<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>leadership &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/leadership/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 10:47:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>leadership &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bangun Tata Kelola Pemerintah Efektif dan Responsif, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Leadership dan Teamwork</title>
		<link>https://memontum.com/bangun-tata-kelola-pemerintah-efektif-dan-responsif-pemkot-malang-gelar-pelatihan-leadership-dan-teamwork</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[responsif]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222099</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berbenah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni menggelar Pelatihan Leadership dan Penguatan Teamwork Building. Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berbenah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni menggelar Pelatihan Leadership dan Penguatan Teamwork Building.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Malang, Kamis (15/05/2025) malam.</p>



<p>Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi wahana yang dapat memberikan satu output positif dalam mempercepat pelaksanaan transformasi birokrasi, terutama transformasi ASN sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah. Sementara kegiatan sendiri, digelar selama 3 hari di Poltekad Malang, mulai 15 hingga 17 Mei 2025, dengan menyasar seluruh jajaran perangkat daerah, dari sekretariat daerah hingga para lurah. Sedangkan tujuan pelaksanaan, untuk memperkuat solidaritas dan sinergisitas internal birokrasi agar terwujud revolusi dalam pelayanan publik yang lebih baik.</p>



<p>“Pelatihan seperti ini menjadi sangat penting, karena tidak hanya melatih kepemimpinan namun juga memperkuat fondasi budaya kerja menuju ASN yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel dalam kinerja, kompeten, adaptif terhadap perubahan, serta kolaboratif yang juga kita kenal sebagai core values ASN berakhlak,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu pun berpesan, agar pelatihan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial. Namun, juga sebagai ruang reflektif dan transformasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan berdaya saing. Sehingga, masyarakat diharapkan akan langsung merasakan dampaknya melalui pelayanan yang lebih cepat, efisien dan proaktif.</p>



<p>&#8220;Kami menghadirkan nara sumber-nara sumber yang berkualitas agar ASN semakin memahami regulasi dan tanggung jawabnya. Harapannya, pelatihan ini menjadi titik tolak terciptanya koordinasi, kolaborasi dan solidaritas yang semakin kuat,” ujarnya.</p>



<p>Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang hadir sebagai nara sumber utama menyampaikan bahwa penyamaan frekuensi antara pimpinan dan seluruh ASN adalah kunci mewujudkan visi &#8216;Menuju Malang Mbois Berkelas&#8217; melalui Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. “ASN harus bergerak dengan pola plan, do, check, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang jelas. Di sinilah revolusi pelayanan publik dimulai. ASN harus bergeser dari sekadar mengejar kinerja ke arah produktivitas yang konkret. Jadi, harus berani keluar dari zona nyaman, berinovasi dan memberikan pelayanan yang jemput bola,” tegasnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu dirinya juga menekankan bahwa pertemuan langsung antara para pemimpin daerah, mulai dari Sekda hingga lurah, akan mempercepat pencapaian visi dan misi kepala daerah serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih solutif dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Malang ingin memastikan bahwa setiap ASN mampu menjadi pemimpin dalam lingkup tugasnya, mengambil inisiatif dan bergerak lebih cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang adaptif dan progresif diharapkan menjadi standar baru birokrasi Kota Malang.</p>



<p>Dengan pelatihan ini, ujarnya, masyarakat Kota Malang akan mendapat pelayanan yang tidak hanya lebih cepat dan efisien, tetapi juga lebih humanis dan berdampak nyata. Mulai dari urusan administratif yang semakin mudah, respons cepat terhadap aduan warga, hingga inovasi pelayanan yang menjangkau langsung ke masyarakat. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222099</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kota dan Kabupaten Malang Raih Penghargaan Green Leadership</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-kota-dan-kabupaten-malang-raih-penghargaan-green-leadership</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sedunia,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197431</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji dan Bupati Malang, Sanusi, mendapatkan penghargaan green leadership, yang secara langsung diberikan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Malang, Senin (04/09/2023) tadi. Penghargaan itu, diberikan saat perayaan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2023. Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji dan Bupati Malang, Sanusi, mendapatkan penghargaan green leadership, yang secara langsung diberikan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Malang, Senin (04/09/2023) tadi. Penghargaan itu, diberikan saat perayaan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2023.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika penghargaan green leadership tersebut didapatkan sebab konservasi lingkungan dan penghijauan Kota Malang dianggap telah memenuhi dengan kriteria. &#8220;Memang dari DLH sendiri telah mengawal beberapa kegiatan terkait dengan penanaman pohon, menjaga ekosistem, termasuk juga terkait dengan uji emisi dan gas buang,” kata Rahman saat ditemui di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Malang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sehingga, ke depan pihaknya akan terus mempertahankan penghargaan tersebut dan juga melibatkan para stakeholder. Termasuk dengan melakukan penghijauan dan penanaman pohon di beberapa titin yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Beberapa kemarin sudah kami lakukan (penanaman pohon), termasuk di Pandanwangi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Soekarno Hatta, jadi di tahun ini sudah ada sekitar 8 titik lokasi untuk penanaman pohon. Jenisnya ada tabubuya, kemudian pohon yang khas di Kota Malang,” tambah Rahman.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi, menyampaikan jika salah satu bukti nyata yang telah diperoleh dengan didapatkannya penghargaan tersebut, yaitu adanya pemanfaatan biogas di TPA Desa Talangagung, Kepanjen, Malang, untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar. &#8220;Di Desa Talangagung itu jadi percontohan nasional, jadi ada TPA yang kita ambil biogasnya kemudian kita salurkan pada 300 keluarga, sehingga mereka tidak perlu menggunakan LPG,&#8221; ucap Sanusi dalam sambutannya.</p>



<p>Lebih lanjut, ditambahkannya jika hal tersebut juga telah menjadi percontohan nasional. Terlebih, sudah ada sekitar 158 kepala daerah yang melakukan studi tiru. Selain itu, saat ini beberapa desa yang ada di Malang juga berebut untuk mengajukan TPA, agar sampah bisa dimanfaatkan untuk dilakukan uji coba biogas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197431</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
