<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kurikulum &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kurikulum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2025 08:54:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kurikulum &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>SRMP 16 Kota Malang Terapkan Kurikulum SMP Reguler dengan Penyesuaian Asrama</title>
		<link>https://memontum.com/srmp-16-kota-malang-terapkan-kurikulum-smp-reguler-dengan-penyesuaian-asrama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asrama]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian]]></category>
		<category><![CDATA[reguler]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang resmi memulai kegiatan belajar mengajar, Senin (14/07/2025) tadi. Di hari pertama itu, para siswa tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi juga mulai tinggal di asrama sebagai bagian dari sistem pendidikan berbasis boarding school. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang resmi memulai kegiatan belajar mengajar, Senin (14/07/2025) tadi. Di hari pertama itu, para siswa tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi juga mulai tinggal di asrama sebagai bagian dari sistem pendidikan berbasis boarding school.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa kurikulum yang diterapkan di SRMP tetap mengacu pada kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada umumnya. Hanya saja, karena konsep sekolah tersebut berbasis asrama, terdapat sejumlah penyesuaian.</p>



<p>&#8220;Kurikulum kurang lebih sama dengan sekolah reguler. Tapi karena ini boarding school, tentu ada penyesuaian. Misalnya terkait aturan asrama, kegiatan keimanan dan ketakwaan (imtaq), serta pendampingan melalui wali asuh,&#8221; jelas Suwarjana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa peran wali asuh sangat penting dalam sistem asrama, karena para siswa tinggal penuh di lingkungan sekolah. Terlebih, wali asuh sendiri telah dipilih melalui proses seleksi oleh pemerintah pusat.</p>



<p>&#8220;Kalau di rumah, anak-anak diasuh orang tua. Tapi di sini, semua siswa harus berasrama, meskipun rumahnya dekat. Maka, wali asuh dibutuhkan untuk mendampingi kehidupan mereka sehari-hari di asrama. Beda dengan wali kelas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, para guru yang bertugas di SRMP merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter siswa berjalan optimal.</p>



<p>Sementara itu, Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa pembiasaan hidup mandiri menjadi bagian penting dalam pendidikan di SRMP. &#8220;MPLS hampir sama dengan sekolah reguler, tetapi ada tambahan pembiasaan kehidupan berasrama. Anak-anak belajar mandiri dan mengatur waktu belajar secara disiplin,&#8221; ucap Rida. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Disdikbud Jombang Gelar Bimtek untuk Guru PAUD</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-pembelajaran-kurikulum-merdeka-disdikbud-jombang-gelar-bimtek-untuk-guru-paud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimtek]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran paradigma baru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (26/02/2024) tadi. Guna memaksimalkan pelaksanaan itu, turut hadir nara sumber yang berasal dari Fasilitator, Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak serta Pengajar Praktik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran paradigma baru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (26/02/2024) tadi. Guna memaksimalkan pelaksanaan itu, turut hadir nara sumber yang berasal dari Fasilitator, Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak serta Pengajar Praktik.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek dilakukan agar setiap kegiatan di satuan pendidikan mengandung unsur proses belajar. “Guru-guru PAUD harus sudah terbiasa dengan Kurikulum Merdeka. Karenanya, mari kita segera move on. Memang kurikulum harus diganti setiap saat, sesuai tantangan zaman,” kata Kadisdikbud Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa kemampuan dan keterampilan yang dikuasai seorang anak didik, sangatlah penting agar mampu memenuhi tuntutan akademis di unit pendidikan berikutnya. Sebab, seorang anak harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, identitas sosial, jaringan sosial serta metode belajar mengajar.</p>



<p>Adanya kegiatan Bimtek ini, ujarnya, diharapkan para guru PAUD di Kabupaten Jombang, bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. “Ketika guru PAUD bisa membiasakan diri dengan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga pendidikan, maka implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang PAUD sudah pasti akan berjalan lancar. Ini tentunya sesuai dengan yang diharapkan,” tambahnya.</p>



