<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lebaran ketupat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lebaran-ketupat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2022 09:12:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lebaran ketupat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usai Lebaran, Teror Maling Sapi Tetap Hantui Warga Klakah Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/usai-lebaran-teror-maling-sapi-tetap-hantui-warga-klakah-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 09:12:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168928</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jawa Timur, seperti tidak terlalu membuat &#8216;galau&#8217; pemilik sapi di wilayah hukum Polres Lumajang. Maklum, ada problema lain yang dihadapi pemilik sapi, khusus di wilayah Lumajang atau khususnya yang terjadi di Kecamatan Klakah-Lumajang. Ya, aksi teror pencurian hewan (Curwan) sapi, hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jawa Timur, seperti tidak terlalu membuat &#8216;galau&#8217; pemilik sapi di wilayah hukum Polres Lumajang. Maklum, ada problema lain yang dihadapi pemilik sapi, khusus di wilayah Lumajang atau khususnya yang terjadi di Kecamatan Klakah-Lumajang.</p>



<p>Ya, aksi teror pencurian hewan (Curwan) sapi, hingga usai Lebaran ini masih terjadi. Terakhir, dua warga di lokasi berbeda, menjadi sasaran kawanan pelaku yang diperkirakan lebih satu orang tersebut.</p>



<p>Seperti kejadian yang menimpa Rosidi warga Dusun Darungan, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah. Korban harus merelakan seekor sapinya, Sabtu (07/05/2022) lalu.</p>



<p>&#8220;Kita saat ini memang sedang diresahkan dengan adanya Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Namun untuk di Lumajang, yang lebih menakutkan adalah gerombolan maling sapi. Sabtu kemarin saya menjadi korban pencurian. Satu ekor sapi jenis limosin, dibawa kabur maling,&#8221; ungkap Rasidi kepada memontum.com ), Kamis (12/05/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Mirisnya, selain Rosidi juga ada korban pencurian lain, yang menjadi sasaran dan juga enggan untuk melaporkan kejadian kepada pihak yang berwajib. &#8220;Saya tidak lapor, cuma lapor ke kepala desa. Bahkan, sudah kita cari ke wilayah Sumberwringin dan ke wilayah Papringan dengan dibantu masyarakat, tetapi tetap tidak ketemu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, kejadian terakhir diinformasikan juga dialami warga Dusun Clarak, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah. Kepala Dusun di Desa Kebonan, menyampaikan jika warganya, Rabu (11/05/2022) kemarin, juga menjadi korban pencurian sapi.</p>



<p>&#8220;Dua ekor sapi milik Ali, warga Dusun Clarak, yang diambil kawanan pelaku. Namun, yang satu ekor dilepas oleh kawanan pencuri. Akhirnya, satu ekor bisa diketemukan kembali dan yang satu ekor belum diketemukan hingga saat ini,&#8221; terangnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin bersama Forkopimda Tinjau Perayaan Hari Raya Ketupat di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-bersama-forkopimda-tinjau-perayaan-hari-raya-ketupat-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 10:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah dua tahun pasca pandemi Covid-19 melanda, Hari Raya Ketupat (Kupatan) di Kabupaten Trenggalek, pada tahun ini kembali digelar. Hal ini dilakukan, mengingat kondisi pandemi yang semakin membaik dan ditambah capaian vaksin Covid- 19 meningkat. Didampingi jajaran Forkopimda, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tetap menghimbau warganya untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah dua tahun pasca pandemi Covid-19 melanda, Hari Raya Ketupat (Kupatan) di Kabupaten Trenggalek, pada tahun ini kembali digelar. Hal ini dilakukan, mengingat kondisi pandemi yang semakin membaik dan ditambah capaian vaksin Covid- 19 meningkat.</p>



