<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kucing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kucing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2025 14:10:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kucing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Audiensi bersama DPRD, Komunitas Pecinta Kucing Kota Malang Sampaikan Poin Aspirasi</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-dprd-komunitas-pecinta-kucing-kota-malang-sampaikan-poin-aspirasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227202</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas Peduli Kucing Kota Malang menggelar audiensi bersama dengan DPRD Kota Malang, Senin (28/10/2025) tadi. Audiensi itu, menjadi jujugan penyampaian aspirasi bagi para pecinta kucing, yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya populasi kucing liar hingga kasus peracunan yang menimbulkan keprihatinan. Ketua Cat Lovers RW 08 Kelurahan Sawojajar, Rudianto, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas Peduli Kucing Kota Malang menggelar audiensi bersama dengan DPRD Kota Malang, Senin (28/10/2025) tadi. Audiensi itu, menjadi jujugan penyampaian aspirasi bagi para pecinta kucing, yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya populasi kucing liar hingga kasus peracunan yang menimbulkan keprihatinan.</p>



<p>Ketua Cat Lovers RW 08 Kelurahan Sawojajar, Rudianto, mengatakan bahwa komunitasnya membawa beberapa poin penting yang dibahas. Diantaranya, pengendalian populasi kucing, penanganan kasus pembuangan kucing dan kebutuhan shelter yang layak di Kota Malang.</p>



<p>“Kami ingin pemerintah daerah hadir dalam upaya pengendalian populasi kucing. Salah satu solusi paling efektif adalah program steril kucing liar gratis, yang didukung oleh APBD. Selama ini, komunitas sudah berupaya mandiri melakukan sterilisasi, tapi biayanya sangat besar dan daya tampung kami terbatas,” ujar Rudianto.</p>



<p>Selain itu, komunitas juga menyoroti maraknya kasus peracunan kucing yang terjadi di berbagai wilayah Kota Malang dalam setahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, pada Oktober 2024 tercatat 16 kucing mati di kawasan Danau Maninjau Sawojajar, Januari–Februari 2025 sekitar 20 ekor di wilayah Lowokwaru, dan Mei 2025 sekitar 15 ekor di Bunulrejo.</p>



<p>&#8220;Semua kasus kucing mati tersebut, menunjukkan ciri serupa dan diduga kuat akibat keracunan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Komunitas Peduli Kucing berharap agar Pemkot Malang dapat menindaklanjuti fenomena tersebut dengan langkah tegas. Termasuk juga, melakukan edukasi kepada masyarakat dan penerapan sanksi pidana bagi pelaku penyiksaan hewan sebagaimana diatur dalam Pasal 302 KUHP.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami juga mendorong agar Pemkot Malang dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur tentang pembuangan dan perlindungan kucing di wilayah perkotaan. Selain itu, kami juga memohon dukungan agar pemerintah bisa menyediakan lahan dan bangunan untuk shelter kucing. Saat ini penampungan yang ada dikelola secara mandiri oleh perorangan dan komunitas kecil, tapi kondisinya sudah tidak sanggup menampung karena keterbatasan lahan, biaya sewa, pakan, dan perawatan,” jelasnya.</p>



<p>Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Akhdiyat Syabril Ulum, menyampaikan apresiasinya kepada komunitas pecinta kucing atas kepedulian mereka terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan hewan. Pihaknya menegaskan, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut ke pihak eksekutif, khususnya terkait alokasi anggaran dan penguatan kolaborasi dengan para relawan.</p>



<p>“Kami menerima aspirasi dari semua kalangan, termasuk para pecinta hewan. Harapan kami, apa yang disampaikan teman-teman bisa kami teruskan ke eksekutif agar lebih diperhatikan. Alokasi anggaran untuk Puskeswan kalau bisa diperbesar, jangan hanya formalitas,” tuturnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter hewan dan komunitas lokal menjadi kunci utama agar pengendalian populasi dan penanganan hewan liar bisa lebih efektif. Akhdiyat juga mengapresiasi, langkah audiensi tersebut sebagai inisiatif pertama kalinya yang dilakukan komunitas pecinta hewan di Kota Malang melalui jalur resmi DPRD.</p>



