<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kurungrejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kurungrejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Jul 2023 09:00:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kurungrejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gandeng Panitia Bersih Desa Kurungrejo Ngajuk, Kemenkominfo Diskusi Literasi Pengembangan Seni Budaya di Medsos</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-panitia-bersih-desa-kurungrejo-ngajuk-kemenkominfo-diskusi-literasi-pengembangan-seni-budaya-di-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kurungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[ngajuk]]></category>
		<category><![CDATA[panitia]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194510</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Kebudayaan dan kesenian tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tradisional dan kuno. Hal itu, kontras dengan kemajuan teknologi era digital, yang padahal jika keduanya disatukan, akan menjadi karya inovasi menarik yang saling mendukung dan menguntungkan. Untuk mendorong pengembangan seni budaya tradisional Indonesia di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Kebudayaan dan kesenian tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tradisional dan kuno. Hal itu, kontras dengan kemajuan teknologi era digital, yang padahal jika keduanya disatukan, akan menjadi karya inovasi menarik yang saling mendukung dan menguntungkan.</p>



<p>Untuk mendorong pengembangan seni budaya tradisional Indonesia di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan panitia Bersih Desa Dusun Ngetrep, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Minggu (30/07/2023) besok siang sekitar pukul 12.00 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Pengembangan Budaya dan Seni Indonesia di Media Sosial&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Prasnowo, business enthusiast, Sandra Sabellina, entrepreneur, Wina Aulia Putri Kinanti dan Yuris Sabrina selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Sabtu (29/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, arus kemajuan era globalisasi yang dipacu oleh teknologi informasi dan komunikasi digital, menimbulkan kesan yang saling berlawanan antara budaya dengan kemajuan teknologi. &#8220;Kemajuan teknologi sebagai sebuah hasil inovasi perkembangan kecerdasan manusia mestinya harus ditanggapi dan dimanfaatkan secara baik. Jika tidak, justru akan menimbulkan permasalahan sosial yang akan merambah pada jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang berbudaya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Menurut Kemenkominfo, promosi kebudayaan yang selama ini terbatas pada penggunaan media-media konvensional, seharusnya segera diubah. Keberadaan teknologi informasi dan perkembangannya harus ditanggapi cepat dengan memunculkan terobosan-terobosan baru dalam promosi kebudayaan.</p>



<p>”Penggunaan internet (media sosial) menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan, di samping penggunaan media-media konvensional dalam pertujukan seni maupun kegiatan pertukaran budaya,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Selain itu, maraknya penggunaan media jejaring sosial juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan budaya-budaya nusantara. Apalagi, saat ini pengguna muda mendominasi penggunaan internet di Indonesia, utamanya media jejaring sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Hal ini dapat menjadi kekuatan yang besar untuk peningkatan promosi seni kebudayaan nusantara. Untuk menarik minat pengguna muda, diperlukan kreativitas dan kemasan promosi yang menarik dengan tetap mengedepankan unsur budaya tradisional,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa itu juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni jaranan, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa diharapkan mampu berperan dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di masyarakat.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194510</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rangkul Katar Kurungrejo Nganjuk, Kemenkominfo Gelar Diskusi Literasi Waspada dalam Jual Beli Online</title>
		<link>https://memontum.com/rangkul-katar-kurungrejo-nganjuk-kemenkominfo-gelar-diskusi-literasi-waspada-dalam-jual-beli-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[katar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kurungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[rangkul]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193272</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Era digital memberi kemudahan masyarakat bertransaksi, termasuk dalam jual beli online. Karena dengan menggunakan laptop atau gawai di tangan, pengguna digital bisa langsung bertransaksi barang yang dibutuhkan. Namun, hati-hati, karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan internet untuk melakukan penipuan dalam jual beli secara online. Untuk memberikan bekal pemahaman, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Era digital memberi kemudahan masyarakat bertransaksi, termasuk dalam jual beli online. Karena dengan menggunakan laptop atau gawai di tangan, pengguna digital bisa langsung bertransaksi barang yang dibutuhkan. Namun, hati-hati, karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan internet untuk melakukan penipuan dalam jual beli secara online.</p>



<p>Untuk memberikan bekal pemahaman, serta agar tidak menjadi korban penipuan saat bertransaksi secara online, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan karang taruna (Katar) desa setempat, akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/07/2023) besok sekitar pukul 18.30 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Hati-hati dalam Jual Beli Online&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yaitu, dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Prasnowo, entrepreneur, Wina Aulia Putri Kinanti, pengurus Relawan TIK Tulungagung, Ary Sunaryo dan Mohammad Noviyanto selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk1507. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Jumat (14/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, agar tidak menjadi korban penipuan online saat bertransaksi, pengguna digital perlu waspada dan berhati-hati. Ada beberapa cara menghindari penipuan online, apabila hendak menggunakan layanan jual beli di toko online.</p>



<p>”Yakni: perhatikan harga, pastikan foto barang yang dibeli adalah asli, sebaiknya cash on delivery (COD), manfaatkan jasa pihak ketiga, dan menyimpan nomor resi,” rinci Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Dengan memperhatikan harga barang yang dijual, lanjut Kemenkominfo, kita akan terhindar dari penipuan. Selain itu, sebaiknya juga jangan mudah tergiur dengan harga murah yang dibanderol oleh pembeli. ”Selalu waspada apabila harga yang ditawarkan terlampau murah dibanding harga pada umumnya. Bisa jadi itu termasuk modus penipuan,” tegasnya.</p>



<p>Trik lain yang banyak dilakukan oleh penjual, ialah ketidaksesuaian antara foto yang dipajang dengan barang yang dikirim. Untuk itu, sebelum terjadi kesepakatan dengan penjual, sebaiknya minta dikirim foto terbaru dari barang yang akan dibeli.</p>



<p>”Agar lebih meyakinkan, mintalah foto lebih dari satu untuk memastikan bahwa barang tersebut benar-benar ada di tangan penjual tersebut,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, penggunaan jasa pihak ketiga sangat direkomendasikan apabila tidak memungkinkan terjadinya COD. Jasa pihak ketiga ini merupakan jasa rekening bersama atau biasa disebut ’rekber’. Rekber digunakan oleh penjual dan pembeli untuk menghindari terjadinya penipuan.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.<strong> (hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193272</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
