<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kumbolo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kumbolo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 14:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kumbolo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Pendaki yang Terjebak di Ranu Kumbolo Paska APG Gunung Semeru Turun dengan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pendaki-yang-terjebak-di-ranu-kumbolo-paska-apg-gunung-semeru-turun-dengan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 14:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kepala Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, mengatakan bahwa proses evaluasi dan pemantauan dilakukan oleh tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama unsur SAR gabungan setelah aktivitas vulkanik gunung Semeru meningkat. “Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” ujar Nanang, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Selain pemantauan di jalur pendakian, tambahnya, tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah yang terdampak erupsi gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Tim SAR gabungan juga memastikan, bahwa tidak ada korban jiwa di wilayah tersebut.</p>



<p>“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, sebab sebelumnya warga telah melakukan evakuasi mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” ujar Nanang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sedikitnya dua kecamatan terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Sementara itu, ada total 956 warga mengungsi dan pendataan masih berlangsung.</p>



<p>Pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman,</p>



<p>SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan dampak erupsi ini, diantaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, unsur TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa terdampak, serta relawan berbagai unsur.</p>



<p>PVMBG mengimbau masyarakat, agar tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak. Kemudian, tidak berada dalam radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai berhulu di puncak Semeru. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Orang dari Kementerian Pariwisata Terjebak bersama 172 Pendaki di Ranu Kumbolo</title>
		<link>https://memontum.com/enam-orang-dari-kementerian-pariwisata-terjebak-bersama-172-pendaki-di-ranu-kumbolo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang.</p>



<p>Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, memastikan bahwa semua pihak yang berada di Ranu Kumbolo, tetap dalam kondisi aman. “Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo sebanyak 178 orang. Mereka terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 PPGST, 15 porter dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Rabu (19/11/2025) malam.</p>



<p>Untuk alasan keselamatan, tambahnya, evakuasi malam tidak direkomendasikan karena kondisi jalur yang gelap, licin dan rawan longsor. Tim TNBTS memastikan, seluruh pendaki tetap bertahan di Ranu Kumbolo sambil siap siaga jika situasi mengharuskan turun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski berada di area rawan, tim penyelamat dan petugas terlatih terus memantau kondisi secara real-time. Termasuk, memastikan setiap pendaki memperoleh arahan, pengawasan dan dukungan logistik yang memadai.</p>



<p>Pendaki juga dihimbau tetap tenang, mematuhi instruksi petugas dan menjaga jarak aman satu sama lain untuk mengurangi risiko. “Keputusan untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo adalah langkah paling aman saat ini. Kami prioritaskan keselamatan jiwa dan akan melakukan evakuasi segera ketika kondisi memungkinkan,” ujar Septi Eka Wardhani.</p>



<p>Koordinasi antara BB TNBTS, relawan, dan aparat terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan pendaki. Langkah-langkah mitigasi bencana yang sistematis dan disiplin menunjukkan bahwa penanganan Semeru bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif dan terencana, sehingga risiko dapat diminimalkan tanpa menimbulkan kepanikan.</p>



<p>Pendaki dan masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Kesadaran dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dari keselamatan bersama di tengah kondisi Gunung Semeru. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka hingga Ranu Kumbolo</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-jalur-pendakian-gunung-semeru-dibuka-hingga-ranu-kumbolo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya kembali dibuka. Meskipun, pembukaan jalur pendakian hanya sebatas Ranu Kumbolo. Sementara jalur pendakian Gunung Semeru sendiri, sebelumnya ditutup sejak 3 Juli 2021, akibat mewabahnya Covid-19 dan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Pembukaan jalur pendakian tersebut, secara resmi diumumkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, saat meninjau jalur pendakian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya kembali dibuka. Meskipun, pembukaan jalur pendakian hanya sebatas Ranu Kumbolo. Sementara jalur pendakian Gunung Semeru sendiri, sebelumnya ditutup sejak 3 Juli 2021, akibat mewabahnya Covid-19 dan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.</p>



<p>Pembukaan jalur pendakian tersebut, secara resmi diumumkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, saat meninjau jalur pendakian sekaligus fasilitas sarana dan pra sarana di Danau Ranu Kumbolo, Lumajang, Senin (23/12/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Pada hari ini, 23 Desember 2024 bersama Pak Dirjen dan Pak Kepala Balai secara resmi saya nyatakan bahwa pendakian ke Gunung Semeru dibuka sampai Ranu Kumbolo,&#8221; tulis Raja Juli Antoni, sebagaimana unggahan melalui akun resmi Kementerian Kehutanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski izin tidak sampai puncak, dengan dibukanya kembali jalur pendakian hingga Ranu Kumbolo, tentunya menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki yang sudah rindu suasana pendakian. Apalagi, kini memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sementara di Ranu Kumbolo, kini juga telah tersedia MCK Shelter Kumbolo untuk memenuhi kebutuhan air bersih melalui aliran pipa yang memudahkan wisatawan.</p>



<p>Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan pendaki dapat menggunakan air tanpa harus mengambilnya langsung dari danau, sehingga kebersihan dan keberlangsungan lingkungan Ranu Kumbolo tetap terjaga. &#8220;Patuhi aturan dan selalu jaga kebersihan serta fasilitas di Gunung Semeru. Salam lestari,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217850</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