<p>“Selama dua periode saya di dewan, ini pertama kalinya menerima langsung aspirasi dari pecinta hewan, khususnya kucing. Ke depan, kami dorong agar komunikasi semacam ini terus berlanjut, supaya solusi yang dihasilkan benar-benar menyentuh persoalan di lapangan,” imbuh Akhdiyat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Rabies, Pemkot Malang Gelar Vaksinasi Gratis dan Kastrasi Kucing Jantan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-rabies-pemkot-malang-gelar-vaksinasi-gratis-dan-kastrasi-kucing-jantan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[jantan]]></category>
		<category><![CDATA[kastrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[rabies]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) bersama Puskeswan Kota Malang, akan menggelar peringatan Hari Rabies Sedunia 2025. Peringatan itu, yakni pelaksanaan vaksinasi rabies gratis dan kastrasi kucing jantan, untuk masyarakat Kota Malang. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) bersama Puskeswan Kota Malang, akan menggelar peringatan Hari Rabies Sedunia 2025. Peringatan itu, yakni pelaksanaan vaksinasi rabies gratis dan kastrasi kucing jantan, untuk masyarakat Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran rabies, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan hewan peliharaan. “Kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap ancaman rabies. Ini penyakit mematikan, tapi bisa dicegah. Dengan vaksinasi, kita bukan hanya melindungi hewan, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan. Momentum Hari Rabies Sedunia ini mengingatkan kita semua bahwa kesehatan manusia dan hewan itu saling terkait,” kata Slamet, Selasa (16/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam program tersebut, ujarnya, untuk vaksinasi rabies gratis dijadwalkan pada 22 hingga 26 September 2025, pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dengan kuota 150 ekor hewan. Syaratnya, hewan harus dalam kondisi sehat, tidak sedang bunting, berusia minimal 4 bulan, serta dibawa menggunakan pet cargo.</p>



<p>Sementara itu, untuk kastrasi kucing jantan, akan dilaksanakan pada 28 September 2025 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan kuota 50 ekor. Hewan yang didaftarkan harus sehat, kedua testis sudah turun, dapat ditangani dengan baik dan dibawa dalam pet cargo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, tambahnya, diwajibkan membawa fotokopi KTP Kota Malang. Untuk vaksinasi, 1 KTP bisa digunakan mendaftarkan maksimal 2 ekor hewan, sedangkan untuk kastrasi berlaku 1 KTP untuk 1 ekor.</p>



<p>Slamet juga menjelaskan, langkah ini tidak hanya penting untuk kesehatan hewan, tetapi juga bagian dari upaya besar mencegah penyebaran penyakit zoonosis. &#8220;Deteksi dini dan pencegahan melalui vaksinasi adalah kunci. Kami juga membuka layanan aduan apabila masyarakat menemukan hewan dengan gejala rabies atau kasus gigitan,” tambahnya.</p>



<p>Secara nasional, rabies masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mencatat, setiap tahun terjadi ribuan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). WHO juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan risiko tinggi rabies, terutama di wilayah dengan kepadatan hewan peliharaan yang tinggi.</p>



<p>Dengan adanya rangkaian kegiatan memperingati Hari Rabies Sedunia, diharapkan masyarakat bisa berperan aktif menjaga kesehatan hewan peliharaan. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226044</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekor..Tekan Over Populasi Kucing Non Ras, Polresta Malang Kota Gelar Steril Gratis untuk Ratusan Kucing</title>
		<link>https://memontum.com/rekor-tekan-over-populasi-kucing-non-ras-polresta-malang-kota-gelar-steril-gratis-untuk-ratusan-kucing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[rekor..tekan]]></category>
		<category><![CDATA[steril]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota bersama Animal Defenders Indonesia dan Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, menggelar steril (kebiri) gratis kucing non ras, di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Sabtu (10/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini dilakukan, guna menekan angka over populasi kucing non ras di masyarakat. Cukup jarangnya pelaksanaan ini, kontan disambut antusias pecinta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota bersama Animal Defenders Indonesia dan Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, menggelar steril (kebiri) gratis kucing non ras, di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Sabtu (10/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini dilakukan, guna menekan angka over populasi kucing non ras di masyarakat.</p>



<p>Cukup jarangnya pelaksanaan ini, kontan disambut antusias pecinta dan pemerhati kucing. Bahkan, tidak kurang hingga sebanyak 1.200 ekor kucing, yang didaftarkan untuk disteril. Hanya saja, karena keterbatasan tenaga, akhirnya hanya mampu menampung 500 sampai 600 ekor kucing. Itupun, dengan prioritas kucing jantan non ras.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan karena banyaknya aduan kekerasan terhadap kucing. Karenanya, sebagai bentuk perhatian maka menggelar pelaksanaan steril.</p>



