<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>langganan banjir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/langganan-banjir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Jan 2021 13:03:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>langganan banjir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banjir Kembali &#8216;Kepung&#8217; Malang</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-kembali-kepung-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 13:03:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[langganan banjir]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[saluran air]]></category>
		<category><![CDATA[Sawojajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Meluap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132368</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang, kembali membuat beberapa titik mengalami banjir. Setidaknya, dalam pantauan wartawan memontum.com, Jalan Arjuno, Jalan Danau Toba, Jalan Kawi, dan Jalan Raya Bandulan, terjadi banjir cukup parah. Jalan Raya Bandulan yang memang sudah menjadi langganan banjir, pun kembali terdampak. Berdasarkan penuturan warga, Misbahudin, banjir mulai melanda sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang, kembali membuat beberapa titik mengalami banjir. Setidaknya, dalam pantauan wartawan <a rel="noreferrer noopener" href="http://memontum.com/" target="_blank">memontum.com</a>, Jalan Arjuno, Jalan Danau Toba, Jalan Kawi, dan Jalan Raya Bandulan, terjadi banjir cukup parah.</p>



<p>Jalan Raya Bandulan yang memang sudah menjadi langganan banjir, pun kembali terdampak. Berdasarkan penuturan warga, Misbahudin, banjir mulai melanda sekitar pukul 17.10. &#8220;Tapi seiring dengan sedikit reda hujannya, sekarang sudah mulai surut. Faktor jalannya juga turunan, jadi air cepat surut karena langsung jatuh ke Sungai Metro,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurut Misbahudin, salah satu penyebab banjir adalah gorong-gorong daerah Jalan Raya Bandulan yang ditutup cor untuk pejalan kaki. &#8220;Jadi ya air kurang bisa masuk ke gorong-gorong, terus banjir. Merugikan sekali, sering orang naik motor nekat nrobos, sampai jatuh,&#8221; terangnya.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/VID-20210118-WA0100-1.mp4"></video></figure>



<p>Titik selanjutnya di Jalan Arjuno, juga menjadi langganan banjir karena berdekatan dengan Sungai Sukun. Salah seorang warga jalan Arjuno, Pung, mengatakan bahwa banjir bermula sekitar pukul 16.00. &#8220;Biasa ini, sudah sejak saya masih kecil, kalau hujannya deras air sungai meluap sampai bibir sungai. Tadi saking derasnya juga sampai meluber masuk rumah-rumah warga juga,&#8221; jawabnya.</p>



<p>Berbeda dengan dua titik tadi, kali ini hal tidak biasa terjadi di Jalan Kawi. Jalan yang terletak di tengah kota itu digenangi banjir setinggi kurang lebih 20 sentimeter sepanjang jalan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="720" height="534" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/IMG-20210118-WA0105.jpg?resize=720%2C534&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-132371" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210118-WA0105.jpg?w=720&amp;ssl=1 720w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210118-WA0105.jpg?resize=300%2C223&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/IMG-20210118-WA0105.jpg?resize=400%2C297&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p></p>



<p>Tidak cukup di jalan, banjir juga masuk ke rumah warga, salah satunya adalah Rahmanto. &#8220;Baru kali ini saya ngalami kebanjiran. Biasanya yang banjir itu di Bareng RW 7 dan RW 8,&#8221; ceritanya.</p>



