<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kuliner &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kuliner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 09:32:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kuliner &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Lantai II, Pasar Sawojajar Direncanakan Jadi Sentra Kuliner</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner</link>
					<comments>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[direncanakan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawojajar]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231728</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal. Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal.</p>



<p>Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan pasar kuliner masih sebatas wacana. Pasalnya, pemerintah saat ini masih fokus pada proses pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat.</p>



<p>“Memang harapannya bisa seperti pasar wisata kuliner lainnya. Di lantai dua Pasar Sawojajar masih kosong dan rencananya akan difungsikan untuk area kuliner. Tapi saat ini kami masih konsentrasi ke SNI dulu,” ujar Eka-sapaannya, Kamis (16/04/2026) tadi.</p>



<p>Ke depan, tambahnya, area tersebut diharapkan dapat menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya dari wilayah Sawojajar dan Purwantoro yang dinilai memiliki potensi kuliner cukup besar. Namun, sebelum pengembangan dilakukan, Diskopindag Kota Malang akan menertibkan kios atau bedak yang tidak aktif berjualan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2024, yang mengatur bahwa kios yang tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut atau enam bulan secara terputus dapat ditarik kembali izinnya oleh pemerintah dan diberikan kesempatan kepada pedagang lain yang ingin berjualan. Banyak masyarakat yang ingin masuk pasar dan tentunya mereka juga wajib membayar retribusi,” jelasnya.</p>



<p>Di Pasar Sawojajar sendiri, tercatat terdapat 172 pedagang dengan sekitar 152 pedagang aktif, sementara sekitar 20 kios masih tidak beroperasi. Bahkan, Diskopindag telah memberikan surat peringatan kepada pemilik kios yang tidak aktif agar pasar tetap hidup dan ramai aktivitas perdagangan.</p>



<p>Sedangkan, di area Lantai II Pasar Sawojajar diperkirakan mampu menampung sekitar 30 pelaku UMKM kuliner. Namun, tergantung jenis usaha yang dijalankan dan kebutuhan ruang masing-masing pedagang.</p>



<p>“Sayang sekali ruang di atas luas tapi belum dimanfaatkan. Harapannya nanti bisa jadi pusat kuliner sekaligus menampung UMKM sekitar,” imbuh Eka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231728</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Nelayan Merah Putih Tambah Deretan Wisata Kuliner Seafood di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-nelayan-merah-putih-tambah-deretan-wisata-kuliner-seafood-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deretan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Kehadiran KNMP yang merupakan kawasan kampung nelayan modern dan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, itu bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java. Saat ini, progres pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah memasuki tahap akhir. Progres fisik KNMP hampir rampung, dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. &#8220;Terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (30/01/2026) tadi.</p>



<p>KNMP Banyuwangi sendiri, mulai dibangun September 2025. Sementara saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 97 persen dan pengerjaan hanya menyisakan tahapan finishing.</p>



<p>Bangunan-bangunan KNMP Banyuwangi sendiri, mengangkat arsitektur Osing sebagai gaya utama. Bangunan-bangunan yang berdiri membawa bentuk, karakter dan ornamen khas suku asli Banyuwangi itu.</p>



<p>Sebanyak enam unit bangunan utama, mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dan diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, KNMP Banyuwangi dilengkapi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.</p>



<p>“Kampung nelayan moderen ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai 1 dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.</p>



<p>“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Suryono, menyebut, KNMP disiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat. “Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” ujarnya.</p>



<p>Dikatakan Suryono, bahwa nanti setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas, pengoperasional kawasan ini menunggu proses dari pemerintah pusat ke pengelola. “Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tuturnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229870</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Apik Pemkab Jember Orbitkan Keanekaragaman Kuliner hingga Kesenian Lokal di Karnaval SCTV</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-apik-pemkab-jember-orbitkan-keanekaragaman-kuliner-hingga-kesenian-lokal-di-karnaval-sctv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[keanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[orbitkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memperkenalkan kuliner dan potensi daerah dalam pembukaan Karnaval SCTV 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Minggu (16/11/2025) tadi. Acara hiburan yang digelar oleh stasiun tv nasional dan Pemkab Jember, ini menarik perhatian ribuan warga dengan memadati Alun-Alun Jember Nusantara. Dalam acara ini, Bupati Fawait menyempatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memperkenalkan kuliner dan potensi daerah dalam pembukaan Karnaval SCTV 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Minggu (16/11/2025) tadi. Acara hiburan yang digelar oleh stasiun tv nasional dan Pemkab Jember, ini menarik perhatian ribuan warga dengan memadati Alun-Alun Jember Nusantara.</p>