<p>&#8220;Pendaftaran steril kucing gratis itu dibuka mulai 23 Juli sampai dengan 31 Juli 2024 lalu. Pendaftarannya, melalui link pendaftaran di website. Ternyata, animo pemilik kucing yang ingin mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Sebanyak 1.200 ekor kucing, terdaftar untuk mengikuti. Namun, karena kuotanya juga terbatas, maka diberikan batasan sesuai dengan ketentuan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Kasi Humas, tingginya animo masyarakat dalam mengikuti gelaran steril, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa bakal kembali dilaksanakan. Tentunya, dengan kuota yang lebih besar. Bahkan, tidak hanya melakukan steril, namun juga memberikan edukasi tentang pemeliharaan dan kesejahteraan hewan.</p>



<p>&#8220;Kami imbau agar jangan ada kekerasan terhadap hewan. Karena semua sudah ada ketentuan perundang-undangnya dan ada hukumnya. Segala perbuatan yang melanggar hak dan kesejahteraan hewan seperti menyiksa, menganiaya dan menelantarkan, tentunya ada sanksinya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pendiri Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, drh Albiruni Haryo, menjelaskan jika pihaknya melibatkan sedikitnya 15 dokter hewan di acara gratis tersebut. Termasuk, juga melibatkan sekitar 250 volunteer dalam kegiatan ini.</p>



<p>&#8220;Ada 15 dokter hewan, baik dari klinik kami maupun dari Animal Defenders Indonesia. Termasuk, mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang dan juga profesional. Semuanya adalah volunteer dan bergabung untuk membantu dalam kegiatan ini. Mereka tidak dibayar dan hanya ingin membantu dalam kegiatan ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi unik yang didesikasikan untuk masyarakat. &#8220;Ini adalah rekor di Kota Malang. Ada sebanyak 500 ekor kucing yang dilakukan steril selama sehari. Ini gratis demi kepentingan masyarakat Malang Raya,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemkab Lamongan dan PDHI Jatim VI Gelar Vaksinasi Rabies, Cat Fashion Week hingga Cat Feeding Competition</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-rabies-sedunia-pemkab-lamongan-dan-pdhi-jatim-vi-gelar-vaksinasi-rabies-cat-fashion-week-hingga-cat-feeding-competition</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Rabies Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[PDHI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176564</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Memperingati World Rabies (Hari Rabies Sedunia), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim VI, melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies, talk show, cat fashion week, cat feeding competition dan street feeding di Lamongan Plaza, Senin (10/10/2022) tadi. Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf, ketika membuka kegiatan World [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Memperingati World Rabies (Hari Rabies Sedunia), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim VI, melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies, talk show, cat fashion week, cat feeding competition dan street feeding di Lamongan Plaza, Senin (10/10/2022) tadi.</p>



<p>Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf, ketika membuka kegiatan World Rabies and Animal Day (WRAD), mengatakan bahwa sebagian jenis hewan yang dipelihara manusia memiliki resiko penularan rabies. Pemberian vaksinasi pada hewan peliharaan, ini selain memberikan hak kesejahteraan hewan juga untuk sedini mungkin melakukan pencegahan dampak penularan rabies dari hewan kepada manusia.</p>



<p>&#8220;Hewan peliharaan, inikan ada sebagian yang bisa menularkan penyakit. Baik itu seperti anjing dan kucing, itu bisa membawa penyakit rabies. Dilaksanakan vaksinasi rabies ini, setidaknya merupakan ikhtiar untuk dapat menurunkan dampak penularan rabies terhadap manusia. Sehingga, dapat dicegah sedini mungkin sehingga virus rabies tidak sampai menular kepada manusia,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan WRAD ini, karena menurutnya akan dapat memberikan dampak positif bagi makro dan mikro terkait hewan peliharaan di Kabupaten Lamongan. &#8220;Ini memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian makro dan mikro. Kita patut mendukung, sebab banyak sekali masyarakat kita yang senang terhadap hewan peliharaan,&#8221; tambah Wabup Lamongan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-rejang-lebong-ditetapkan-tersangka-dugaan-suap-fee-proyek-wabup-tak-terbukti">Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti</a></li>
</ul>


