<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lahirkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lahirkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 10:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lahirkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswa SMPN 2 Pakisaji Lahirkan 5 Judul Buku Orisinal Hasil Metode PBL</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl</link>
					<comments>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[orisinal]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa. Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa.</p>



<p>Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun pelajaran 2025/2026. Dua diantaranya, berjudul Kotak Misteri dan Nada yang Hilang, yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala SMPN 2 Pakisaji, Muhammad Ja&#8217;far, kepada Pengawas Pembina, Eko Sulistyawan, di sela peninjauan ujian.</p>



<p>Guru Pembina dan Editor, Riyami, menjelaskan bahwa proyek ini bermula dari upaya meningkatkan tingkat kesulitan materi teks deskripsi untuk Kelas 9. Pemilihan pengembangan Cerpen Heksagraf (cerpen enam paragraf) dilakukan, karena strukturnya yang kaya akan deskripsi.</p>



<p>Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik membuat draf, menganalisis isi, hingga melakukan konsultasi intensif. Proses bimbingan dilakukan secara hybrid, dimana selain tatap muka di kelas selama lima pertemuan.</p>



<p>“Konsultasi dilanjutkan melalui WhatsApp (WA). Jika melalui pesan teks belum dipahami, pembina memberikan penjelasan melalui pesan suara, telepon, hingga panggilan video untuk membedah naskah bersama siswa,” ujar Riami.</p>



<p>Kegigihan ini, pun membuahkan hasil luar biasa, karena naskah siswa diuji langsung oleh penerbit J Maestro selalu pemegang konsep Heksagraf. Dari 73 siswa, sebanyak 64 siswa dinyatakan lulus uji dan karyanya berhasil dibukukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya Heksagraf, siswa juga menghasilkan buku bertema Fabel yang lahir dari integrasi materi teks eksplanasi dan ujian praktik. Dalam proses kreatifnya, siswa bahkan memanfaatkan teknologi AI untuk menghitung jumlah kata guna memastikan standar tulisan antara 500 hingga 1.500 kata.</p>



<p>Untuk menjamin integritas, setiap siswa wajib menandatangani surat pernyataan keaslian karya. Hal ini diambil, sebagai langkah konkret sekolah dalam mengatasi kendala ego siswa atau kecenderungan plagiarisme yang sempat muncul.</p>



<p>Pihak sekolah menilai, proyek PBL ini sangat efektif dalam memperkuat karakter siswa karena literasi tidak hanya soal buku, melainkan kemauan membaca situasi sekitar dan keberanian menuangkan ide. “Bagi karya siswa yang belum masuk ke tahap pembukuan, sekolah tetap memberikan apresiasi dengan memajang hasil karya mereka di Mading sekolah melalui desain digital yang menarik,” tambah Riami.</p>



<p>Keberhasilan ini, pun menjadi pemantik semangat bagi SMPN 2 Pakisaji, untuk target di tahun mendatang. Sekolah berencana untuk membeli karya-karya siswa, guna memperkaya koleksi perpustakaan sebagai bentuk penghargaan nyata.</p>



<p>Mengenai pengurusan hak cipta (HAKI), pihak sekolah menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait mekanisme dan anggarannya. Pencapaian ini, diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain di wilayah Malang, untuk terus menghidupkan semangat literasi yang berkelanjutan dan menghasilkan produk nyata yang membanggakan. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Umum Perdana Polinema Kampus Lumajang, Ketua DPRD Harap Lahirkan Generasi Muda Berkarakter</title>
		<link>https://memontum.com/kuliah-umum-perdana-polinema-kampus-lumajang-ketua-dprd-harap-lahirkan-generasi-muda-berkarakter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiani, bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri kuliah umum perdana Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang, yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (28/08/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung ini, tentunya menjadi tonggak penting, karena merupakan kuliah umum pertama sejak hadirnya Polinema sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiani, bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri kuliah umum perdana Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang, yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (28/08/2025) tadi.</p>