<p>Perlu diketahui, Bimtek dilaksanakan mulai tanggal 19 Januari hingga 29 Februari dan diikuti 480 guru PAUD di Kabupaten Jombang. Pelaksanaan terbagi menjadi dua gelombang serta tersebar di empat lokasi. Yakni, Aula 1 Disdikbud Jombang, SDN Losari 1 Kecamatan  Ploso, SKB Mojoagung dan SDN Ngoro 1 Kecamatan Ngoro. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Merdeka Tentang Suara Demokrasi, SMPN 2 Jombang Kunjungi Gedung DPRD</title>
		<link>https://memontum.com/kurikulum-merdeka-tentang-suara-demokrasi-smpn-2-jombang-kunjungi-gedung-dprd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199491</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menerima kunjungan dari SMP Negeri 2 Mojowarno terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka tentang Suara Demokrasi, Senin (09/10/2023) tadi. Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Bidang SMP Safak Efendi serta Guru SMP Negeri 2 Mojowarno itu, rombongan diterima langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jombang</strong> &#8211; Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menerima kunjungan dari SMP Negeri 2 Mojowarno terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka tentang Suara Demokrasi, Senin (09/10/2023) tadi. Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Bidang SMP Safak Efendi serta Guru SMP Negeri 2 Mojowarno itu, rombongan diterima langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati.</p>



<p>Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati, mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan itu untuk mengetahui bagaimana demokrasi pemilihan sebagai anggota DPRD serta tugas fungsi pokok anggota DPRD. Dari situ, rencana akan diimplementasikan di sekolah untuk memilih Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).</p>



<p>&#8220;Respon dari para siswa juga sangat antusias. Mereka ingin bisa berinteraktif dan itu kita sangat senang. Sebab, belajar tidak harus dilakukan di sekolah. Namun, sesekali harus diadakan pembelajaran di luar sekolah,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, lanjutnya, terkadang dengan belajar di luar sekolah, akan lebih mudah diserap dan dipahami oleh para siswa. Sehingga, tidak monoton di sekolah.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, melalui Kepala Bidang SMP Safak Efendi, menambahkan bahwa kegiatan ini dalam rangka pembelajaran untuk para siswa. Dimana, tujuannya untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih kontekstual kepada para siswa. Maka dari itu, para siswa diajak melakukan kunjungan ke Kantor DPRD Kabupaten Jombang, untuk bertemu langsung dengan anggota DPRD Jombang</p>



<p>&#8220;Saya harapkan melalui pembelajaran yang kontekstual ini bisa lebih mengena kepada para siswa. Sebab, mereka bisa secara langsung mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan bukan berdasarkan cerita dari orang lain,&#8221; ujarnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199491</post-id>	</item>
		<item>
		<title>STTAL Surabaya bersama TNI dan Polres Rakor P5 Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/sttal-surabaya-bersama-tni-dan-polres-rakor-p5-kurikulum-merdeka-di-sma-negeri-1-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 11:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[STTAL]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya bersama TNI dan Polri serta SMAN 1 Situbondo melaksanakan rapat koordinasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala SMAN 1 Situbondo dan dihadiri Kapokdos STTAL, Kolonel Laut (P) R Bambang Ispri didampingi Letkol Laut (T), Wawan Kusdiana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya bersama TNI dan Polri serta SMAN 1 Situbondo melaksanakan rapat koordinasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala SMAN 1 Situbondo dan dihadiri Kapokdos STTAL, Kolonel Laut (P) R Bambang Ispri didampingi Letkol Laut (T), Wawan Kusdiana dan KBO Binmas Polres Situbondo, Ipda Lis Qurrahman serta Kepala SMAN 1 Situbondo, Mila Sughesti, itu juga untuk menjadi pilot project rekayasa teknologi untuk membangun NKRI, Selasa (25/07/2023) tadi.</p>