<p>Dalam acara ini, Bupati Fawait menyempatkan diri bersama ribuan masyarakat melaksanakan jalan sehat bersama. Dirinya bahkan terlihat mengajak masyarakat, untuk memulai hari dengan kegiatan menyehatkan melalui langkah bersama.</p>



<p>Setelah rangkaian jalan sehat, panggung hiburan Karnaval SCTV diisi dengan penampilan para artis ibu kota. Kehadiran mereka, memberikan energi segar dan memperkuat daya tarik Jember sebagai penyelenggara acara berskala nasional yang mampu menggabungkan hiburan modern dan kekayaan lokal.</p>



<p>Momentum penting ini, muncul ketika para host mengundang Bupati Fawait naik ke panggung untuk memperkenalkan sejumlah makanan khas daerah. Di hadapan para bintang tamu dan host, berbagai produk unggulan ditampilkan dan dicicipi bersama secara langsung, sehingga memberikan pengalaman yang lebih dekat terhadap potensi kuliner Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada momen tersebut, sambil memperkenalkan dan mencicipi produk lokal, Bupati Fawait menyampaikan pernyataan bahwa Jember memiliki kekayaan pangan yang melimpah dan berkualitas. “Jember ini surganya makanan sehat. Kita punya Okra, Kopi Arabika dan Robusta khas modifikasi Jember yang bernama Sikopat, serta berbagai olahan yang sudah diterima hingga pasar ekspor,” kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, di panggung hiburan SCTV bersama para host.</p>



<p>Produk pangan Jember seperti Kopi, Cokelat dan Okra telah berhasil menembus pasar besar, mulai dari Jakarta hingga Jepang dan beberapa negara lainnya. Keberhasilan tersebut, mencerminkan kemampuan Jember untuk bersaing di tingkat nasional maupun global melalui kualitas komoditas dan inovasi para pelaku usaha.</p>



<p>Selain kuliner, dalam acara itu Jember juga menampilkan kekayaan batik khas daerah, dengan ragam motif yang mencerminkan karakter budaya Jember. Batik Jember dipamerkan sebagai karya seni yang menunjukkan identitas lokal dan kreativitas perajin, mempertegas posisinya sebagai bagian penting dari warisan Nusantara.</p>



<p>Karnaval SCTV hari kedua juga menghadirkan Lomba Kentongan Jember Festival, sebagai wadah pelestarian musik patrol. Irama khas kentongan, menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan budaya di Kabupaten Jember.</p>



<p>Perpaduan antara hiburan nasional, promosi komoditas unggulan dan penampilan budaya daerah, membuat Karnaval SCTV 2025 hari kedua berlangsung penuh nilai. Pemerintah Kabupaten Jember sendiri, menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan ajang besar ini sebagai ruang memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat identitas Jember di tingkat nasional. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktifkan Kembali Sentra PKL di Kawasan Simpang Lima Gumul, Pedagang Kuliner Didorong Menempati</title>
		<link>https://memontum.com/aktifkan-kembali-sentra-pkl-di-kawasan-simpang-lima-gumul-pedagang-kuliner-didorong-menempati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktifkan]]></category>
		<category><![CDATA[didorong]]></category>
		<category><![CDATA[gumul]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan. Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan.</p>



<p>Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya aset Pemkab Kediri yang selesai dibangun segera difungsikan. Mengingat dalam perkembangannya, sentra PKL belum difungsikan. Hal ini, kembali ditekankan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam acara pembukaan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.</p>