<p>Dilaporkan Ketua Panitia WRAD yang juga Ketua PDHI Jatim, drh Malik Choirul Rachman, bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan kuota 100 dosis vaksin. Tidak hanya dilaksanakan di Lamongan, tetapi juga beberapa daerah lain di lingkup Jatim VI, seperti Gresik dan Tuban.</p>



<p>&#8220;Porsi dosis paling banyak di Lamongan. Lamongan ini personel dokter hewannya paling banyak, praktisi, pet care dan petshopnya banyak. Cukup salut, untuk wilayah VI, ini koordinasi paling bagus di wilayah Lamongan,&#8221; ungkap drh Malik.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Moch Wahyudi, mengatakan bahwa hewan yang bergumul dengan manusia haruslah hewan yang sehat. Sehingga, terhindar dari penyakit zoonosis yang mematikan dan menular kepada manusia seperti penyakit rabies.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa dilaksanakan 100 vaksinasi rabies dengan harapan meningkatkan jumlah hewan kesayangan yang tervaksinasi rabies. Selain itu, juga dilaksanakan talkshow untuk sosialisasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat akan penyakit zionis dan rabies, lomba fashion kucing dengan kostum menarik, lomba makan untuk kucing, juga kegiatan street feeding untuk mengkampanyekan kesejahteraan hewan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini diikuti selain 100 hewan yang akan divaksin, juga untuk cat fashion ada 35 ekor, lomba makan 30 ekor. Selain diikuti oleh lokal Lamongan juga ada dari Duduksampeyan dan Bojonegoro,&#8221; terang Wahyudi. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176564</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Ternak Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-beri-layanan-pemeriksaan-kesehatan-hewan-ternak-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2021 06:52:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[dokter hewan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Ipuk Fiestiandani]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136832</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga. “Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi membuka pelayanan kesehatan keliling untuk hewan ternak. Secara rutin, tim dokter hewan dan tenaga kesehatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada hewan ternak milik warga.</p>



<p>“Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan status kesehatan hewan ternak di Banyuwangi. Agar mereka bisa bereproduksi dan berproduksi secara maksimal. Target tahun ini kami bisa melayani 10 ribu hewan ternak besar, seperti sapi dan kambing,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan, Minggu (14/03/2021).</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, tim keliling ke lokasi peternakan maupun tempat permukiman warga di desa-desa menggunakan mobil ambulans khusus ternak yang telah disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Mobil ambulans tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan khusus ternak. Seperti mikroskop, kamar hitung, alat pemeriksa berat jenis susu (laktodensimeter), hingga Ultrasonografi (USG) untuk sapi dan ternak kecil.</p>



<p>Dengan berbagai peralatan itu, tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara terpadu, dilanjutkan pemberian vitamin, obat cacing, mineral, hingga tindakan pengobatan jika memang ditemukan hewan ternak yang sakit.</p>



<p>Bagi hewan yang bisa ditangani di lokasi, terang Arief, akan langsung ditangani oleh dokter hewan dan petugas medis di tempat. Bagi hewan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, akan langsung dibawa ke klinik hewan setelah mendapat penanganan awal.</p>



<p>“Layanan ini gratis. Warga cukup membawa hewan ternaknya ke lokasi pelayanan yang telah diumumkan sehari sebelumnya oleh petugas. Jadwalnya kami bikin fleksibel asalkan dalam setahun bisa mencapai 10 ribu ekor ternak. Jadi bisa seminggu atau dua minggu sekali,” ujar Arief.</p>



<p>Tak hanya ke desa-desa, layanan ini juga rutin keliling ke pasar-pasar hewan secara bergilir.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/135968-desa-kemiren-banyuwangi-terima-sertifikasi-desa-wisata-berkelanjutan-dari-menparekraf#ixzz6p4BaqtBe" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Desa Kemiren Banyuwangi Terima Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf</a></strong></p>



<p>“Kalau ini dilakukan rutin setiap minggu untuk monitoring kejadian penyakit di lapangan. Kita kan tahu mobilitas ternak di pasar itu sangat tinggi sehingga pemeriksaannya harus lebih intensif dan rutin,” terang Arief.</p>



<p>Selain itu, layanan ini menjangkau sasaran yang lebih luas. Tidak hanya hewan ternak, tapi juga hewan peliharaan seperti kucing, anjing, iguana, dan lainnya.</p>