<p>Kapokdos STTAL, Kolonel Laut (P) R Bambang Ispri, mengatakan bahwa rapat kordinasi ini dilaksanakan untuk memantapkan P5. Pada kegiatan ini, juga melibatkan TNI, Kodim 0823 Situbondo dan Polri, khususnya Polres Situbondo.</p>



<p>&#8220;Sebab, P5 merupakan salah satu Kurikulum Merdeka yang harus dilaksanakan kepada pelajar SLTA,” jelas Bambang Ispri.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa SMAN 1 Situbondo merupakan salah satu sekolah binaan STTAL Surabaya. Sehingga, diharapkan mampu mengaplikasikan secara konkrit tentang P5. Baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan dilaksanakan Kurikulum Merdeka P5, ujarnya, maka pelajar bisa mengamalkan secara konkrit Pancasila dan mampu membangun jiwa gotong royong serta saling hormat menghormati dengan orang yang lebih tua. &#8220;Semoga Kurikulum Merdeka P5 ini mampu diaplikasikan secara nyata oleh pelajar SMAN 1 Situbondo, sesuai dengan ideologi Bangsa Indonesia yakni Pancasila. Sebab, SMAN 1 Situbondo menjadi pilot project dari Kurikulum P5. Untuk itu, dari sekitar 700 pelajar baru bisa mengamalkan P5 dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, KBO Binmas Polres Situbondo, Ipda Lis Qurrahman, menambahkan jika kolaborasi membangun karakter para pelajar melalui Kurikulum Merdeka P5, ini digagas dan atau dilaksanakan oleh STTAL Surabaya di SMAN 1 Situbondo. Tentunya, ini merupakan langkah yang tepat untuk mengajak para pelajar mengamalkan Pancasila, di tengah-tengah kehidupan yang serba canggih di zaman modern ini.</p>



<p>“Kami siap mendukung Kurikulum Merdeka P5 yang dilaksanakan STTAL Surabaya di SMAN 1 Situbondo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala SMAN 1 Situbondo, Mila Sughesti, mengatakan bahwa untuk penguatan P5 ini mengambil tema &#8216;Bhineka Tungkal Ika, Bangun Jiwa dan Raganya serta Rekayasa Teknologi Untuk Membangun NKRI&#8217;. Dalam pelaksanaan ini, pelajar juga dikenalkan dengan berbagai matra. Sehingga, siswa tidak hanya mengenal satu matra TNI AL. Namun, siswa bisa mengenal matra TNI AD dan kepolisian yang ikut berkolaborasi dalam kurikulum Merdeka P5 di SMAN 1 Situbondo.</p>



<p>&#8220;Melalui kolaborasi ini, siswa akan memahami atau mengenal lebih dekat NKRI. Dengan demikian, anak-anak didik di SMAN 1 Situbondo akan semakin mendalami nilai-nilai budaya NKRI,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hardiknas 2023, Bupati Situbondo Sampaikan Pentingnya Kurikulum Merdeka Belajar</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hardiknas-2023-bupati-situbondo-sampaikan-pentingnya-kurikulum-merdeka-belajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bung karna]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187806</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam menerapkan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara. Amanat tersebut dibacakan bupati yang akrab disapa Bung Karna, saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 di Alun-alun Situbondo, Selasa (02/05/2023) tadi. &#8220;Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan, membawa kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam menerapkan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara. Amanat tersebut dibacakan bupati yang akrab disapa Bung Karna, saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 di Alun-alun Situbondo, Selasa (02/05/2023) tadi.</p>



<p>&#8220;Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan, membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara. Yaitu, pendidikan yang menuntun bakat, minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat,&#8221; kata Bung Karna, saat membacakan amanat dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.</p>



<p>Bupati melanjutkan, anak-anak Indonesia sekarang bisa belajar dengan lebih tenang, karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data asesmen nasional di platform rapor pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.</p>



<p>&#8220;Para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar. Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka. Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pada jenjang perguruan tinggi, imbuhnya, mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas, sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program-program Kampus Merdeka. Dari segi pendanaan, pencairan langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sekarang jauh lebih terbuka. Dukungan dana padanan untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi,&#8221; imbuh Bung Karna.</p>



