<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kurban &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kurban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 22:22:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kurban &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Momentum Idul Adha, AKP Totok Haryanto Wujudkan Kebersamaan dengan Berbagi Hewan Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/momentum-idul-adha-akp-totok-haryanto-wujudkan-kebersamaan-dengan-berbagi-hewan-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/momentum-idul-adha-akp-totok-haryanto-wujudkan-kebersamaan-dengan-berbagi-hewan-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[haryanto]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232805</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen Idul Adha, Kasikeu Polresta Malang Kota, AKP Totok Haryanto, menggandeng sejumlah wartawan yang rutin meliput Polresta Malang Kota, dengan berbagi kambing kurban di Sawojajar Kota Malang, Sabtu (30/05/2026) tadi. Disampaikan AKP Totok, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers sekaligus ikhtiar memperkuat tali silaturahmi antara kepolisian dan awak media. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen Idul Adha, Kasikeu Polresta Malang Kota, AKP Totok Haryanto, menggandeng sejumlah wartawan yang rutin meliput Polresta Malang Kota, dengan berbagi kambing kurban di Sawojajar Kota Malang, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p>Disampaikan AKP Totok, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers sekaligus ikhtiar memperkuat tali silaturahmi antara kepolisian dan awak media. &#8220;Kami ingin berbagi dengan semua kalangan, khususnya rekan-rekan wartawan. Tujuannya untuk menambah keakraban, sekaligus meningkatkan rasa cinta kita kepada Allah SWT dan Rasulullah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sosok yang pernah meraih Juara MTQ Tingkat Polda Jatim kategori Pama tahun 2022, itu menyebut bahwa momentum kurban tidak berhenti pada ritual keagamaan. Lebih dari itu, Idul Adha menjadi ruang untuk meneguhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi Polri, hal ini sejalan dengan semangat melayani dan merangkul seluruh elemen masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Malang Kota yang konsisten mendorong pendekatan humanis. Media dipandang sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga kondusifitas dan menyebarkan informasi yang menyejukkan.</p>



<p>&#8220;Arahan dari Bapak Kapolresta sangat jelas, kita harus lebih dekat dan memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Ini bagian dari ikhtiar Polresta Malang Kota untuk terus bersinergi dengan awak media. Kami berharap, kolaborasi yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Melalui momen berbagi hewan kurban ini, diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih solid di masa depan. &#8220;Harapannya ke depan, hubungan ini bisa semakin disinergikan lagi, terutama dalam momen kebersamaan seperti berbagi hewan kurban ini. Semoga ke depannya bisa terus berlanjut dan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,&#8221; imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/momentum-idul-adha-akp-totok-haryanto-wujudkan-kebersamaan-dengan-berbagi-hewan-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapi Bantuan Presiden Hasilkan Ratusan Paket Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Kamis (28/05/2026) tadi. Sapi hasil persilangan berbobot 1 ton 76 kilogram tersebut, menghasilkan sekitar 516 paket daging kurban, yang nantinya dibagikan kepada penerima manfaat di Kota Malang. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Kamis (28/05/2026) tadi. Sapi hasil persilangan berbobot 1 ton 76 kilogram tersebut, menghasilkan sekitar 516 paket daging kurban, yang nantinya dibagikan kepada penerima manfaat di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa proses penyembelihan dilakukan sekitar pukul 08.15 WIB. Proses tersebut, tentunya dengan pengawasan ketat dari tim kesehatan hewan Dispangtan Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum hingga sesudah pemotongan untuk memastikan kondisi hewan sehat dan daging aman dikonsumsi. Masing-masing daging kita timbang 1kg,&#8221; kata Anton.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa setelah dilakukan pemotongan tersebut juga dilakukan pemeriksaan post-mortem. Untuk memastikan kualitas daging tetap aman sebelum dibagikan kepada masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah pada hari ini pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kami menunjukkan kondisi sapi masih sehat dan layak untuk dipotong. Kemudian dilakukan pemeriksaan post-mortem untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Anton.</p>



<p>Menurutnya, bantuan sapi kurban dari Presiden RI menjadi berkah tersendiri bagi warga Kota Malang karena hasil dagingnya dapat menjangkau ratusan penerima manfaat. Daging kurban tersebut nantinya disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.</p>



