<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>larangan pendakian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/larangan-pendakian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Mar 2018 13:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>larangan pendakian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanggulangi Asap Ijen, BPBD Bondowoso Bagikan Ribuan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33329-tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso. Yaitu, lanjutnya, 24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Yaitu, lanjutnya,  24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari dan 2 orang di rujuk ke RS Koesnadi Bondowoso. Kondisi pasien makin membaik. Sebanyak 178 jiwa warga sudah dievakuasi dari 4 dusun terpapar yaitu Dusun Margahayu, Dusun Krepekan, Dusun Watucapil, dan Dusun Kebun Jeruk ke tempat aman di masjid Sempol, di rumah warga dan di Puskesmas.</p>
<p>Tidak semua warga dari dusun bersedia dievakuasi. Saat ini bau menyengat mulai berkurang. &#8220;25 ribu masker dibagikan ke warga, 20 mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar Desa Sempol”, tambah Kukuh.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> ) </p>
<p>Kami, lanjutnya, juga menyediakan dapur umur dan pos kesehatan. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan PVMBG dalam penanganan dampak gas beracun Gunung Ijen. Seperti diketahui, pada Rabu malam (22/3/2018) sekitar pukul 19.15 Wib, terjadi letusan freatik dan terdengar letusan 3 kali di pondok bunder yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawah Gunung Ijen.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 20.30 Wib beberapa warga Dusun Margahayu Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami keracunan gas belerang. Warga merasakan sesak nafas dan adanya muntah-muntah.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/12927-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa" rel="noopener" target="_blank">Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</a> )</p>
<p>Hingga saat ini status Gunung Ijen masih Normal (level I). Tidak ada kenaikan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. &#8220;Laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Ijen PVMBG terjadi gempa hembusan satu kali, tremor non harmonik satu kali, gempa vulkanik dangkal 19 kali, gempa vulkanik dalam 2 kali dan gempa tektonik jauh3 kali,&#8221; pungkasnya. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</title>
		<link>https://memontum.com/gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:34:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33327-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. &#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018). Diinformasikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212;   Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. </p>
<p>&#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018).</p>
<p>Diinformasikan sebelumnya, 30 warga Desa Kalianyar Kecamatan Ijen, harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ijen. Dua orang diantaranya dirujuk ke RSUD Koesnadi karena mengalami sesak nafas, nyeri dada dan perut disertai pusing.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> )</p>
<p>Mereka terpapar gas belerang Kawah Ijen pada Rabu (21/3/2018) malam setelah terjadi letupan gas belerang dari Kawah Ijen.  &#8220;Dua orang yang saat ini sedang dirawat di RSUD Koesnadi kondisinya sudah mulai membaik, tapi masih menggunakan bantuan oksigen,&#8221; katanya. </p>
<p>Pantauan media ini, tersisa lima orang yang dirawat di Puskesmas Ijen, dan dua orang di RSUD Koesnadi. Mereka harus dirawat karena masih sulit bernafas dan mengalami nyeri dada.<strong> (sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33323-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. &#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. </p>
<p>&#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang Tim SAR Banyuwangi, Herman, di pintu masuk Kawah Ijen, jum’at (22/3/2018) sore. </p>
<p>Herman menjelaskan, sejak ditutup Rabu (21/3/2018) malam sudah ada sekitar 200 pengunjung yang akan mendaki ke puncak Ijen, namun dihalau karena gas belerang masih menyengat. </p>
<p>&#8220;Kita belum sempat membuat papan larangan pendakian. Oleh karenanya kita menjaga ketat pintu masuk jalur Kawah Ijen. Hawatir pengunjung juga ikut terpapar gas beracun,&#8221; terangnya. </p>
<p>&#8220;200 pengunjung yang hendak mendaki Kawah Ijen, didominasi oleh turis mancanegara, diantaranya, dari Negara Australia, Jerman dan Singapura. Ada juga turis domestik, tapi tidak banyak,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Salah seorang pengunjung asal Makasar, Alwi mengaku belum mengetahui penutupan jalur pendakian Kawah Ijen.  &#8220;Saya baru tahu Kawah Ijen ditutup setelah sampai disini, kalau jalur menuju Kawah Ijen ditutup,&#8221; katanya. </p>
<p>Alwi mengaku, baru pertama kali berkunjung ke Gunung Ijen dan ingin melihat langsung keindahan api biru atau yang dikenal dengan &#8216;blue fire&#8217;  Kawah Ijen. &#8220;Karena jalurnya ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan, saya memilih pulang saja,&#8221; terangnya. </p>
<p>Pantauan media ini, aroma gas belerang masih menyengat di kawasan Paltuding atau pintu masuk menuju Kawah Ijen. Jalur pendakian ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33323</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
