<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lanjutkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lanjutkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Sep 2025 11:29:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lanjutkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Jember Lanjutkan Penyaluran Insentif untuk Guru Ngaji di Kecamatan Sumberbaru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-lanjutkan-penyaluran-insentif-untuk-guru-ngaji-di-kecamatan-sumberbaru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyaluran]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan pencairan honor atau insentif untuk guru ngaji. Insentif yang diberikan ini, sebuah program pemerintah untuk mengakui keberadaan para pengajar ilmu agama non formal. Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam pelaksanaan itu menyerahkan langsung insentif dalam Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) di Kecamatan Sumberbaru, tepatnya di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan pencairan honor atau insentif untuk guru ngaji. Insentif yang diberikan ini, sebuah program pemerintah untuk mengakui keberadaan para pengajar ilmu agama non formal.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam pelaksanaan itu menyerahkan langsung insentif dalam Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) di Kecamatan Sumberbaru, tepatnya di Balai Desa Karangbayat, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Bupati Fawait, insentif yang diberikan itu merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru ngaji. “Saya menyadari, jumlah insentif ini sangat kecil jika dibandingkan dengan dedikasi luar biasa yang mereka berikan. Insentif ini bukan fokus utama, tetapi melalui ini, pemerintah ingin memberikan pengakuan,” kata Bupati Fawait, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Program yang terus dilakukan itu, untuk menunjukkan keberpihakan Pemkab Jember kepada para pejuang ilmu. Bahkan, setidaknya tahun ini tercatat sebagai sejarah baru, karena jumlah penerima honorarium mencapai kuota tertinggi sejak program ini digulirkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga tahap pertama, ada sebanyak 15.175 guru ngaji dari 23 kecamatan, telah menerima pencairan insentif. Sementara itu, delapan kecamatan lain masih dalam proses verifikasi dan akan segera menyusul pada tahap kedua.</p>



<p>Program ini, dirancang untuk menjamin pemerataan dan memastikan tidak ada guru ngaji yang terlewatkan. Sebagai bentuk penghormatan, Pemkab Jember juga mempermudah akses pencairan melalui pembukaan rekening insentif langsung di kecamatan. Dengan begitu, guru ngaji tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke bank. Sehingga, program ini benar-benar hadir memudahkan sekaligus mengapresiasi dedikasi mereka.</p>



<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini masih ada delapan kecamatan yang belum menerima insentif. Penyebabnya, pihaknya sedang melakukan proses verifikasi.</p>



<p>“Ada delapan kecamatan yang tersisa dan tengah melalui tahap verifikasi akhir. Dijadwalkan, nanti akan menerima pencairan pada tahap kedua,” katanya.</p>



<p>Disebutkannya, untuk Desa Karangbayat terdapat 152 guru ngaji yang menerima insentif. Pemkab Jember sendiri melibatkan Bank Jatim untuk membantu poses pencairan tahap berikutnya agar lebih cepat.</p>



<p>“Kami telah berkoordinasi dengan Bank Jatim. Mulai Senin mendatang, penyaluran tahap selanjutnya direncanakan dapat dilakukan satu kecamatan setiap hari, bahkan dua kecamatan sekaligus untuk daerah yang berdekatan agar segera tuntas,” jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Sepanjang 241 Meter Menuju Kawah Kelud</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-kediri-lanjutkan-pembangunan-jalan-sepanjang-241-meter-menuju-kawah-kelud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tahun ini melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama. Dijelaskannya, bahwa pembangunan jalan itu menjadi atensi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menunjang sektor pariwisata di Gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tahun ini melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pembangunan jalan itu menjadi atensi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menunjang sektor pariwisata di Gunung Kelud. Bahkan tidak hanya memudahkan akses bagi wisatawan, pembangunan jalan itu juga untuk menunjang akses petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang secara rutin melakukan pemantauan.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi atensi Mas Bupati (Mas Dhito-sapaan, red). Pembangunan jalan ini kita gunakan anggaran APBD 2025,&#8221; katanya, Kamis (08/05/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Irwan, pada tahun 2019 lalu, pembangunan jalan akses menuju kawah Gunung Kelud telah dilakukan menggunakan struktur cor beton atau rigid pavement. Hanya saja, sebelum masuk ke terowongan, pekerjaan jalan waktu itu hanya dilakukan pengerasan cement treated base (CTB). Selain waktu pekerjaan yang sudah lama, karena tergerus air saat hujan kondisi jalan tersebut rusak.</p>



