<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>landfill, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/landfill/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jun 2025 13:33:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>landfill, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kelola Sampah dengan Sanitary Landfill, Kota Malang Tuai Pujian dari Menteri Lingkungan Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/kelola-sampah-dengan-sanitary-landfill-kota-malang-tuai-pujian-dari-menteri-lingkungan-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[landfill,]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sanitary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia (RI), Hanif Faisol. Itu karena, TPA Supit Urang dinilai berhasil meninggalkan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping dan mulai menerapkan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia (RI), Hanif Faisol. Itu karena, TPA Supit Urang dinilai berhasil meninggalkan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping dan mulai menerapkan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.</p>



<p>Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa apresiasi tersebut merupakan bentuk pengakuan atas upaya serius Pemkot Malang dalam mengelola sampah secara lebih modern dan berkelanjutan. “Bentuk apresiasi ini disampaikan Pak Menteri LH pada gelaran APEKSI lalu dan itu tidak lepas dari peninjauan yang sebelumnya dilakukan oleh Menteri PUPR ke TPA Supit Urang. Waktu itu juga dalam rangka meninjau implementasi kebijakan nasional yang melarang pembangunan TPA dengan sistem open dumping,” ujar Rahman, Sabtu (07/06/2025) tadi.</p>



<p>Sebagai respon terhadap kebijakan nasional tersebut, Pemkot Malang telah menerapkan sistem sanitary landfill pada sebagian lahan TPA Supit Urang seluas 5 hektare dari total 32 hektare. Sistem tersebut tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga mengelola sampah secara tertata dengan sistem pelapisan dan penutupan (covering) yang sesuai standar.</p>



<p>“Salah satu keunggulan sistem ini adalah penggunaan metode covering, yang diapresiasi langsung oleh Pak Menteri LH. Selain itu, Malang termasuk yang lebih awal dalam mengembangkan sistem ini di wilayah Malang Raya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pengembangan TPA Supit Urang, ujarnya, juga tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat. TPA tersebut dibangun melalui program Emission Reduction in Cities (ERiC) yang didanai oleh Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), atau bank pembangunan Jerman pada tahun anggaran 2018–2020.</p>



<p>Saat ini, TPA Supit Urang menerima sekitar 700 ton sampah per hari, dengan mayoritas berasal dari sampah organik. Karena itu, pendekatan pengelolaan yang mempertimbangkan karakteristik lokal menjadi sangat penting.</p>



<p>“Pak Menteri LH menekankan pentingnya inovasi dan penyesuaian dengan karakteristik sampah di masing-masing daerah. Di Kota Malang, karena sampah organiknya cukup tinggi, maka pendekatan sanitary landfill sangat relevan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya ke depan Menteri LH akan melakukan kunjungan langsung ke TPA Supit Urang untuk melihat langsung pengelolaan yang dilakukan di lapangan. “Kami siap jika Pak Menteri LH ingin meninjau langsung. Ini juga jadi semangat bagi kami untuk terus mempertahankan dan mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222766</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