<p>Ditambahkannya, selain kegiatan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis ini juga melayani panggilan via telepon bagi warga yang hewan ternaknya sakit. “Kami juga punya tim dokter hewan dan tenaga kesehatan di kecamatan-kecamatan yang siap on call,” terang Arief.</p>



<p>Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta layanan kesehatan hewan keliling itu terus ditingkatkan. Ipuk berharap, dengan layanan jemput bola ini penanganan kesehatan terhadap hewan ternak tertangani semakin cepat dan tepat, untuk menekan kerugian yang dialami peternak.</p>



<p>&#8220;Apabila masalah kesehatan hewan ternak bisa segera diatasi, maka akan menghindari kerugian yang lebih besar bagi peternak,&#8221; kata Ipuk.</p>



<p>Ipuk sendiri sempat meninjau kegiatan layanan keliling tersebut di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo pada 11 Maret 2021 lalu. Saat itu, sebanyak 100 sapi milik warga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh petugas. &#8220;Ini pelayanan yang bagus, dan kami sangat terbantu. Dengan layanan rutin ini, ternak tidak harus sakit dahulu baru diperiksa. Kami juga langsung bisa konsultasi terntang ternak kami dengan petugas kesehatan,&#8221; ujar Mardiyanto, salah satu peternak sapi asal Desa Kalipait. <strong>(Kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136832</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beraksi 10X, Si Maling juga Miliki 2 Ekor Kucing</title>
		<link>https://memontum.com/beraksi-10x-si-maling-juga-miliki-2-ekor-kucing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 07:36:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100594-beraksi-10x-si-maling-juga-miliki-2-ekor-kucing</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tersangka Choirul Zamroni (19) melakoni aksi pencurian selama berbulan-bulan lamanya. Ia sendiri memiliki kucing sendiri di rumahnya. Pemuda warga Jalan Suropati RT03/RW05, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini juga menyayangi kucing. Sebab itu orangtuanya membelikan tersangka, 2 ekor kucing seharga jutaan rupiah. Orangtuanya tidak menyangka, tersangka terlibat aksi pencurian kucing di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tersangka Choirul Zamroni (19) melakoni aksi pencurian selama berbulan-bulan lamanya. Ia sendiri memiliki kucing sendiri di rumahnya.</p>
<p>Pemuda warga Jalan Suropati RT03/RW05, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini juga menyayangi kucing.</p>
<p>Sebab itu orangtuanya membelikan tersangka, 2 ekor kucing seharga jutaan rupiah. Orangtuanya tidak menyangka, tersangka terlibat aksi pencurian kucing di Singosari.</p>
<p>Sebanyak 10 X aksi dilakoni tersangka. Lima kali dilakoni di perumahan BMR Singosari, 2 X di Persada Singosari, sisanya mengincar kucing di Klampok dan Candirenggo Singosari.</p>
<p>Usai mencuri, kucing-kucing itu ditawarkan kepada pembeli di media sosial Fesbuk. &#8220;Ada yang COD an, lewat medsos, Splendid. Ada pemilik yang kemudian menebus kucing itu sehingga harganya mahal,&#8221; urai Iptu Supriyono SH kepada memontum.com.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1607-mengharukan-seorang-ibu-bertemu-kucing-kesayangan-keluarga-berkat-polisi-singosari" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mengharukan, Seorang Ibu Bertemu Kucing Kesayangan Keluarga Berkat Polisi Singosari</a></p>
<p>Menurut Iptu Supriyono SH, Kanit Reskrim Polsek Singosari, tersangka menjual kucing curian seharga Rp 300 &#8211; Rp 700 ribu. Padahal, kucing curian berjenis anggora dan Persia itu berharga jutaan rupiah.</p>
<p>Tersangka Choirul, kata Supriyono, bukan sindikat maling kucing jaringan. Choirul &#8220;bekerja&#8221; sendiri atau dibantu temannya yang masih bocah. Sang bocah sendiri tidak terlibat terus menerus dari aksi tersangka. Sebab itu, Choirul mengakui aksinya sendirian tanpa bantuan orang lain.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1612-alhamdulilah-kucing-saya-ketemu-terimakasih-pak-polisi" target="_blank" rel="noopener noreferrer">“Alhamdulilah Kucing Saya Ketemu, Terimakasih Pak Polisi”</a></p>