<p>&#8220;Jadi yang dulunya jalan masih tanah, kini kita bangun dengan cor,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Irwan, pembangunan jalan di puncak gunung itu dipilih menggunakan cor, karena dinilai lebih tahan dibandingkan aspal. Selain ancaman kerusakan jika terjadi erupsi, musim hujan menjadi resiko kerusakan jalan aspal juga lebih besar.</p>



<p>Jalan yang dibangun dengan anggaran Rp 650,139 juta dari APBD 2025 tersebut memiliki panjang 241 meter dan lebar 4 meter. Pekerjaan pembangunan telah dimulai pada 28 Februari 2025 dan diperkirakan selesai sekitar akhir Mei 2025.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi jalan menuju puncak, secara keseluruhan kita lihat kondisi baik (prosentasenya) sekitar 92 persen. Memang ada beberapa bagian lubang-lubang di jalan aspal tapi tidak banyak&#8221; urainya.</p>



<p>Keindahan Pariwisata Gunung Kelud tidak hanya menarik wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan asing. Selain akses menuju puncak yang bisa ditempuh dengan kendaraan, salah satu yang menjadi magnet bagi wisatawan tak lain keindahan kawah Kelud.</p>



<p>&#8220;Itu pemandangannya luar biasa, tidak banyak yang seperti itu di Indonesia. Ini kali pertama saya melihat kawah seperti itu, dibandingkan dengan kawah gunung lain ini sangat bagus,&#8221; ucap Gwyn Roberts salah satu wisatawan asal Australia yang ditemui di puncak Kelud. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Damai Dugaan Penganiayaan Terhadap Santri Tak Ada Solusi, Keluarga Korban Bersiap Lanjutkan Perkara</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-damai-dugaan-penganiayaan-terhadap-santri-tak-ada-solusi-keluarga-korban-bersiap-lanjutkan-perkara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersiap]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkara]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[terhadap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215773</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa korban MBA (16), warga Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan lowokwaru, Kota Malang, sepertinya bakal berbuntut panjang. Itu karena, MBA yang berstatus sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melaporkan SDM (24) yang bertugas sebagai bagian keamanan bidang penindakan, ke Polsek Pakis. Peristiwa dugaan penganiayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa korban MBA (16), warga Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan lowokwaru, Kota Malang, sepertinya bakal berbuntut panjang. Itu karena, MBA yang berstatus sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melaporkan SDM (24) yang bertugas sebagai bagian keamanan bidang penindakan, ke Polsek Pakis.</p>



<p>Peristiwa dugaan penganiayaan sendiri, berlangsung Rabu (16/10/2024) dini hari. Sementara akibat dari kejadian itu, MBA mengaku mengalami luka memar dan trauma.</p>



<p>&#8220;Kami meminta keadilan untuk anak saya. Demi masa depan pendidikan dan kesehatan anak saya yang masih di bawah umur. Semoga ada tanggung jawab sepenuhnya dari pihak Ponpes dan juga pelaku. Kalau tidak ada mufakat, kami akan tetap menempuh jalur hukum agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,&#8221; kata Deddy Dwi Fitrianto (40), ayah kandung MBA, Rabu (23/10/2024) tadi.</p>



