<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>layaknya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/layaknya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 May 2025 22:49:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>layaknya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pulau Bedil Banyuwangi, Destinasi Wisata Baru Layaknya &#8216;Raja Ampat&#8217; di sisi Timur Jawa</title>
		<link>https://memontum.com/pulau-bedil-banyuwangi-destinasi-wisata-baru-layaknya-raja-ampat-di-sisi-timur-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[‘raja]]></category>
		<category><![CDATA[ampat’]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[layaknya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221971</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pesona alam Banyuwangi selalu saja ada yang baru dan tidak pernah habis untuk dijelajahi. Seperti Pulau Mbedil atau lebih dikenal Bedil, destinasi wisata baru dengan gugusan pulau eksotis yang kini jadi favorit wisatawan. Pulau Bedil sendiri, terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran. Destinasi ini, menyajikan panorama alam bahari yang menakjubkan dikelilingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pesona alam Banyuwangi selalu saja ada yang baru dan tidak pernah habis untuk dijelajahi. Seperti Pulau Mbedil atau lebih dikenal Bedil, destinasi wisata baru dengan gugusan pulau eksotis yang kini jadi favorit wisatawan.</p>



<p>Pulau Bedil sendiri, terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran. Destinasi ini, menyajikan panorama alam bahari yang menakjubkan dikelilingi beberapa pulau kecil.</p>



<p>Pulau-pulau itu terlihat kian eksotis, saat dilihat dari Puncak Kemuning salah satu pulau di sekitar Pulau Bedi. Sehingga, banyak orang menyebut &#8216;Raja Ampat-nya Banyuwangi&#8217;.</p>



<p>“Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini paket lengkap, ada wisata alam, bawah laut, adventure, edukasi, bahari, kuliner dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus dikembangkan di Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat mengunjungi langsung Pulau Mbedil, Minggu (11/05/2025) tadi.</p>



<p>Selain menikmati panorama gugusan pulau dari atas Puncak Kemuning, pengunjung dapat menikmati air laut yang jernih dengan gradasi warna hijau kebiru-biruan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan, mulai dari berenang di area laguna yang relatif tenang, snorkeling mengintip biota bawah air, hingga sekadar bersantai menikmati pemandangan langsung ke arah Samudera Hindia yang indah.</p>



<p>Bupati Ipuk juga ikut berenang merasakan kesegaran air di laguna yang ada di Pulau Bedil. &#8220;Ingin rasanya berlama-lama di sini. Ayo datang dan nikmati langsung keindahannya,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk datang ke Pulau Bedil yang oleh anak-anak kekinian disebut hidden gem itu, wisatawan perlu terlebih dahulu menuju titik keberangkatan di Pantai Mustika, Pancer. Perjalanan darat dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Mustika, memakan waktu tempuh sekitar 2 jam. Setibanya di Pantai Mustika wisatawan melanjutkan perjalanan menggunakan perahu.</p>



<p>Di masa libur panjang, Pulau Bedil menjadi salah satu favorit wisatawan. Seperti libur panjang Hari Raya Waisak, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang.</p>



<p>&#8220;Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,&#8221; kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang datang bersama keluarga besarnya.</p>



<p>Hal senada diungkapkan Tommy Kurniawan, wisatawan asal Surabaya. Menurutnya, Banyuwangi menyajikan paket wisata alam yang komplet.</p>



<p>&#8220;Kemarin selesai dari Ijen, dan sekarang ke Pulau Bedil. Dari gunung hingga pantainya semuanya keren! Setelah dari sini kami berencana ke Hutan De Djawatan,&#8221; ungkap Tommy.</p>



<p>Setelah puas menjelajahi keindahan Pulau Bedil, para pelancong bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan seafood segar yang menggugah selera. Berbagai restoran di sekitar pantai menyajikan beragam pilihan kuliner laut untuk mengisi perut setelah seharian berpetualang, menjadi penutup yang sempurna untuk pengalaman wisata di selatan Banyuwangi. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Kembangkan Pariwisata dan Pelayanan Layaknya Banyuwangi, Pemkab Sigi Jalin MoU</title>
		<link>https://memontum.com/ingin-kembangkan-pariwisata-dan-pelayanan-layaknya-banyuwangi-pemkab-sigi-jalin-mou</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[layaknya]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206467</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Sigi-Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapatta, melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (27/02/2024) tadi. Melalui kerja sama itu, diharapkan mampu meningkatkan kinerja pemerintahan daerah di kedua belah pihak. Pemkab Sigi sendiri, tertarik melakukan kerja sama program kerja dan pelayanan publik yang dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Sigi-Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapatta, melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (27/02/2024) tadi. Melalui kerja sama itu, diharapkan mampu meningkatkan kinerja pemerintahan daerah di kedua belah pihak.</p>



<p>Pemkab Sigi sendiri, tertarik melakukan kerja sama program kerja dan pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Mulai program pariwisata, pemanfaatan teknologi lewat Smart Kampung hingga implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.</p>



<p>Dalam momen MoU itu, turut hadir jajaran Pemkab Sigi hingga Kepala OPD dan camat. &#8220;Kami membawa sebanyak 80 orang ke sini, sebagai bentuk keseriusan sekaligus ingin belajar langsung tentang berbagai program yang dijalankan oleh Banyuwangi (Pemkab, red). Terima kasih atas kesediaan Banyuwangi untuk bekerjasama dengan kami,” kata Bupati Irwan Lapatta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Irwan juga menjelaskan, Kabupaten Sigi merupakan daerah pemekaran yang saat ini baru berusia 15 tahun. Karenanya, masih banyak hal yang harus dipelajari untuk terus memajukan daerah. Sementara Banyuwangi sendiri dipilih olehnya untuk tempat belajar, karena Banyuwangi merupakan salah satu daerah terbaik yang telah banyak menuai prestasi.</p>



<p>“Kami datang ke sini karena banyak best practise untuk diterapkan di Sigi. Salah satunya adalah pengembangan pariwisata, karena daerah kami memiliki kultur dan bentang alam yang mirip dengan Banyuwangi. Kami juga tertarik dengan program pengembangan desa lewat Smart Kampung sebagai payung untuk mengintegrasikan program penanganan kemiskinan,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu menyambut baik kedatangan Bupati Sigi dan jajarannya. &#8220;Semoga kerja sama ini membawa kebaikan dan kebermanfaatan bagi dua daerah ini. Kerja sama ini juga menjadi momen bagi kami untuk belajar hal baru dari Pemkab Sigi. Karena kami yakin, setiap daerah memiliki keunggulannya masing-masing,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206467</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