<p>Iptu Supriyono SH, mengaku terharu atas temuan barang bukti kucing curian. Ia melihat rasa takjub saat menyaksikan betapa pemilik kucing merasa bahagia bertemu kucing kesayangannya.</p>
<p>&#8220;Saat dipanggil Nila, kucing itu mendekat. Dirangkul seolah tahu pasti, ibu itu pemiliknya yang menyayanginya,&#8221; ungkap Supriyono, mantan KBO Satuan Reskrim Polres Malang, Rabu (27/11/2019) sore. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100594</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Alhamdulilah Kucing Saya Ketemu, Terimakasih Pak Polisi&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/alhamdulilah-kucing-saya-ketemu-terimakasih-pak-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 07:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100590-alhamdulilah-kucing-saya-ketemu-terimakasih-pak-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kucing anggora berbulu lebat dipeluk seorang wanita di pangkuannya. Ia mengucapkan berulangkali terimakasih pada pihak kepolisian, terutama Polsek Singosari (Polres Malang). Berkat penyelidikan Polsek Singosari, kucing lucu itu berhasil ditemukan sang pemilik. Hanya sehari saja penyelidikan dilaksanakan petugas. Laporan diterima Senin (25/11/2019) malam, esoknya sang maling berhasil ditangkap. Tidak hanya itu, sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kucing anggora berbulu lebat dipeluk seorang wanita di pangkuannya. Ia mengucapkan berulangkali terimakasih pada pihak kepolisian, terutama Polsek Singosari (Polres Malang).</p>
<p>Berkat penyelidikan Polsek Singosari, kucing lucu itu berhasil ditemukan sang pemilik. Hanya sehari saja penyelidikan dilaksanakan petugas. Laporan diterima Senin (25/11/2019) malam, esoknya sang maling berhasil ditangkap.</p>
<p><div id="attachment_100591" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-100591" decoding="async" class="size-full wp-image-100591" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="LAPOR : Berkat laporan pemilik kucing ini membongkar aksi pencurian kucing yang meresahkan. (ist/Humas Polres Malang)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0145-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-100591" class="wp-caption-text">LAPOR : Berkat laporan pemilik kucing ini membongkar aksi pencurian kucing yang meresahkan. (ist/Humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>Tidak hanya itu, sejumlah kucing curian juga berhasil diamankan petugas. Terpenting, kata sang ibu pemilik kucing, &#8220;sindikat&#8221; maling kucing bisa ditangkap dan kucing kesayangan keluarganya, aman untuk berkeliaran di sekitar rumah.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terimakasih pada Polsek Singosari. Alhamdulilah, saya lapor kemarin hari Senin. Alhamdulillah hari ini (Selasa) kucing saya ketemu dan alhamdulillah kucing &#8211; kucing tetangga saya ada yang ketemu,&#8221; papar Retno Udi Lestari (51) warga Perum BMR Blok M2, RT 011 RW 002, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Tapi paling utama, sindikat maling kucing ini terbongkar, sehingga aman lagi, buat kucing saya berkeliaran,&#8221; tutur Retno dalam video rekaman unggkapan terimakasihnya kepada Polsek Singosari.</p>
<p>&#8220;Terimakasih Pak Polisi Singosari, kucing saya sudah ketemu. Sampai ditangisi anak saya,&#8221; urai seorang pemilik kucing lainnya yang terharu sambil mengelusi kucing tercintanya.</p>
<p>Bercermin dari kejadian ini, masyarakat pecinta kucing atau warga pemilik kucing bisa melapor ke pihak kepolisian terdekat dan tidak perlu malu untuk melapor, terlebih jika kejadian pencurian tidak sekali dua kali terjadi di lingkungan sekitar.</p>
<p>Apa yang dilakukan Polsek Singosari ini merupakan wujud pengabdian perannya sebagai &#8220;Pengayom, Pelindung dan Pelayan&#8221; bagi masyarakat.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1607-mengharukan-seorang-ibu-bertemu-kucing-kesayangan-keluarga-berkat-polisi-singosari" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mengharukan, Seorang Ibu Bertemu Kucing Kesayangan Keluarga Berkat Polisi Singosari</a></p>