<p>Didampingi jajaran Forkopimda, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tetap menghimbau warganya untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan dan berharap semarak tradisi kupatan ini tidak terciderai dengan lonjakan kasus Covid-19. &#8220;Pembatasannya hanya sebatas himbauan terkait protokol kesehatan karena secara umum capaian vaksin sudah cukup baik. Dan kasus Covid di Trenggalek juga baik, hari ini juga tidak ada yang dirawat di fasilitas kesehatan kita,&#8221; ungkap Bupati Arifin, saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Babul Ulum Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Senin (09/05/2022) siang.</p>



<p>Dirinya berharap, silaturahmi yang terjalin selama ini tidak terganggu akibat lonjakan kasus Covid-19. Dalam perayaan Hari Raya Ketupat tahun ini pun, Bupati melihat jika masyarakat cukup tertib menerapkan protokol kesehatan.</p>



<p>&#8220;Saya melihat warga masyarakat juga cukup tertib, dimana-mana silaturahmi juga memakai masker. Ini tradisi yang cukup baik menurut saya dan sekarang alhamdulillah bisa terlaksana dengan lebih semarak. Meskipun kalau kita lihat, tadi kita naik motor dan tidak ada kemacetan yang terlalu seperti 2 atau 3 tahun yang lalu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dikatakan Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, masyarakat sudah bisa mengatur ritme bersilaturahmi. Artinya, tidak menjadi satu waktu ketika siang, namun malam menurut keterangan para Kyai sudah ada yang berkunjung sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan masa yang terlalu.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Seperti pawai-pun, para tokoh masyarakat juga bersepakat untuk tidak perlu dilaksanakan. Sehingga tradisi Kupatan ini cukup khidmat dengan saling bersilaturahmi,&#8221; terang Bupati Arifin.</p>



<p>Kunjungan pertama Kupatan tahun ini, Bupati beserta jajarannya mendatangi Pondok Pesantren Babul Ulum di Desa Durenan Kecamatan Durenan. Dimana disinilah yang menjadi cikal bakal tradisi Kupatan ini dilestarikan oleh masyarakat sekitar hingga sekarang.</p>



<p>Kurang lebih dimulai sejak tahun 1.600 dan sekarang sudah generasi ke-4. Berawal dari tokoh agama setempat yang bernama Mbah Mesir. &#8220;Pondok ini, tahun 1600 pondok ini sudah berdiri dan beliau di sini sudah generasi ke-4. Jadi kalau kupatan santri-santri dari luar pulau semua datang,&#8221; katanya.</p>



<p>Oleh karena itu, pihaknya akan berkeliling ke tokoh-tokoh masyarakat, utamanya pondok-pondok pesantren yang memang memiliki sejarah kuat terkait tradisi kupatan ini. &#8220;Semoga silaturahminya tidak terganggu dengan lonjakan kasus Covid-19. Saya melihat warga masyarakat juga cukup tertib, dimana-mana silaturahmi juga memakai masker,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, ini tradisi yang cukup baik. Dan sampai saat ini bisa terlaksana dengan lebih semarak. Meskipun arus lalulintas yang terpantau, ada kemacetan seperti 2 atau 3 tahun yang lalu.</p>