<p>&#8220;Di Simpang Lima Gumul, pembangunan lapak untuk PKL segera diaktivasi,&#8221; tegas Mas Dhito, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengaktifkan sentra PKL itu telah dilakukan. Hanya saja, sejauh ini upaya memindahkan PKL khususnya pedagang kuliner yang ada di kawasan Simpang Lima Gumul ke lokasi tersebut menemui penolakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penolakan muncul, tambahnya, karena kekhawatiran pedagang mengenai sepinya pembeli. Lokasi yang baru, dianggap masih memerlukan waktu dan promosi supaya dikenal masyarakat luas. Di sisi lain, PKL butuh pemasukan harian sehingga cenderung memilih tempat yang langsung ramai pembeli.</p>



<p>Menyikapi hal ini, pihaknya mencoba menjadikan sentra PKL itu tetap berfungsi sekaligus lebih dikenal masyarakat luas dengan mengoperasionalkan pedagang hewan peliharaan. &#8220;Kita coba alihkan sementara untuk pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, burung dan sejenisnya,” urai Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Dari lapak-lapak yang tersedia, ungkapnya, dari pantauan lapangan setidaknya telah terdapat belasan pedagang hewan peliharaan yang bersiap beroperasi pada lokasi tersebut. Adapun pengisian lapak lain yang belum ditempati, akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses sosialisasi dan evaluasi.</p>



<p>Sementara itu, terkait aktivitas PKL di kawasan Simpang Lima Gumul, Santoso, mengaku bersama instansi terkait tetap berupaya melakukan penataan supaya kawasan tersebut lebih tertib. Penataan juga mencakup pembatasan jam operasional dan larangan berjualan di area-area terlarang.</p>



<p>“Untuk PKL tetap kita lokalisir supaya rapi,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Pasar Bareng untuk Tampilkan Sentra Kuliner Tematik dan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pasar-bareng-untuk-tampilkan-sentra-kuliner-tematik-dan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan mengembangkan dan merombak Pasar Bareng agar menjadi pasar tujuan seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo. &#8220;Rencananya seperti Pasar Bareng, itu akan menjadi salah satu pasar tujuan karena lokasinya sangat strategis,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, saat bersama Forkopimda Plus di Pasar Oro-Oro Dowo, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Selain Pasar Bareng, Wali Kota Wahyu juga ingin pasar-pasar tradisional lainnya bakal ditingkatkan seperti Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Saya sudah meminta Pak Kadis (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, untuk melihat pasar lainnya guna ditingkatkan seperti ini. Pergerakan ekonomi masyarakatnya berputar, pedagang dan pembelinya merasa senang,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menata Pasar Bareng agar bisa mengikuti kesuksesan Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Nanti konsepnya akan kita sesuaikan. Karena lantai bawahnya sepi dan pedagangnya sedikit. Padahal Pasar Bareng memiliki lokasi yang strategis,&#8221; urainya.</p>



<p>Eko akan membuat konsep-konsep yang terbaik agar Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya dengan membuat sentra kuliner tematik. &#8220;Saya ingin Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang menyenangkan dan ramai dikunjungi masyarakat. Nantinya kulinernya akan kita buat tematik. Apakah makanan nusantara, atau kolaborasi Adia dan Timur Tengah. Nanti akan kita coba bermacam-macam kuliner,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena juga menyasar anak-anak muda untuk datang ke pasar, nantinya Pasar Bareng akan dikonsep kekinian. &#8220;Selain kulinernya yang tematik, konsep pasarnya harus kekinian. Harus bisa menarik para pelaku usaha dan pengunjungnya ramai. Seperti yang bisa kita lihat di Pasar Oro-Oro Dowo ini, UKMnya dan pertumbuhan ekonominya jalan, pengunjungnya meningkat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Ajak Forkopimda Plus Nikmati Jajanan, Kuliner hingga Fasilitas di Pasar Oro-oro Dowo</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-ajak-forkopimda-plus-nikmati-jajanan-kuliner-hingga-fasilitas-di-pasar-oro-oro-dowo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[oro-oro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222553</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda Plus Kota Malang dan Malang Tahes Club (MTC) melakukan kunjungan ke Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (30/05/2025) tadi. Diantara rombongan yang terlibat, seperti Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Reza RR Sastranegara, Danlanal Malang, Kolonel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda Plus Kota Malang dan Malang Tahes Club (MTC) melakukan kunjungan ke Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Diantara rombongan yang terlibat, seperti Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Reza RR Sastranegara, Danlanal Malang, Kolonel Laut (P) Hartanto, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Kohir, Dandim Kota Malang, Letkol Arm Aris Gunawan, serta para pejabat lain. Bahkan, mantan Bupati Malang, Rendra Kresna, juga turut hadir ke Pasar Oro-oro Dowo.</p>



