<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kreatif masyarakat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kreatif-masyarakat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Apr 2023 12:12:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kreatif masyarakat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Street Food Jajanan Viral Kekinian Ala Thailand Jadi Favorit Wisatawan Alun-alun Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/street-food-jajanan-viral-kekinian-ala-thailand-jadi-favorit-wisatawan-alun-alun-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187589</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Street Food atau jajanan jalanan ala Thailand menjadi viral kekinian di Kota Batu. Makanan itu, dengan sajian bahan ikan laut seperti kerang hijau, cumi-cumi dan gurita dimasak pedas manis berikut bumbu kuning. Street Food ala Thailand ini, terdapat di kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kota Batu dan kini telah menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Street Food atau jajanan jalanan ala Thailand menjadi viral kekinian di Kota Batu. Makanan itu, dengan sajian bahan ikan laut seperti kerang hijau, cumi-cumi dan gurita dimasak pedas manis berikut bumbu kuning.</p>



<p>Street Food ala Thailand ini, terdapat di kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kota Batu dan kini telah menjadi favorit para wisatawan. Kebanyakan, wisatawan merasa penasaran dari sajian makanan tersebut yang hampir sama dengan tempat aslinya di Thailand.</p>



<p>Salah seorang pengunjung Alun-alun Kota Batu, Widya (24), warga Madiun, mengatakan bahwa setiap datang ke Kota Batu, yang menjadi tujuan utama adalah tempat jualan jajanan jalan seperti di Thailand tersebut. &#8220;Ya, kalau saya datang ke Kota Batu, pasti tujuan pertama di Alun-alun Kota Batu. Kemudian, membeli makanan yang unik ini. Dan, saya suka cumi-cumi pedas manis dan kerang hijau bumbu kuning,&#8221; terangnya, saat ditemui di Alun-alun Kota Batu, Jumat (28/04/2023) tadi.</p>



<p>Harga makanan itu, menurutnya tidak terlalu mahal. Yaitu, hanya kisaran Rp 20 ribu sampai 30 ribu, untuk persatu porsinya. Sedangkan permenu masakan, dapat dinikmati bersama saudara yang lain.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Harganya tidak terlalu mahal. Cumi pedas manis hanya Rp 25 ribu, lalu kerang hijau bumbu kuning Rp 20 ribu. Kemudian, cumi kecil yang pedas manis Rp 30 ribu dan kalau beli, kita bisa berbagi bersama saudara, malahan juga tidak habis,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Rendi (27), asal Bandung, mengungkapkan bahwa jualan jajanan jalanan yang serupa juga pernah ditemui di daerah Bandung. Bahkan, dirinya yang saat itu berlibur di Thailand juga Korea, juga menemukan makanan tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya punya saudara di Kota Malang. Kemudian, saya diberitahu saudara saya kalau ada jajanan seperti ini di Alun-alun Kota Batu. Inilah, yang kemudian membuat penasaran saya dan anak istri meskipun hujan. Saya mencari dan ketemu di sini. Rasanya enak, apalagi yang pedas. Ini saya bungkus buat santai di perjalanan nanti malam pulang ke Bandung,&#8221; tuturnya saat didampingi keluarganya.</p>



<p>Salah seorang penjual jajanan viral kekinian khas Thailand di Alun-alun Kota Batu, Gege Adi, menjelaskan alasan menjual jajanan jalanan khas Thailand itu karena dirasa unik. Bahkan, bisa dikatakan sangat jarang sekali jajanan itu didapatkan di Malang Raya.</p>



<p>&#8220;Kami menjual jajanan kekinian yang sekarang lagi viral dari bahan ikan laut seperti kerang hijau yang kami masak menjadi bumbu kuning. Terus, cumi-cumi dan gurita yang kami masak pedas manis,&#8221; jelas Pria asal Bumiaji ini.</p>



<p>Sedangkan yang menjadi favorit pengunjung dari menu masakannya itu, ialah cumi-cumi pedas manis dan kedua kerang hijau bumbu kuning. Untuk hari biasa, penghasilannya sekitar Rp 1 juta perharinya. Sedangkan saat weekend, bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.</p>