<p>Selain itu, mekanisme dana Indonesia yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif para seniman dan pelaku budaya. Sehingga, mampu menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung pemajuan kebudayaan.</p>



<p>&#8220;Saudara saudariku, mari kita ingat, bahwa bersama-sama kita telah membuat sejarah baru dengan gerakan Merdeka Belajar. Transformasi yang masif ini sudah sepatutnya dirayakan dengan penuh syukur dan semarak, karena semuanya adalah hasil dari kerja keras dan kerja sama kita,&#8221; ucap Bung Karna.</p>



<p>Bupati Situbondo menyampaikan, Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi, juga setiap jengkal langkah berani yang sudah diambil. Dengan merefleksikan hal-hal yang telah dilakukan sepanjang tiga tahun terakhir dapat merancang arah perjalanan ke depan. Sehingga bisa memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar.</p>



<p>&#8220;Layar yang sudah kita bentangkan jangan sampai terlipat lagi. Kita semua, para pendidik dan tenaga kependidikan, seniman dan pelaku budaya, juga peserta didik di seluruh penjuru Nusantara, adalah kapten dari kapal besar yang bernama Indonesia ini. Perjalanan harus kita lanjutkan, peıjuangan mesti kita teruskan, agar semua anak bangsa merasakan kemerdekaan yang sebenar- benarya dalam belajar dan bercita-cita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bupati pun mengajak untuk terus mewujudkan Merdeka Belajar. &#8220;Oleh karena itu, mari kita semarakkan dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar, mendidik generasi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,&#8221; tegas Bung Karna. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187806</post-id>	</item>
		<item>
		<title>62 Guru Situbondo Jadi Peserta PGP V, Bung Karna Titip Kurikulum Merdeka Belajar</title>
		<link>https://memontum.com/62-guru-situbondo-jadi-peserta-pgp-v-bung-karna-titip-kurikulum-merdeka-belajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 14:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bung karna]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Karna Suswandi]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180223</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak 62 guru di Situbondo menjadi peserta Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan V Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur. Acara tersebut, berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Situbondo, Senin (19/12/2022) tadi. Dalam sambutannya, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa guru penggerak harus mampu mendorong pembelajaran murid secara holistik dan aktif. &#8220;Ini harus menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak 62 guru di Situbondo menjadi peserta Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan V Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur. Acara tersebut, berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Situbondo, Senin (19/12/2022) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa guru penggerak harus mampu mendorong pembelajaran murid secara holistik dan aktif. &#8220;Ini harus menjadi leading sektor bagi guru-guru yang lain, agar mengimplementasikan pembelajaran yang berbasis pada siswa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut bupati yang akrab disapa Bung Karna ini, guru penggerak juga harus berperan aktif dalam proses pembelajaran di sekolah. &#8220;Lebih-lebih yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka Belajar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo ini mengungkapkan, Kurikulum Merdeka Belajar lebih mudah diterapkan, karena proses pembelajaran disesuaikan dengan lingkungan sekolah. &#8220;Dan proses pembelajaran juga berpusat kepada siswa,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Situbondo, Siti Aisyah, menjelaskan nantinya para peserta akan mengikuti PGP selama enam bulan ke depan. &#8220;Acaranya diikuti secara daring. Adapun pesertanya tediri dari guru TK 6 orang, SD 20 orang, SMP 14 orang, SMA 9 orang dan SMK 13 orang. Jadi total 62 guru,&#8221; tuturnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180223</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Implementasi Kurikulum Merdeka, BBPMP bersama Disdikbud Kota Malang Gelar Pendampingan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-implementasi-kurikulum-merdeka-bbpmp-bersama-disdikbud-kota-malang-gelar-pendampingan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2022 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BBPMP]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada 25 Kepala Sekolah di lingkungan TK, SD, SMP dan Pusat Kegiatan Belajaran Masyarakat (PKBM) di Kota Malang. Kegiatan tersebut, digelar di Aula VIP Diskdikbud Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada 25 Kepala Sekolah di lingkungan TK, SD, SMP dan Pusat Kegiatan Belajaran Masyarakat (PKBM) di Kota Malang. Kegiatan tersebut, digelar di Aula VIP Diskdikbud Kota Malang, Kamis (17/11/2022) siang.</p>