<p>Deddy menceritakan, bahwa dirinya mengetahui anaknya telah dianiaya pada Rabu (16/10/2024) siang. &#8220;Anak saya telepon dan mengatakan telah dianiaya pada Rabu dini hari oleh Sdm, pengurus Ponpes bagian keamanan bidang penindakan. Gara-garanya, anak saya memakai kaos dan celana pendek saat gosok gigi,” tambahnya.&nbsp;</p>



<p>Saat itu, ujarnya, MBA ditegur dan ditanya tentang surat peringatan (SP) dari Ponpes, yang pernah diterimanya karena masalah lain. “Di SP itu, memang harus ada tanda tangan beberapa guru. Tapi memang ada guru yang belum tanda tangan. Sudah dijelaskan anak saya. Entah mengapa, tiba-tiba Sdm malah emosi dan memukul,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pukulan itu mengarah ke mata kanan dan kiri MBA hingga memar. “Saya langsung datang ke Ponpes. Setelah melihat anak saya memar, saya menemui pengurus Ponpes. Saya juga melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Pakis,” terang Deddy.</p>



<p>Pasca kejadian itu, Sdm dan salah satu ustad di Ponpes sempat mendatangi rumah MBA. “Khusus pelaku mengaku akan bertanggung jawab sebisanya. Tapi sampai sekarang, bentuk pertanggungjawabannya bagaimana, tidak jelas. Dia tidak sadar, perbuatannya juga membuat anak saya trauma,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, MS Alhaidary SH MH, penasihat hukum Deddy membenarkan peristiwa itu. “Kami menuntut keadilan atas apa yang dialami korban. Nantinya, kalau para pihak mau ada niat dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, itu menjadi ranah mereka,&#8221; ujar Alhaidary.</p>



<p>Namun jika tidak ada penyelesaian, ujarnya, pihaknya meminta pihak kepolisian segera menindak lanjuti kasus ini. &#8220;Kalau tidak ada penyelesaian, agar pihak kepolisian segera menindak lanjuti dengan proses secara hukum. Menerapkan Undang-undang Perlindungan Anak. Sebab korban adalah anak di bawah umur. Kami mempertimbangkan masa depan anaknya, masa depan pendidikannya dan pesantrennya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Alhaidary menegaskan bahwa perbuatan pelaku bisa disanksi pidana. “Dalam pandangan saya, perbuatan yang dilakukan oknum pengurus Ponpes itu masuk dalam katagori yang diatur dalam Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Haidary.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan adanya laporan tersebut. &#8220;Sudah dimediasi tapi belum ada titik temu. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan saksi &#8211; saksi kemudian dilimpahkan ke Unit PPA Polres Malang karena korban masih anak-anak,&#8221; ujarnya, Rabu (23/10/2024) sore. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lihat Pembangunan Jalan, Teriakan Lanjutkan Sambut Kedatangan Mas Dhito di Hari Perdana Cuti</title>
		<link>https://memontum.com/lihat-pembangunan-jalan-teriakan-lanjutkan-sambut-kedatangan-mas-dhito-di-hari-perdana-cuti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kedatangan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[teriakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214676</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Petahana, Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito, mengisi hari pertama paska cuti dengan melihat pekerjaan pembangunan insfratruktur jalan di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Rabu (25/09/2024) tadi. Kedatangan Paslon dari nomor urut 2 Pilkada Kabupaten Kediri, itupun sontak disambut teriakan lanjutkan oleh sejumlah warga. Bahkan, meski di bawah terik matahari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Petahana, Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito, mengisi hari pertama paska cuti dengan melihat pekerjaan pembangunan insfratruktur jalan di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Rabu (25/09/2024) tadi.</p>



<p>Kedatangan Paslon dari nomor urut 2 Pilkada Kabupaten Kediri, itupun sontak disambut teriakan lanjutkan oleh sejumlah warga. Bahkan, meski di bawah terik matahari yang panas, warga masyarakat tetap antusias menyambut Mas Dhito, yang dinilai menjadi sosok calon pemimpin pilihan rakyat.</p>