<p>&#8220;Kami buka mulai pukul 13.00 dan tutup pukul 23.00. Bersyukur, sudah dikenal pengunjung luar Kota Batu dari logat bahasanya ada yang dari Kediri, Madiun, Bandung, Jogja. Pendapatan kami Rp 3 juta sampai Rp 5 juta saat liburan juga weekend. Dan perporsinya kami jual antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187589</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran ke Trenggalek, Jangan Lupa Nikmati Makanan Khas Mengundang Selera</title>
		<link>https://memontum.com/libur-lebaran-ke-trenggalek-jangan-lupa-nikmati-makanan-khas-mengundang-selera</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187338</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Mudik Lebaran atau berwisata ke Kabupaten Trenggalek, jangan lupa juga menikmati sejumlah makanan khasnya. Maklum, beberapa makanan yang ada di wilayah ini, sangat mengundang selera. Apa saja, berikut beberapa makanan khas itu. Rekomendasi pertama adalah Sate Ayam. Di Trenggalek, biasanya sate ayam dimasak pada saat acara-acara besar dan momen-momen khusus. Kedua, adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Mudik Lebaran atau berwisata ke Kabupaten Trenggalek, jangan lupa juga menikmati sejumlah makanan khasnya. Maklum, beberapa makanan yang ada di wilayah ini, sangat mengundang selera. Apa saja, berikut beberapa makanan khas itu.</p>



<p>Rekomendasi pertama adalah Sate Ayam. Di Trenggalek, biasanya sate ayam dimasak pada saat acara-acara besar dan momen-momen khusus.</p>



<p>Kedua, adalah Nasi Tumpeng yang menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur. Makanan ini, terdiri dari nasi yang dibungkus daun pisang dan diberikan lauk-pauk seperti ayam, telur dan sambal. Nasi Tumpang sering dijadikan sebagai makanan sarapan oleh masyarakat Trenggalek. Namun, tidak jarang juga disajikan saat acara-acara penting seperti Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>Ketiga, adalah Lontong Tayuhan. Makanan ini merupakan makanan khas Trenggalek, yang terbuat dari lontong. Disajikan dengan kuah kental yang terbuat dari kelapa dan ikan tongkol. Lontong Tuyuhan memiliki rasa yang khas dan gurih,.yang cocok disajikan saat Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Keempat, Gethuk. Makanan tradisional yang terbuat dari ketan yang dihaluskan dan dicampur dengan gula merah. Namun, Gethuk dibeberapa tempat juga terbuat dari singkong. Makanan ini biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan bisa dijadikan sebagai cemilan saat lebaran. Gethuk memiliki rasa yang manis dan gurih yang cocok untuk disantap bersama keluarga dan teman.</p>



<p>Kelima Soto. Salah satu makanan khas Indonesia yang juga populer di Trenggalek. Soto terdiri dari kuah kaldu ayam atau sapi yang disajikan dengan potongan daging, mie, tauge, dan bumbu rempah yang khas. Makanan ini memiliki cita rasa yang gurih dan cocok untuk disantap saat Hari Raya Idul Fitri. Kuahnya yang segar sangat pas untuk menemani momen makan bersama keluarga.</p>



<p>Keenam, Ayam Lodho. Makanan ini juga menjadi salah satu kuliner legendaris di Jawa Timur, termasuk Trenggalek. Ayam Lodho memiliki rasa yang gurih dan harum semerbak. Belum lagi campuran bumbu yang kaya rempah-rempah meningkatkan cita rasa ayam lodho. Ayam Lodho ini sangat pas untuk dikonsumsi saat lebaran tiba.</p>



<p>Ketujuh, adalah Nasi Gegok atau Sego Gegok. Makanan ini tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Trenggalek. Makanan yang berasal dari Kecamatan Bendungan, ini sangat diminati masyarakat. Rasa pedas dari bumbu cabai dan gurihnya daging ikan laut, membuat kenikmatan tersendiri. Belum lagi, saat dinikmati dengan kondisi masih hangat. Aroma bungkusan daun pisangnya menyatu dengan nasi dan meningkatkan cita rasa. <strong>(st/cmp/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seniman Jupri Abdullah Pamerkan 32 Karya Lukis Bertajuk Merajut Perbedaan dalam Kebhinekaan</title>
		<link>https://memontum.com/seniman-jupri-abdullah-pamerkan-32-karya-lukis-bertajuk-merajut-perbedaan-dalam-kebhinekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 07:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185104</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pameran tunggal tokoh bangsa yang bertajuk ‘Merajut Perbedaan Dalam Kebhinekaan’ oleh seniman Jupri Abdullah, digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (16/03/2023) tadi. Dalam gelaran itu, ada sebanyak 32 karya seni lukisan yang dipamerkan. Untuk tema tokoh bangsa sendiri, sengaja dihadirkan untuk merespon berbagai tokoh politik yang ada ditingkat Nasional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pameran tunggal tokoh bangsa yang bertajuk ‘Merajut Perbedaan Dalam Kebhinekaan’ oleh seniman Jupri Abdullah, digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (16/03/2023) tadi. Dalam gelaran itu, ada sebanyak 32 karya seni lukisan yang dipamerkan. Untuk tema tokoh bangsa sendiri, sengaja dihadirkan untuk merespon berbagai tokoh politik yang ada ditingkat Nasional maupun Daerah.</p>