<p>&#8220;Penyaluran daging kurban melalui Masjid Sabilillah Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain mengawasi pemotongan sapi bantuan Presiden, Dispangtan Kota Malang juga memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan dan lokasi pemotongan selama momentum Idul Adha. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>



<p>Sebagai informasi, sapi kurban bantuan dari Presiden RI tersebut berasal dari Sinchan Farm peternak asal Cemorokandang, Kota Malang dengan nilai mencapai Rp 105 juta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sapi-bantuan-presiden-hasilkan-ratusan-paket-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PDI-Perjuangan Kota Malang Bagikan 2.500 Paket Daging Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pdiperjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232761</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Malang menyalurkan sebanyak 2.500 paket daging kurban, di momen Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026) tadi. Tahun ini, total hewan kurban yang disembelih terdiri dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing, hasil gotong royong kader partai dari tingkat pusat hingga daerah. Ketua DPC PDI-Perjuangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Malang menyalurkan sebanyak 2.500 paket daging kurban, di momen Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026) tadi. Tahun ini, total hewan kurban yang disembelih terdiri dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing, hasil gotong royong kader partai dari tingkat pusat hingga daerah.</p>



<p>Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan bahwa peringatan Idul Adha tahun ini berlangsung dalam suasana keprihatinan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi tahun ini memang kita dalam kondisi prihatin. Ada beberapa tantangan untuk masyarakat Indonesia. Kami berharap, Idul Kurban hari ini kita bisa berbagi bersama seluruh masyarakat,” ujar Mia-sapaannya.</p>



<p>Meski jumlah hewan kurban tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya, Mia memastikan kualitas hewan kurban tetap menjadi perhatian. “Tahun ini insyaallah walaupun tidak banyak jumlahnya, tapi kondisi hewan kurbannya besar-besar. Jadi sesuai dengan hitungan kami masih cukup,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mia juga mengatakan, bahwa hewan kurban tersebut dihimpun secara gotong royong dari berbagai elemen partai. Mulai dari jajaran pusat, DPRD provinsi, DPRD Kota Malang hingga struktur partai di daerah.</p>



<p>“Dari Fraksi PDI Perjuangan ada Pak Ahmad Basarah dan Pak Andreas dari pusat. Kemudian DPRD Provinsi ada Pak Saifuddin dan Ibu Untari. Dari DPRD Kota Malang seluruh anggota fraksi, kemudian dari DPD Provinsi Jawa Timur dan kami DPC,” jelasnya.</p>



<p>Ribuan paket daging kurban nantinya, akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan sejumlah sasaran yang telah dipetakan sebelumnya, termasuk struktural partai hingga tingkat RW. “Masyarakat sekitar, kemudian ada beberapa masyarakat tujuan yang nanti akan kita bagi, sudah kita pilah-pilah. Kemudian yang pasti struktural sampai tingkat RW,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, menurutnya momentum Idul Adha kali ini menjadi sarana mempererat soliditas kader sekaligus menjaga kehadiran partai di tengah masyarakat. “Harapannya yang pertama pastinya mempererat struktur partai. Bagaimana kita bisa bergotong royong untuk tetap hadir di masyarakat dan memaknai Idul Kurban ini dengan berbagi bersama-sama,” imbuh Mia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Pasuruan Salurkan 60 Sapi dan 200 Ekor Kambing Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-pasuruan-salurkan-60-sapi-dan-200-ekor-kambing-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkab-pasuruan-salurkan-60-sapi-dan-200-ekor-kambing-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232736</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan kurban ke sejumlah wilayah kecamatan di Pasuruan. Dari jumlah itu, 60 ekor diantaranya adalah sapi dan 200 ekor kambing. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengatakan seluruh hewan kurban tersebut disalurkan ke masjid, musala, pondok pesantren, yayasan hingga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tersebar di 24 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan kurban ke sejumlah wilayah kecamatan di Pasuruan. Dari jumlah itu, 60 ekor diantaranya adalah sapi dan 200 ekor kambing.</p>



<p>Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengatakan seluruh hewan kurban tersebut disalurkan ke masjid, musala, pondok pesantren, yayasan hingga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tersebar di 24 kecamatan, mulai 25 hingga 26 Mei 2026. &#8220;Penyalurannya dua hari berturut-turut, karena supaya tidak terlalu lama waktunya antara disalurkan dengan ketika penyembelihan,&#8221; kata Bupati Rusdi, Rabu (27/05/2026) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Bupati Rusdi, bahwa penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Dirinya berharap, momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Semoga hewan kurban yang disalurkan ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang menerima,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan ini menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara merata agar manfaat kurban bisa dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Termasuk, di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.</p>