<p>Berdasar catatan jurnalis Memontum.com, kehilangan kucing bagi sebagian warga, mungkin terasa &#8220;kecil&#8221; dan seringkali dianggap remeh di mata petugas (kerugian kecil).</p>
<p>Padahal, hilangnya kucing kesayangan sebenarnya berdampak psikologis &#8220;besar&#8221; pada miliknya. Ada anggapan, kucing kesayangan lebih berharga dari barang mahal lainnya.</p>
<p>Lepas pandangan itu, terimakasih Polsek Singosari, Polres Malang telah menyelamatkan kucing tercinta masyarakat cat lover. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100590</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengharukan, Seorang Ibu Bertemu Kucing Kesayangan Keluarga Berkat Polisi Singosari</title>
		<link>https://memontum.com/mengharukan-seorang-ibu-bertemu-kucing-kesayangan-keluarga-berkat-polisi-singosari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 07:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100587-mengharukan-seorang-ibu-bertemu-kucing-kesayangan-keluarga-berkat-polisi-singosari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Berkaca-kaca kedua mata seorang ibu bertemu kucing kesayangan keluarga yang sempat hilang sebulan lebih. Laporan pemilik kucing ditindaklanjuti Polsek Singosari dalam sehari dengan menemukannya dan menangkap si maling kucing. Siapa sangka, aksi maling ini ternyata lebih dari 10 X, lhoh! Selasa (26/11/2019) pukul 17.00, Polsek Singosari &#8211; Polres Malang, meringkus tersangka Choirul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berkaca-kaca kedua mata seorang ibu bertemu kucing kesayangan keluarga yang sempat hilang sebulan lebih. Laporan pemilik kucing ditindaklanjuti Polsek Singosari dalam sehari dengan menemukannya dan menangkap si maling kucing. Siapa sangka, aksi maling ini ternyata lebih dari 10 X, lhoh!</p>
<p>Selasa (26/11/2019) pukul 17.00, Polsek Singosari &#8211; Polres Malang, meringkus tersangka Choirul Zamroni (19) warga Jalan Suropati RT03/RW05, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Di rumahnya, petugas menemukan 4 ekor kucing curian.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/O4sy6YwilgI" width="750" height="400" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>&#8220;Kami terima laporan Senin malam dan segera lakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku dan menyita barang bukti,&#8221; papar Kapolsek Singosari, Kompol Untung BR kepada Memontum.com, Rabu (27/11/2019) siang.</p>
<p>Sebatas perlu diketahui, jarang pemilik kucing melaporkan hilangnya kucing di kantor polisi. Karena tidak sekali dua kali kucing di perumahan amblas, Retno Udi Lestari (51) melapor ke Polsek Singosari.</p>
<p>Keluarga Retno tinggal di Perum BMR Blok M2, RT 011 RW 002, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Perumahan ini, sering jadi sasaran aksi pencurian kucing.</p>
<p>Terima laporan korban, Kapolsek mengarahkan Iptu Supriyono SH bersama anggota menyelidikinya. Penyelidikan teliti petugas berhasil berbuah kecurigaan pada seorang pemuda yang mengaku memiliki kucing mirip dengan kucing pemilik asli.</p>
<p>Saat ditangkap Iptu Supriyono SH dan anggota, tersangka Choirul mengakui memang sebagai pencuri di lingkungan perumahan itu. Di hari tertentu, ia berkeliaran di sekitar perumahan dan mencari sasaran kucing. Kadang, 2 hari lebih ia mengamati sasarannya.</p>
<p>Berbekal sedotan plastik, tersangka &#8220;memancing kucing&#8221; untuk keluar dari halaman rumah atau mendekati tersangka. Usai mendekat, kucing itu dimasukkan jaket. Tersangka ini kemudian menawarkan hasil curiannya lewat Fesbuk.</p>
<p>Di rumah tersangka, petugas menyita barang bukti, seekor kucing jantan persia medium waena putih abu abu, seekor anggora jantan hitam, seekor persia betina warna kuning, seekor persia betina warna putih.</p>
<p>Dari pengakuannya, tersangka menyebut 5 X mencuri kucing di perumahan BMR, termasuk di Persada Singosari. Namun, pengakuan ini tidaklah begitu saja dipercaya penyidik. Penyidik menduga, aksi tersangka dilakoni lebih dari 10X dan hingga kini masih dalam penyelidikan dan pengembangan itensif. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terperangkap dalam Sumur, Anak Kucing &#8220;Nakal&#8221; Terselamatkan</title>