<p>“Karya yang dipamerkan itu mulai dari tokoh partai, pejabat negara, pejabat daerah, dan sebagainya. Sebenarnya, ada ratusan yang ingin saya pamerkan. Tetapi karena keterbatasan tempat, maka saya hadirkan hanya 32 karya,” kata Jupri.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Kota Malang sengaja dipilih sebagai kota pertama dalam pameran tunggal tokoh bangsa yang sudah digelar untuk kali ketiga. Hal itu, karena Kota Malang dinilai menjadi kota perdamaian, yang mampu menyatukan perbedaan. Selain itu, Pemerintah Daerah juga dianggap telah mengapresiasi pameran yang digelarnya.</p>



<p>“Ini merupakan pameran tunggal tokoh bangsa yang ketiga kalinya. Artinya, di setiap pencairan tahun politik saya mengadakan pameran tokoh bangsa. Sebelumnya, saya mengadakan di Yogyakarta dan Bali, itu juga mendapat apresiasi luar biasa,” katanya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut disampaikan, dalam karya yang dipamerkan itu lebih pada aliran realis dan pop art. Itu dipilih, karena telah melekat pada dirinya dan dihafal oleh masyarakat luas. “Karena dengan gaya lukis itu, yang akan selalu diingat oleh masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Melalui ruang seni rupa itu, Jupri berusaha untuk memberikan gambaran tokoh bangsa kepada masyarakat luas. Artinya, masyarakat boleh berbeda-beda dalam menentukan pilihan, tetap tetap satu tujuan dalam kebhinekaan.</p>



<p>“Jadi, tujuannya ini juga untuk mengingatkan pada publik bahwa hal ini penting. Kita bisa melihat tokoh-tokoh yang ada di dalam seni rupa ini, untuk bisa melihat calon-calon kepemimpinan mendatang seperti apa,” lanjutnya. Sebagai informasi, gelar pameran tunggal itu dilakukan itu sejak Senin (13/03/2023) lalu hingga Minggu (19/03/2023) mendatang. Kemudian, pada Sabtu (18/03/2023) lusa akan menggelar dialog kebangsaan terkait dengan masalah presiden di mata seniman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Bunga Telang Jadi Motif Batik Komunitas Puri Hijau Royo Royo</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-bunga-telang-jadi-motif-batik-komunitas-puri-hijau-royo-royo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2023 09:41:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[KPHR]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Bunga Telang, selain berkhasiat untuk kesehatan tubuh, ternyata juga mampu dimanfaatkan menjadi kerajinan kriya batik. Seperti yang telah dilakukan oleh ibu-ibu Komunitas Puri Hijau Royo Royo (KPHR). Koordinator Bidang Usaha KPHR, Anny Sulistyawati, mengatakan jika Bunga Telang tersebut diaplikasikan sebagai motif dari Batik Buteri. Ini, yang menjadi ikon dan keunggulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Bunga Telang, selain berkhasiat untuk kesehatan tubuh, ternyata juga mampu dimanfaatkan menjadi kerajinan kriya batik. Seperti yang telah dilakukan oleh ibu-ibu Komunitas Puri Hijau Royo Royo (KPHR).</p>