<p>Seperti yang diketahui, dalam tradisi Kupatan ini identik dengan kuliner ketupat sayur yang tersedia gratis bagi siapapun yang mau bersilaturahmi. &#8220;Itu indahnya tradisi Kupatan di Kabupaten Trenggalek,&#8221; papar suami Novita Hardiny ini. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pawai Gunungan Ketupat Ramaikan Tradisi Kupatan Pesisir Pantura Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/pawai-gunungan-ketupat-ramaikan-tradisi-kupatan-pesisir-pantura-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2018 12:08:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45253-pawai-gunungan-ketupat-ramaikan-tradisi-kupatan-pesisir-pantura-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Warga pesisir Lamongan menggelar pawai gunungan ketupat atau festival kupatan, yang diarak mulai ASDP Paciran menuju ke Tanjung Kodok yang berada di dalam Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sabtu (23/6/2018). Acara festival Kupatan merupakan tradisi masyarakat pesisir sebagai agenda rutin tahunan. Ratusan warga dari berbagai desa mengusung gunungan ketupat terdiri dari satu gunungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Warga pesisir Lamongan menggelar pawai gunungan ketupat atau festival kupatan, yang diarak mulai ASDP Paciran menuju ke Tanjung Kodok yang berada di dalam Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sabtu (23/6/2018).</p>
<p>Acara festival Kupatan merupakan tradisi masyarakat pesisir sebagai agenda rutin tahunan. Ratusan warga dari berbagai desa mengusung gunungan ketupat terdiri dari satu gunungan ketupat dan akan dijadikan jamuan dalam kenduri massal.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180624_133324-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-45255" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180624_133324-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180624_133324-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Lamongan Chairil Anwar mengatakan pawai atau arak-arakan ketupat ini salah satu tradisi warga pantura Lamongan yang sudah turun-temurun diakhiri kenduri ketupat di Tanjung Kodok. </p>
<p>Sedangkan, tegas Anwar tradisi ini diperingati sebagai bentuk syukur atas peristiwa pemindahan masjid sendang duwur dari Jepara yang dibawa secara utuh oleh Sunan Sendang Duwur. </p>
<p>&#8220;Kita harapkan acara semacam ini bisa menarik wisatawan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri yang mempunyai nilai khas daerah,&#8221; kata Anwar sembari menambahkan pawai tersebut sebagai bentuk mengenalkan lokasi wisata di pantura Lamongan lengkap mulai wisata budaya, religi hingga edukasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/tumpeng-ketupat-coklat-warnai-tradisi-kupatan-di-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2018 11:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kampung coklat]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45233-tumpeng-ketupat-coklat-warnai-tradisi-kupatan-di-blitar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan hari raya Idul Fitri secara turun temurun. Yaitu dengan membuat ketupat dan dimakan bersama anggota keluarga, tetangga dan para kerabat. Namun ada yang unik dari perayaan kupatan di Kabupaten Blitar. Tepatnya di wisata edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan hari raya Idul Fitri secara turun temurun. Yaitu dengan membuat ketupat dan dimakan bersama anggota keluarga, tetangga dan para kerabat. Namun ada yang unik dari perayaan kupatan di Kabupaten Blitar.</p>
<p>Tepatnya di wisata edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, berbeda dengan ketupat biasa. Di Kampung Coklat, ketupat dimasak dengan menggunakan campuran coklat bubuk. Ketupat coklat itu kemudian disusun menjadi tumpeng dan diarak sejauh 20 kilometer, dengan iringan lantunan sholawat, Minggu (24/6/2018).</p>
<p>Setelah di kirab, kemudian tumpeng ketupat coklat tersebut didoakan dan dimakan bersama-sama oleh ratusan pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi. Bahkan ratusan pengunjung terlihat berdesakan untuk mendapatkan ketupat coklat tersebut.</p>
