<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lantai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lantai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 11:35:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lantai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Kontruksi, Pemkot Malang Lakukan Pembongkaran Pagar di Lantai III Pasar Besar</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar</link>
					<comments>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pembongkaran pagar dan pot di rooftop Lantai III Pasar Besar Malang, Selasa (21/04/2026) tadi. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya konstruksi bangunan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa keputusan pembongkaran diambil setelah dilakukan uji konstruksi oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pembongkaran pagar dan pot di rooftop Lantai III Pasar Besar Malang, Selasa (21/04/2026) tadi. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya konstruksi bangunan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa keputusan pembongkaran diambil setelah dilakukan uji konstruksi oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Menurutnya, hasil kajian teknis menunjukkan adanya bagian konstruksi yang terputus. Sehingga, berpotensi menimbulkan risiko ambrol apabila tidak segera ditangani.</p>



<p>“Rekomendasinya tidak hanya pot yang dibongkar, tetapi juga pagar dan konstruksi di area tersebut karena ada bagian struktur yang terputus dan dikhawatirkan bisa ambrol,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pembongkaran dilakukan secara hati-hati, karena sebelumnya ditemukan retakan pada area rooftop yang sempat menimbulkan kekhawatiran pedagang. Proses pembongkaran berat sendiri, dijadwalkan berlangsung pada malam hari guna meminimalkan risiko terhadap pedagang maupun pengunjung pasar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Siang hari tetap ada aktivitas jual beli. Karena itu pekerjaan berat dilakukan malam hari saat kondisi lebih kosong,” katanya.</p>



<p>Pembongkaran tersebut melibatkan kerjasama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain DPUPRPKP sebagai leading sector teknis, BPBD untuk penanganan kedaruratan, serta dukungan tenaga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag). Dengan kondisi darurat ini membuat Pemkot Malang tidak memungkinkan melakukan pergeseran anggaran secara cepat.</p>



<p>“Tidak ada pos anggaran khusus. Ini dilakukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pola penanganan tersebut serupa dengan respons kedaruratan bencana, di mana perangkat daerah bergerak sesuai kewenangannya tanpa menunggu alokasi anggaran baru. Menurutnya, dengan penggunaan tenaga internal pemerintah menjadi langkah efisiensi sekaligus respons cepat terhadap potensi bahaya bangunan.</p>



<p>“Kalau menunggu anggaran baru justru lebih lama. Karena ini menyangkut keselamatan, maka kita kerjakan bersama sesuai tupoksi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/antisipasi-kontruksi-pemkot-malang-lakukan-pembongkaran-pagar-di-lantai-iii-pasar-besar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Lantai II, Pasar Sawojajar Direncanakan Jadi Sentra Kuliner</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner</link>
					<comments>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[direncanakan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawojajar]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231728</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal. Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal.</p>



<p>Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan pasar kuliner masih sebatas wacana. Pasalnya, pemerintah saat ini masih fokus pada proses pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat.</p>



<p>“Memang harapannya bisa seperti pasar wisata kuliner lainnya. Di lantai dua Pasar Sawojajar masih kosong dan rencananya akan difungsikan untuk area kuliner. Tapi saat ini kami masih konsentrasi ke SNI dulu,” ujar Eka-sapaannya, Kamis (16/04/2026) tadi.</p>



<p>Ke depan, tambahnya, area tersebut diharapkan dapat menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya dari wilayah Sawojajar dan Purwantoro yang dinilai memiliki potensi kuliner cukup besar. Namun, sebelum pengembangan dilakukan, Diskopindag Kota Malang akan menertibkan kios atau bedak yang tidak aktif berjualan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2024, yang mengatur bahwa kios yang tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut atau enam bulan secara terputus dapat ditarik kembali izinnya oleh pemerintah dan diberikan kesempatan kepada pedagang lain yang ingin berjualan. Banyak masyarakat yang ingin masuk pasar dan tentunya mereka juga wajib membayar retribusi,” jelasnya.</p>