<p>Koordinator Bidang Usaha KPHR, Anny Sulistyawati, mengatakan jika Bunga Telang tersebut diaplikasikan sebagai motif dari Batik Buteri. Ini, yang menjadi ikon dan keunggulan dari Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>“Buteri itu kepanjangannya Bunga Telang Puri. Karena di Puri atau tempat kami, itu sebelumnya sudah terkenal kawasan budidaya dan pengolahan produk Bunga Telang. Produk itu sudah jadi keunggulan di Kelurahan Arjowinangun, maka kita berpikir kenapa tidak sekalian bikin inovasi,” jelas Anny, Sabtu (11/02/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, motif dari Bunga Telang ini, juga sudah di produksi secara efektif. Selain memproduksi kain batik, telah diproduksi baju, taplak meja hingga sarung bantal. Untuk produksi Batik Buteri sendiri, saat ini juga sudah banyak diminati oleh masyarakat.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Alhamdulillah, waktu launching itu sudah ada yang pesan. Walaupun masih dari lokal dahulu, seperti Pak Lurah sama orang-orang yang berkunjung ke sini,” katanya.</p>



<p>Untuk harga yang ditawarkan, ujarnya, juga tidak mematok harga tinggi. Produk batik yang berkategori batik tulis dipasarkan dari Rp 250 ribuan. Hal itu dilakukan, menurutnya agar Batik Buteri bisa menjadi buah tangan pengunjung yang datang ke sentra budidaya Bunga Telang di tempatnya.</p>



<p>“Tamu kita yang kesini itu banyak dari jauh sebenarnya. Ada dari Makassar, Kalimantan, sampai Lombok pun ada. Makanya kami juga ingin tamu tamu kami itu dari jauh jauh nantinya ingin kembali kesini karena ada batik juga ini,” lanjutnya.</p>



<p>Anny optimis, jika ke depan nantinya kerajinan kriya Batik Buteri bisa dikenal luas oleh masyarakat. Sehingga, bisa bersaing dengan batik-batik lainnya yang sudah populer. Selain itu, pihaknya juga akan menambah Sumber Daya Manusia (SDM) nya untuk meningkatkan produksinya.</p>



<p>“Saya yakin prospeknya bagus. Seperti Batik Celaket, Batik Sukun itu kan bisa terkenal, tentu kami juga harus optimis bisa terkenal,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkah Imlek 2023, Pengrajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Pesanan hingga Itali</title>
		<link>https://memontum.com/berkah-imlek-2023-pengrajin-lampion-di-kota-malang-kebanjiran-pesanan-hingga-itali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif dan Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181601</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Imlek, pengrajin lampion di Jalan Gang Juanda RT08 RW01, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kebanjiran pesanan. Tidak tanggung-tanggung, di tahun ini pesanan yang diterima meningkat hampir 80 persen. Pemilik usaha lampion, Ahmad Syamsudin, menyampaikan jika pesanan tersebut telah diterimanya sejak dua bulan yang lalu. Untuk produksi lampion [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Imlek, pengrajin lampion di Jalan Gang Juanda RT08 RW01, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kebanjiran pesanan. Tidak tanggung-tanggung, di tahun ini pesanan yang diterima meningkat hampir 80 persen.</p>



<p>Pemilik usaha lampion, Ahmad Syamsudin, menyampaikan jika pesanan tersebut telah diterimanya sejak dua bulan yang lalu. Untuk produksi lampion perhari sendiri, dirinya biasa menyelesaikan 15 hingga 20 biji lampion.</p>



<p>“Mulai dua bulan kemarin banyak pesanan yang masuk. Jumlahnya, hampir mencapai 5 ribu biji. Bahkan, sampai 30 Januari 2023 ini, pesanan sudah full bocked. Sementara untuk penyelesaian pemesanan, satu biji lampion bisa selesai sampai satu jam. Sehingga, untuk perharinya pembuatan bisa antara 15 sampai 20 biji lampion,” ujar Ahmad, saat dikonfirmasi Selasa (17/01/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan Ahmad, jika momen Imlek seperti ini, menjadi masa panen baginya untuk meraih keuntungan besar. Tentu saja, dengan meningkatnya pesanan tersebut dirinya sangat bersyukur. Apalagi, setelah dua tahun merasakan pandemi Covid-19.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini mengalami peningkatan. Omzetnya juga alhamdulillah, yang penting tetap disyukuri saja,” katanya.</p>



<p>Dijelaskannya, untuk jenis lampion yang diterima, sangat beragam dan bervariasi. Namun, kebanyakan untuk di tahun ini yakni berbentuk kelinci. Sebab, imlek tahun ini disebut sebagai tahun Kelinci Air.</p>



