<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kreatif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kreatif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 16:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kreatif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lantik 734 Kepala Sekolah, Bupati Jember Beri Deadline Enam Bulan untuk Kreatif dan Inovasi di Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/lantik-734-kepala-sekolah-bupati-jember-beri-deadline-enam-bulan-untuk-kreatif-dan-inovasi-di-sekolah</link>
					<comments>https://memontum.com/lantik-734-kepala-sekolah-bupati-jember-beri-deadline-enam-bulan-untuk-kreatif-dan-inovasi-di-sekolah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[deadline]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[lantik]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin pelaksanaan pelantikan ratusan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP, serta jajaran Pengawas dan Penilik Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sabtu (23/05/2026) tadi. Gerbong mutasi dan penyegaran birokrasi di dunia pendidikan Kabupaten Jember ini, mencetak rekor baru dalam sejarah Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jember. Agenda yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin pelaksanaan pelantikan ratusan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP, serta jajaran Pengawas dan Penilik Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sabtu (23/05/2026) tadi. Gerbong mutasi dan penyegaran birokrasi di dunia pendidikan Kabupaten Jember ini, mencetak rekor baru dalam sejarah Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jember.</p>



<p>Agenda yang berlangsung sakral ini, berpusat di Gedung Olah Raga (GOR) SMPN 7 Jember dan dihadiri oleh jajaran pejabat Forkopimda serta perwakilan guru dari seluruh kecamatan. Dari total alokasi kebutuhan sekitar 1.100 formasi posisi kepala sekolah yang tersedia dan kosong selama beberapa waktu terakhir, sebanyak 734 kepala sekolah resmi diambil sumpah jabatannya pada gelaran tahap pertama ini. Bersamaan dengan itu, turut dilantik pula sebanyak 43 pejabat fungsional pengawas dan penilik sekolah, yang akan bertugas memperkuat pengawasan mutu pembelajaran di lapangan.</p>



<p>Dalam arahannya, Bupati Fawait menyampaikan bahwa perombakan besar-besaran ini sengaja dilakukan untuk menyuntikkan energi baru ke dalam sistem pendidikan daerah. Dirinya mengingatkan para pejabat yang baru dilantik, agar tidak terlena dalam zona nyaman jabatan baru mereka.</p>



<p>“Saya menegaskan, bahwa jabatan sebagai kepala sekolah ini bukanlah sekadar posisi administratif atau formalitas belaka. Melainkan, sebuah amanah besar untuk melahirkan perubahan nyata di dunia pendidikan kita,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bupati Fawait memberikan waktu selama enam bulan, untuk melakukan terobosan-terobosan kreatif di sekolah masing-masing. &#8220;Nanti setiap enam bulan sekali, kinerja kalian semua akan kita evaluasi secara ketat. Jika dalam enam bulan tidak ada progres atau inovasi yang terlihat, maka akan ada evaluasi jabatan lebih lanjut,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gus Fawait-sapaan Bupati Jember juga memaparkan landasan filosofis di balik kebijakan sektor pendidikan. Menurutnya, sektor pendidikan merupakan fondasi utama dari seluruh program pembangunan daerah. Pendidikan juga menjadi instrumen paling efektif, untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural jangka panjang yang selama ini masih membayangi sebagian masyarakat di Kabupaten Jember.</p>



<p>Oleh karena itu, pintanya, para kepala sekolah dituntut untuk mengubah paradigma kerja lama. “Silakan beraktualisasi diri secara maksimal untuk mendapatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang mampu melahirkan generasi muda Jember yang unggul, berdaya saing tinggi dan memiliki karakter moral yang kuat. Kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan zaman serta membangun kultur pendidikan yang progresif sekaligus humanis. Pendidikan harus menjadi alat utama kita untuk menciptakan masa depan Kabupaten Jember yang jauh lebih baik,” urainya.</p>



<p>Selain urusan mutu internal sekolah, Gus Fawait juga menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk menjadi perpanjangan tangan strategis pemerintah daerah di lingkungan masyarakat. Sektor pendidikan diwajibkan ikut mengawal dan menyukseskan program prioritas nasional maupun daerah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pemenuhan layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC), akurasi pendataan Program Peta Cinta, hingga penyaluran Program Beasiswa Pendidikan.</p>