<p>&#8220;Kirab tumpeng ketupat coklat bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. Inilah yang disebut dengan Islam Nusantara, Islam yang menyatu dengan budaya bangsa. Dan karena tempatnya di Kampung Coklat maka ketupatnya kita buat berbeda dengan menambahkan coklat bubuk&#8221;, ungkap Kholid Mustofa pengelola sekaligus pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.</p>
<p>Panitia menyediakam sebanyak 2.000 porsi ketupat coklat untuk dimakan bersama-sama secara gratis. Ribuan pengunjung wisata edukasi Kampung Coklat nampak berdesakan dan berebut untuk menikmati ketupat coklat yang disajikan bersama sayur lodeh dan opor ayam tersebut.</p>
<p>&#8220;Semua pengunjung dapat makan secara gratis ketupat coklat yang kami sediakan. Ada sekitar 2.000 porsi&#8221;, tandas Kholid.</p>
<p>Kholid menambahkan, di wisata edukasi Kampung Coklat, tradisi tumpeng ketupat coklat ini sudah digelar untuk kelima kalinya. Menurut dia, yang membedakan tradisi kupatan di Kampung Coklat tahun ini, panitia juga menyediakan 10 kilogram coklat curah berbagai varian yang disebar-sebarkan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selain ketupat coklat, kami juga membagikan sebanyak 10 kilo coklat curah berbagai varian kepada masyarakat yang menyaksikan kirap tumpeng, serta para pemgunjung Kampung Coklat&#8221;, tandasnya.</p>
<p>Untuk membuat 2.000 ketupat tersebut dibutuhkan 100 kilogram beras dan 20 kilogram bubuk coklat, dan dibutuhkan waktu semalam untuk memasak. Selain puluhan panitia proses memasaknya juga dibantu oleh enam Kepala Keluarga (KK) di sekitar Kampung Coklat.</p>
<p>&#8220;Proses memasaknya selain dilakukan panitia juga dibantu warga sekitar&#8221;, jelas pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.</p>
<p>Sementara Anik, salah satu pengunjung mengaku senang bisa menyaksikan langsung kirab tumpeng ketupat coklat. Serta mencicipi rasa unik dari ketupat coklat. Ia berharap kedepan kirab tumpeng ketupat coklat tersebut tetap dipertahankan untuk melestarikan tradisi kupatan.</p>
<p>&#8220;Nasi dicampur coklat kayaknya gak nyambung. Namun ternyata rasanya enak lebih gurih dari ketupat biasanya&#8221;, tutur Anik. <strong>(jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Aparat Kepolisian Amankan Lebaran Ketupat 2018</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-aparat-kepolisian-amankan-lebaran-ketupat-2018</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2018 12:31:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45132-ratusan-aparat-kepolisian-amankan-lebaran-ketupat-2018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kemeriahan dan sukacita hari raya ketupat atau kupatan yang dilakukan warga Kelurahan Kelutan dan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek nyatanya cukup menyita tenaga dan perhatian aparat kepolisian Resort Trenggalek. Dalam pengamanannya, Polres Trenggalek menerjunkan ratusan personil guna melakukan pengamanan dan pengaturan lalulintas karena dapat dipastikan kondisi lalulintas saat kupatan akan meningkat signifikan sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kemeriahan dan sukacita hari raya ketupat atau kupatan yang dilakukan warga Kelurahan Kelutan dan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek nyatanya cukup menyita tenaga dan perhatian aparat kepolisian Resort Trenggalek. </p>
<p>Dalam pengamanannya, Polres Trenggalek menerjunkan ratusan personil guna melakukan pengamanan dan pengaturan lalulintas karena dapat dipastikan kondisi lalulintas saat kupatan akan meningkat signifikan sehingga angka kemacetan kerap sekali terjadi di 2 titik keramaian tersebut.</p>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kabag Opsnal Polres Trenggalek AKP Heru Kunbiantoro mengatakan bahwa dalam serangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan hari raya ketupat tahun ini, Polres Trenggalek akan semaksimal mungkin melakukan upaya pengamanan agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas atau tingkat kemacetan yang merajalela.</p>
<p>&#8220;Demi menciptakan situasi kondusif pada perayaan hari raya ketupat kali ini, polres Trenggalek bersinergi dengan steakholder terkait, melakukan pengamanan di beberapa titik kerajinan agar  kelancaran pelaksanaan kupatan bisa berjalan lancar, &#8221; ucapnya saat ditemui disela-sela kegiatan, Sabtu (23/6/2018). </p>
