<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Lebaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lebaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 10:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Lebaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasca Lebaran, Inflasi Kota Malang Melandai di Angka 0,05 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen</link>
					<comments>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melandai,]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232308</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pasca momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026 tercatat tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pasca momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026 tercatat tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm).</p>



<p>Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Maret 2026 yang mencapai 0,34 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Kota Malang tercatat 2,70 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 2,85 persen (yoy) dan sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada di angka 2,42 persen (yoy).</p>



<p>&#8220;Inflasi April 2026 didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,48 persen (mtm),&#8221; kata Indra, Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, beberapa komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga, seperti cabai rawit yang memberikan andil terbesar sebesar 0,20 persen, daging ayam ras sebesar 0,10 persen, telur ayam ras 0,07 persen dan cabai merah 0,02 persen. Kenaikan harga tersebut, dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Termasuk juga keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca, khususnya pada komoditas cabai,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain pangan, kelompok transportasi turut menyumbang tekanan inflasi. Kenaikan tarif angkutan udara dipicu meningkatnya harga avtur global, sementara penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo pada 1 April 2026 ikut memengaruhi harga bensin. Tarif kereta api juga mengalami normalisasi setelah berakhirnya masa promo Lebaran.</p>



<p>Meski begitu, laju inflasi berhasil tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Salah satu yang dapat menahan inflasi, yakni emas perhiasan. Penurunan harga emas disebut dipengaruhi tren harga emas dunia.</p>



<p>&#8220;Inflasi yang tetap terjaga ini tentunya tidak lepas dari koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah pengendalian harga. Mulai dari pemantauan harga bahan pokok secara rutin, inspeksi ketersediaan LPG 3 kilogram, kegiatan panen cabai dan penyaluran bantuan sarana produksi kepada petani, hingga pelaksanaan tanam padi,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pasca-lebaran-inflasi-kota-malang-melandai-di-angka-005-persen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Catat Pendapatan Parkir Libur Lebaran Tak Naik Signifikan</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-catat-pendapatan-parkir-libur-lebaran-tak-naik-signifikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231497</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat pendapatan retribusi parkir selama libur Lebaran 2026, tidak mengalami peningkatan signifikan. Meskipun, di sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan kuliner dan destinasi wisata terjadi lonjakan kunjungan. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi karena banyaknya pertokoan yang tutup selama libur Lebaran. “Sebenarnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat pendapatan retribusi parkir selama libur Lebaran 2026, tidak mengalami peningkatan signifikan. Meskipun, di sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan kuliner dan destinasi wisata terjadi lonjakan kunjungan.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi karena banyaknya pertokoan yang tutup selama libur Lebaran. “Sebenarnya tidak seberapa. Justru banyak lahan parkir tutup karena pertokoan banyak yang libur. Hampir 80 persen pertokoan tutup,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (06/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, peningkatan aktivitas parkir hanya terjadi di pusat perbelanjaan besar. Namun kenaikan tersebut dinilai tidak mampu menutup penurunan pendapatan dari kawasan pertokoan yang tidak beroperasi, seperti di area Pasar Besar Malang.</p>



<p>“Memang mal besar ramai, tapi kenaikannya kecil dan tidak sebanding dengan lokasi parkir yang tutup,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa sebagian pendapatan parkir di pusat perbelanjaan modern masuk dalam kategori pajak daerah, bukan seluruhnya menjadi retribusi Dishub. Retribusi parkir yang langsung dikelola Dishub salah satunya berasal dari parkir vertikal Stadion Gajayana.</p>



<p>“Kenaikan hanya terasa pada H-1 hingga H-2 Lebaran dan H+1 sampai H+3. Itu pun tidak terlalu signifikan. Secara kumulatif justru hampir turun,” katanya.</p>



<p>Berdasarkan data hingga 27 Maret 2026, capaian retribusi parkir Kota Malang masih relatif rendah dibandingkan target yang ditetapkan tahun ini. Untuk retribusi parkir di tepi jalan umum, dari target Rp 8,5 miliar baru terealisasi Rp 1.158.651.001 atau sekitar 13,63 persen. Sedangkan retribusi pelayanan tempat khusus parkir dari target Rp 6,5 miliar baru mencapai Rp 1.288.601.804 atau 19,82 persen.</p>



