), di Kecamatan Kedungkandang, Selasa (09/04/2024) dini hari tadi. Dalam hal ini, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, tentu memberikan apresiasi positif kepada para pemuda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menutup Bulan Suci Ramadan 1445 H, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti kegiatan kirab patroli sahur bareng Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kotalama (Geprakkk), di Kecamatan Kedungkandang, Selasa (09/04/2024) dini hari tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, tentu memberikan apresiasi positif kepada para pemuda tersebut. Sebab, menurutnya dari kegiatan patrol yang telah dilakukan saat sahur itu membuat Kota Malang lebih dikenal.</p>



<p>“Acara ini keren, saya mengapresiasi dan mendukung penuh karena patrol ini merupakan tradisi kita semua untuk membangunkan warga dalam rangka sahur. Gerprakkk ini juga sudah membawa Kota Malang tidak hanya terkenal di Malang saja tetapi juga di seluruh Indonesia,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya jika kegiatan patroli tersebut diyakini mampu menjaga kekompakan para pemuda. Disamping itu juga untuk melestarikan tradisi patrol sahur yang semakin memudar di wilayah perkotaan.</p>



<p>“Tentu ini juga dapat menguatkan kerukunan warga, sehingga turut menciptakan kondusifitas daerah dan tentunya dapat mencegah dari terjadinya tindak kriminal. Untuk warga yang hendak menjalankan ibadah puasa, waktu makan sahurnya pun jadi tidak akan terlambat atau bahkan terlewatkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diakhir, Pj Wali Kota Wahyu juga meminta agar tradisi yang dibangun sejak tahun 1998 itu bisa terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda berikutnya. Sehingga tradisi tersebut tetap dapat dilestarikan dan tidak pudar seiring berjalannya waktu.</p>



<p>“Sehingga, kelak nantinya para generasi penerus akan tetap mengenal. Saya juga berpesan agar saat berpatrol selalu menjaga ketertiban. Sehingga tidak mengganggu warga lain atau pengguna jalan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208314</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