<p>Mengenai infrastruktur, Gus Fawait membawa kabar baik bahwa Pemkab Jember saat ini tengah memperjuangkan tambahan bantuan dana pusat untuk proyek revitalisasi bangunan sekolah pada tahun anggaran berikutnya. Sinyal positif dari kementerian terkait, sudah mulai terlihat dan diharapkan bisa segera terealisasi demi mewujudkan pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan di wilayah pinggiran Jember.</p>



<p>Namun, dirinya menegaskan bahwa kucuran dana besar tersebut wajib dikawal secara transparan agar terhindar dari praktik penyelewengan. “Kami dari jajaran pemerintah daerah tidak bisa mengawasi jalannya proyek dan operasional sekolah ini satu per satu secara langsung di lapangan. Maka dari itu, saya memohon bantuan dari semua pihak yang hadir hari ini, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan, para pengawas sekolah, kepala sekolah itu sendiri, hingga rekan-rekan media sebagai salah satu pilar demokrasi kita untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan transparan dan tepat sasaran,” tambahnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/lantik-734-kepala-sekolah-bupati-jember-beri-deadline-enam-bulan-untuk-kreatif-dan-inovasi-di-sekolah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Ide Kreatif Kebijakan Pembangunan Daerah, Pemkab Banyuwangi Gelar Kompetisi Inovasi</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-ide-kreatif-kebijakan-pembangunan-daerah-pemkab-banyuwangi-gelar-kompetisi-inovasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230774</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Kompetisi ini, untuk mendorong lahirnya berbagai ide kreatif yang dapat menjadi arah kebijakan pembangunan daerah. Selama ini, Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan inovasi. Bahkan, Kabupaten Banyuwangi sejak 2018, telah delapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Kompetisi ini, untuk mendorong lahirnya berbagai ide kreatif yang dapat menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.</p>



<p>Selama ini, Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan inovasi. Bahkan, Kabupaten Banyuwangi sejak 2018, telah delapan kali secara berturut-turut ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia, dalam ajang Indonesia Government Award (IGA), yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).</p>



<p>“Ajang ini bukan sekadar lomba, namun ruang kolaborasi untuk melahirkan ide-ide kreatif, solutif dan berdampak bagi masyarakat,” kata Bupati Ipuk, Kamis (05/03/2026) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menjelaskan, Koin Wangi dirancang sebagai wadah untuk menjaring talenta inovatif dari berbagai kalangan. Melalui kompetisi ini, pemerintah daerah berharap muncul berbagai gagasan yang mampu meningkatkan daya saing dan mempercepat pembangunan Banyuwangi.</p>



<p>Kompetisi tersebut, terbuka bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, tenaga pelayanan publik, hingga masyarakat umum. Peserta dapat mengusulkan ide inovasi yang sudah dijalankan maupun yang masih berupa konsep.</p>



<p>“Ini sebagai upaya membangun ekosistem inovasi yang inklusif, dimana setiap gagasan, sekecil apa pun, memiliki ruang untuk tumbuh dan dikembangkan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama ini, Banyuwangi telah menggulirkan inovasi di berbagai sektor, mulai layanan publik, pariwisata, pendidikan, administrasi kependudukan, kesehatan, ekonomi, sosial, seni budaya dan sektor lainnya. Di sektor pelayanan publik misalnya, Banyuwangi memiliki Program Smart Kampung yang mendorong pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI) hingga ke level desa. Berbagai pelayanan seperti pengurusan administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga layanan kesehatan cukup, dilakukan di tingkat desa melalui Aplikasi Smart Kampung.</p>



<p>Di bidang sosial, Banyuwangi juga memiliki inovasi, salah satunya Rantang Kasih yang memberikan makan bergizi bagi Lansia sebatang kara tiga kali sehari. Ada juga inovasi di sektor pendidikan seperti Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang dikembangkan menjadi Sekolah Asuh Sekolah.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, Koin Wangi terbuka bagi individu maupun kelompok, yang beranggotakan maksimal tiga orang. Terdiri atas ASN, warga ber KTP Banyuwangi dan pengajar/dosen.</p>



