<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>krecek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/krecek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Dec 2024 09:12:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>krecek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menteri Kebudayaan RI Serahkan Penetapan Krecek Rebung Jadi WBTb Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-kebudayaan-ri-serahkan-penetapan-krecek-rebung-jadi-wbtb-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[krecek]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan]]></category>
		<category><![CDATA[rebung]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217394</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Salah satu kuliner khas Kabupaten Lumajang, Krecek Rebung secara resmi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI. Sertifikasi WBTb diserahkan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon kepada Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam Penganugerahan Kompetisi Film Asli (Komfilasi) Jawa Timur 2024, di Gedung Cak Durasim, UPT Taman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Salah satu kuliner khas Kabupaten Lumajang, Krecek Rebung secara resmi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.</p>



<p>Sertifikasi WBTb diserahkan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon kepada Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam Penganugerahan Kompetisi Film Asli (Komfilasi) Jawa Timur 2024, di Gedung Cak Durasim, UPT Taman Budaya Jatim, Jalan Genteng Kali Surabaya, Minggu (08/12/2024) malam.</p>



<p>&nbsp;Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengungkapkan rasa syukur atas ditetapkannya kuliner Krecek Bung sebagai WBTb. Menurutnya, pengakuan ini menjadi bukti keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ahamdulillah ternyata Krecek Rebung ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan sebagai warisan budaya takbenda. Jadi warisan budaya ini tidak hanya dari film, seni, tapi juga bisa dari makanan. Saya bangga tenyata Krecek Bung ini jadi makanan tradisional khas yang bisa menjadi keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon menyerahkan 13 sertifikasi WBTb, diantaranya Bahasa Madura (Provinsi Jawa Timur), Kerupuk Abang Ijo (Kabupaten Bojonegoro), Ampo Tuban (Kabupaten Tuban), Pudak (Kabupaten Gresik), Dhurung Bawean (Kabupaten Gresik), Krecek Bung (Kabupaten Lumajang).</p>



<p>Selanjutnya ada Jaranan Jur Ngasinan (Kabupaten Blitar), Tari Remo Boletan (Kabupaten Jombang), Penanggalan Tengger (Kabupaten Pasuruan), Roma Tabing Tongkok (Kabupaten Situbondo), Baritan (KabupatenTrenggalek), Bersih Dam Bagong (Kabupaten Trenggalek) dan Kupatan Durenan (Kabupaten Trenggalek. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217394</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Makanan Khas Lumajang, Krecek Rebung Ditetapkan Warisan Budaya Takbenda Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/makanan-khas-lumajang-krecek-rebung-ditetapkan-warisan-budaya-takbenda-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ditetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[krecek]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[rebung]]></category>
		<category><![CDATA[takbenda]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang, kembali menorehkan kebanggaan di kancah nasional. Salah satu kuliner tradisional khasnya, Krecek Rebung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Sabtu (16/11/2024) lalu. Pengakuan ini, tentunya menjadi bukti keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang, kembali menorehkan kebanggaan di kancah nasional. Salah satu kuliner tradisional khasnya, Krecek Rebung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Sabtu (16/11/2024) lalu. Pengakuan ini, tentunya menjadi bukti keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha, mengatakan bahwa penetapan ini bukan hanya penghargaan terhadap kuliner, tetapi juga apresiasi atas warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi. “Krecek Rebung memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner masyarakat Pasrujambe dan sekitarnya. Proses pembuatannya yang rumit, dari pemilihan rebung hingga pengasapan tradisional, menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda dari produk serupa di daerah lain,” kata Yudha, Kamis (21/11/2024) tadi.</p>



<p>Dengan statusnya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Krecek Rebung tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus melestarikannya.</p>



<p>Nugraha Yudha berharap, penetapan ini dapat mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mencintai dan menjaga kekayaan budaya lokal. “Melalui pengakuan ini, kami ingin mengajak masyarakat Lumajang untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kami juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum ini dalam memperkenalkan Krecek Rebung ke tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Krecek Rebung, yang sekilas menyerupai daging, berbahan dasar bambu muda jenis jajang atau petung. Proses pembuatannya terbilang panjang dan unik. Rebung yang telah direbus selama 2-3 jam dipotong kecil, ditusuk seperti sate, kemudian diasapi secara tradisional selama satu hingga dua bulan di atas tungku.</p>