<p>“Yang paling ramai pemesanan lampion bentuk kelinci. Biasanya, itu tergantung dari shio perayaan tahun ini. Kemudian, ada bentuk bola dan bentuk lampion kapsul,” paparnya.</p>



<p>Untuk harga lampion, ujar Ahmad, juga sangat beragam. Yakni, mulai dari Rp 25 ribu hingga jutaan per lampion. Tentunya, itu juga menyesuaikan bentuk dan ukuran dari pesanan lampion yang diinginkan. Kemudian, untuk pemasaran produksi lampionnya sendiri sudah banyak dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.</p>



<p>“Untuk pemesanan pengiriman, juga merata. Seperti ke luar kota hingga ke luar negeri. Bahkan, kemarin ke Italia hampir 2500 lampion. Kemudian ada juga permintaan dari Jakarta, hampir 1.500 an,” lanjutnya.</p>



<p>Berkah Imlek sendiri, papar Ahmad, pastinya bukan milik dirinya seorang. Karena, untuk bisa merampungkan sejumlah pemesanan, dirinya melibatkan tetangga rumah. Bahkan, sedikitnya hingga empat orang, yang harus dilibatkan untuk merampungkan sejumlah pemesanan. Karenanya, dirinya pun berharap berkah ini akan kembali diperolehnya di tahun depan.</p>



<p>&#8220;Kalau tahun kemarin, itukan Covid-19. Jadi, tidak ada aktifitas sama sekali. Alhamdulillah di tahun ini, semoga trennya nanti bisa terus meningkat hingga ke tahun-tahun berikutnya” imbuh Ahmad. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unik, Kampung Tempe Sanan Kota Malang Miliki Bangunan Layaknya Klenteng</title>
		<link>https://memontum.com/unik-kampung-tempe-sanan-kota-malang-miliki-bangunan-layaknya-klenteng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemandangan beda terlihat di kawasan Kampung Tempe Sanan Gang 11, No 45, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dari deretan rumah yang ada, terlihat salah satu bangunan yang di desain layaknya seperti tempat ibadah Klenteng. Bahkan, beberapa ornamen khas, juga melekat di bagian sisi bangunan atau rumah. Begitulah sepintas salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemandangan beda terlihat di kawasan Kampung Tempe Sanan Gang 11, No 45, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dari deretan rumah yang ada, terlihat salah satu bangunan yang di desain layaknya seperti tempat ibadah Klenteng. Bahkan, beberapa ornamen khas, juga melekat di bagian sisi bangunan atau rumah.</p>



<p>Begitulah sepintas salah satu rumah unik, yang diketahui milik Norhasim AM (57). Dinding bangunan yang biasa dicat warna terang, kondisi berbeda justru terlihat di bangunan itu. Dimana, cat warna merah hampir mengisi setiap sisi bangunan. Tidak ketinggalan, gambar Dewi Kwam Im, yang dilukis di depan pintu masuk rumah serta ornamen naga dan juga beberapa lampion.</p>



<p>Dikatakan Norhasim, jika rumah miliknya itu, terinspirasi dari sebuah budaya China. “Ini nggak ada tujuan lain. Cuma seneng aja dengan budaya China dan suka lihat gambar-gambarnya. Terus saya coba aplikasikan untuk mengecat di rumah ini, supaya terlihat unik,” ujar Norhasim, saat ditemui di rumahnya, Selasa (17/01/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan Norhasim, jika suasana rumah layaknya klenteng itu, direhab sejak tahun 2006. Waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaannya, yakni hampir selama delapan bulan. Itu dikerjakannya sendiri, saat malam hari.</p>



<p>“Prosesing pengerjaannya ini selama delapan bulan, non stop. Saya kerjakan sendiri tiap malam hari,” katanya.</p>



<p>Ditanya terkait dengan biaya untuk renovasi, dirinya mengatakan jika tidak bisa memastikan total keseluruhannya. Sebab, dirinya hanya menyesuaikan dengan budget yang dimiliki.</p>



<p>“Gak bisa memastikan, berapa habisnya. Karena kalau ada uang, langsung beli-beli gitu,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, jika memiliki rumah unik tersebut, tentu harus mau untuk merawat. Sebab, jika tidak dilakukan perawatan, nantinya cat akan pudar dan kembali ke awal. Sehingga, harus lebih ekstra untuk perawatannya.</p>