<p>Gelaran yang berlangsung ini, tentunya menjadi tonggak penting, karena merupakan kuliah umum pertama sejak hadirnya Polinema sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Lumajang. Dalam pelaksanaan ini, gelaran juga mengusung tema &#8216;Mentalitas Sukses: Membangun Karakter dan Pola Pikir Positif untuk Mahasiswa Baru&#8217;.</p>



<p>&#8220;Pemkab Lumajang akan terus memberikan motivasi kepada mahasiswa baru, agar membentuk karakter dan mentalitas positif sejak dini, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja dengan daya saing tinggi,&#8221; kata Bupati Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada kesempatan sama, Ketua DPRD Oktafiani mengapresiasi hadirnya Polinema di wilayah Lumajang. &#8220;Kami berharap, Polinema mampu melahirkan generasi muda berkarakter, berkompeten dan siap menjadikan calon-calon pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Lumajang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kehadiran Ketua DPRD dan Bupati Lumajang di tengah mahasiswa baru, diharapkan mampu memberikan semangat serta inspirasi untuk menempuh pendidikan dengan penuh dedikasi dan optimisme. Sehingga, mampu menjadikan generasi muda Lumajang yang handal. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jebeng Thulik Banyuwangi 2024, Lahirkan Generasi Muda Banyuwangi Tangguh dan Berkualitas</title>
		<link>https://memontum.com/jebeng-thulik-banyuwangi-2024-lahirkan-generasi-muda-banyuwangi-tangguh-dan-berkualitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[jebeng]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[thulik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217362</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Maia Anggita Lintang dari Kecamatan Banyuwangi dan Ken Affila Syach Maulana dari Kecamatan Giri, terpilih menjadi pemenang pada gelaran Jebeng Thulik Banyuwangi 2024 yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu), Jumat (06/12/2024) malam. Keduanya, akan bertugas sebagai duta pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Jebeng Maia merupakan siswi SMAN 1 Glagah dan Thulik Ken, mahasiswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Maia Anggita Lintang dari Kecamatan Banyuwangi dan Ken Affila Syach Maulana dari Kecamatan Giri, terpilih menjadi pemenang pada gelaran Jebeng Thulik Banyuwangi 2024 yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu), Jumat (06/12/2024) malam. Keduanya, akan bertugas sebagai duta pembangunan Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Jebeng Maia merupakan siswi SMAN 1 Glagah dan Thulik Ken, mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi, sukses mengalahkan ratusan pendaftar lainnya. Keduanya dikukuhkan sebagai juara usai mengalahkan 10 pasang peserta lain yang juga lolos ke babak final setelah menjalani masa karantina.</p>



<p>&#8220;Selamat kepada pemenang Jebeng Thulik 2024. Semoga kalian bisa mengemban amanah dan mampu menjadi representasi anak-anak muda Banyuwangi yang tangguh dan berkualitas. Selamat juga untuk para finalis yang lain, karena kalian juga anak-anak hebat,&#8221; kata Bupati Banyuwangi,&nbsp; Ipuk Fiestiandani, yang hadir secara virtual tadi malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk menyampaikan, gelaran kali ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi dalam mengajak generasi muda mempromosikan potensi yang ada di Banyuwangi. &#8220;Ini bagian dari upaya kami mengajak pemuda-pemudi untuk ikut berkontribusi memperkenalkan kekayaan, tidak hanya seni budaya dan pariwisata di Banyuwangi, namun juga berbagai capaian dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Turut hadir pada gelaran ini Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, perwakilan Forpimda, serta jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi. Acara pemilihan Duta Banyuwangi ini berlangsung meriah. Dihadiri ribuan penonton sekaligus suporter dari masing-masing kecamatan untuk memberikan semangat kepada perwakilannya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217362</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahirkan Ratusan Talenta Start Up, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Jagoan Digital</title>
		<link>https://memontum.com/lahirkan-ratusan-talenta-start-up-pemkab-banyuwangi-kembali-gelar-jagoan-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[talenta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213646</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi anak muda, yakni Jagoan Digital. Tahun ini, program yang rutin digelar sejak 2021 dan telah melahirkan ratusan talenta start up tersebut, diikuti 85 anak muda Banyuwangi. Jagoan Digital sendiri, merupakan salah satu dari tiga program inkubasi anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;. Program ini memberi bekal skill pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program inkubasi anak muda, yakni Jagoan Digital. Tahun ini, program yang rutin digelar sejak 2021 dan telah melahirkan ratusan talenta start up tersebut, diikuti 85 anak muda Banyuwangi.</p>