<p>“Semoga manfaat, daging kurban bisa dirasakan masyarakat. Diharapkan bisa memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di momentum hari besar keagamaan,” tambahnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkab-pasuruan-salurkan-60-sapi-dan-200-ekor-kambing-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Sebut Hewan Kurban Tahun Ini Lebih Termitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi</link>
					<comments>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[termitigasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232727</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan kondisi hewan kurban pada Idul Adha 2026 lebih termitigasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026, tidak ditemukan hewan kurban yang mengalami penyakit maupun cacat fisik. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan kondisi hewan kurban pada Idul Adha 2026 lebih termitigasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026, tidak ditemukan hewan kurban yang mengalami penyakit maupun cacat fisik.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan di 107 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di Kota Malang. “Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan semuanya rata-rata sehat. Jadi kemarin sudah kami berikan stiker sehat, sehingga masyarakat merasa aman untuk membeli hewan kurban,” ujar Anton, saat ditemui di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Rabu (27/05/2026) tadi.</p>



<p>Anton menjelaskan, jumlah lapak tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu yang mencapai 110 lapak. Namun, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah sapi yang dijual. “Tahun ini ada peningkatan jumlah sapi hampir dua kali lipat. Kalau kambing justru turun, jadi trennya sekarang lebih banyak ke sapi,” katanya.</p>



<p>Berdasarkan data Dispangtan, jumlah sapi tahun ini mencapai 227 ekor, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 145 ekor. Sementara jumlah kambing turun dari 4.341 ekor menjadi 3.296 ekor. Untuk domba tercatat ada sebanyak 128 ekor.</p>



<p>&#8220;Kalau dari total jumlah, kambing kan berubah ke sapi. Lebih banyak sapinya di tahun ini. Kalau domba masih rata-rata sama,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Anton memastikan tidak ada hewan kurban yang ditemukan sakit ataupun cacat selama pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kesadaran para pedagang setelah pengalaman tahun sebelumnya.</p>



<p>“Kalau ada yang sakit biasanya langsung dibawa balik ke asalnya. Jadi sekarang pedagang juga lebih sadar bahwa yang dijual harus benar-benar sehat,” jelasnya.</p>



<p>Selain pemeriksaan langsung di lapak, pengawasan lalu lintas hewan kurban kini juga diperkuat melalui aplikasi milik Kementerian Pertanian. Sistem tersebut digunakan untuk memantau hewan ternak yang masuk ke Kota Malang dari berbagai daerah.</p>



<p>“Mereka mengajukan izin lewat aplikasi. Setelah syarat vaksin dan kesehatan hewan terpenuhi, baru bisa masuk ke Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p>Anton berharap, kesadaran pedagang dan pengawasan kesehatan hewan terus meningkat setiap tahun agar kualitas hewan kurban semakin baik. “Harapannya ke depan penjual dan pemerintah sama-sama lebih peduli, sehingga hewan yang dijual benar-benar sehat dan aman untuk masyarakat,” imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232727</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, DKPP Jember Terapkan Manajemen Regulasi Ketat Jelang Idul Adha</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kesehatan-hewan-kurban-dkpp-jember-terapkan-manajemen-regulasi-ketat-jelang-idul-adha</link>
					<comments>https://memontum.com/pastikan-kesehatan-hewan-kurban-dkpp-jember-terapkan-manajemen-regulasi-ketat-jelang-idul-adha#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232709</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPP) secara resmi meluncurkan program pengawasan kesehatan hewan kurban skala masif. Langkah taktis ini, sebagai bentuk tanggung jawab otoritas veteriner daerah dalam menjamin pasokan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Pengetatan pengawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPP) secara resmi meluncurkan program pengawasan kesehatan hewan kurban skala masif. Langkah taktis ini, sebagai bentuk tanggung jawab otoritas veteriner daerah dalam menjamin pasokan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).</p>