<p>Setelah ngobrol santai sambil menikmati kuliner, Wali Kota Wahyu mengajak Forkopimda Plus dan MTC berkeliling pasar. Mereka juga menyempatkan diri untuk ngobrol langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar, tentang kenyamanan berada di Pasar Oro-Oro Dowo. Hasilnya, para pedagang dan pengunjung sangat puas dengan kenyamanan dan juga kebersihan di Pasar Oro-Oro Dowo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu Hidayat mengatakan bahwa kunjungan atau silaturahmi di Pasar Oro-Oro Dowo ini juga untuk memperkenalkan kepada Forkopimda Plus, mengenai keberadaan pasar-pasar di Kota Malang yang sudah sangat nyaman untuk dikunjungi. Sehingga, Forkopimda Plus Kota Malang juga turut membantu mempromosikan pasar-pasar di Kota Malang, termasuk juga dengan beragam kulinernya.</p>



<p>&#8220;Kami ingin menghilangkan paradigma, bahwa pasar itu memiliki kesan kumuh dan bau. Karenanya, bisa dilihat sendiri di Pasar Oro-Oro Dowo ini. Ini sangat bersih dan menjadi destinasi wisata. Di Pasar Oro-Oro Dowo dan Klojen, tidak hanya ibu-ibu yang datang, tapi juga anak-anak muda. Selain berbelanja, mereka juga menikmati beragam kuliner dan jajanan pasar yang tersedia. Bisa dilohat sendiri, tadi pengunjungnya banyak yang datang dari luar kota,&#8221; kata Wali Kota Wahyu</p>



<p>Tentunya Pasar Oro-Oro Dowo adalah pasar yang sudah menjadi percontohan nasional. &#8220;Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo sudah viral dan menjadi percontohan nasional. Selain menjual bahan pokok dan sayur, juga terdapat banyak kuliner legend. Pasar yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya tidak hanya Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen saja. Namun, Wali Kota Malang berkomitmen untuk mendorong agar pasar-pasar di Kota Malang lainnya menjadi pasar modern dan semakin berkembang. &#8220;Selanjutnya, Pasar Bareng menjadi tujuan pasar strategis selanjutnya,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Situbondo bersama Wabup Resmikan Wisata Kuliner Senja Bungatan Pantura</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-situbondo-bersama-wabup-resmikan-wisata-kuliner-senja-bungatan-pantura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bungatan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221705</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, untuk memajukan UMKM Situbondo benar-benar diaplikasikan secara konkrit. Setelah meresmikan Wisata Kuliner Narokan (Wiken), Bupati Situbondo bersama Wabup Situbondo, kembali meresmikan Wisata Kuliner Senja Bungatan (KSB) di Pantai Blitok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (03/05/2025) tadi. &#8220;Kabupaten Situbondo memiliki jalur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, untuk memajukan UMKM Situbondo benar-benar diaplikasikan secara konkrit. Setelah meresmikan Wisata Kuliner Narokan (Wiken), Bupati Situbondo bersama Wabup Situbondo, kembali meresmikan Wisata Kuliner Senja Bungatan (KSB) di Pantai Blitok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (03/05/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Kabupaten Situbondo memiliki jalur pantai utara (Pantura) dan garis pantai terpanjang. Karenanya, tidak mengherankan apabila Kabupaten Situbondo memiliki banyak wisata kuliner di tepi pantai, yang menyajikan suasana matahari terbenam atau sunset,&#8221; kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p>Mas Rio menambahkan, kelebihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo di setiap kecamatan jalur Pantura, memiliki garis pantai. &#8220;Untuk itu, saya meminta kepada semua kecamatan yang berada di sepanjang jalan Pantura Situbondo untuk memunculkan potensi lokal mulai dari kuliner UMKM hingga kerajinan dalam satu acara tematik,&#8221; tambah Mas Rio.</p>