<p>Jagoan Digital sendiri, merupakan salah satu dari tiga program inkubasi anak-anak muda &#8216;Jagoan Banyuwangi&#8217;. Program ini memberi bekal skill pada anak-anak muda daerah untuk membangun bisnis start up, dengan berhadiah modal usaha senilai puluhan juta rupiah.</p>



<p>“Jagoan Digital rutin kami gelar tiap tahun untuk mematangkan skill bisnis start up anak-anak muda daerah. Saat ini, skill digital sangat penting bagi anak-anak muda sehingga mereka mampu beradaptasi dan bersaing di dunia industri,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/08/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, lanjutnya, ada 85 anak muda yang menjadi peserta program Jagoan Digital. Mereka adalah pemilik bisnis start-up maupun para pegiat digital. Mereka bakal mengikuti sesi mentoring secara hybrid untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan digitalnya.</p>



<p>Mentoring dimulai dari 28 hingga 29 Agustus via online. Dilanjutkan dengan mentoring offline pada 5 hingga 6 September, yang diikuti oleh 75 peserta yang lolos seleksi.</p>



<p>Dalam sesi mentoring, para peserta akan mendapatkan banyak materi terkait penguatan skill digital. Seperti enginer mindset, algoritma, hingga Artificial Intelligent (AI) for engineer.</p>



<p>“Fokus tahun ini kita ingin mengakselerasi bisnis start up yang sudah berjalan, serta mengasah keterampilan para pegiat digital untuk memperluas bisnis digital-nya,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Memasuki tahun ke empat, Jagoan Digital telah melahirkan talenta-talenta start up lokal. Sejumlah alumni Jagoan Digital berhasil diterima bekerja di start up besar nasional. Seperti Bibli dan Traveloka.</p>



<p>Beberapa alumni juga meraih prestasi di tingkat nasional. Seperti Top 3 Artifical Intelligence Huawei dan Top 10 Wirausaha Kemenpora. Ada pula yang berhasil meraih beasiswa LPDP Columbia University.</p>



<p>&#8220;Kami akan terus mengembangkan program ini dengan melibatkan start-up start-up nasional, seperti Gojek, Grab, Qasir dan DOT Technology untuk ikut serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Banyuwangi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketua Program Jagoan Banyuwangi, Dias Satria, menambahkan bahwa Jagoan Digital 2024 menghadirkan sejumlah mentor dari profesional startup ternama Indonesia. Mulai Novaldi Nur CEO Digital Solution Grup yang memberikan topik tentang Engineer Mindest, dari analisa hingga tantangannya. Lalu Eko Heri dosen Politeknik Angkatan Darat yang membawakan topik tentang basic algoritma, serta Ardi Imawan CTO DOT Indonesia yang menyuguhkan materi mengenai AI for engineer. Para nara sumber tersebut telah mengisi sesi mentoring online pada 28-29 Agustus lalu.</p>



<p>“Saat workshop offline nanti, juga ada beberapa narasumber kompeten yang kita hadirkan. Di antaranya, Novan Co-Founder Qasir.id yang akan memandu praktik pembuatan aplikasi tanpa coding,” kata Dias.</p>