<p>Di Pasar Sawojajar sendiri, tercatat terdapat 172 pedagang dengan sekitar 152 pedagang aktif, sementara sekitar 20 kios masih tidak beroperasi. Bahkan, Diskopindag telah memberikan surat peringatan kepada pemilik kios yang tidak aktif agar pasar tetap hidup dan ramai aktivitas perdagangan.</p>



<p>Sedangkan, di area Lantai II Pasar Sawojajar diperkirakan mampu menampung sekitar 30 pelaku UMKM kuliner. Namun, tergantung jenis usaha yang dijalankan dan kebutuhan ruang masing-masing pedagang.</p>



<p>“Sayang sekali ruang di atas luas tapi belum dimanfaatkan. Harapannya nanti bisa jadi pusat kuliner sekaligus menampung UMKM sekitar,” imbuh Eka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231728</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gedung Eks Bank Mandiri Syariah untuk Areal Parkir Bakal Dibangun Tiga Lantai</title>
		<link>https://memontum.com/gedung-eks-bank-mandiri-syariah-untuk-areal-parkir-bakal-dibangun-tiga-lantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera memulai pembangunan gedung parkir di lahan eks Bank Mandiri Syariah kawasan Kayutangan. Pembangunan itu, ditargetkan akan mulai dikerjakan pada Juli 2025, dengan masa pelaksanaan konstruksi selama 140 hari. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa saat ini prosesnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera memulai pembangunan gedung parkir di lahan eks Bank Mandiri Syariah kawasan Kayutangan. Pembangunan itu, ditargetkan akan mulai dikerjakan pada Juli 2025, dengan masa pelaksanaan konstruksi selama 140 hari.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa saat ini prosesnya telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa konstruksi. &#8220;Insyaallah minggu depan kami sudah kontrak. Pembangunannya selama 140 hari, jadi mudah-mudahan bisa dimulai bulan ini,” kata Jaya-sapaannya, Sabtu (12/07/2025) tadi.</p>



<p>Pembangunan gedung parkir tersebut, ujarnya, dirancang menjadi tiga lantai, dengan anggaran mencapai hampir Rp 10 miliar. Sementara, pada perencanaan sebelumnya, gedung parkir tersebut dirancang setinggi enam lantai. Namun, karena adanya keterbatasan anggaran, jumlah lantai dipangkas menjadi tiga lantai.</p>



<p>&#8220;Kami sediakan Rp 9 miliar sekian, hampir Rp 10 miliar. Awalnya direncanakan enam lantai, tetapi karena anggaran terbatas, kami sesuaikan. Bisa dibilang ini bagian dari efisiensi,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan hanya tiga lantai, daya tampung kendaraan otomatis berkurang. Jika pada rencana enam lantai kapasitas parkir mencapai 123 unit roda empat dan sekitar 600 unit roda dua, maka pada rencana terbaru diperkirakan hanya mampu menampung sekitar separuhnya.</p>



<p>&#8220;Untuk roda empat kemungkinan hanya sekitar 60-an unit. Saya tidak hafal angka pastinya, tapi itu estimasinya,&#8221; katanya.</p>



<p>Selama pembangunan berlangsung, area parkir eks Bank Mandiri Syariah akan ditutup sementara. Tentunya Dishub telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi parkir di sekitar kawasan Kayutangan, yakni di parkir vertikal eks kantor DLH Jalan Majapahit, pertokoan Majapahit dan kawasan Tarekot.</p>



<p>&#8220;Kalau kembali ke badan jalan, kami khawatir penataannya jadi lebih sulit lagi nanti,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam pembangunan gedung parkir tersebut nantinya akan terintegrasi dengan gedung parkir vertikal yang ada di Jalan Majapahit, agar sistem keluar-masuk kendaraan lebih efisien. “Harus kami upayakan menyambung supaya gedung satu dengan lainnya benar-benar bermanfaat. In-out-nya jadi satu,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Respon Positif Pembangunan Tower Lima Lantai RKB Universitas dr Soebandi Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-respon-positif-pembangunan-tower-lima-lantai-rkb-universitas-dr-soebandi-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[soebandi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223868</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung baru tower 5 lantai Ruang Kuliah Bersama (RKB) Universitas dr Soebandi (UDS) Jember, Sabtu (12/07/2025) tadi. Sesuai rencana, Gedung RKB ini dirancang untuk menampung aktivitas perkuliahan lintas program studi dan akan menjadi salah satu ikon pengembangan infrastruktur pendidikan tinggi di Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung baru tower 5 lantai Ruang Kuliah Bersama (RKB) Universitas dr Soebandi (UDS) Jember, Sabtu (12/07/2025) tadi. Sesuai rencana, Gedung RKB ini dirancang untuk menampung aktivitas perkuliahan lintas program studi dan akan menjadi salah satu ikon pengembangan infrastruktur pendidikan tinggi di Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Fawait dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap UDS yang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Menurutnya, hadirnya gedung baru tersebut bukan hanya meningkatkan kapasitas akademik UDS, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi Kabupaten Jember.</p>