<p>“Kalau seperti ini harus mau merawat. Terakhir, ngecat ini sudah setengah tahun yang lalu. Ini ada beberapa yang harus dilakukan perawatan,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk luas bangunan rumah unik tersebut, yakni 124 meter persegi. Dengan desain dua lantai. Di dalam rumah miliknya, juga terdapat beberapa barang antik yang tersimpan, kemudian ratusan kaset dan beberapa buku.</p>



<p>Selain itu, rumah unik miliknya juga sering menjadi jujukan para wisatawan yang datang ke Kampung Tempe Sanan, untuk berfoto ria. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Onbitjkoek Jadi Ikon Buah Tangan Khas Kayutangan Heritage Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/ontbitjkoek-jadi-ikon-buah-tangan-khas-kayutangan-heritage-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2022 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177664</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kue sarapan pagi atau dalam bahasa Belanda Onbitjkoek menjadi daya tarik tersendiri di Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang. Itu karena, kue tersebut menjadi ikon untuk buah tangan, karena mengandung rempah yang khas. Sehingga, menjadi banyak diburu oleh para wisatawan saat singgah ke kawasan Kayutangan Heritage. Sri Arniati, sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kue sarapan pagi atau dalam bahasa Belanda Onbitjkoek menjadi daya tarik tersendiri di Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang. Itu karena, kue tersebut menjadi ikon untuk buah tangan, karena mengandung rempah yang khas. Sehingga, menjadi banyak diburu oleh para wisatawan saat singgah ke kawasan Kayutangan Heritage.</p>



<p>Sri Arniati, sebagai owner usaha Onbitjkoek, mengungkapkan bahwa usahanya itu telah dirintisnya sejak tahun 2018 silam. Namun, seiring dengan pandemi yang melanda selama dua tahun, kini memaksanya untuk kembali bangkit.</p>



<p>“Karena saat ini masih masuk dalam masa pemulihan dari Covid-19, sehingga untuk pengunjung masih belum terlalu signifikan. Termasuk, kenaikkannya paska Covid, pun belum signifikan. Meski pun, untuk orderan juga tetap masuk dan terlayani,” jelas Atik, saat ditemui di sela-sela aktivitasnya memenuhi orderan di rumahnya, Sabtu (29/10/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Onbitjkoek sendiri, menurut Atik, memiliki banyak macam atau varian. Mulai dari cookies, cake dan roti. Kesemua produk itu, dipasarkan mulai dari harga Rp 3.500 hingga Rp 90 ribu. Sementara, untuk masa ketahanan kuenya sendiri, bisa sampai kurun waktu hingga lima hari. Hal itu, tidak terlepas dari proses pembuatannya yang tidak menggunakan bahan pengawet.</p>



<p>“Untuk cake dan roti yang kami buat, itu hanya bisa bertahan maksimal sampai lima hari. Tetapi, untuk cookiesnya bisa sampai tiga bulan. Alasan mengapa produk kamu tahan lama, itu karena kami tidak menggunakan bahan pengawet,” lanjutnya.</p>



<p>Masih menurut Atik, untuk pengiriman kue atau roti ke luar Kota Malang, pihaknya sementara ini masih belum optimal. Itu karena, tidak terlepas dari masa ketahanan kue, yang tidak bisa bertahan lama. Sehingga, dirinya hanya bisa melayani by order di Malang Raya.</p>



<p>“Kami berjualannya melalui online dan juga offline. Kalau offline, biasanya hanya membuat satu sampai dua resep. Tetapi kalau ada pemesanan banyak by order, kami layani semua. Mengingat, order yang dipesan sudah jelas jumlahnya,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, dalam mengembangkan usahanya itu, dirinya juga mendapatkan pelatihan dari Pemerintah Kota Malang. Yaitu, melalui Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang. Adapun bentuknya, mulai dari pelatihan memfoto produk hingga sampai pada tingkatan sosialisasi koperasi UMKM.</p>



<p>“Seperti pelatihan foto, itu dari Pemkot Malang datang ke kami. Mereka memberikan pelatihan hingga mencontohkan memfotokan produk kami. Kemudian, juga ada sosialisasi pembentukan koperasi UMKM,&#8221; terangnya.</p>