<p>“Pendaftaran dibuka mulai 1-28 Maret 2026,” ujar Yayan-sapaan akrabnya.</p>



<p>Ada dua kategori inovasi yang dilombakan. Yaitu inovasi digital dan inovasi non digital. Adapun ruang lingkupnya, meliputi inovasi Pelayanan Publik, Tata Kelola Pemerintahan, Pertanian, Pariwisata dan lainnya yang sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.</p>



<p>“Inovasi yang diajukan boleh berupa ide maupun inovasi yang sudah diimplementasikan. Namun yang perlu dicatat, inovasi yang diikutkan kompetisi belum pernah memenangkan penghargaan apapun, baik tingkat lokal dan nasional,” ujar Yayan.</p>



<p>Untuk penilaiannya, diakumulasi dari penilaian proposal dan pemaparan. Dengan dewan juri berasal dari kalangan birokrasi, akademisi dan praktisi. “Pemenang inovasi akan mendapatkan piagam penghargaan, tropy, uang pembinaan serta fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak cipta,” tambah Yayan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230774</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IJMC 2025 Jadi Bukti Jember Kota Kreatif Bertaraf Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/ijmc-2025-jadi-bukti-jember-kota-kreatif-bertaraf-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertaraf]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Event International Jember Marching Carnival (IJMC) 2025, berlangsung meriah di Kabupaten Jember, Sabtu (15/11/2025) tadi. Sebagai acara pembuka IJMC, Night Street Parade Culture berlangsung memukau dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember Nusantara. Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan, gelaran ini kembali menjadi wadah pertemuan kreativitas, pertunjukan seni, serta kolaborasi budaya dari berbagai daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Event International Jember Marching Carnival (IJMC) 2025, berlangsung meriah di Kabupaten Jember, Sabtu (15/11/2025) tadi. Sebagai acara pembuka IJMC, Night Street Parade Culture berlangsung memukau dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember Nusantara.</p>



<p>Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan, gelaran ini kembali menjadi wadah pertemuan kreativitas, pertunjukan seni, serta kolaborasi budaya dari berbagai daerah dan negara. Dengan hadirnya even Jember Fashion Carnaval (JFC) dan IJMC 2025, membuktikan Kabupaten Jember sebagai kota seni dan kreativitas bertaraf internasional.&nbsp;</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan apresiasi kepada orang tua, pembina dan seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Jember di kancah internasional melalui raihan 5 penghargaan emas. Dirinya juga memberikan penghargaan khusus kepada Manajer Jember Marching Band, Tri Basuki, beserta jajarannya yang konsisten membawa nama Jember ke lingkup nasional maupun dunia.</p>



<p>Bupati Fawait menegaskan, potensi besar yang dimiliki Jember sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur, mencapai 2,6 hingga 2,7 juta jiwa. Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, mengajak seluruh masyarakat bergotong royong mengembalikan kejayaan Jember sebagai pusat ekonomi dan destinasi wisata unggulan di ujung timur Pulau Jawa.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa Jember tidak lagi boleh berhenti pada event-event kecil. Pemkab Jember berkomitmen menghadirkan pagelaran berskala besar sepanjang tahun, karena sektor jasa dan event terbukti memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sebagaimana terlihat pada data BPS pada trimester kedua dan ketiga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;IJMC 2025 diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal, menghadirkan ruang yang lebih luas bagi UMKM dan PKL untuk berkembang, serta mengembalikan senyum masyarakat seperti masa keemasan Jember 10–15 tahun lalu. Saya berharap gelaran tahun 2026 dapat berlangsung lebih besar dan menghadirkan peserta dari lebih banyak negara,&#8221; ujar Bupati Fawait, seusai membuka IJMC.</p>



<p>Sementara itu, Manajer Jember Marching Band, Tri Basuki, menjelaskan bahwa tahun ini International JMC diikuti 43 unit marching band dari berbagai kota di Indonesia serta 1 peserta internasional dari Filipina. Panel dewan juri turut dihadirkan dari Thailand, Yogyakarta, Surabaya dan Bogor, menambah kualitas penilaian pada event ini.</p>



<p>Tri Basuki memaparkan, bahwa rangkaian acara dimulai dengan Night Street Parade Culture dan dilanjutkan dengan babak final Drum Battle di GOR PKPSO, Minggu (16/11/2025) besok. Upacara penutupan sendiri, dijadwalkan berlangsung pukul 16.00, sebelum para peserta kembali ke daerah asal masing-masing pada 17–18 November.</p>