<p>Perwakilan BBPMP Provinsi Jatim, Wahyu Ari Jatmiko, menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut nantinya bisa mendorong Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui partisipasi aktif guru dalam pelatihan mandiri platform merdeka mengajar (PMM). Sehingga, hal itu nantinya bisa mewujudkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).</p>



<p>“Kegiatan ini adalah untuk mendorong stimulan, mengajari dan memanfaatkan PMM. Sehingga, akan memudahkan untuk ketercapaian IKM. Maka, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pusat,” jelas Wahyu saat ditemui Memontum.com.</p>



<p>PMM sendiri, tambahnya, adalah salah satu platform yang berisikan materi, konsep dan langkah-langkah untuk menerapkan IKM. Selain itu, juga disiapkan pelatihan mandiri dalam bentuk topik yang memuat modul.</p>



<p>“Bahkan, ini tidak hanya disiapkan dalam model tulisan materi. Tetapi, supaya menyenangkan dan memudahkan itu juga ada videonya. Selain itu, asesment ke siswanya juga ada di situ. Lalu, juga ada evaluasinya dan ada posternya juga,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut dijelaskan, bahwa saat ini ada 12 topik yang dibahas dalam pelatihan mandiri tersebut. Sehingga, harapannya para guru juga harus bisa memahami implementasi kurikulum IKM. Kegiatan tersebut, menurutnya juga sebagai percepatan untuk menyelesaikan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>

<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="391" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2022/11/Dorong-Implementasi-Kurikulum-Merdeka-BBPMP-bersama-Disdikbud-Kota-Malang-Gelar-Pendampingan-2.jpg?resize=600%2C391&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-178458" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2022/11/Dorong-Implementasi-Kurikulum-Merdeka-BBPMP-bersama-Disdikbud-Kota-Malang-Gelar-Pendampingan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2022/11/Dorong-Implementasi-Kurikulum-Merdeka-BBPMP-bersama-Disdikbud-Kota-Malang-Gelar-Pendampingan-2.jpg?resize=300%2C196&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2022/11/Dorong-Implementasi-Kurikulum-Merdeka-BBPMP-bersama-Disdikbud-Kota-Malang-Gelar-Pendampingan-2.jpg?resize=400%2C261&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p>“Paling tidak dari 12 topik tersebut, ada lima yang sudah dipelajari sampai saat ini di sekolah. Yang harapannya sudah bisa melaksanakan. Tetapi, kita pantau ternyata ada yang belum menyelesaikan satu topik pun, bahkan juga ada yang belum. Jadi ini untuk percepatan supaya segera mereka selesaikan,” ujarnya.</p>



<p>Sehingga, dirinya berharap nantinya para kepala sekolah atau perwakilan bidang kurikulum dari masing-masing sekolah yang menghadiri kegiatan tersebut, bisa memberikan bimbingan dan dorongan dalam pelaksanaan PMM.</p>



<p>“Harapannya nanti mereka yang hadir disini supaya ada dorongan kepada gurunya, untuk melaksanakan PMM ini,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kasi Pembinaan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Fotmal Bidang Ketenagaan Disdikbud Kota Malang, Wiwik Indarti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai dukungan untuk memfasilitasi pendampingan IKM agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. &#8220;Kegiatan ini sangat kita perlukan, karena dari Kemendikbudristek juga sudah menggemborkan untuk implementasi kurikulum merdeka belajar itu seperti apa, belajar mengajar itu seperti apa, dan percepatan berbasis data,” ucap Wiwik.</p>