<p>Untuk memaksimalkan UMKM miliknya, Atik juga mengaku, berjualan makanan dan minuman yang tergabung dalam UMKM Gubuk Lombok sejak tahun 2017 hingga saat ini. Selain itu, dirinya juga berjualan kue kering yang biasanya dicari saat perayaan hari besar. Sebagai informasi, UMKM milik Atik berada di Kawasan Kayutangan Heritage Gang 2 No. 8 RT03 RW10, Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Menu Nasi Pecel Khas Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/menikmati-menu-nasi-pecel-khas-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2022 05:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pecel merupakan makanan khas yang berasal dari Pulau Jawa. Makanan ini, dihidangkan dengan bumbu sambal kacang yang khas sebagai bahan utamanya dan dicampur dengan aneka jenis sayuran. Kali ini, memontum.com akan mengajak untuk menikmati menu nasi pecel khas Trenggalek, &#8216;racikan&#8217; Tumini atau biasa akrab disapa Bu Tumini. Biasanya, pecel dinikmati dengan nasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pecel merupakan makanan khas yang berasal dari Pulau Jawa. Makanan ini, dihidangkan dengan bumbu sambal kacang yang khas sebagai bahan utamanya dan dicampur dengan aneka jenis sayuran. Kali ini, memontum.com akan mengajak untuk menikmati menu nasi pecel khas Trenggalek, &#8216;racikan&#8217; Tumini atau biasa akrab disapa Bu Tumini.</p>



<p>Biasanya, pecel dinikmati dengan nasi putih atau lontong. Nama lain nasi pecel di Trenggalek, adalah sega pecel. Pecel dalam hidangan nasi, biasanya dibuat dengan berbagai macam sayuran. Mulai dari kangkung, kacang panjang, daun singkong, daun pepaya atau bunga turi dan tauge yang kemudian dicampur dengan sambal kacang.</p>



<p>&#8220;Kebanyakan, pembeli yang datang ke sini pas di jam makan pagi atau sarapan. Karena memang porsinya yang pas, ditambah serat dari sayurannya,&#8221; ucap Bu Tumini saat ditemui di warungnya, Rabu (25/05/2022) pagi.</p>



<p>Selain rasanya yang nikmat, pecel memiliki keunggulan yakni kaya akan gizi. Dalam satu porsi sajian pecel, terdapat serat, antioksidan dan berbagai vitamin yang menyehatkan bagi tubuh. Tidak heran, nasi pecel ini bisa menjadi menu andalan saat sarapan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dalam setiap hari, warung Bu Tumini bisa menjual lebih dari 100 porsi nasi pecel. &#8220;Kita buka setiap hari mulai 04.00 sampai 11.00. Atau kalau pas banyak pembeli, kita tutup tidak sampai 11.00,&#8221; katanya.</p>



<p>Menikmati pecel, tentunya kurang lengkap rasanya jika menyantapnya nasi tanpa adanya rempeyek (peyek) sebagai lauknya. Sebagai pelengkap nasi pecel, peyek yang tersedia di warung Bu Tumini, ini ada peyek kacang dan peyek teri.</p>



<p>Selain kedua peyek itu, pembeli juga bisa memilih lauk lain pendamping nasi pecel seperti telur ceplok, sate telur puyuh, tahu atau tempe goreng dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk harganya, seporsi nasi pecel itu Rp 7 ribu. Dan itu sudah termasuk lauk (peyek). Bisa memilih lauk yang lain, tapi nanti harganya berbeda. Umumnya ya segitu harganya,&#8221; terang Bu Tumini.</p>



<p>Berdiri sejak tahun 90-an, warung nasi pecel Bu Tumini ini tak pernah berubah. Ia sengaja tak merubah tampilan warungnya, agar semua kalangan bisa menikmati nasi pecel yang legendaris di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, mulai dari Pak Bupati, pejabat dan masyarakat pada umumnya, semua sering mampir untuk sarapan nasi pecel disini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu diketahui, dalam bahasa Jawa, Pecel dapat diartikan sebagai tumbuk (dihancurkan) dengan cara ditumbuk. Pecel dikatakan sudah dinikmati penduduk Nusantara pada abad ke 9 masehi, namun bukti sejarah mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat Nusantara sudah mengenal pecel jauh sebelum abad ke-9 masehi.</p>



<p>Makanan ini, juga mirip dengan gado-gado. Hanya saja yang membedakan, adalah campuran bahan dan tekstur bumbunya. Beberapa daerah banyak yang mengklaim nasi pecel sebagai makanan khasnya, salah satu pecel Madiun.</p>



