<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>krisis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/krisis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Apr 2025 16:13:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>krisis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanam 66 Ribu Pohon di Hutan Pinus Agatis Forest, Bupati Banyuwangi Ajak Kolaborasi Cegah Krisis Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/tanam-66-ribu-pohon-di-hutan-pinus-agatis-forest-bupati-banyuwangi-ajak-kolaborasi-cegah-krisis-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agatis]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[forest,]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221457</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi melakukan pencegahan krisis lingkungan dengan melakukan penghijauan. Sejak 2020 lalu, Banyuwangi telah menanam 1,2 juta pohon sebagai salah satu upaya dalam penghijauan. Seperti penanaman 66 ribu lebih pohon yang berada di lereng Gunung Ijen di kawasan Perhutani Barat dan Perhutani Selatan. Penanaman yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi melakukan pencegahan krisis lingkungan dengan melakukan penghijauan. Sejak 2020 lalu, Banyuwangi telah menanam 1,2 juta pohon sebagai salah satu upaya dalam penghijauan.</p>



<p>Seperti penanaman 66 ribu lebih pohon yang berada di lereng Gunung Ijen di kawasan Perhutani Barat dan Perhutani Selatan. Penanaman yang bekerjasama dengan PT Bumi Suksesindo (BSI), dilakukan secara simbolis di area Hutan Pinus Agatis Forest, Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Sabtu (26/04/2025) tadi. Turut hadir di pelaksanaan itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825, Letkol (Arh) Joko Sukoyo, Danlanal, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo dan GM Operations PT BSI, Roelly Fransza.</p>



<p>“Penanaman pohon ini sebagai bagian dari rehabilitasi lahan kritis. Sebanyak lebih dari 66 ribu bibit pohon akan ditanam tersebar di atas lahan 60 hektar. Pohon yang ditanam jenis multipurpose trees species atau pohon serbaguna seperti alpukat, durian dan petai,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa pihaknya terus mendorong gerakan menanam pohon berkesinambungan di Banyuwangi. Hal tersebut, sangat penting dalam upaya rehabilitasi lahan kritis dan pelestarian hutan di daerah ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Gerakan penanaman pohon yang berkesinambungan harus terus ditingkatkan, karena hutan bukan hanya warisan nenek moyang yang bisa dinikmati manfaatnya, melainkan titipan untuk generasi mendatang. Untuk itu, kontribusi berbagai pihak perlu terus digalang, sebagai wujud tanggung jawab bersama,” tambahnya.</p>



<p>Dikatakan Bupati Ipuk, saat ini dunia dihadapkan dengan triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi. Ketiga krisis ini memiliki dampak yang signifikan dan saling mempengaruhi satu sama lain. “Maka dari itu, kami terus mengajak banyak pihak untuk terus menjaga lingkungan. Lereng Ijen sebagai kawasan hulu ini contohnya, perlu kita tanami pohon yang dapat menahan air agar tidak terjadi banjir di hilir perkotaan. Harapan kami, semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, Banyuwangi sendiri sejak tahun 2020 telah menanam 1,2 juta pohon, dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. “Saya ingin berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk BSI yang mendukung upaya pencegahan krisis lingkungan dengan penanaman puluhan ribu pohon di lokasi ini,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, GM Operations PT BSI, Roelly, mengatakan penanaman pohon ini bukan hanya wujud kepedulian lingkungan tapi bentuk nyata pemulihan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat ekologis jangka panjang dan nilai ekonomi dari jenis tanaman yang ditanam,” ujar Roelly. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221457</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Krisis TPA, Kepala DLH Kota Malang Imbau Kesadaran Warga dalam Mengelola Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-krisis-tpa-kepala-dlh-kota-malang-imbau-kesadaran-warga-dalam-mengelola-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya krisis di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang. Apalagi, saat ini dirinya melihat bahwa usia sanitary landfill TPA Supit Urang Kota Malang, tinggal enam tahun ke depan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya krisis di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang.</p>



<p>Apalagi, saat ini dirinya melihat bahwa usia sanitary landfill TPA Supit Urang Kota Malang, tinggal enam tahun ke depan. Sehingga, tidak bisa hanya mengandalkan proses pengelolaan di TPA tersebut.</p>



<p>&#8220;Sanitary landfill ini umurnya cuma tujuh tahun. Saat ini bahkan kurang enam tahun lagi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan dengan pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Supit Urang saja. Kalau sanitary landfill ini sudah tidak bisa lagi menampung, maka kita akan kesulitan membuang sampah,&#8221; ujar Rahman, Senin (27/01/2025) tadi.</p>



