<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kuintal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kuintal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:54:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kuintal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Panen Raya Serentak, SAE L&#8217;Sima Ngajum Sumbang 1 Kuintal Kacang Hijau</title>
		<link>https://memontum.com/panen-raya-serentak-sae-lsima-ngajum-sumbang-1-kuintal-kacang-hijau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kacang]]></category>
		<category><![CDATA[kuintal]]></category>
		<category><![CDATA[l’sima]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, petugas Lapas Kelas 1 Malang berhasil memanen 1 kuintal kacang hijau, Kamis (15/01/2026) tadi. Kegiatan panen raya ini, digelar serentak secara nasional dan dilaksanakan secara daring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, petugas Lapas Kelas 1 Malang berhasil memanen 1 kuintal kacang hijau, Kamis (15/01/2026) tadi.</p>



<p>Kegiatan panen raya ini, digelar serentak secara nasional dan dilaksanakan secara daring berpusat di Lapas Kelas I Cirebon oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Langkah ini, sebagai bentuk komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan.</p>



<p>Di SAE L&#8217;Sima sendiri, panen raya dilaksanakan pada lahan pertanian binaan yang selama ini menjadi bagian dari program unggulan dalam sektor pertanian. Petugas dan warga binaan, berhasil memanen kacang hijau sebanyak 1 kuintal sebagai hasil awal dari lahan yang sedang memasuki masa panen.</p>



<p>Selain itu, panen juga dilanjutkan pada komoditas kacang tanah yang ditanam di atas lahan seluas 1 hektare. Panen kacang tanah tersebut, diperkirakan akan selesai pada tanggal 20 mendatang, dengan estimasi total hasil panen yang dapat mencapai 9 ton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Capaian ini, menunjukkan keberhasilan pengelolaan lahan pertanian SAE L’SIMA, sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan output nyata dan bernilai ekonomis. Diketahui, kedua komoditas pertanian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas I Malang dengan pihak ketiga, Prime 4.0, sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan.</p>



<p>Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turut mengikuti kegiatan panen raya serentak secara daring dari Lapas Banyuwangi, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur serta jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan terhadap sesama. Seluruh hasil panen, baik dalam bentuk bahan pangan maupun hasil pendapatan panen, dikumpulkan ke pusat dan akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di Sumatra,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya berharap, hasil panen tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan program pembinaan kemandirian warga binaan terus berjalan optimal, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi masyarakat luas. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Tempe Desa Beji, Siapkan 2 Kuintal Kedelai untuk Diolah Jadi Sajian Makanan Inovasi Baru</title>
		<link>https://memontum.com/festival-tempe-desa-beji-siapkan-2-kuintal-kedelai-untuk-diolah-jadi-sajian-makanan-inovasi-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:39:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[beji,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diolah]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuintal]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sajian]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Festival Tempe yang digelar Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang berlangsung 13 sampai 15 Juli 2023, dipastikan akan berlangsung meriah. Itu karena, panitia menyiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah menjadi tempe. Sedangkan, dari kreasi kedelai menjadi tempe, ini ternyata mewujudkan inovasi baru pembuatan mie yang berasal dari kulit kedelai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Festival Tempe yang digelar Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang berlangsung 13 sampai 15 Juli 2023, dipastikan akan berlangsung meriah. Itu karena, panitia menyiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah menjadi tempe. Sedangkan, dari kreasi kedelai menjadi tempe, ini ternyata mewujudkan inovasi baru pembuatan mie yang berasal dari kulit kedelai.</p>



<p>Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, mengatakan Festival Tempe yang digelar tersebut sudah menjadi agenda tahunan. Dan, tahun 2023 ini merupakan tahun ke empat digelar acara itu.</p>



<p>&#8220;Tahun 2023 ini adalah tahun keempat digelarnya Festival Tempe. Dan, dalam kegiatan ini disiapkan 2 kuintal kedelai untuk diolah warga dari beberapa dusun dan tingkat rukun warga, secara bersamaan untuk dijadikan tempe. Dalam acara puncak nanti, tempe yang sudah jadi itu diolah lagi menjadi makanan,&#8221; terangnya di lokasi Festival Tempe di Desa Beji, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Sebenarnya, ujar Deny, olahan kedelai bukan hanya bisa dijadikan tempe semata. Warga pengrajin tempe, pun berhasil juga membuat olahan tempe menjadi makanan ringan. Seperti brownies, puding, sate, keripik.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, selain kedelainya yang bisa diolah, kulit kedelai juga bisa diolah menjadi mie yang selama ini dinamakan mie Sule. Mie ini pernah mendapatkan penghargaan inovasi teknologi pangan tahun 2022 lalu.</p>



<p>&#8220;Jadi, tujuan dari festival ini tentunya untuk mengenalkan lebih jauh, bagaicaranya pengolahan kedelai menjadi tempe. Lalu, bagaimana selanjutnya olahan tempe itu bisa diproses ke olahan lain. Dan, untuk kulit kedelainya juga bisa diolah menjadi mie. Tentunya, disinilah masyarakat luas juga bisa mengetahui bahwa Desa Beji adalah sentra produksi tempe di Kota Batu,&#8221; urainya.</p>



<p>Mengenai pengrajin tempe, jelas Deny, tercatat sejak Januari 2023 di Desa Beji sebanyak 263. Sedangkan, setiap harinya untuk kedelai yang dibutuhkan setiap harinya oleh para warga pengrajin tempe ini mencapai 7 ton.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami berharap dari tempe ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, melalui Festival Tempe ini tentunya secara langsung wisatawan dan masyarakat luar akan mengenal edukasi tempe dan bisa berkunjung disini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193151</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