<p>Dalam penutupannya, Tri Basuki menyampaikan tiga harapan. Diantaranya, agar seluruh peserta pulang membawa pengalaman berharga, agar kesempatan kolaborasi semakin terbuka bagi komunitas marching band Asia.</p>



<p>&#8220;Juga agar Jember terus bersinar sebagai panggung budaya di tingkat nasional hingga internasional,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komitmen Menuju Kota Kreatif Dunia, Wawali Kota Malang Sebut MCC Jadi Rumah Besar Pelaku Ekraf</title>
		<link>https://memontum.com/komitmen-menuju-kota-kreatif-dunia-wawali-kota-malang-sebut-mcc-jadi-rumah-besar-pelaku-ekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227521</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rangkaian kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC), menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat perannya sebagai pusat Ekonomi Kreatif (Ekraf) Nasional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin. Pria yang akrab disapa Ali, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rangkaian kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC), menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat perannya sebagai pusat Ekonomi Kreatif (Ekraf) Nasional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Ali, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menjadikan MCC sebagai ruang kolaborasi besar bagi seluruh pelaku Ekraf di Indonesia. “Kami ingin menjadikan Kota Malang sebagai rumah bersama bagi semua anak bangsa pelaku Ekrar. Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, sudah ada 13.958 event yang terselenggara di MCC. Kegiatan ini melibatkan 216 kolaborator dan menghimpun lebih dari 2.867 pelaku Ekraf, dengan 708 ribu penerima manfaat. Ini bukti bahwa MCC benar-benar menjadi rumah besar bagi anak bangsa yang konsen terhadap perkembangan ekonomi kreatif,” jelas Wawali Ali, Sabtu (08/11/2025) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Wawali Ali menyampaikan, bahwa Pemkot Malang memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan Malang Mbois dan Berkelas. MCC, menurutnya, menjadi simbol semangat dan wadah produktif bagi kolaborasi lintas sektor, yang mengantarkan Kota Malang menuju panggung dunia.</p>



<p>“MCC ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif, inspiratif dan menjadi pengantar bagi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia yang sesungguhnya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wawali Ali juga mengungkapkan, rasa syukur atas pencapaian besar Kota Malang yang baru saja resmi ditetapkan sebagai jejaring Kota Kreatif UNESCO di bidang Media Arts. “Alhamdulillah, upaya kami dalam mengembangkan industri kreatif membuahkan hasil membanggakan. Penetapan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia oleh Unesco adalah bentuk pengakuan global atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, mengatakan bahwa penyelenggaraan ICCF di Malang Raya menjadi momen bersejarah sekaligus kado istimewa bagi perjalanan panjang komunitas kreatif di Indonesia. “Ini luar biasa besar. Kehadiran Menteri Ekraf menjadi kado 10 dekade kita berproses. Kota Malang hari ini sudah resmi ditetapkan Unesco sebagai Malang City of Media Arts. Fasad MCC sendiri terinspirasi dari Candi Badut, candi tertua di Jawa Timur, yang menjadi simbol akar budaya dan semangat inovasi,” tutur Vicky.</p>



<p>Menurutnya, ICCF 2025 adalah hasil nyata dari kerja kolaborasi antara akademisi pemerintah, dan komunitas yang menjadi fondasi utama gerakan kreatif di Indonesia. “Ini kerja kolaborasi yang menyatukan semua elemen. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kreativitas yang lahir dari Malang bisa menjadi inspirasi nasional dan membawa keberkahan,” imbuh Vicky. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Mbois X Resmi Dibuka, Rayakan Satu Dekade Ekonomi Kreatif dan Status Kota Kreatif Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/festival-mbois-x-resmi-dibuka-rayakan-satu-dekade-ekonomi-kreatif-dan-status-kota-kreatif-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dekade]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts oleh UNESCO.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Mbois X sejalan dengan program Seribu Event untuk Kota Malang, yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Ini sangat luar biasa. Festival Mbois ke-10 ini mengusung tema Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya. Melalui ekonomi kreatif, kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terus membaik, tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional,” ujar Eko.</p>