<p>Sehingga, menurut Rahman dalam mengatasi persoalan ini bukan hanya tugas dari Pemerintah Kota Malang saja, namun juga masyarakat. Dirinya mengimbau agar masyarakat dapat aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus peduli. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni di lingkungan masing-masing,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, DLH Kota Malang juga telah gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, Rahman menekankan bahwa perubahan perilaku dalam menangani sampah adalah kunci utama.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak dilakukan dengan baik, kita tidak tahu lagi enam tahun ke depan sampah akan ditampung di mana. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Di akhir, Rahman berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam memilah sampah organik dan anorganik, serta mendukung program pengelolaan sampah yang ada. Dengan langkah tersebut, diharapkan nantinya usia TPA Supit Urang dapat diperpanjang, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi Tiga Ancaman Krisis Dunia, Gubernur Jatim Tekankan Pemanfaatan Lahan dan Kurangi Sampah Plastik</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-tiga-ancaman-krisis-dunia-gubernur-jatim-tekankan-pemanfaatan-lahan-dan-kurangi-sampah-plastik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 08:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menghadapi tiga ancaman krisis dunia, yaitu krisis energi, krisis pangan dan krisis keuangan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pada masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur, untuk terus memanfaatkan lahan kosong dan mengurangi sampah plastik dengan Reduce, Reuse dan Recyce (3R). Penekanan itu disampaikan, dalam kegiatan puncak peringatan Hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menghadapi tiga ancaman krisis dunia, yaitu krisis energi, krisis pangan dan krisis keuangan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pada masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur, untuk terus memanfaatkan lahan kosong dan mengurangi sampah plastik dengan Reduce, Reuse dan Recyce (3R). Penekanan itu disampaikan, dalam kegiatan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur tahun 2023.</p>



<p>Gubernur Khofifah menyampaikan, jika pola ketahanan pangan bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja, dalam bentuk yang dimungkinkan. &#8220;Dalam menghadapi krisis pangan dunia, kita bisa menginisiasi bersama dengan memanfaatkan potensi berbasis lahan, pot dan bahkan rooftop yang bertujuan untuk menguatkan ketahanan pangan kita. Seperti salah satunya, yang telah kita lakukan bersama melakukan penanaman buah alpukat aligator di lahan Mako Divisi Infanteri 2/Kostrad saat ini,” ujar Gubernur Khofifah, seusai kegiatan di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Malang, Senin (04/09/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya apabila ketahanan pangan pada masing-masing wilayah sudah tercukupi dengan baik, maka bisa dilakukan ekspor untuk menunjang keuangan daerah. Termasuk salah satunya pada salah satu daerah yang sudah melakukan ekspor sayur mayur ke luar negeri.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Saya dapat informasi bahwa sayuran dari poncokusumo hari ini sudah bisa seminggu dua kali di ekspor ke singapura dan malaysia. Maka, apabila di daerah lain potensi sudah mencukupi untuk kebutuhan regional, kemudian bisa masuk pangsa pasar untuk ekspor. Ini bisa menjadi penguatan baru, tidak hanya bagi tim saja namun ada jejaring pasar nasional yang bisa dilakukan,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, peran serta dalam mengurangi sampah plastik dengan 3R tentu dibutuhkan kolaborasi bersama dengan para stakeholder. Itu harus terus bergerak bersama untuk melindungi alam, bumi dan hutan.</p>



<p>“Maka ayo kita bersama sama membangun penguatan daya dukung alam dan daya dukung lingkungan kita, serta memaksimalkan bagaimana sampah plastik bisa dikurangi dan 3R bisa kita lakukan,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan 13 perusahaan swasta dan BUMN di Jawa Timur tentang pengendalian, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Jawa Timur. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada 160 sekolah peraih Adiwiyata dan 14 pondok pesantren peraih eco pesantren serta 134 desa dan kelurahan berseri.</p>



<p>Selanjutnya, diserahkan pula penghargaan kepada enam Kepala Daerah Pembina Proklim terbaik seJawa Timur dan enam Kepala Daerah yang berhasil meraih penghargaan Green Leadership tingkat Provinsi Jawa Timur. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuk Musim Kemarau, Dua Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Krisis Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-musim-kemarau-dua-kecamatan-di-kabupaten-probolinggo-krisis-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195891</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bertindak cepat mengirimkan bantuan di dua kecamatan di wilayah yang sedang mengalami krisis air bersih. Mereka mengirimkan sejumlah bantuan air bersih di Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas dan Desa Legundi serta Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bertindak cepat mengirimkan bantuan di dua kecamatan di wilayah yang sedang mengalami krisis air bersih. Mereka mengirimkan sejumlah bantuan air bersih di Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas dan Desa Legundi serta Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah, mengatakan bahwa beberapa hari lalu pihak desa telah mengirimkan surat ke BPBD setempat mengenai kekurangan air bersih. Karenanya, pihaknya pun menindaklanjuti surat tersebut dan mengirimkan air bersih dengan truk tangki berkapasitas masing-masing 11 ribu liter.</p>



<p>&#8220;Setelah kami cek, memang membutuhkan pengiriman air bersih. Makanya, pemenuhan kebutuhannya kami segera lakukan,&#8221; katanya, Selasa (15/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lokasi pertama, jelas Zubaidillah, di lakukan di Dusun Watuewuh, Desa Legundi dan Dusun Uter, Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, yang dimanfaatkan oleh sekitar 219 KK atau sekitar 667 jiwa. Kemudian di Dusun Krajan Kulon, Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, air tersebut dimanfaatkan oleh sekitar 48 KK atau 145 Jiwa.</p>



<p>Zubaidullah juga mengimbau, agar masyarakat untuk segera melapor jika mengalami krisis air bersih. Sehingga, nanti dapat ditangani dengan upaya menjaga sumber air yang tersedia atau melalui pemenuhan dengan pengiriman air bersih.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau agar masyarakat cepat melaporkan jika ada kesulitan air di daerahnya. Sehingga, kami bisa cepat menanggapi dan bertindak secepatnya,&#8221; tegasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195891</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