<p>&#8220;Warga masyarakat, khususnya Desa Ketawang dan sekitarnya sangat mendukung Mas Dhito untuk melanjutkan (sebagai Bupati Kediri, red) karena program-programnya di periode pertama sangat bagus,&#8221; kata warga setempat, Ardi Santoso.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, selama kepemimpinan di periode pertama, program-program yang dijalankan Mas Dhito, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti di bidang pertanian, Mas Dhito sangat memperhatikan persoalan petani dengan memberikan bantuan alat pertanian. Termasuk, juga memberikan adanya penambahan kuota pupuk subsidi.</p>



<p>&#8220;Bidang kesehatan, pelayanannya sangat bagus dimasa kepemimpinan Mas Dhoto. Karenanya, kami dari warga sepakat untuk mendukung Mas Dhito,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak ketinggalan, warga juga memuji pembangunan infrastruktur yang digelontorkan Mas Dhito di Kabupaten Kediri. Dengan masa menjabat 3,5 tahun, pembangunan yang dilakukan sudah terlihat dan manfaatnya langsung bisa dirasakan warga.</p>



<p>Sekedar diketahui, selama kepemimpinan di periode pertama, Mas Dhito telah membangun jalan sepanjang sekitar 391.222 meter. Sementara untuk jembatan, setidaknya ada Ngadi, Gedangsewu dan Jongbiru. Kemudian, pembangunan Pasar Wates dan Stadion Gelora Daha Jayati.</p>



<p>Adapun pekerjaaan pembangunan jalan yang dikunjungi dalam hari pertama cuti itu, berasal dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang menjadi program Mas Dhito, di periode pertama untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kediri. &#8220;Alhamdulilah, bantuan untuk perbaikan jalan sudah berjalan. Kami warga masyarakat sangat bersyukur dan senang dengan kepemimpinan Mas Dhito,&#8221; tambah Ardi.</p>



<p>Sementara itu, Mas Dhito dalam kesempatan tersebut mengaku bersyukur dengan dukungan yang diberikan masyarakat pada dirinya dan pasangan Wabupnya, Dewi Mariya Ulfa untuk melanjutkan kepemimpinan di periode kedua. Calon bupati nomor urut 2 ini, sudah berkomitmen bersama Dewi Mariya Ulfa untuk membuat program-program yang dapat menyentuh dan menjadi kebutuhan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Melalui nomor urut 2 dan sesuai dengan Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, maka kalau saya dan Mbak Dewi masih diberikan mandat oleh panjenengan semua, insyaallah kami adalah pemimpin yang adil dan punya adab,&#8221; tegas Mas Dhito. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Lanjutkan Pembangunan Parkir Vertikal di Stadion Gajayana</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-lanjutkan-pembangunan-parkir-vertikal-di-stadion-gajayana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Aug 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[vertikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213005</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus berupaya meningkatkan fasilitas parkir vertikal tiga lantai, yang berada di sekitar Kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. Kali ini, dinas melanjutkan pembangunan atap pada parkir vertikal. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penambahan atap tersebut merupakan kelanjutan dari proyek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus berupaya meningkatkan fasilitas parkir vertikal tiga lantai, yang berada di sekitar Kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. Kali ini, dinas melanjutkan pembangunan atap pada parkir vertikal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penambahan atap tersebut merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya. Itu karena, dibangun tiga lantai tanpa ada atap.</p>



<p>“Itu meneruskan pembangunan atap. Dahulu itukan karena pembangunannya tidak mencukupi, maka pembangunan cukup hanya dua lantai dan di lantai tiga masih terbuka. Sehingga untuk mengoptimalkan fungsinya, kita lanjutkan dengan menambah atap,” kata Jaya-sapaannya, Jumat (16/08/2024) tadi.</p>