<p>“Pengasapan ini adalah rahasia kelezatan Krecek Rebung Lumajang. Lama pengasapan menentukan kualitas rasa. Semakin lama diasapi, semakin enak dan tahan lama,” terang Lukman, pembuat Krecek Rebung asal Dusun Krajan, Desa Pasrujambe.</p>



<p>Untuk penyajian, masyarakat Lumajang biasanya mengolah Krecek Rebung dengan santan dan bumbu opor. Hidangan ini, semakin lengkap dengan tambahan lontong, sambal petis, bubuk kedelai dan telur goreng.</p>



<p>“Rasa khas Krecek Rebung Lumajang tidak bisa ditemukan di tempat lain karena proses pengolahannya menggunakan metode tradisional. Itu yang membuat rasanya istimewa,” tambah Lukman.</p>



<p>Krecek Rebung adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal bisa menjadi identitas yang membanggakan sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan bagi Kabupaten Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Krecek Pelem Podang, Makanan Tradisional Kediri Pengganti Lauk Pauk yang Cocok Dicampur Mie</title>
		<link>https://memontum.com/krecek-pelem-podang-makanan-tradisional-kediri-pengganti-lauk-pauk-yang-cocok-dicampur-mie</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 01:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[dicampur]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[krecek]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[podang,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199170</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Mangga Podang menjadi salah satu komoditi unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kediri. Pohon Mangga Podang, paling banyak tersebar di wilayah barat sungai, yang ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Banyakan, Grogol dan Kecamatan Tarokan. Buah Mangga Podang sendiri, memiliki ciri khas berbeda dengan mangga jenis lainnya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan mangga &#8216;bokong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Mangga Podang menjadi salah satu komoditi unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kediri. Pohon Mangga Podang, paling banyak tersebar di wilayah barat sungai, yang ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Banyakan, Grogol dan Kecamatan Tarokan.</p>



<p>Buah Mangga Podang sendiri, memiliki ciri khas berbeda dengan mangga jenis lainnya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan mangga &#8216;bokong abang&#8217; (Pantat Merah). Jika sudah masak, warna mangga ini akan kuning kemerah dan rasanya sangat manis.</p>



<p>Mangga Podang sendiri, hanya memiliki satu kali musim panen antara bulan Oktober, November dan Desember. Saat musim panen tiba seperti sekarang ini, harganyapun turun drastis bisa mencapai angka Rp 3.000 perkilogram.</p>



<p>Melimpahnya buah Mangga Podang saat panen raya dan harganya murah, biasanya membuat masyarakat sekitar enggan untuk memanennya. Alhasil, busuk dan jatuh sendiri dari pohon.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ridwan Efendi, warga asli Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, yang memiliki cara untuk mengolah buah Mangga Podang menjadi bahan makanan yang cukup lezat yang warga sekitar menyebutnya &#8216;Krecek pelem&#8217; atau istilah lainnya Karak Mangga.</p>



<p>Menurut Ridwan, makanan ini adalah resep turun temurun sejak nenek moyang. Cara mengolahnya, pun sangat sederhana, yaitu setelah dikupas dan diiris tipis-tipis, mangga kemudian dilumuri abu. Setelah merata, baru dijemur hingga kering sempurna.</p>



<p>&#8220;Karak Mangga biasanya digunakan untuk pengganti lauk pauk dan dapat pula dijadikan bothok dengan dicampur dengan kelapa muda. Lebih enak lagi, bila dimasak tumis bareng mie. Teksturnya kenyal seperti kita makan jamur,&#8221; terangnya saat membuat krecek di rumahnya, Selasa (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Masih kata Ridwan, semakin berkembangnya zaman dan banyak bermunculan rumah makan mewah, sekarang sudah jarang warga yang masih memproduksinya untuk dikonsumsi sendiri. &#8220;Padahal bahan makanan tradisional seperti krecek pelem ini terbilang sangat ekonomis dan dijamin tanpa bahan pengawet. Jadi aman dikonsumsi oleh siapa pun,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Karenanya, dirinya pun berharap makanan tradisional ini tetap berjaya dan lestari di lingkungan masyarakat. &#8220;Saya berharap, makanan ini dapat kembali berjaya seperti pada zaman nenek moyang kita dahulu. Apalagi, jika musim panen Mangga Podang juga sangat melimpah. Sehingga, tinggal diolah dan tidak mensia-siakan buahnya,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199170</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