<p>Kemudian, menurutnya juga ada beberapa sekolah yang belum melengkapi platform PMM. Sehingga, dari kegiatan tersebut juga sebagai bahan untuk mengevaluasi beberapa sekolah negeri dan swasta di Kota Malang, yang masih memiliki status kuning.</p>



<p>“Insyaallah, Sekolah Negeri di Kota Malang statusnya sudah lulus topik biru. Namun, yang masih status kuning itu dari sekolah swasta, harapan kami dari pendampingan ini juga nantinya di akhir tahun ini bisa berstatus biru semua,” tuturnya.</p>



<p>Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut nantinya bisa sama-sama saling memfasilitasi dan mengimplementasikan. Sehingga, bisa saling menguatkan dan menjadikan Dinas Pendidikan lebih baik lagi dari segala sisi. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Gerakan Literasi bagi Anak Usia Dini di Era Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/pentingnya-gerakan-literasi-bagi-anak-usia-dini-di-era-kurikulum-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2022 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngopi pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177991</guid>

					<description><![CDATA[Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru pada saat ini. Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel, berfokus pada kebutuhan esensial anak, guru lebih menjadi fasilitator dan anak atau peserta didik yang lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Hal ini, tentunya dalam rangka untuk menstimulasi kecerdasan anak agar lebih berkembang secara maksimal. Kurikulum merdeka beriringan dengan konsep [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru pada saat ini. Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel, berfokus pada kebutuhan esensial anak, guru lebih menjadi fasilitator dan anak atau peserta didik yang lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Hal ini, tentunya dalam rangka untuk menstimulasi kecerdasan anak agar lebih berkembang secara maksimal.</p>



<p>Kurikulum merdeka beriringan dengan konsep merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam menyusun kurikulum merdeka yang perlu diperhatikan yaitu kerangka dasar dan struktur kurikulumnya. Tujuan Pendidikan Nasional berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) mandiri; (3) bergotong royong; (4) berkebinekaan global; (5) bernalar kritis; (6) kreatif.</p>



<p>Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan dan kerangka yang telah diterjemahkan dalam struktur kurikulum, prinsip pembelajaran, dan asesmen serta capaian pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, struktur kurikulum berisi kegiatan intrakulikuler untuk penguatan profil pelajar Pancasila.</p>



<p>Terdapat capaian pembelajaran yang harus dicapai sesuai dengan tiga elemen yaitu (1) Nilai Agama dan Budi Pekerti; (2) Jati Diri, (3) Dasar-Dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni.</p>



<p>Literasi dini sebenarnya bukan diartikan mengajarkan membaca, tapi membangun fondasi untuk membaca agar dikemudian hari, apabila anak sudah waktunya belajar membaca mereka lebih siap. Literasi dini memberikan alternatif baru guna membantu anak-anak belajar berbicara, membaca, dan menulis namun tidak mengarahkan serta menyuruh mereka membaca dan menulis, sebab hal ini tidak sesuai dengan tahapan perkembangan usia mereka.</p>



<p>Seperti wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW dari malaikat Jibril berikut ini : Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS Al- Alaq 1-5).</p>



<p>Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang ummi. Mayoritas orang Islam memberi makna ummi sebagai orang yang buta huruf. Sehingga tidak bisa membaca dan menulis. Ada ulama yang mengartikan kata “Ummi” dalam bentuk lain, semisal dalam buku Khurafatu Ummiyati Muhammad (Mitos Keummian Muhammad) yang diterjemahkan oleh Abu Nayla dengan judul “Nabi Muhammad: Buta Huruf atau Genius” (Jakarta: Nun Publisher, Cet. I, April 2007). Penulisnya adalah Syeikh Al-Maqdisi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Literasi sudah menjadi anjuran bagi setiap manusia. Nabi Muhammad yang ummi pun dianjurkan untuk membaca. Sehingga kita sebagai orang tua atau pendidik PAUD harus senantiasa menstimulasi kemampuan bahasa anak melalui kegiatan literasi dini. Literasi dini tidak hanya dimaknai bahwa anak usia dini harus bisa membaca, namun lebih dari itu. Anak usia dini diharapkan dapat dikenalkan dengan buku, kegiatan membaca buku cerita, dan anak terbiasa mendengar atau menyimak saat dibacakan buku. Dengan harapan, literasi menjadi kegiatan stimulasi bahasa anak sejak dini. Sehingga anak usia dini dapat mencintai buku sejak dini sebagai sumber pengetahuan.</p>