<p>Selain dilakukan penambahan atap, ujar Jaya, nantinya juga akan ditambah penerangan dan pengecatan ulang area parkir yang sebelumnya kurang optimal. Itu dilakukan, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2 miliar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kemarinkan diawal pengecatan railing tidak masuk. Sekarang kita fullkan semuanya,” ujarnya.</p>



<p>Dengan dilakukan penambahan atap tersebut, tambahnya, diharapkan parkir vertikal dapat digunakan secara optimal, terutama untuk menampung kendaraan di lantai tiga. Terlebih, di setiap lantai parkir memiliki kapasitas kurang lebih 250 kendaraan.</p>



<p>&#8220;Setiap lantai mampu menampung sekitar 250 kendaraan, jadi total kapasitasnya akan sangat membantu mengurangi beban parkir di sekitar stadion kurang lebih cukup menampung 1000 kendaraan roda dua,” lanjutnya.</p>



<p>Pembangunan atap dan perbaikan tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu tiga bulan, dengan pengerjaan yang telah dimulai sejak 5 Agustus 2024 lalu. “Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sudah dikeluarkan pada 5 Agustus 2024 lalu dan pekerjaan saat ini sudah mulai berjalan,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Saksikan Pelantikan Pengurus Baru PD DMI, Pemkot Kediri Siap Lanjutkan Sinergitas</title>
		<link>https://memontum.com/saksikan-pelantikan-pengurus-baru-pd-dmi-pemkot-kediri-siap-lanjutkan-sinergitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[saksikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pemerintah Kota Kediri terus bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya, sinergi yang baik dengan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Kediri. Sinergitas ini, terlihat dari keikutsertaan Pemerintah Kota Kediri dalam pelantikan pengurus baru PD DMI Kota Kediri masa bhakti 2024-2029, Sabtu (20/07/2024) tadi. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kota Kediri terus bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya, sinergi yang baik dengan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Kediri. Sinergitas ini, terlihat dari keikutsertaan Pemerintah Kota Kediri dalam pelantikan pengurus baru PD DMI Kota Kediri masa bhakti 2024-2029, Sabtu (20/07/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Kediri, Ahmad Zainuddin, dalam kesempatan itu menyampaikan selamat atas dilantiknya pengurus baru dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja yang dilakukan oleh PD DMI periode sebelumnya. “Dewan masjid memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan dan mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan,” katanya.</p>



<p>Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus periode sebelumnya, yang telah dengan gigih dan penuh dedikasi menjalankan tugasnya. “Kami berharap kehadiran DMI di tengah masyarakat Kota Kediri dapat menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, dakwah Islam, serta mampu menyebarkan pemahaman bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin,” tambahnya.</p>



<p>Pada periode ini, PD DMI Kota Kediri kembali diketuai oleh Abu Bakar Abdul Jalil. Dimana dalam periode sebelumnya, kepemimpinannya mampu membawa perkembangan yang signifikan. Diantaranya, terwujudnya asuransi BPJS Ketenagakerjaan hasil kerjasama dengan Baznas bagi marbot masjid dan musala di Kota Kediri, pengkalibrasian kiblat hingga bertambahnya kuota penerima Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM).</p>



<p>“Alhamdulillah kembali diberikan amanat untuk menjadi ketua DMI Kota Kediri. Insyaallah kami bersama dengan pengurus yang baru bersinergi dengan pemerintah dan mitra organisasi lain akan terus berupaya untuk memakmurkan masjid dan segala elemen yang termasuk didalamnya,” kata pria yang akrab disapa dengan Gus Ab.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Perlu diketahui, pada periode sebelumnya, DMI berhasil mendaftarkan 125 orang marbot masjid dan musala untuk mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Dimana iuran perbulannya akan ditanggung oleh Baznas.</p>