<p>Pengetatan pengawasan ini, untuk memitigasi risiko penyebaran penyakit menular, khususnya yang bersifat zoonosis atau berpotensi menular dari hewan ke manusia, di seluruh wilayah Jember. Aparatur teknis dari DKPP Jember, telah diinstruksikan untuk meningkatkan frekuensi inspeksi mendadak, pemantauan lalu lintas ternak, hingga pemeriksaan klinis di tingkat hulu.</p>



<p>Manajemen tata kelola pengawasan ini, dirancang untuk menutup celah masuknya hewan kurban yang tidak memenuhi standar mutu kesehatan. Baik itu yang beredar di pasar hewan regional maupun di lapak-lapak pedagang musiman yang mulai marak bermunculan di pinggir jalan protokoler.</p>



<p>Untuk memastikan efektivitas program di lapangan, DKPP Jember menerapkan skema pengawasan berbasis kewilayahan yang komprehensif. Otoritas veteriner kabupaten sendiri, telah memetakan titik-titik rawan peredaran ternak dan mengerahkan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki guna melakukan tindakan preventif secara serempak.</p>



<p>Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) DKPP Jember, drh Henry Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan pengawasan yang komprehensif. Mulai pemeriksaan di tingkat peternak lokal hingga inspeksi di lapak-lapak pedagang musiman.</p>



<p>Peta jalan ini, berfungsi sebagai panduan operasional agar tidak ada satu pun klaster peternakan atau penjualan yang luput dari pemantauan berkala tim dokter hewan pemerintah. &#8220;Kami mengedepankan prinsip transparansi dan keamanan pangan. Petugas medik dan paramedik veteriner sudah kami sebar ke 31 kecamatan untuk melakukan skrining klinis secara ketat,&#8221; ujar Henry Kurniawan, Selasa (26/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mobilisasi petugas medik dan paramedik veteriner ini, diprioritaskan pada wilayah-wilayah sentra peternakan sapi dan kambing serta daerah pinggiran yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga. Melalui penempatan personel terdidik di setiap kecamatan, DKPP Jember dapat mendeteksi dini setiap kelainan klinis pada hewan kurban dan segera mengambil tindakan isolasi sebelum penyakit menyebar lebih luas ke populasi ternak lainnya.</p>



<p>Secara teknis operasional, tim dokter hewan dibekali dengan standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan ketat. Skrining tidak hanya dilakukan secara sepintas, melainkan melibatkan pemeriksaan fisik menyeluruh yang mencakup aspek pemenuhan syariat Islam sekaligus kelayakan medis veteriner.</p>



<p>Menurut Henry, pemeriksaan fisik menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kelayakan hewan. Apalagi, ada beberapa parameter utama yang menjadi acuan tim dokter hewan di lapangan. Parameter ini, wajib dipenuhi oleh setiap hewan kurban, sebelum dinyatakan layak untuk disembelih oleh masyarakat pada hari raya nanti.</p>



<p>Setiap hewan kurban yang telah dinyatakan lolos dari ketiga tahapan seleksi klinis, ujarnya, akan diberikan identitas khusus dan disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Surat ini, menjadi bukti otentik bagi masyarakat bahwa hewan yang mereka beli telah melalui proses kurasi resmi dari dinas terkait dan dijamin keamanannya dari paparan virus maupun bakteri berbahaya.</p>



<p>Selain fokus pada aspek higienitas, Henry Kurniawan juga menyoroti bagaimana jaminan kesehatan hewan kurban ini berimplikasi langsung pada gairah ekonomi peternak di Jember. Sertifikasi kesehatan ini, dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan harga pasar dan melindungi hak-hak konsumen di tengah tingginya permintaan komoditas ternak menjelang Idul Adha.</p>



<p>&#8220;Jember ini salah satu pemasok ternak yang diperhitungkan. Jika kesehatan hewan kita terjamin dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan, para pedagang dan pembeli tidak akan ragu melakukan transaksi skala besar,&#8221; terangnya.</p>