<p>Namun pada dasarnya, makanan ini sangat populer terutama di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Resep Nasi Kuning ala Ibu Rumah Tangga di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/mengintip-resep-nasi-kuning-ala-ibu-rumah-tangga-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2022 05:56:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif dan Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169561</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Siapa yang tak kenal nasi kuning. Nasi kuning merupakan salah satu makanan khas Indonesia, yang berbahan dasar selain dari beras yang dimasak, juga ada kunyit serta santan dan rempah-rempah. Tambahan bumbu-bumbu dan santan inilah, yang membuat nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih ketimbang nasi putih. Memontum.com yang berkesempatan mengintip proses pembuatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Siapa yang tak kenal nasi kuning. Nasi kuning merupakan salah satu makanan khas Indonesia, yang berbahan dasar selain dari beras yang dimasak, juga ada kunyit serta santan dan rempah-rempah. Tambahan bumbu-bumbu dan santan inilah, yang membuat nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih ketimbang nasi putih.</p>



<p>Memontum.com yang berkesempatan mengintip proses pembuatan nasi kuning di dapur milik Siska (37) warga Kelurahan Kelutan, Kabupaten Trenggalek, pun mencoba mengetahui lebih dalam. &#8220;Kalau nasi kuning, itu hampir sama dengan nasi gurih lain. Hanya saja, untuk pewarnanya adalah memakai kunyit. Jadi, untuk bahan-bahannya ada beras, santan, daun jeruk, daun salam, daun pandan, serai, kunyit, jahe, garam dan penyedap rasa,&#8221; kata Siska saat dikonfirmasi, Selasa (24/05/2022) siang.</p>



<p>Untuk proses pembuatannya, pertama-tama beras dicuci sampai bersih. Sebelumnya, siapkan santan dan masukkan semua rempah-rempah atau bahan yang sudah disebutkan di atas.</p>



<p>Tunggu santan sampai mendidih, kemudian masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Dan masak sampai air menyusut.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selanjutnya, nasi dalam bentuk karon (setengah matang) ini dikukus sekitar 40 sampai 45 menit. Atau, sampai nasi matang sempurna,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Umumnya, ada beberapa sayur dan lauk pendamping nasi kuning ini. Diantaranya orek tahu atau tempe, mie atau bihun, serundeng, ayam goreng, perkedel kentang hingga telur dadar atau telur balado.</p>



<p>Nasi kuning ini adalah salah satu hidangan yang terkenal akan cita rasa yang lezat dan juga isian yang lengkap. &#8220;Karena rasanya yang enak dan cocok di lidah semua orang, nasi kuning ini bisa menjadi pilihan menu untuk sarapan maupun makan siang,&#8221; ucap Siska.</p>



<p>Ibu dua anak ini juga mengaku, sering menerima pesanan nasi kuning baik berupa tumpengan atau box. Untuk harga yang dibandrol pun, cukup ramah di kantong.</p>



<p>Nasi kuning berbentuk tumpeng lengkap dengan sayur, lauk dan lalapan dibandrol dengan harga mulai dari Rp 200 ribu hingga 300 ribu. Sedangkan nasi kuning dalam box, dipasarkan seharga Rp 20 ribu hingga 30 ribu.</p>



<p>&#8220;Harga itu tergantung jenis lauk dan sayurnya. Kita sesuaikan saja harganya dengan permintaan pembeli. Jadi, pembeli mau request sayur atau lauk apa, akan kita layani,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Siska menambahkan, keahlian memasaknya ini diturunkan oleh ibunya. Sebelumnya, sang ibu juga memiliki bisnis catering dengan banyak pelanggan.</p>



<p>Namun, mengingat pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir, membuat usahanya itu tutup untuk sementara waktu. &#8220;Karena sekarang saya tinggal bersama suami, saya memilih mengembangkan usaha itu. Hitung-hitung bisa buat nambah penghasilan di samping jadi ibu rumah tangga,&#8221; papar Siska.</p>



<p>Atas kerja kerasnya, saat ini wanita berhijab ini sudah memiliki pelanggan setia. Nasi kuning buatannya itu, banyak dicari untuk melengkapi berbagai acara. Salah satunya acara ulang tahun ataupun selamatan.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169561</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