<p>“Ada 125 orang yang terdaftar dari total kuota sebanyak 361 orang. Jadi kami masih memiliki slot. Silahkan bagi masjid-masjid atau musala yang marbotnya belum terdaftar bisa segera mendaftar dengan menghubungi kami (DMI),” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk pengkalibrasian kiblat sudah dilakukan di sejumlah masjid dan musala, utamanya yang berada di sentra perbelanjaan modern di Kota Kediri. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat kalibrasi kiblat musala di mall dan swalayan di ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.</p>



<p>Ke depan, kalibrasi kiblat akan menyasar ke pemakaman umum. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan guna mempermudah dalam proses pemulasaraan jenazah sesuai syariat yang benar. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini juga diserahkan secara simbolis UKIM dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para imam masjid yang ada di Kota Kediri.</p>



<p>UKIM yang diterimakan sebesar Rp 2,5 juta dengan total 80 penerima. “Ada peningkatan kuota dan besaran UKIM yang diterima. Dimana tahun sebelumnya total ada 74 penerima dengan besaran Rp 2 juta. Alhamdulillah periode ini ada peningkatan,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pasca prosesi pelantikan PD DMI Kota Kediri masa bhakti 2024-2029 usai, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid DMI Kota Kediri. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mangkrak, Dinas PUPR Pamekasan Bakal Lanjutkan Pembangunan Gedung Perpusda</title>
		<link>https://memontum.com/mangkrak-dinas-pupr-pamekasan-bakal-lanjutkan-pembangunan-gedung-perpusda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Mangkrak]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpusda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210297</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan bertekad melanjutkan pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) M Tabrani Pamekasan, yang mangkrak. Rencana itu disampaikan Kepala Dinas PUPR, Amin Jabir, seusai mengecek Gedung Perpustakaan Umum Daerah M Tabrani, di Jalan Jokotole, Rabu (05/06/2024) tadi. &#8220;Itu ikhtiar, perpustakaan tunggu waktu proses pengerjaan,&#8221; katanya. Amin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan bertekad melanjutkan pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) M Tabrani Pamekasan, yang mangkrak. Rencana itu disampaikan Kepala Dinas PUPR, Amin Jabir, seusai mengecek Gedung Perpustakaan Umum Daerah M Tabrani, di Jalan Jokotole, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Itu ikhtiar, perpustakaan tunggu waktu proses pengerjaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Amin Jabir menjelaskan, bahwa saat ini PUPR Pamekasan sudah pada tahapan pengajuan untuk pejabat pengadaan melakukan perencanaan. &#8220;Pengajuannya sudah final 100 persen. Besok bisa memperoleh jawaban pejabat pengadaan untuk melakukan perencanaan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Amin Jabir menambahkan, PUPR Pamekasan menargetkan proses lelang bisa selesai Agustus 2024. Sehingga, pembangunan Perpustakaan Umum M Tabrani, bisa segera dilanjutkan.</p>



<p>&#8221;Target kita akhir Agustus sudah melakukan pelelangan. Sehingga harapannya, semua sudah mulai kembali bisa dikerjakan secara tuntas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Pembangunan Perpustakaan Umum M Tabrani sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun 2023. Namun, Pemkab Pamekasan kemudian memutus kontrak pelaksana proyek pada 13 November 2023. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210297</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Probolinggo Komitmen untuk Lanjutkan Lanjutkan Pembangunan Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-probolinggo-komitmen-untuk-lanjutkan-lanjutkan-pembangunan-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kepemimpinan Wali Kota Probolinggo periode 2019-2024, Habib Hadi Zainal Abidin, telah berakhir. Kini, roda pemerintahan dilanjutkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pribolinggo, Nurkholis. Perkenalan penjabat wali kota yang sebelumnya mengabdi sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, itu digelar dalam acara &#8216;Pisah Sambut Purna Tugas Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kepemimpinan Wali Kota Probolinggo periode 2019-2024, Habib Hadi Zainal Abidin, telah berakhir. Kini, roda pemerintahan dilanjutkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pribolinggo, Nurkholis.</p>