<p>Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang semakin nyata, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelaku usaha dan pengakuan dunia internasional terhadap kreativitas masyarakatnya. “Sampai hari ini, Malang sudah ditetapkan sebagai kota teraktif di dunia. Malang semakin terbuka dan diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional, bahwa Kota Malang layak sebagai Kota Kreatif,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mbois X (FMX), Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengatakan bahwa festival tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas dari lantai 1 hingga lantai 7 MCC. “Kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 November ini menghadirkan banyak tenant dari berbagai subsektor Ekraf. Kami berharap masyarakat bisa datang dan memberikan dukungan kepada pelaku ekraf, agar ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang terus berkembang,” ucap Gedeon.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pelaksanaan Festival Mbois X tahun ini juga bersamaan dengan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang dihelat di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Tentunya, sangat lebih meriah lagi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas, tetapi juga forum besar bagi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia.</p>



<p>“Festival Mbois ini sudah berusia satu dekade, dan tahun ini kami laksanakan bersama ICCF 2025. Akan ada berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga konferensi internasional yang dihadiri beberapa negara,” tuturnya.</p>



<p>Puncak acara ICCF dan Festival Mbois X akan diadakan pada Sabtu (08/11/2025) besok dan dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tengku Rifti, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Wamen HAM dan Gubernur Jawa Timur. Dalam momen tersebut, nantinya Provinsi Jawa Timur juga akan menerima apresiasi sebagai Provinsi Kreatif dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN).</p>



<p>Vicky menegaskan bahwa Festival Mbois bukan sekadar ajang tahunan, tetapi telah menjadi lebaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Malang Raya. “Festival ini menjadi ruang silaturahmi dan perayaan bagi para pelaku ekraf lintas generasi, dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga profesional. Ada 17 subsektor ekraf yang terlibat. Dampaknya besar, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pemberdayaan kreatif di masyarakat,” katanya.</p>



<p>Kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan tersebut, menurutnya mencerminkan konsep Hexa Helix, yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, media, lembaga keuangan dan agregator. Dukungan dari seluruh pihak dinilai memperkuat posisi Malang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.</p>



<p>“Festival Mbois ini adalah wujud kolaborasi nyata. Kita juga merayakan pengakuan UNESCO terhadap Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media art. Harapannya, dampaknya segera terasa oleh masyarakat, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas,” imbuh Vicky. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Ditetapkan Unesco sebagai Kota Kreatif Dunia Bidang Media Arts</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-ditetapkan-unesco-sebagai-kota-kreatif-dunia-bidang-media-arts</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[ditetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang resmi terpilih sebagai salah satu Creative City atau kota kreatif dunia oleh Unesco untuk kategori Media Arts. Penetapan tersebut, diumumkan oleh Direktur Jenderal Unesco, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar Unesco, Paris, Prancis, Kamis (30/10/2025) lalu. Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang resmi terpilih sebagai salah satu Creative City atau kota kreatif dunia oleh Unesco untuk kategori Media Arts. Penetapan tersebut, diumumkan oleh Direktur Jenderal Unesco, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar Unesco, Paris, Prancis, Kamis (30/10/2025) lalu.</p>



<p>Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, dari enam kota di Indonesia yang diajukan, hanya Kota Malang dan Ponorogo yang berhasil masuk dalam jejaring kota kreatif dunia.</p>



<p>“Ini kebanggaan dan prestasi luar biasa. Unesco tidak main-main dalam penilaian. Prosesnya panjang dan melelahkan, bahkan mereka turun langsung ke lapangan tanpa pemberitahuan,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (01/11/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Wali Kota Wahyu, bahwa penilaian terhadap Kota Malang sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Pemkot bersama pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), media dan akademisi melengkapi berbagai persyaratan, termasuk kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung Media Arts.</p>