<p>Salah satu kegiatan dari Gerakan Literasi Sekolah yaitu pengadaan sudut baca, yang mana sudut baca adalah tempat untuk membaca yang di tata dengan sedemikian rupa dan terlihat menarik untuk siswa di dalam lingkungan sekolah, sudut baca sendiri terletak di sudut kelas atau ruangan yang dilengkapi dengan rak dengan berbagai macam buku-buku dan berperan memperpanjang fungsi perpustakaan, yang di tata dengan sedemikian rupa agar menarik minat anak untuk membaca.</p>



<p>Pengadaan sudut baca pada saat ini sudah banyak di berbagai sekolah dengan desain menarik minat anak untuk membaca di sudut baca tersebut yang banyak terletak di koridor sekolah, di dalam pojok kelas, dengan rak-rak yang banyak berisi buku-buku yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Mengingat kurangnya minat untuk membaca terutama di kalangan anak-anak, pemerintah pun mencanangkan Gerakan Literasi Sekolah dengan salah satu kegiatan literasi tersebut adalah adanya sudut baca di tiap-tiap sekolah.</p>



<p>Gerakan Literasi Sekolah memiliki 3 tahapan, (1) Tahapan pembiasaan, yaitu dimana menumbuhkan minat baca siswa; (2) Tahapan pengembangan, tahapan yang disertai dengan kegiatan literasi yang dilakukan; (3) Tahapan pembelajaran, kegiatan yang dilakukan disertai strategi membaca dalam pembelajaran literasi tersebut.</p>



<p>Kegiatan gerakan literasi dapat dilakukan pendidik PAUD di sekolah dengan kegiatan guru membacakan buku pada anak atau peserta didik pada sudut baca yang sudah tersedia di sekolah. Selain itu, kegiatan gerakan literasi juga dapat dilakukan dengan anak menceritakan gambar yang ada di buku menurut pengetahuannya. Hal ini dapat memicu anak atau peserta didik untuk berpikir kritais dan membangun pengetahuan baru. Kegiatan gerakan literasi ini dapat dilakukan secara rutin dan terjadwal demi tercapainya tujuan pembelajaran literasi yang maksimal demi perkembangan anak usia dini.</p>



<p>Selain guru melakukan gerakan literasi, tidak kalah pentingnya bahwa orang tua di rumah sebagai Pendidikan yang utama bagi anak usia dini yang lebih berperan aktif dalam mengenalkan buku pada anak. Seperti yang kita ketahui, anak usia dini adalah peniru ulung dan lebih menyukai teladan daripada nasihat. Oleh karena itu, orang tua di rumah dapat memberi teladan yang baik bagi anak dalam kegiatan literasi. Orang tua dapat membiasakan membacakan buku cerita saat akan tidur atau menjadwalkan waktu-waktu tertentu untuk mengajak anak membaca buku. Sehingga hal yang dilakukan terus-menerus akan melekat dalam memori ingatan anak dan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak dalam mencintai buku dalam keseharian anak.</p>



<p>Penulis adalah Guru TK Mambaul Ulum Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Devi Lestari S Pd.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Kunker Dirjen Pendidikan, Bupati Situbondo Berharap Semua Sekolah Pakai Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/terima-kunker-dirjen-pendidikan-bupati-situbondo-berharap-semua-sekolah-pakai-kurikulum-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2022 13:24:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo berharap semua sekolah di Kota Santri Situbondo, melaksanakan Kurikulum Merdeka. Hal ini, disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dihadapan Plt Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Winner Jihad Akbar, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo berharap semua sekolah di Kota Santri Situbondo, melaksanakan Kurikulum Merdeka. Hal ini, disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dihadapan Plt Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Winner Jihad Akbar, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo, Rabu (27/07/2022) tadi.</p>