<p>Salah satu kecamatan yang memanfaatkan potensi keindahan pantainya, sambung Mas Rio, yakni Kecamatan Bungatan yang membuat konsep wisata kuliner dengan tema Kuliner Senja Bungatan atau KSB yang terletak di Pantai Blitok. &#8220;Setelah saya meresmikan pusat Kuliner Senja Bungatan, di Pantai Blitok ini, nanti ada Jelo City (Jangka Local Kuliner and Sporty) di wilayah Kecamatan Jangkar dan Car Free Day di Kecamatan Asembagus,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Saat ini, kata Mas Rio, pusat kuliner di Kabupaten Situbondo terus berkembang dari Car Free Day di Jalan PB Sudirman Situbondo, kemudian Panarukan Night, Ijen, Besuki Car Free Day, Wiken dan sekaran Kuliner Senja Bungatan. Dirinya juga menjelaskan, bahwa Kuliner Senja Bungatan ini bertujuan untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal Situbondo yakni UMKM, terutama di mikro bisnis kuliner.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal, lanjut Mas Rio, para pengusaha mikro yang bergerak di bidang kuliner bisa dikembangkan dengan membentuk spot-spot wisata kuliner di tepi-tepi pantai. “Saya yakin dengan sentuhan inovasi dan ide-ide kretif ini, UMKM Situbondo bisa Naik Kelas,” imbuh suami Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Mbak Ulfi, menambahkan dengan potensi garis pantai 150 kilometer di wilayah Kabupaten Situbondo, maka potensi UMKM lokal Kabupaten Situbondo akan terus bergerak maju. &#8220;Kita berharap dengan potensi garis pantai 150 kilometer ini, roda perekonomian pelaku UMKM akan terus bergerak maju. Pemerintah akan terus memberikan motivasi kepada para pengusaha UMKM,” ujarnya.</p>



<p>Di lain pihak, Camat Bungatan, Yogie Kripsian Sah, mengatakan bahwa ada 65 pengusaha UMKM yang kini berjualan di Wisata Kuliner Senja Bungatan. Yakni, para pengusaha mikro yang berdomisi di wilayah Kecamatan Bungatan.</p>



<p>&#8220;Ada 65 stand UMKM pada yang berjualan di stand Kuliner Senja Bungatan. Para pelaku usaha mikro ini berjualan setiap senja di hari Sabtu (malam Minggu). Harapannya, perekonomian di wilayah Kecamatan Bungatan ini terus bergerak. Kegiatan Wisata Kuliner Senja Bungatan ini berkolaborasi dengan kegiatan seni dan budaya,” kata Camat Bungatan.</p>



<p>Di Wisata Kuliner Senja Bungatan ini, sambung Yogie, masyarakat selain bisa menikmati makanan dan minuman juga bisa membeli produk-produk lokal kerajinan khas Kecamatan Bungatan. &#8220;Bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Bungatan dan sekitarnya, silahkan kunjungi Wisata Kuliner Senja Bungatan setiap hari Sabtu malam Minggu,&#8221; imbuh Yogie. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221705</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Jajanan Pasar dan Dukungan Nyata Kuliner Khas Malang, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-jajanan-pasar-dan-dukungan-nyata-kuliner-khas-malang-wali-kota-malang-buka-festival-jajanan-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu.</p>



<p>Festival ini, selain untuk menyemarakkan Peringatan HUT ke-111 Kota Malang, event ini pun sebagai bagian dari Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 dan menjadi dukungan nyata terhadap UMKM kuliner khas Malang, sekaligus menjadi upaya pelestarian tradisi jajanan pasar yang kaya rasa dan cerita.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Jajanan Pasar. Dirinya mengungkapkan, bahwa event ini menjadi sebuah bentuk kolaborasi pemerintah kota dengan dunia perbankan dalam memajukan perekonomian Kota Malang. Serta, menjadi bagian visi misi serta Dasa Bakti yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang, yakni Ngalam Laris dan Ngalam Asik.</p>