<p>Lebih lanjut, Heru mengungkapkan bahwa sejumlah personil ini tersebar diberbagai titik rawan kemacetan dan tempat &#8211; tempat strategis lainnya.</p>
<p>Beberapa jalur alternatif guna pengalihan arus lalulintas juga diterapkan oleh pihak kepolisian dan tak luput dari pengamanan polisi. Terlebih disejumlah jalur yang dilalui pawai gebyar ketupat yang tak lain adalah jalur nasional yang rawan terjadi kemacetan saat pawai tengah berlangsung.</p>
<p>&#8220;Untuk pengamanan serta mengurai kemacetan dibeberapa titik rawan macet, polres Trenggalek juga telah memasang rambu-rambu lalulintas tambahan sehingga angka kemacetan yang terjadi bisa dikurangi, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Dengan meningkatkan pengamanan dan penjagaan ini, diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman, tertib dan lancar. Utamanya selama perayaan lebaran ketupat berlangsung. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan</title>
		<link>https://memontum.com/asal-muasal-lebaran-ketupat-di-kecamatan-durenan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2018 11:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45128-asal-muasal-lebaran-ketupat-di-kecamatan-durenan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Lebaran ketupat atau kupatan memang dimulai dikenal atau diawali dari kawasan timur Trenggalek tepatnya di Kecamatan Durenan. Tradisi tersebut berawal dari salah satu tokoh sekaligus sesepuh bernama Mbah Mesir yang selalu rutin menjalankan ibadah puasa Sunnah Syawal atau yang akrab dikenal dengan Nyawal. Selama menjalankan puasa sunah enam hari setelah lebaran pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Lebaran ketupat atau kupatan memang dimulai dikenal atau diawali dari kawasan timur Trenggalek tepatnya di Kecamatan Durenan. Tradisi tersebut berawal dari salah satu tokoh sekaligus sesepuh bernama Mbah Mesir yang  selalu rutin menjalankan ibadah puasa Sunnah Syawal atau yang akrab dikenal dengan Nyawal. Selama menjalankan puasa sunah enam hari setelah lebaran pertama tersebut, tokoh agama ini tidak menggelar Open House layaknya masyarakat lainnya.</p>
<p>&#8220;Awalnya tradisi open house ini hanya dilakukan disatu rumah saja, yakni di rumah kakek saya yang bernama Mbah Kyai Abdul Maysir atau biasa di panggil Mbah Mesir. Kemudian warga yang ada di sekitar mulai mengikuti tradisi tersebut,&#8221; terang tokoh agama setempat KH Abdul Fattah Muin, Sabtu (23/6/2018). </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180623-WA0123-copy.jpg?resize=500%2C500&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="500" class="aligncenter size-full wp-image-45129" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180623-WA0123-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180623-WA0123-copy.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180623-WA0123-copy.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seiring perkembangan waktu, masyarakat sekitar yang mengetahui kebiasaan sang kiai tersebut mengikuti tradisi tersebut dan melakukan hal yang sama dengan menggelar perayaan Idul Fitri pada saat Lebaran Ketupat.</p>
<p>Diakui cucu Mbah Mesir ini, bahwa dirinya bersyukur atas tradisi turun temurun yang masih tetap terjaga dan lestari sampai saat ini. Kyai Fattah juga mengapresiasi adanya Lebaran Ketupat yang dilakukan di beberapa daerah. Namun, pemimpin salah satu pondok pesantren ini mengaku tidak sepakat apabila Lebaran Ketupat dikemas dengan berbagai hiburan dan keramaian lain.</p>
<p>&#8220;Kalau di daerah lain silahkan mengadakan perayaan lebaran ketupat dengan menyuguhkan pertunjukkan atau hiburan akan tapi untuk wilayah Durenan lebih baik dibiarkan apa adanya, karena orang yang mau kesini ini tujuannya hanya satu yakni bersilaturrahmi. Tanpa hiburanpun tetap ramai, &#8221; imbuhnya. </p>
<p>Yang paling menjadi rujukan utama pengunjung saat perayaan lebaran ketupat, yakni Kediaman KH Abdul Fattah Muin di Desa Durenan, Kecamatan Durenan. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45128</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