<p>“UDS makin besar dan apapun yang ada di Jember makin besar. Tentunya saya sebagai Bupati Jember, sebagai Kepala Pemerintah Kabupaten Jember, merasa bahagia. Artinya, semakin banyak fasilitas pendidikan untuk meningkatkan SDM anak-anak Jember dan bahkan UDS berhasil dan mampu mendatangkan mahasiswa dari luar daerah. Tentu ini akan berdampak baik bagi perekonomian Jember, sektor pariwisata dan sektor lainnya,” kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyinggung, mengenai rencana pengembangan Fakultas Kedokteran oleh UDS, mengingat kebutuhan tenaga medis yang masih cukup besar di Jember. “Dengan infrastruktur, SDM dan bangunan yang dimiliki UDS, saya yakin mereka mampu membuka Fakultas Kedokteran. Ini penting untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi prioritas kita. Dengan begitu, kebutuhan dokter di Jember bisa terpenuhi,” tambah Bupati Fawait.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa pembangunan sektor pendidikan akan beriringan dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting dan kemiskinan. Semua ini adalah bagian dari visi besar pembangunan Jember dalam 5 tahun ke depan.</p>



<p>“UHC saja tidak cukup kalau SDM nya tidak siap. Maka pengembangan pendidikan, termasuk kedokteran, adalah solusi jangka panjang. Harapan kami 5 tahun ke depan angka kematian ibu, bayi, stunting dan kemiskinan bisa kita turunkan secara signifikan,” papar Bupati Fawait. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223868</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinding Lantai III Pasar Besar Kota Malang Ambrol, Pedagang Pisang Alami Luka Serius</title>
		<link>https://memontum.com/dinding-lantai-iii-pasar-besar-kota-malang-ambrol-pedagang-pisang-alami-luka-serius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[dinding]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinding bagian atas Lantai III Pasar Besar Kota Malang mengalami ambrol dan menimpa seorang pedagang pisang, pada Selasa (01/07/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang diketahui sehari-hari dipanggil Umi, warga Kedungkandang berusia sekitar 45 tahun, mengalami luka serius di bagian kepala, kaki dan tangan. Menurut saksi mata, Handis Hariawan (31), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinding bagian atas Lantai III Pasar Besar Kota Malang mengalami ambrol dan menimpa seorang pedagang pisang, pada Selasa (01/07/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang diketahui sehari-hari dipanggil Umi, warga Kedungkandang berusia sekitar 45 tahun, mengalami luka serius di bagian kepala, kaki dan tangan.</p>



<p>Menurut saksi mata, Handis Hariawan (31), seorang juru parkir di sisi barat pasar, mengatakan bahwa peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya. Bahkan cuaca sangat cerah, tidak ada angin ataupun hujan.</p>



<p>“Tiba-tiba terdengar suara bruak, dari atas reruntuhan batu jatuh ke bawah. Saya lihat sekilas, kepala dan kaki korban berdarah. Tangan kirinya juga luka. Waktu itu, korban sepertinya baru mau pulang,” ujar Wawan-sapaannya.</p>