<p>Melalui kepastian hukum dan kesehatan yang difasilitasi oleh SKKH, rantai pasok ternak dari Jember dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis di pos-pos pemeriksaan jalur antar kota. Hal ini, yang memicu multiplier effect bagi peternak rakyat di desa. Alhasil, perputaran modal menjadi lebih cepat dan kesejahteraan otomatis terdongkrak menjelang Lebaran Idul Adha ini. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pastikan-kesehatan-hewan-kurban-dkpp-jember-terapkan-manajemen-regulasi-ketat-jelang-idul-adha/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232709</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Kembali Menerima Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Berbobot 1 Ton</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-kembali-menerima-bantuan-sapi-kurban-dari-presiden-berbobot-1-ton</link>
					<comments>https://memontum.com/kota-malang-kembali-menerima-bantuan-sapi-kurban-dari-presiden-berbobot-1-ton#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[berbobot]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232691</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kota Malang kembali mendapatkan bantuan hewan kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Penerimaan bantuan itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa bantuan hewan kurban itu berupa sapi jenis Brangus dengan bobot mencapai 1 ton. Sapi tersebut berasal dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kota Malang kembali mendapatkan bantuan hewan kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Penerimaan bantuan itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa bantuan hewan kurban itu berupa sapi jenis Brangus dengan bobot mencapai 1 ton. Sapi tersebut berasal dari peternak lokal Kota Malang, tepatnya wilayah Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Kota Malang juga dapat bantuan sapi dari Presiden seberat 1 ton. Ini dari peternak Kota Malang tepatnya di Kedungkandang,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu, Selasa (26/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan, nantinya hewan kurban tersebut akan diserahkan ke Masjid Sabilillah, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sementara untuk proses penyembelihan, direncanakan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) pada Kamis (28/05/2026).</p>



<p>&#8220;Pembagiannya akan kita serahkan ke masjidnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang telah mengusulkan dua ekor sapi kurban kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kedua sapi tersebut masing-masing memiliki bobot sekitar 1 ton per ekor, terdiri dari jenis Limosin milik peternak Lowokwaru dan Brangus dari peternak di wilayah Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Untuk penyelesaian pembayarannya dilakukan oleh peternak sendiri dengan pihak Provinsi Jawa Timur,&#8221; imbuh Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kota-malang-kembali-menerima-bantuan-sapi-kurban-dari-presiden-berbobot-1-ton/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Idul Adha, BRI Regional 13 Malang Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Kurang Mampu</title>
		<link>https://memontum.com/idul-adha-bri-regional-13-malang-salurkan-hewan-kurban-untuk-masyarakat-kurang-mampu</link>
					<comments>https://memontum.com/idul-adha-bri-regional-13-malang-salurkan-hewan-kurban-untuk-masyarakat-kurang-mampu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Idul Adha menjadi momentum bagi Umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus berbagi kebaikan dengan sesama. Nilai pengorbanan yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam mempererat solidaritas, menumbuhkan empati, serta memperkuat budaya saling berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam momentum Idul Adha kali ini, BRI Regional 13 Malang menyalurkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Idul Adha menjadi momentum bagi Umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus berbagi kebaikan dengan sesama. Nilai pengorbanan yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam mempererat solidaritas, menumbuhkan empati, serta memperkuat budaya saling berbagi dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dalam momentum Idul Adha kali ini, BRI Regional 13 Malang menyalurkan tidak kurang dari 82 ekor sapi dan 630 ekor kambing untuk kaum dhuafa yang tersebar di 25 Branch Office di bawah supervisi Regional 13 Malang. Baik itu atas nama pribadi maupun atas nama Yayasan Baitul Maal (YBM) Brilian, Bapekis, maupun dari BRImo. Dari jumlah itu, Regional 13 Malang menyalurkan 9 ekor sapi dan 45 ekor kambing yang telah didistribusikan sebelum Idul Adha.</p>



<p>Regional CEO BRI Malang, Arie Wibowo, mengungkapkan bahwa penyaluran hewan kurban merupakan wujud kepedulian sosial yang diinisiasi oleh BRI bersama insan BRILiaN pada momentum Idul Adha guna mempererat solidaritas sosial sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hewan kurban ini juga cerminan komitmen BRI untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi turut berperan sebagai mitra pembangunan yang aktif mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami pastikan hewan kurban dapat diterima oleh masyarakat dengan melibatkan semua pekerja BRI di setiap unit kerja. Kami juga berharap, penyaluran hewan kurban ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta warga dalam merayakan dan memaknai Idul Adha bersama keluarga,” ungkapnya.</p>



<p>Salah satu penyaluran hewan kurban dilaksanakan di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Desa Sidodadi merupakan daerah Malang Selatan yang memiliki potensi wisata, penghasil hasil pertanian berupa kelapa pisan, dan desa tersebut pernah menerima Bantuan Balai Rakyat Indonesia.</p>