<p>“Banyak hal yang mereka lihat, mulai dari gim, film, hingga digital storytelling. Saat mereka turun, semua sudah berjalan dengan baik. Ini bukti kerja sama antara pemerintah, pelaku ekraf, media dan masyarakat,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemkot Malang akan terus menjaga dan mengawal posisi ini. “Sejak saya menjadi Pj hingga sekarang Wali Kota, ekraf selalu kami dorong sebagai sektor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat pandemi pun, sektor ini tetap hidup,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, hadirnya Malang Creative Center (MCC) menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendukung pengembangan Media Arts. “Dari MCC, banyak karya anak muda yang kini mendapat perhatian dunia. Termasuk gim dan film yang dinilai positif oleh Unesco,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Satrya Wibawa, Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk Unesco di Paris, menyebut bahwa terpilihnya Kota Malang menunjukkan pemerataan ekosistem kreatif di Indonesia. &#8220;Penambahan Kota Malang membuktikan bahwa kreativitas Indonesia tumbuh kuat di daerah yang memiliki akar budaya, inovasi digital, dan energi kolaborasi luar biasa,” tutur Satrya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, status Creative City bukan sekadar penghargaan, tetapi juga mandat untuk memperkuat kerja sama internasional melalui program, festival, riset, serta jejaring kreatif lintas negara. Sebagai Kota Media Arts, Malang akan memiliki kesempatan luas untuk berkolaborasi dengan kota-kota kreatif dunia lain seperti Changsha (Tiongkok) dan Gwangju (Korea Selatan). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Inovasi Olahan, Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Manfaatkan Kekayaan Alam secara Kreatif dan Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-inovasi-olahan-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-manfaatkan-kekayaan-alam-secara-kreatif-dan-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif. Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal harus berangkat dari kemandirian masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri. Apalagi, Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif.</p>



<p>Hal ini, disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka Lomba Inovasi Olahan Pisang dan Ubi Jalar, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Senin (20/10/2025) tadi. Lomba ini digagas, untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap potensi pangan lokal.</p>



<p>“Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan pangan tersedia, tapi bagaimana masyarakat mampu mengolah dan mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” kata Bunda Indah</p>



<p>Bupati Lumajang menilai, bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya ajang kompetisi kuliner, melainkan bentuk nyata dari gerakan kemandirian pangan berbasis potensi daerah. Dirinya juga menyebut, pisang dan ubi jalar merupakan dua komoditas unggulan Lumajang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Padahal, jika diolah secara kreatif, keduanya bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kita ingin masyarakat Lumajang punya kebanggaan terhadap hasil buminya sendiri. Dari dapur-dapur kecil di rumah tangga, bisa lahir inovasi yang memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada rantai distribusi besar atau impor, melainkan harus tumbuh dari kekuatan lokal yang mandiri. “Kalau kita bisa memanfaatkan hasil bumi sendiri, maka tidak akan ada kekhawatiran terhadap krisis pangan. Lumajang punya potensi besar untuk menjadi daerah yang mandiri pangan,” tegasnya.</p>



<p>Melalui inovasi olahan pangan, Bunda Indah berharap masyarakat semakin sadar bahwa pangan lokal adalah sumber daya strategis yang harus dijaga dan dikembangkan. Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan di tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, lomba olahan pangan seperti ini dapat menjadi ruang belajar dan berbagi inspirasi antar pelaku usaha kecil, komunitas perempuan, hingga generasi muda.</p>



<p>“Ketahanan pangan dimulai dari kesadaran rumah tangga. Dari dapur ibu-ibu di desa, lahirlah ketahanan ekonomi dan sosial kita,” ujarnya penuh semangat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Raya Jadi Tuan Rumah ICCF 2025, Wali Kota Wahyu Optimis Kolaborasi Kreatif Sukses</title>
		<link>https://memontum.com/malang-raya-jadi-tuan-rumah-iccf-2025-wali-kota-wahyu-optimis-kolaborasi-kreatif-sukses</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malang Raya resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, pada Kamis (06/11/2025) hingga Senin (10/11/2025) mendatang. Kegiatan berskala nasional ini, mengusung tema Nusantaraya Senyawa Malang Raya. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN), ini menegaskan semangat kolaborasi lintas daerah untuk mendorong Jawa Timur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Malang Raya resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, pada Kamis (06/11/2025) hingga Senin (10/11/2025) mendatang. Kegiatan berskala nasional ini, mengusung tema Nusantaraya Senyawa Malang Raya.</p>