<p>Perkenalan penjabat wali kota yang sebelumnya mengabdi sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, itu digelar dalam acara &#8216;Pisah Sambut Purna Tugas Wali Kota Probolinggo&#8217; di Gedung Puri Manggala Bhakti, Rabu (31/01/2024) tadi.</p>



<p>Persembahan Tari Praben Linggo, menyambut kedatangan Habib Hadi bersama istri, Aminah Hadi serta Pj Wali Kota, Nurkholis yang juga didampingi istri, Raden Roro Maharani Eka Putri. Diikuti, dengan tamu undangan lain, diantaranya Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, Sekda Kota Probolinggo, Ninik Ira Wibawati, Pj Sekda Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, serta jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Pada agenda pisah sambut tersebut, Habib Hadi berkesempatan untuk mengutarakan rasa bangganya pada jajaran di Pemkot Probolinggo. Lantaran, dalam mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kota Probolinggo, dirinya senantiasa mendapat dukungan. Mulai dari Sekda, para asisten hingga lurah.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Tantangan dan rintangan yang dihadapi, tentunya sangat ringan bagi saya dalam melangkah untuk mewujudkan apa yang menjadi impian warga Kota Probolinggo, karena kekompakan kita semuanya,” kata Habib Hadi.</p>



<p>Kekompakan itu, pun dirinya rasakan pula saat menjalin sinergitas dengan jajaran Forkopimda Kota Probolinggo. “Forkopimda yang luar biasa. Dan saya selama menjabat dari awal sampai sekarang, merasakan kebersamaan yang sangat luar biasa dan tidak bisa saya tulis dalam buku setebal apapun. Banyak cerita, kisah yang betul-betul menginspirasi menyemangati untuk membangun Kota Probolinggo,” papar Habib Hadi.</p>



<p>Pesannya untuk Pj Wali Kota, Nurkholis, agar terus melanjutkan pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat Kota Probolinggo. “Saya bersyukur juga, Pjnya bukan dari luar Jawa Timur. Sehingga, hubungannya lebih bagus dan lebih mengerti dan bermanfaat bagi Kota Probolinggo. Sehingga, saya yakin Probolinggo walaupun dengan waktu yang singkat, insyaallah ada hal yang terbaik untuk melanjutkan pembangunan berkesinambungan hanya semata-mata melayani warga Kota Probolinggo,” pesan Wali Kota Probolinggo, periode 2019 -2024 itu.</p>



<p>Masih di acara yang sama, perwakilan Forkopimda Kota Probolinggo, juga turut menyampaikan kesan dan pesan tentang Habib Hadi. Diantaranya dari Dandim 0820, Letkol Arm Heri Budiasto, Kajari, Abdul Mubin dan Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani. Kompak, ketiganya mengatakan di bawah kepemimpinan Habib Hadi, Kota Probolinggo semakin guyup, rukun dan solid.</p>



<p>Sementara itu, dalam sambutan perkenalannya sebagai Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, mengaku memiliki tugas yang cukup berat. Yakni, meneruskan apa yang sudah dicapai oleh kepala daerah sebelumnya. “Beratnya, kalau kami nanti tidak bisa meneruskan apa yang sudah dicapai oleh Habib, yang menurut Bu Gubernur, luar biasa. Baik dari sisi kreatifitas, inovasi dan sebagainya,” kata Nurkholis.</p>



<p>Pj Wali Kota Nurkholis pun juga berkomitmen untuk mengabdikan dirinya melanjutkan pembangunan Kota Probolinggo. “Saya kerja lurus. Artinya, semua untuk masyarakat. Kami tidak ingin berpolitik, kami ingin bekerja, membangun Kota Probolinggo. Meneruskan apa yang sudah Habib kerjakan, meneruskan apa yang sudah Habib capai sesuai dengan keputusan Bu Gubernur Jatim,” paparnya.</p>



