<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kurun Waktu 6 Bulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kurun-waktu-6-bulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Sep 2018 11:15:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kurun Waktu 6 Bulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kurun Waktu 6 Bulan, Ditemukan 97 Penderita HIV-AIDS  di Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kurun-waktu-6-bulan-ditemukan-97-penderita-hiv-aids-di-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2018 11:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan 97 Penderita HIV-AIDS di Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kurun Waktu 6 Bulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=54720</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri&#8212;Dalam kurun waktu 6 bulan sejak Januari 2018 di Kota Kediri ditemukan 97 kasus penderita HIV-AIDS. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebutkan, jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring masih maraknya praktik seks bebas di tengah kalangan masyarakat. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PN) Dinkes Kota Kediri.  Hendik Supriyanto mengatakan, penemuan penderita HIV-AIDS sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri&#8212;</strong>Dalam kurun waktu 6 bulan sejak Januari 2018 di Kota Kediri ditemukan 97 kasus penderita HIV-AIDS. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebutkan, jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring masih maraknya praktik seks bebas di tengah kalangan masyarakat.</p>
<p>Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PN) Dinkes Kota Kediri.  Hendik Supriyanto mengatakan, penemuan penderita HIV-AIDS sebanyak itu sudah dalam kondisi memprihatinkan. &#8221; Padahal, angka itu belum seluruhnya terekap sampai bulan desember. Saya memprediksi, angka tersebut pasti akan beranjak naik hingga sekitar 200 an lebih pada rekapan akhir tahun nanti,&#8221; ujarnya saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri, Rabu (5/8/2018).</p>
<p>Hendik menambahkan, seperti rekapan pada tahun-tahun sebelumnya, angka penderita HIV-AIDS selalu menunjukkan angka pada kisaran 200 an di setiap tahunnya. &#8221; Terbukti dari tahun 2017 kemarin, kita temukan sebanyak 200 kasus HIV-AIDS yang terbagi atas 133 laki-laki dan 67 perempuan. Sedangkan untuk jumlah orang meninggal dunia akibat HIV-AIDS sebanyak 18 orang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dari tahun 2003 &#8211; 2017 terdapat 1.051 kasus orang positif mengidap HIV-AIDS, dari jumlah itu terdiri 607 laki-laki dan 444 perempuan. Sedangkan dalam jumlah itu, sebanyak 77 orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya 975 dinyatakan masih hidup.</p>
<p>Menurut Hendik Supriyanto, kebanyakan dalam kasus HIV-AIDS itu menyerang pada usia &#8211; usia produktif, yakni pada usia 20 &#8211; 30 tahun. &#8220;Dari usia tersebut kalau dipetakan dari riwayat jenis pekerjaannya kebanyakan didominasi oleh Ibu rumah tangga dan karyawan swasta, dua kelompok tersebut penyumbang angka terbesar dalam kasus penderita HIV-AIDS di Kota Kediri, &#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika ditanya langkah Dinkes saat menemukan orang positive terjangkit HIV-AIDS, Hendik Supriyanto mengaku, akan menangani dan mengobatinya. &#8221; Kami akan mengobatinya secara gratis. &#8221; Pengobatan tersebut juga akan menekan tingkat kematian terhadap penderita HIV-AIDS, minimal  mampu memberikan rentang umur lebih panjang dibanding mereka yang tidak berobat,&#8221; pungkasnya.(aji/mid/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54720</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