<p>Wawan menambahkan, saat kejadian, lokasi sekitar sedang tidak ada kendaraan yang parkir. Bagian yang ambruk merupakan tembok pagar tanaman dengan panjang sekitar dua meter dan di lantai atas memang dibiarkan kosong, namun terdapat tanaman liar yang akarnya cukup besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sepertinya karena akar tanaman itu, jadi temboknya retak. Tapi sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Beberapa hari ini juga terlihat biasa saja dan korban tadi langsung dibawa ke RS Panti Nirmala menggunakan becak motor dalam kondisi masih sadar,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Pelaksana Pasar Besar Kota Malang, Suparji, membenarkan kejadian tersebut. Dirinya menyebut, kejadian serupa pernah terjadi lima bulan lalu di lokasi yang berdekatan. Namun, saat itu korban hanya mengalami luka ringan.</p>



<p>“Kondisi bangunan memang sudah tua, dibangun sejak 1991. Rencananya area sekitar akan kami kosongkan dan diberi garis pembatas, untuk mencegah jatuhnya korban lagi,” tutur Suparji.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang juga berencana memasang banner peringatan di titik-titik rawan agar tidak digunakan untuk berjualan. Apalagi, hampir di seluruh area pasar memiliki kerawanan serupa karena usia bangunan.</p>



<p>“Kami akan evaluasi lebih lanjut dan menganalisa area-area yang berpotensi rawan. Pengecekan sebenarnya dilakukan hampir setiap hari, tapi memang bangunan tua ini risikonya tinggi,” imbuh Suparji. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Targetkan Parkir Vertikal Tiga Lantai di Jalan Majapahit Beroperasi Desember Ini</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-targetkan-parkir-vertikal-tiga-lantai-di-jalan-majapahit-beroperasi-desember-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beroperasi]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[vertikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216268</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembangunan parkir vertikal tiga lantai di Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditargetkan rampung pada November 2024 ini. Sehingga, pada Desember 2024 dapat segera dioperasikan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika pembangunan parkir tersebut untuk menampung kendaraan yang saat ini memanfaatkan badan jalan di Kayutangan Heritage. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pembangunan parkir vertikal tiga lantai di Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditargetkan rampung pada November 2024 ini. Sehingga, pada Desember 2024 dapat segera dioperasikan.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika pembangunan parkir tersebut untuk menampung kendaraan yang saat ini memanfaatkan badan jalan di Kayutangan Heritage. Selama pengerjaan, menurutnya juga tidak ada kendala yang dialami.</p>



<p>“Pada pekan ini, pengerjaan akan difokuskan pada lantai tiga. Progres pembangunan saat ini sudah mencapai di atas 90 persen. Kami mengejar waktu sesuai perkiraan tiga bulan. Selama ini pengerjaan sudah sesuai jadwal,” kata Jaya, sapaannya.</p>



<p>Dalam fasilitas parkir tersebut, nantinya akan ditambah menggunakan e-parking. Sehingga, diharapkan tidak terjadi kebocoran dalam pembayaran parkir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Rencananya memang bisa secepatnya beroperasi, kami target Desember sudah bisa digunakan. Karena menjelang akhir tahun pengunjung semakin padat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Setelah pengerjaan parkir bertingkat selesai. Dishub Kota Malang akan fokus pada pengadaan lahan parkir di Koridor Kayutangan, tepatnya di lahan Eks Mandiri Syariah. Saat ini, dalam persiapan negosiasi dengan pemilik lahan.</p>



<p>&#8220;Negosiasi pada akhir tahun, pembelian dan pembangunan baru 2025. Nanti akan menyambung, dari lahan eks Mandiri Syariah ke parkir bertingkat Jalan Majapahit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menyampaikan jika pembangunan parkir tersebut selesai, maka dibutuhkan adanya ketegasan dari Dishub Kota Malang. Dimana, pengunjung harus bisa diarahkan ke kantong parkir tersebut.</p>