<p>Seusai kegiatan pisah sambut, acara berlanjut dengan mengantarkan Habib Hadi bersama istri menuju ke rumah pribadi di Kelurahan Ketapang, dengan menggunakan kereta kencana serta diiringi oleh musik tradisional dug-dug. Seraya menyapa warga yang sudah menunggu di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Soekarno Hatta itu. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Tingginya Penyakit Mata di Kalangan Pelajar, Pemkab Probolinggo Siap Lanjutkan Program I-SEE</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-tingginya-penyakit-mata-di-kalangan-pelajar-pemkab-probolinggo-siap-lanjutkan-program-i-see</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[tingginya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tidak ingin Program Inclusive for Effectif Eye Care (I-SEE), berakhir begitu saja, Yayasan Paramitra Indonesia, menggandeng stakeholder terkait di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah penanggulangan gangguan pengelihatan menjelang closing Program I-SEE Direktur Paramitra Indonesia, Asiah Sugianti, menjelaskan bahwa Program I-SEE sudah berjalan dengan baik selama enam tahun ini. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tidak ingin Program Inclusive for Effectif Eye Care (I-SEE), berakhir begitu saja, Yayasan Paramitra Indonesia, menggandeng stakeholder terkait di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah penanggulangan gangguan pengelihatan menjelang closing Program I-SEE</p>



<p>Direktur Paramitra Indonesia, Asiah Sugianti, menjelaskan bahwa Program I-SEE sudah berjalan dengan baik selama enam tahun ini. Termasuk, pemberian bantuan kaca mata kepada masyarakat terutama bagi pelajar.</p>



<p>“Kami tidak ingin program yang seperti ini, hilang begitu saja. Selama enam tahun program I-SEE berjalan dan kami telah memberikan bantuan kaca mata kepada siswa SMP/MTs yang mempunyai gangguan pengelihatan,&#8221; ujarnya, Selasa (05/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kini, pihaknya akan berfokus pada kegiatan pasca closing Program I-SEE. &#8220;Namun, menyadari bahwa penutupan program berpotensi menghentikan bantuan tersebut, kami kini berfokus merancang kegiatan pasca closing program,” kata Asiah.</p>



<p>Oleh karena itu, Yayasan Paramitra Indonesia mengajak Dinas PMD, Dinkes, Dispendik, Kemenag, Komite Mata Daerah dan Puskesmas, untuk membahas rancangan kegiatan ke depannya. Pihaknya juga ingin memastikan, bahwa dampak positif yang telah dicapai selama program I-SEE, tetap berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>



<p>Selain itu, ujarnya, juga sudah ada payung hukum berupa Perbup No 49 tentang Penanggulangan Gangguan Pengelihatan (PGP). Ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk melanjutkan program ini.</p>



<p>Meskipun Program I-SEE akan berakhir, Yayasan Paramitra Indonesia yakin bahwa dengan kolaborasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan pengelihatan di masyarakat. Terbukti, dengan terbentuknya sembilan desa sehat mata, yakni di Desa Sekarkare, Dungon, Bulang, Karanganyar, Randujalak, Kertonegoro, Tarokan, Liprak kulon dan Betek taman.</p>



<p>Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap berkomitmen untuk melanjutkan program yang sudah berjalan selama enam tahun ini. “Ini kepentingan untuk beban masyarakat terkait gangguan pengelihatan. Apapun yang diprogramkan, kami akan berusaha untuk mengawal OPD yang punya kewajiban untuk melanjutkan program seperti itu,” kata Heri.</p>



<p>Dirinya juga mendorong, agar program ini untuk bisa berjalan di tingkat desa. Hal itu, karena desa punya penganggaran yang bisa membantu masyarakatnya terkait gangguan pengelihatan.</p>



<p>“Jika di desa, nanti bebannya terlalu banyak karena membantu penderita gangguan pengelihatan di masyarakat, maka kami akan berusaha tangani di level kabupaten. Kami juga melalui PMI secara rutin melakukan operasi katarak setiap tahunnya,” tambahnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202854</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