<p>Bupati Karna Suswandi mengatakan, Merdeka Belajar tidak harus diterapkan di semua sekolah. Namun, pihaknya memberikan ruang kepada sekolah yang sudah siap, untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka dipersilahkan.</p>



<p>&#8220;Bagi sekolah yang setengah siap, barangkali bisa menerapkan. Sedangkan, untuk sekolah yang belum siap agar diupayakan untuk bisa segera menyiapkan dirinya untuk bisa melaksanakan Kurikulum Merdeka,” jelas Bupati Situbondo.</p>



<p>Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini menambahkan, Kurikulum Merdeka ini memfokuskan atau menitik beratkan kepada anak didik yang memiliki kreatifitas. &#8220;Sehingga, anak didik kita itu menjadi inovatif ke depannya. Tentu ini sangat baik, tetapi perlu adanya pendampingan dari guru agar kreativitas dan inovasi anak didik menjadi terarah. Karena anak didik kadang- kadang bisa keluar dari sisi sisi yang positif,” ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskannya, bahwa Kurikulum Merdeka ini banyak mengambil dari internet. Sehingga, butuh pengawasan yang ketat dari guru maupun orang tua murid. “Di dunia internet itu isinya macam-macam. Kalau tidak ada yang mendampingi akan lebih berbahaya bagi anak didik. Namun demikian, dengan Kurikulum Merdeka ini Kreatifitas siswa, inovasi siswa akan bisa mengembangkan dirinya,” ujar Bupati Situbondo.</p>



<p>Sementara itu, Plt Direktorat Sekolah Menengah Atas Kemendikbudristek, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka itu lebih simpel bila dibandingkan dengan kurikulum 2013. &#8220;Kurikulum Merdeka ini lebih sederhana. Sekarang kita sederhanakan yang tadinya kompetensi inti dan kompetensi dasar, menjadi capaian pembelajaran yang lebih simpel. Walaupun simpel, namun kita harapkan bisa lebih dalam. Jadi belajarnya lebih banyak lebih interaktif di siswa dan pembelajaran berpusat pada murid,” jelasnya.</p>



<p>Dalam pembelajaran, sambung Winner Jihad Akbar, disesuaikan oleh anak anak. Sehingga guru guru bisa membuat rencana-rencana pembelajaran lebih baik yang disesuaikan dengan kemampuan anak. “Jadi, kita namakan pembelajaran terdeferensiasi. Anak-anak belajar disesuaikan dengan kompetensinya. Semisal ada anak-anak yang sudah jago perkalian pembagian dicapaian pembelajaran dan ternyata ada sebagian anak yang penjumlahan dan pengurangan saja tidak bisa. Maka, harus diselesaikan dulu penjumlahan dan pengurangannya walaupun kelasnya sudah sampai perkalian dan pembagian,” jelasnya.</p>



<p>Untuk menghadapi Kurikulum Merdeka, imbuh Winner Jihad Akbar, pihak sekolah harus menyiapkan berbagai mindset. “Mindset guru harus berubah, karena para guru bukan hanya sekedar menyampaikan materi. Tetapi, guru itu harus mendidik berpusat pada murid. Oleh karena itu, kita minta guru-guru harus berfikir dan bikin rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak didik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Implementasi Kurikulum Merdeka saat ini, jelas Winner Jihad Akbar, sudah memasuki episode ke 15. Belum semua sekolah menerapkan Kurikulum. “Di Kabupaten Situbondo, jumlah total ada 294 sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka jalur mandiri. Diantara Paud sebanyak 16 sekolah, SD sebanyak 189 sekolah, SMA sebanyak 13 sekolah, SMK sebanyak 32, SLB sebanyak 3, SKB sebanyak 1 dan PKBM sebanyak 1 sekolah. Jumlah total yang mengikuti kurikulum merdeka sebanyak 294 sekolah,” jelas Winner Jihad Akbar. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172808</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