<p>Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN), ini menegaskan semangat kolaborasi lintas daerah untuk mendorong Jawa Timur menuju predikat Creative Province. Rangkaian acara ICCF 2025, mencakup pembukaan di Kota Batu, Festival Mbois di Malang Creative Center (MCC), hingga Festival Nusantaraya di Kabupaten Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir dalam kegiatan Taklimat Media, menegaskan kesiapan Kota Malang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang kreatif nasional tersebut. “Kesiapan Kota Malang untuk ICCF sudah sampai tahap akhir. Kami memastikan seluruh elemen, mulai narasumber, lokasi, hingga fasilitas, siap digunakan. MCC akan menjadi pusat kegiatan utama,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (15/10/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, Kota Malang memiliki beragam produk ekonomi kreatif yang lahir dari 17 subsektor. Termasuk, digitalisasi layanan publik melalui aplikasi Mbois yang dikembangkan oleh anak muda lokal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Festival Mbois 10 yang menjadi bagian dari ICCF 2025, membuktikan bahwa kolaborasi kreatif di Malang Raya bukan sekadar wacana, tapi kekuatan yang nyata tumbuh dari bawah,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) ICCF 2025, Vicky Arief H, menjelaskan bahwa ribuan delegasi dari 260 kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia akan hadir memeriahkan kegiatan ICCF 2025. “ICCF bukan sekadar festival, tapi pergerakan besar. Kota Batu dengan potensi gastronominya, Kota Malang dengan media art dan Kabupaten Malang dengan kekuatan budaya semuanya bersenyawa untuk mendorong Jawa Timur menjadi Creative Province,” ujarnya.</p>



<p>Adapun rangkaian kegiatan dimulai pada 6 November di Kota Batu dengan Opening ICCF 2025 dan peresmian Selecta Living Museum. Dilanjutkan pada 7 November dengan City Tour bertema Agro Kreatif dan Produk Lokal Fest.</p>



<p>Sementara di Kota Malang, kegiatan akan dipusatkan di MCC pada 8 November, meliputi International Conference Future Creative Ecosystem yang menghadirkan pembicara dari India, Inggris dan Australia, serta Festival Mbois 2025 dan pembukaan Kongres ICCN.</p>



<p>Puncak acara akan digelar pada 9 November di Kabupaten Malang, melalui Festival Nusantaraya dan ICCF Awarding Night, yang diselenggarakan serentak di tiga titik. Yakni, Boon Pring, KEK Singhasari dan salah satu candi bersejarah di Kabupaten Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Optimalkan Kembangkan Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang, Wabup Temui Menteri Ekraf</title>
		<link>https://memontum.com/ingin-optimalkan-kembangkan-ekonomi-kreatif-kabupaten-malang-wabup-temui-menteri-ekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224254</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Ruang Rapat Sarangan Lantai 33 Autograph, Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/07/2025) tadi. Pertemuan tersebut, membahas arah kebijakan dan strategi pengembangan potensi ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Malang. Dalam audiensi itu, Wabup Hj Lathifah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, melakukan audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Ruang Rapat Sarangan Lantai 33 Autograph, Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/07/2025) tadi. Pertemuan tersebut, membahas arah kebijakan dan strategi pengembangan potensi ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam audiensi itu, Wabup Hj Lathifah hadir dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto.</p>



<p>Dalam momen itu, Menteri Teuku Riefky menyambut baik kedatangan Wakil Bupati Malang beserta jajaran. Dirinya menyampaikan, komitmennya untuk mendukung pengembangan Ekraf di Kabupaten Malang, melalui fasilitasi pelatihan dan pendampingan teknis bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai subsektor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Arah kebijakan dan strategi pengembangan Ekraf di Kabupaten Malang, difokuskan pada pengembangan berbasis agro dan pariwisata, peningkatan kapasitas SDM kreatif, penguatan infrastruktur dan sentra kreatif, digitalisasi produk kreatif, serta kemitraan multi sektor. Hal ini, bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk kreatif lokal, memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Pertemuan ini menjadi langkah positif dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengatasi berbagai tantangan yang ada,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan menerapkan arah kebijakan dan strategi yang terencana dengan baik, diharapkan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang dapat berkembang pesat, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif dengan membentuk satu bidang khusus di bawah Dinas Pariwisata. Langkah tersebut, bertujuan agar pengelolaan sektor ekonomi kreatif lebih terstruktur dan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224254</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