<p>“Pengunjung di Kayutangan ini ke depan harus bisa dibiasakan, dari yang biasanya parkir di bahu jalan bisa parkir di kantong parkir Jalan Majapahit ini, sehingga mereka juga harus biasa dengan jalan kaki,” imbuh Arief. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216268</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olah TKP Kebakaran, Tim Labfor Polda Jatim Ubek-ubek Lantai III Pasar Comboran Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/olah-tkp-kebakaran-tim-labfor-polda-jatim-ubek-ubek-lantai-iii-pasar-comboran-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Labfor]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ubek-ubek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214276</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim) akhirnya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pasar Comboran Baru Barat, Kota Malang, Selasa (17/09/2024) tadi. Sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB, tim Labfor terus mengurai dugaan penyebab musibah kebakaran. Wakil Kepala Satreskrim Polresta Malang Kota, AKP M Roichan, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim) akhirnya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pasar Comboran Baru Barat, Kota Malang, Selasa (17/09/2024) tadi. Sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB, tim Labfor terus mengurai dugaan penyebab musibah kebakaran.</p>



<p>Wakil Kepala Satreskrim Polresta Malang Kota, AKP M Roichan, menyampaikan bahwa dalam penyelidikan tersebut Tim Labfor sementara fokus pada Lantai III. &#8220;Hari ini Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP untuk mencari titik awal kebakaran dan penyebabnya. Namun, untuk hasilnya masih belum selesai dan nanti akan diinformasikan secara resmi melalui surat dari pihak Labfor,” kata Roichan.</p>



<p>Sampai dengan saat ini, ujarnya, pihak Polresta Malang Kota juga masih menunggu terkait dengan hasil investigasi Labfor. Sehingga, masih belum dapat dipastikan apa penyebab dari kebakaran itu.</p>



<p>“Jadi, kita Satreskim menunggu hasil Tim Labfor itu. Apakah nanti sumber kebakaran itu disengaja atau dibakar atau memang tidak disengaja,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama melakukan olah TKP itu, tambahnya, ada dua lokasi yang menjadi fokus penyelidikan. Yakni, di area Timur Lantai III dan sebelah kanan Lantai III. Sementara sampai dengan saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.</p>



<p>&#8220;Kita masih belum tahu pasti, titik awal api. Ada dua lokasi yang menjadi fokus Labfor, tapi hasilnya masih belum keluar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait dengan saksi, menurutnya ada dua penjaga pasar dan satu ketua paguyuban. Saksi-saksi tersebut, juga sedang diminta keterangan untuk mendapatkan keterangan awal mengenai insiden kebakaran.</p>



<p>“Saat ini, kita masih dalam tahap interogasi awal terhadap saksi-saksi tersebut,” imbuh Roichan.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, musibah kebakaran terjadi di Pasar Comboran, Jumat (13/09/2024) malam. Akibat kejadian, Lantai II dan Lantai III hanya menyisakan kondisi sekitar 15 persen. Sedangkan dalam musibah itu, membakar sekitar 11 unit mobil, selain barang dagang pedagang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214276</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Lantai Dasar, Ratusan Pedagang Pasar Comboran Mulai Berjualan Usai Kebakaran</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-dasar-ratusan-pedagang-pasar-comboran-mulai-berjualan-usai-kebakaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[dasar,]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, mulai beraktivitas kembali paska musibah kebakaran yang terjadi Jumat (13/09/2024) lalu. Hanya saja, aktivitas yang dilakukan sejumlah pedagang tersebut, hanya memanfaatkan lantai dasar atau Lantai I dan hanya di bagian depan. Ketua Paguyuban, Mochammad Samidi, menyampaikan bahwa para pedagang tersebut sudah berjualan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, mulai beraktivitas kembali paska musibah kebakaran yang terjadi Jumat (13/09/2024) lalu. Hanya saja, aktivitas yang dilakukan sejumlah pedagang tersebut, hanya memanfaatkan lantai dasar atau Lantai I dan hanya di bagian depan.</p>



<p>Ketua Paguyuban, Mochammad Samidi, menyampaikan bahwa para pedagang tersebut sudah berjualan sejak Senin (16/09/2024) kemarin. Kurang lebih, ada sekitar 100 an pedagang yang sudah mulai berjualan.</p>



<p>“Sudah mulai kemarin, pedagang mulai berjualannya. Tetapi, itupun hanya di lantai dasar dan hanya dengan pintu terbatas. Kurang lebih ada 100 pedagang yang sudah mulai aktif lagi,” kata Samidi, Selasa (17/09/2024) tadi.</p>