<p>Nantinya, ujarnya, akan dipilih lima talenta terbaik yang akan mendapatkan insentif permodalan senilai Rp 25 juta. Selain itu pemenang juga akan mendapatkan fasilitas sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>



<p>“Para pemenang juga akan mendapat kesempatan studi bisnis di perusahaan besar, untuk menambah wawasan ekosistem&nbsp; bisnis dan melihat secara langsung bagaimana sebuah bisnis berkembang,” kata Dias. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Desain Motif Batik Khas Kota Probolinggo Lahirkan Desainer Batik Berkualitas</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-desain-motif-batik-khas-kota-probolinggo-lahirkan-desainer-batik-berkualitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211467</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Sebanyak enam orang desainer batik berhasil menyabet juara lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo. Dimana, motif batik Sekar Sari karya Friday Purnama Sari, berhasil menjadi Juara I. Disusul, motif batik Sekar Arum Bayuangga karya unik Nur Sutami sebagai Juara II dan motif batik Ayu Ning Jagad karya Heny Ratna Sari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Sebanyak enam orang desainer batik berhasil menyabet juara lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo. Dimana, motif batik Sekar Sari karya Friday Purnama Sari, berhasil menjadi Juara I. Disusul, motif batik Sekar Arum Bayuangga karya unik Nur Sutami sebagai Juara II dan motif batik Ayu Ning Jagad karya Heny Ratna Sari sebagai Juara III.</p>



<p>Sementara untuk Juara Harapan I, berhasil diraih oleh Mujiono dengan motif batik Mangga Anggur Kaltabayu. Juara Harapan II, diraih oleh Made Malvinas dengan motif batik Mantra dan Juara Harapan III diraih oleh Firman Abidin Arsyad dengan motif batik Jaran Bodhag Mangga Anggur.</p>



<p>Pengumuman hasil lomba itu, dibacakan langsung pada malam penganugerahan lomba cipta desain khas batik Kota Probolinggo di Alun-alun, Rabu (03/07/2024) tadi. Pj Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, Rr Dewi Maharani Eka Putri, dalam kesempatan itu mengaku kagum dan mengapresiasi karya-karya desain para peserta lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo tahun 2024. Seperti yang diketahui, lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan dari tanggal 20 Mei sampai dengan 30 Juli 2024 lalu. Sementara total keseluruhan karya desain yang masuk di meja juri sampai batas akhir pengumpulan, ada sebanyak 109 peserta.</p>



<p>“Bukan hal yang mudah bagi kami, dewan juri untuk memilih 10 besar terbaik. Hampir semuanya memiliki desain motif batik yang luar biasa bagus. Karena ini ajang perlombaan, maka kami tetap harus menentukan 10 besar terbaik dan menentukan pemenang berdasarkan penilaian ketiga dewan juri,” terangnya.</p>



<p>Dewi Maharani menambahkan, bahwasannya dewan juri melakukan penilaian berdasarkan pada empat aspek. Meliputi kreativitas, harmonisasi, komposisi warna dan motif batik anggur dan mangga. Pada 10 besar terbaik yang terpilih tersebut, telah memenuhi keempat aspek dengan anggur dan mangga sebagai ikon utamanya. “Komposisi desain yang pas, perpaduan warna yang menarik, desain motif dapat diaplikasikan untuk baju pria dan wanita. Dapat pula dikreasikan menjadi gaun atau jarit,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, lanjutnya, ikon anggur dan mangga dapat juga dikombinasikan dengan kesenian khas Kota Probolinggo, sejarah, letak geografis di daerah pesisir dan tapal kuda dengan komposisi yang pas dan menarik serta isen-isen yang terkesan kuat. Ada pula motif kombinasi anggur dan mangga dalam desain batik kontemporer, yakni batik nuansa baru tanpa pengulangan motif dengan menganut pola motif aliran batik mirror.</p>