<p>Menurutnya, intensitas hujan yang sangat deras membuat Sungai Botaled tak lagi mampu menampung air. &#8220;Jadinya air meluap sampai ke jalan dan rumah-rumah. Saya lihat juga saluran air di Jalan Kawi banyak yang tertutup sampak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Senada dengan kondisi Jalan Kawi, seorang penduduk yang tinggal di Sawojajar, Erika, mengatakan bahwa banjir di daerahnya adalah hal baru. &#8220;Biasanya tidak pernah banjir di Jalan Danau Toba. Tapi akhir-akhir ini memang sering menggenang, tapi cuma semata kaki saja,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dirinya pun mengatakan, bahwa kondisi banjir hari ini adalah yang terparah, karena ketinggian hampir 30 sentimeter. &#8220;Bahkan kalau naik motor dengan kencang, saya merasa seperti naik speedboat. Karena airnya muncrat kiri dan kanan,&#8221; imbuhnya. (cw1/sit)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/VID-20210118-WA0100-1.mp4" length="218" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembali, Kota Malang di &#8216;Kepung&#8217; Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/kembali-kota-malang-di-kepung-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 14:32:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[langganan banjir]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131966</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras kembali mengguyur Kota Malang Selasa (12/1) sore. Intensitas curah hujan yang tinggi dan lama, membuat beberapa titik di Kota Malang, kembali terendam banjir. Dalam pantauan wartawan memontum.com, setidaknya ada beberapa lokasi yang terdampak cukup parah. Seperti di jalan I.R. Rais, Jalan Raya Candi, Jalan Terusan Dieng dan Tanjungrejo Gang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Hujan deras kembali mengguyur Kota Malang Selasa (12/1) sore. Intensitas curah hujan yang tinggi dan lama, membuat beberapa titik di Kota Malang, kembali terendam banjir. Dalam pantauan wartawan memontum.com, setidaknya ada beberapa lokasi yang terdampak cukup parah. Seperti di jalan I.R. Rais, Jalan Raya Candi, Jalan Terusan Dieng dan Tanjungrejo Gang 9 RT 3 RW 3.</p>



<p><br>Di Tanjungrejo Gang 9 RT 3 RW 3. Kondisi banjir mulai nampak, ketika hujan deras mengguyur sejak sekitar pukul 16.00 sore.<br></p>



<p>Berdasarkan pengakuan seorang penduduk, Florentinus, kondisi banjir kembali membuat prihatin. &#8220;Ini tingginya sudah seperut orang dewasa. Kondisi banjir memprihatinkan, karena merugikan masyarakat atau warga sekitar,&#8221; paparnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="637" height="1024" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-12-at-21.24.35-637x1024.jpeg?resize=637%2C1024&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-131968" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-12-at-21.24.35.jpeg?resize=637%2C1024&amp;ssl=1 637w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-12-at-21.24.35.jpeg?resize=187%2C300&amp;ssl=1 187w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-12-at-21.24.35.jpeg?resize=400%2C643&amp;ssl=1 400w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-12-at-21.24.35.jpeg?w=693&amp;ssl=1 693w" sizes="(max-width: 637px) 100vw, 637px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p><br>Menurutnya, masalah lingkungan daerah tersebut adalah saluran pembuangan air yang kurang memandai atau buntu, akibat tersumbat oleh kotoran dan endapan pasir. &#8220;Sehingga, perlu reboisasi penghijauan kembali, serta membuat Recharge well atau sumur imbuhan/resapan. Prinsip biopori atau sumur resapan ini untuk mengisi air tanah kembali sehingga cadangan air tanah terjaga, agar tak serta merta terbuang ke sungai lalu ke laut, juga mengurangi risiko banjir,&#8221; ujarnya.<br>Kawasan Jalan I.R. Rais, Bareng, yang sudah menjadi langganan banjir, kembali terulang. Seorang warga kawasan Bareng, Mahfud, mengatakan bahwa di tempat tinggalnya yang paling terdampak ada 2 wilayah. &#8220;Kalau hujan deras, selalu banjir, sudah pasti itu, tahunan. Di Bareng yang parah wilayah RT 14 RW 08 dan RT 02 RW 07, disitu banyak warga terdampak,&#8221; ujarnya.</p>



<p><br>Bahkan penduduk lain di daerah Jalan I.R. Rais gang 2, Maryam, yang sudah sejak tahun 1980 an bertempat tinggal di situ, pun turut mengeluhkan hal serupa. &#8220;Tiap hujan ya seperti ini, tapi akhir-akhir ini lebih sering. Biasanya setahun cuma 3 kali paling banyak, tapi sekarang 2 bulan saja sudah 4 kali banjir,&#8221; keluhnya.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/WhatsApp-Video-2021-01-12-at-21.25.18.mp4"></video></figure>