<p>Para pedagang itu, tambahnya, berjualan atas inisiatifnya sendiri. Apalagi saat ini, kondisi pasar juga sudah mulai dibersihkan. Sehingga, para pedagang sudah bisa berjualan kembali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tapi untuk pintunya terbatas semuanya. Untuk akses pintu utama masih ditutup sampai sekarang. Yang tidak boleh ditempati, itukan yang sudah diberi police line dan dijaga oleh pengawas ketertiban,” tambahnya.</p>



<p>Rata-rata pedagang yang berjualan, ujarnya, itu hanya Sembako, bumbu dapur, kelapa dan ayam. Termasuk juga beberapa menjualkan makanan di halaman Pasar Comboran Baru Barat.</p>



<p>Lebih lanjut, mengenai relokasi pada pedagang yang terdampak kebakaran, nantinya akan ditempatkan di Lantai II sebelah Selatan. Itupun, berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.</p>



<p>“Relokasi nanti secepatnya dilakukan. Tempatnya sudah ada, di Lantai II sebelah Selatan. Karena di situ ada ratusan kios yang kosong bertahun-tahun dan tidak pernah ditempati,” imbuh Samidi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendataan Awal, 71 Pedagang di Lantai III Jadi Korban Kebakaran Pasar Comboran</title>
		<link>https://memontum.com/pendataan-awal-71-pedagang-di-lantai-iii-jadi-korban-kebakaran-pasar-comboran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 03:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendataan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214146</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inventarisir dampak kebakaran di Pasar Comboran atau persisnya Pasar Baru Comboran Barat, terus dilakukan hingga Sabtu (14/09/2024) tadi. Selain korban material 11 mobil yang terbakar di Lantai III, data terbaru khusus pedagang di Lantai III, diketahui sedikitnya membawa dampak kepada sekitar 71 pedagang. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inventarisir dampak kebakaran di Pasar Comboran atau persisnya Pasar Baru Comboran Barat, terus dilakukan hingga Sabtu (14/09/2024) tadi. Selain korban material 11 mobil yang terbakar di Lantai III, data terbaru khusus pedagang di Lantai III, diketahui sedikitnya membawa dampak kepada sekitar 71 pedagang. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa ada sedikitnya sekitar 71 pedagang yang menjadi korban dari kebakaran itu. Angka tersebut, adalah dari jumlah total 389 kios aktif. Sementara angka itu, adalah untuk pedagang yang ada di Lantai III.</p>



<p>“Mengenai jumlah itu, nanti akan kita hitung lagi kepastiannya. Karena angka tersebut, juga khusus untuk di pedagang Lantai III,” kata Eko, Sabtu (14/09/2024) tadi.</p>



<p>Untuk saat ini, ujarnya, pemerintah fokus pada tiga hal penting. Yakni mulai dari pembersihan area, pengamanan lokasi dan pendataan kerugian para pedagang.</p>



<p>“Pembersihan sedang kami lakukan, terutama barang-barang yang mudah terbakar. Kami juga memastikan tidak ada barang yang jatuh dari atas,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pemerintah akan menata pasar kembali, setelah pembersihan selesai. Sementara ini, pedagang diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi barang dagangannya. Namun, akses bagi masyarakat umum masih dibatasi.</p>



<p>Terkait dengan kerugian, Eko menyebut bahwa perhitungan masih akan terus dilakukan. Maksimal di hari ini akan segera diselesaikan. Kemudian, juga segera dilaporkan pada pimpinan.</p>



<p>“Kami segera selesaikan pendataan kerugian material dan akan melaporkannya ke pimpinan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Mengenai relokasi pedagang, Eko menyebut bahwa di lantai dasar tidak terdampak. Sehingga, pedagang yang tidak terkena imbas kebakaran bisa kembali berjualan, setelah area dinyatakan aman.</p>



<p>Tak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang juga berencana melakukan kajian dengan Fakultas Teknik terkait kondisi bangunan pasar pasca kebakaran. &#8220;Pemerintah akan berupaya agar pedagang dapat segera kembali berjualan. Kami juga mengajak semua pihak, untuk memahami dan mendukung langkah-langkah penataan yang dilakukan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214146</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