<p>“Saya berharap, karya desain yang terpilih dapat menambah kekayaan dan keragaman motif batik khas Kota Probolinggo. Selamat kepada para pemenang lomba, semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan promosi batik Kota Probolinggo sebagai kearifan lokal yang semakin mengglobal di kancah nasional maupun internasional,” paparnya.</p>



<p>Pemenang Juara I lomba cipta desain motif batik khas Kota Probolinggo, Friday Purnama Sari, mengaku tidak menyangka motif batiknya ditetapkan sebagai juara. Menurutnya, persaingan dalam perlombaan ini sangatlah ketat. Karena, banyak pembatik-pembatik baru yang bermunculan dan berani mengikuti kompetisi seperti ini.</p>



<p>“Kesulitannya adalah mencari tema yang pas untuk dijadikan ikon Kota Probolinggo. Proses pengerjaannya juga cukup sulit, karena awalnya berupa desain di kertas harus diaplikasikan ke kain. Jadi, sebisa mungkin harus sama persis dengan yang desain di kertas,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui ajang bergengsi ini, Friday optimis prospek batik Kota Probolinggo ke depan sangat bagus dan berkembang pesat. Bahkan, bisa mencapai pasar nasional dan internasional karena motif batiknya yang tidak kalah dengan daerah lainnya.</p>



<p>“Terima kasih Pemkot Probolinggo, yang sudah mengapresiasi para pengrajin batik yang ada di Kota Probolinggo untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya dalam ajang lomba ini. Mari tetap berkarya dan memberikan yang terbaik untuk Kota Probolinggo, terutama untuk kemajuan UKM-UKM yang ada di Kota Probolinggo, khususnya UKM batik,” papatnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211467</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Krucil Probolinggo Geger, Induk Sapi Lahirkan Anak Berkepala Cabang</title>
		<link>https://memontum.com/warga-krucil-probolinggo-geger-induk-sapi-lahirkan-anak-berkepala-cabang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[berkepala]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[induk]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[krucil]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua. Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua.</p>



<p>Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya secara langsung. Bahkan, banyak warga yang mengabadikan momen langka itu dengan memotretnya menggunakan HP.</p>



<p>&#8220;Sejak anak sapi itu lahir, banyak warga yang berdatangan untuk melihat. Bahkan, banyak juga yang mengabadikan momen tersebut,&#8221; katanya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta, drh Nikolas Nuryulianto, mengatakan jika secara teori kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang dan mulut terpisah, itu bisa terjadi dengan induk sapi yang memiliki dua sel telur. Jika keduanya jadi, maka akan lahir sapi kembar.</p>



<p>&#8220;Jika sel telur ini bertemu dengan sperma, dan kedua sel telurnya jadi, maka akan lahir kembar, tapi tidak identik kembarnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, lanjutnya, jika hanya satu sel telurnya yang jadi dan sel telur ini membelah diri, maka akan lahir anakan sapi dengan kembar identik. Dalam kasus di Krucil ini, kemungkinan satu sel telur yang jadi. Dan sel telur ini mencoba membelah diri, tapi upaya membelah dirinya terganggu dan tidak sempurna.</p>



<p>&#8220;Karena terganggu, akhirnya tidak sempurna. Jadi, mungkin faktor ini yang menyebabkan sapi tersebut lahir dengan dua kepala. Dan terkait apa yang mengganggu pembelahan dirinya, itu memerlukan riset untuk memastikannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Niko juga mengimbau, kepada para peternak untuk rutin memeriksakan sapinya. Terlebih, sapi yang dalam kondisi mengandung ke dokter hewan atau petugas teknis kesehatan hewan.</p>



<p>&#8220;Terlebih bagi hewan yang sedang bunting. Kami mengimbau, agar peternaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dokter hewan dan petugas teknis kami. Agar, kesehatan sapinya terjaga,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194264</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