<p>Kepala Dusun Desa Sidodadi, Sampur, mengungkapkan bahwa daerahnya sedikit melaksanakan kurban karena keterbatasan ekonomi warga. Penyaluran bantuan hewan kurban dari BRI melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi serta mendorong perbaikan gizi masyarakat di daerahnya.</p>



<p>&#8220;Bantuan ini tentunya membawa kebahagiaan dan membantu warga dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Kami juga merasa bangga karena Desa Sidodadi menjadi salah satu penerima bantuan hewan kurban berupa sapi, sehingga perhatian dan dukungan seperti ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kolaborasi dan kepedulian dari BRI dapat terus berjalan dan membawa manfaat yang lebih luas lagi untuk warga Desa Sidodadi” tegasnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/idul-adha-bri-regional-13-malang-salurkan-hewan-kurban-untuk-masyarakat-kurang-mampu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis</link>
					<comments>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[drastis]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232673</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penjualan hewan kurban di Kota Malang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pedagang mengaku, bahwa daya beli masyarakat melemah, terutama untuk kambing, meski harga justru turun cukup signifikan. Salah satu penjual hewan kurban di kawasan Saxophone, Kecamatan Lowokwaru, Fahmi, mengatakan bahwa tren penjualan tahun ini berbeda dibanding Idul Adha tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penjualan hewan kurban di Kota Malang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pedagang mengaku, bahwa daya beli masyarakat melemah, terutama untuk kambing, meski harga justru turun cukup signifikan.</p>



<p>Salah satu penjual hewan kurban di kawasan Saxophone, Kecamatan Lowokwaru, Fahmi, mengatakan bahwa tren penjualan tahun ini berbeda dibanding Idul Adha tahun sebelumnya. Bahkan, hingga mendekati hari raya, stok hewan kurban masih tersisa cukup banyak.</p>



<p>“Kalau tahun lalu H-2 itu sudah ludes. Nah sekarang sampai sekarang masih ada sekitar 50 persen yang belum laku,” ujar Fahmi, Senin (25/05/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bila kondisi tersebut menjadi penurunan paling terasa, selama beberapa tahun terakhir. Padahal biasanya atau menjelang malam takbiran, stok hewan kurban sudah hampir habis terjual.</p>



<p>“Sekarang malah kebalikannya. Mudah-mudahan sampai malam takbiran masih bisa maksimal dan habis semua,” katanya.</p>



<p>Fahmi menjual total sekitar 70 ekor hewan kurban yang terdiri dari 38 kambing dan sisanya sapi. Untuk kambing, sebagian berasal dari peternakan sendiri dan sebagian didatangkan dari wilayah Jabung. Sedangkan, sapi banyak dipasok dari Madura.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau sapi dari Madura karena lebih ekonomis dan harganya lebih murah,” tambahnya.</p>



<p>Menariknya, di tengah penurunan minat beli, harga sapi justru mengalami kenaikan cukup tinggi. Fahmi menyebut, harga sapi naik hingga Rp 3 hingga 4 juta dibanding tahun lalu. Sedangkan kambing, mengalami penurunan cukup tajam akibat minimnya peminat.</p>



<p>“Harga sapi yang awalnya sekitar Rp18 juta sekarang jadi kisaran Rp 21 juta. Kalau kambing turun banget, tahun lalu dijual sekitar Rp 3,5 juta, kini turun menjadi Rp 2,9 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Bisa lebih murah Rp 400 ribu,” ucapnya.</p>



<p>Menurut Fahmi, menurunnya minat masyarakat membeli kambing dipengaruhi banyaknya kebutuhan pengeluaran yang datang bersamaan dengan momentum Idul Adha, mulai biaya sekolah hingga kelulusan anak. Karena itu, di tahun ini dia lebih banyak menyediakan kambing kelas menengah ke bawah agar tetap terjangkau masyarakat.</p>



<p>“Kalau tahun lalu lebih banyak kelas jumbo, sekarang saya sediakan yang menengah ke bawah,” lanjutnya.</p>



<p>Meski penjualan menurun, Fahmi memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. “Alhamdulillah sehat semua. Sebelum dijual juga sudah disuntik dari peternakan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232673</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