<p><br>Disisi lain di Jalan Terusan Dieng yang terletak di tengah kota pun juga tidak ketinggalan terimbas banjir. Seorang warga yang kebetulan lewat di jalan tersebut, Sugeng, mengaku sempat terjebak banjir. &#8220;Saya lewat di jalan Terusan Dieng sekitar pukul 17.00. Banjir sudah sepaha orang dewasa,&#8221; ceritanya. Bahkan berdasarkan penuturannya, ada mobil yang sempat terhenti. &#8220;Sepertinya mogok karena banyak yang mengerumuni. Motor nggak banyak yang berani melintas, semua pada putar balik,&#8221; tuturnya.</p>



<p><br>Di Jalan Raya Candi bahkan warga menutup akses jalan karena banjir sudah mencapai lutut orang dewasa. &#8220;Mulai banjir setelah 20 menit hujan deras. Kendaraan kami himbau untuk putar balik,&#8221; terang warga, Heru. Himbauan itu dikarenakan banyak pemukiman warga yang ditutup oleh papan untuk menghalau banjir. &#8220;Makanya distop warga supaya mobil melintas tidak menimbulkan gelombang,&#8221; imbuhnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/WhatsApp-Video-2021-01-12-at-21.25.18.mp4" length="218" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131966</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Saluran Dangkal, Desa Bangunsari Langganan Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/saluran-dangkal-desa-bangunsari-langganan-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2020 13:02:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Jabon]]></category>
		<category><![CDATA[langganan banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Saluran dangkal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124485</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon berada di utara sungai Porong (Brantas) jadi langganan banjir karenakan saluran air terjadi pendangkalan. Air akhirnya tidak mengalir di saluran, melainkan merendam rumah warga. Pj. Tambak Kalisogo Abdul Rochim, didampingi Sekretaris Desa M. Rofii melalui Kaur Perencanaan Agus Irawan mengakui bahwa keberadaan saluran itu sangatlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon berada di utara sungai Porong (Brantas) jadi langganan banjir karenakan saluran air terjadi pendangkalan. Air akhirnya tidak mengalir di saluran, melainkan merendam rumah warga.</p>
<p>Pj. Tambak Kalisogo Abdul Rochim, didampingi Sekretaris Desa M. Rofii melalui Kaur Perencanaan Agus Irawan mengakui bahwa keberadaan saluran itu sangatlah vital. Posisinya membentang kearah barat dan kearah timur di lingkungan RT. 09 RW. 05 dan berbatasan langsung antara Dusun Bangunsari, Desa Tambak Kalisogo dengan Desa Permisan. Panjangnya mencapai 400 meter, lebar mencapai 1 meter. Namun kini kondisinya masih berupa tanah serta ditumbuhi rumput.</p>
<p>&#8220;Hampir 12 tahun di lokasi itu tidak tersentuh bantuan program pembangunan. Dan Pemerintah Desa Tambak Kalisogo berupaya mengajukan, melalui Musrenbangdes dan lain-lainnya namun belum ada juga realisasinya,&#8221; terang Agus Irawan, Senin (28/09/2020) siang.</p>
<p>Lebih lanjut Agus Irawan, mengatakan, sebenarnya ada titik obyek yang lain juga lebih vital dan sering menjadi langganan banjir. Seperti di lingkungan RT.10 RW. 05, panjangnya mencapai 500 meter lebar 1 meter. Dikarenakan saluran itu dari selatan, menuju utara langsung ke sungai. Itu kondisinya sama, yakni dangkal, masih berupa tanah dan ditumbuhi rumput .</p>
<p>Hal sama dikatakan Ketua RW 05, Syaroni dan Ketua RT 10. Solikhin Dusun Bangunsari. Mereka mengatakan saluran berupa tanah ini cukup lama dan tidak tersentuh bantuan program pembangunan. “Kami juga berharap kepada intansi terkait Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, segera merealisasikan bantuan program pembangunan agar warga terbebas dari banjir,” pintanya. <strong>(gus/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124485</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