		<link>https://memontum.com/terperangkap-dalam-sumur-anak-kucing-nakal-terselamatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2017 16:22:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[penyelamatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/6970-terperangkap-dalam-sumur-anak-kucing-nakal-terselamatkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Suara meong anak kucing selama 2 hari 2 malam membuat resah keluarga Rudin Utomo (23) &#8211; Setiawati (23). Seharian pula, 3 ekor kucing lainnya menunggu di atap atas sumur seolah mengkuatirkan keselamatan si kucing kecil putih. Kuatir akan mati dalam rongga sumur kuno sedalam 20 meteran, Rudin berinisiatif mencari bantuan. Ia sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Suara meong anak kucing selama 2 hari 2 malam membuat resah keluarga Rudin Utomo (23) &#8211; Setiawati (23). Seharian pula, 3 ekor kucing lainnya menunggu di atap atas sumur seolah mengkuatirkan keselamatan si kucing kecil putih.</p>
<p>Kuatir akan mati dalam rongga sumur kuno sedalam 20 meteran, Rudin berinisiatif mencari bantuan. Ia sempat memosting pertanyaan di salah satu grup Fesbuk. Hasilnya, minim respon. Rupanya, sebuah &#8220;nyawa&#8221; tidak memantik kepedulian seseorang (apalagi kucing kecil).</p>
<p>Rudin, karyawan J&#038;T ini lantas berusaha total mengevakuasi kucing kecil. Ia memakai tali diikati keranjang berisi makanan. Tapi kucing kecil seakan ketakutan meloncat ke dalam keranjang. Ya, mungkin si pus sedang syok.</p>
<div style="position:relative;padding-bottom:56.25%;height:0;overflow:hidden;margin:0 auto;width:100%">
     <iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/pPXUa_aWSWM" frameborder="0" gesture="media" allowfullscreen="" data-src="https://www.youtube.com/embed/pPXUa_aWSWM" style="position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 100%; height: 100%; border: 0px;"></iframe>
</div>
<p>Terjatuh ke sumur kuno, Ia selamat dari kubangan air sejak Minggu (12/11/2017) dini hari. Ia bertahan pada rongga sumur. Rongga tempat bertahan, berjarak 30 cm dari permukaan air sumur. Suara ngeongnya membuat kuatir Rudin sekeluarga.  &#8220;Lek gak dijupuk saaken, ntar mati di dalam, &#8221; keluh Setiawati. </p>
<p>Rudin lalu berinisiatif menelpon rekannya untuk mencari bantuan ahli evakuasi atau tim SAR. Satu per satu SAR merespon. Hanya beberapa tim SAR tanggap dan totalitas mendatangi rumah lokasi kejadian di Jalan Mawar Gang II/8B, Kelurahan Lowokwaru/Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Belasan anggota SAR datang pada Rabu (15/11/2017) siang. Penyelamatan dipersiapkan sejak cek lokasi sekitar pukul 10.00. Siang, pukul 14.00, persiapan sempat dihentikan karena hujan turun deras. </p>
<p>Baru sekitar pukul 18.30, seorang anggota SAR menuruni sumur berdiameter 1 meteran dengan alat khusus. Proses evakuasi ini butuh keahlian khusus karena dikuatirkan terjadi musibah lain. </p>
<p>&#8220;Terevakuasi Pukul 18.30. Kondisi klumus, lencu, lemes, kondisi hidup, &#8221; ujar Setiawati yang mulanya takut kucing, kini mulai menyukai keberadaan kucing. &#8220;Mungkin kucing anakan. Masih menyusu. Kucing kampung. Biasae karo. Dua anak kecil. Ireng putih,&#8221; tambah Setiawati. </p>
<p>Ucapan syukur berangsur terbit usai kucing kecil berhasil dievakuasi. Setelah dikeringkan lebih dulu, kucing diberi makan. &#8220;Dikasih makan, mau, iwak bandeng. Sama istri diberi. Sepiring ludes,&#8221; cerita Rudin mengenang evakuasi dramatis itu. </p>
<p>Anak kucing itu lalu dilepas Rabu malam. Ia tampak menemui sang induknya. Lalu siapa namanya? &#8220;Namanya nakal. Semoga gak nakal terus,&#8221; jawab Setiawati pemilik akun IG emmut_yack kepada <a href="https://memontum.com" rel="noopener" target="_blank">Memontum.com</a>. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6970</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