<p>“Ngalam Laris ini kita buat memang untuk memberdayakan UMKM, memberdayakan kearifan lokal yang memang harus kita tingkatkan. Potensinya banyak sekali, salah satunya adalah jajanan pasar. Terkait Ngalam Asyik, ini memang kita bentuk ekosistem usaha pariwisata. Kita ubah pandangan orang tentang pasar yang dulu kotor, kumuh, bau, desak-desakan, kita jadikan lebih asyik. Alhamdulillah sekarang mereka sudah banyak datang ke pasar untuk bisa belanja sekaligus kulineran,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Malang, Febrina, mengatakan bahwa gelaran ini juga diinisiasi lembaga perbankan di Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Pihaknya mengharapkan, terselenggaranya event ini dapat memberikan dampak pada peningkatan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM.</p>



<p>“Ini salah satu upaya untuk menarik kembali orang datang ke pasar meskipun sudah ramai, tapi kita ramaikan kembali. Kami juga berupaya melalui sektor pariwisatanya kembali menggelorakan gerakan bangga buatan Indonesia melalui jajanan pasarnya dan juga gerakan bangga berwisata di Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Febrina mengaku, bahwa pasar di Kota Malang sudah tertata apik. “Baru di Malang ini kami apresiasi dan hebat sekali Pemkot Malang yang bisa menyediakan pasar yang nyaman. Jadi orang enggak cuman belanja aja, tapi juga ada daya tarik kuliner. Jadi orang betah nongkrong di pasar. Karena pasar yang nyaman itu adalah kunci bagi pengunjung untuk bisa datang,” ungkap Febrina.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Festival Jajanan Pasar menjadi bentuk dukungan terhadap program unggulan Pemkot Malang, yakni menggelar 1000 event untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata, termasuk di sektor kuliner. Dirinya menjabarkan, tidak hanya menjadi festival kuliner dari UMKM Kota Malang, namun gelaran ini sekaligus juga media sosialisasi terkait Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS untuk memudahkan transaksi jual beli, hingga sertifikasi halal. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Anak Muda Cintai Kuliner Tradisional, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar 2025</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-anak-muda-cintai-kuliner-tradisional-wali-kota-malang-buka-festival-jajanan-pasar-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221362</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025, di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu turut mengapresiasi kegiatan festival tersebut. Sebab, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025, di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu turut mengapresiasi kegiatan festival tersebut. Sebab, itu menurutnya memiliki nilai strategis dalam mengenalkan jajanan pasar kepada generasi muda.</p>



<p>“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena penting untuk mengenalkan jajanan pasar, khususnya kepada anak-anak muda. Selama ini, mereka masih kurang peduli, padahal jajanan pasar punya cerita, tidak mengandung pengawet, bergizi, dan merupakan bagian dari kearifan lokal Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa festival tersebut juga selaras dengan program prioritas yang tertuang dalam Dhasa Bakti kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Malang. Yakni program Ngalam Asyik dan Ngalam Laris, yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan revitalisasi pasar rakyat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menekankan, akan pentingnya mengubah citra pasar tradisional agar lebih menarik dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat, khususnya generasi muda. “Dahulu orang malas ke pasar, itu karena bau dan semrawut. Sekarang kita ubah persepsi itu. Kami ingin pasar menjadi destinasi wisata belanja yang menarik bagi masyarakat, termasuk wisatawan,” tambahnya.</p>



<p>Festival Jajanan Pasar 2025 tidak hanya berlangsung di Pasar Klojen, tetapi juga akan digelar di sejumlah pasar lain, seperti Pasar Sawojajar, Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Tawangmangu, selama satu minggu ke depan. Dalam kegiatan tersebut juga menggandeng Bank Indonesia (BI) Malang dan sejumlah perbankan untuk mendukung festival, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).</p>



<p>“Dengan berbelanja menggunakan QRIS, masyarakat bisa mendapatkan diskon 10 persen selama periode festival. Ini bentuk dukungan kami terhadap transformasi digital di sektor UMKM,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221362</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