<p>&#8220;Di sepanjang tahun 2025 retribusi parkir tepi jalan umum ditargetkan Rp 10,5 miliar dengan realisasi Rp 6.039.462.618 atau 57,52 persen. Sementara retribusi pelayanan tempat khusus parkir dari target Rp 6,5 miliar dan mampu terealisasi Rp 5.128.813.541 atau setara 78,90 persen,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Penumpang dan Pergerakan Pesawat di Bandara Banyuwangi Meningkat saat Libur Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-penumpang-dan-pergerakan-pesawat-di-bandara-banyuwangi-meningkat-saat-libur-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231469</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Banyuwangi, terus mengalami peningkatan. Hal ini, tentunya menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten Banyuwangi telah menjadi salah satu daerah favorit jujugan pariwisata. Bahkan, selama angkutan masa libur Lebaran 2026, jumlah penumpang bandara tercatat naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Periode [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Banyuwangi, terus mengalami peningkatan. Hal ini, tentunya menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten Banyuwangi telah menjadi salah satu daerah favorit jujugan pariwisata.</p>



<p>Bahkan, selama angkutan masa libur Lebaran 2026, jumlah penumpang bandara tercatat naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Periode angkutan libur Lebaran yang berlangsung selama 18 hari, atau mulai 13 hingga 30 Maret 2026, dalam rentang waktu tersebut total penumpang yang dilayani Bandara Banyuwangi mencapai 7.459 orang.</p>



<p>General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. “Tumbuh 5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu dengan 7.115 orang,” kata Holik, Jumat (03/04/2026) tadi.</p>



<p>Selain jumlah penumpang, lanjutnya, peningkatan juga terlihat pada pergerakan pesawat dan volume kargo selama masa angkutan Lebaran. Bandara Banyuwangi mencatat, total 95 pergerakan penerbangan selama periode tersebut. Angka ini, naik sekitar 44 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 66 penerbangan.</p>



<p>Sementara untuk volume kargo, juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Selama periode Lebaran 2026, total kargo yang ditangani mencapai 4,3 ton.</p>



<p>“Sementara dari sisi kargo, volume yang ditangani mencapai 4,3 ton, naik 22,5 persen dari tahun lalu yang berada di angka 3,5 ton,” ujar Holik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, peningkatan lalu lintas penerbangan, tentunya menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus membaik. Termasuk, kian meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap Bandara Internasional Banyuwangi.</p>



<p>“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik di sisi udara maupun darat,” imbuhnya.</p>



<p>Selama periode angkutan Lebaran, bandara juga mencatat waktu puncak pergerakan penumpang. Puncak arus mudik, terjadi pada Rabu (18/03/2026). Sementara pada hari yang sama, terdapat lima penerbangan yang melayani 435 penumpang dengan total kargo mencapai 1,023 ton.</p>



<p>Sedangkan puncak arus balik, berlangsung pada Minggu (29/03/2026). Saat itu, tercatat tujuh penerbangan yang melayani 634 penumpang dengan volume kargo sekitar 580 kilogram.</p>



<p>Holik juga menyebut, kelancaran operasional bandara selama periode Lebaran tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat di lingkungan bandara. Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Basarnas, hingga petugas ground handling dan komunitas bandara.</p>



<p>“Seluruh kegiatan operasional bandara selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini berjalan dengan aman, lancar dan terkendali. Tanpa dukungan penuh dari semua pihak, operasional bandara yang aman, nyaman dan tertib tentunya tidak akan dapat terwujud,” tambahnya.</p>



<p>Ke depan, pengelola Bandara Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pengguna jasa transportasi udara. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.</p>



<p>“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.</p>



<p>Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.</p>



<p>Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Ratusan Ribu Pemudik Kembali ke Pulau Bali</title>
		<link>https://memontum.com/posko-angkutan-lebaran-2026-berakhir-ratusan-ribu-pemudik-kembali-ke-pulau-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Masa Posko Angkutan Lebaran 2026, resmi berakhir. Selama periode tersebut, ratusan ribu pemudik telah kembali menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan bahwa ada sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki dalam kendaraan atau 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Masa Posko Angkutan Lebaran 2026, resmi berakhir. Selama periode tersebut, ratusan ribu pemudik telah kembali menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan bahwa ada sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki dalam kendaraan atau 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. Sementara untuk kendaraan, tercatat sekitar 127 ribu unit atau 77 persen dari total pergerakan saat arus mudik telah menyeberang.</p>



<p>&#8220;Masih ada 22 persen atau 113 ribu penumpang dalam kendaraan yang belum kembali ke Bali. Sementara untuk kendaraan, 23 persen atau 37.365 kendaraan yang belum menyeberang,&#8221; kata Arief, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya menyebut, puncak arus balik terjadi pada H+7 Lebaran atau Minggu (29/03/2026) kemarin. Pada puncak arus balik tersebut, tercatat sebanyak 56.300 penumpang dan sekitar 19 ribu unit kendaraan menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk. Dari jumlah kendaraan tersebut, didominasi oleh sepeda motor yang mencapai lebih dari 12.458 unit.</p>



<p>Secara keseluruhan, selama periode H-10 hingga H+8 lebaran, jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 171 ribu unit dari total reservasi 183.810 ribu kendaraan. &#8220;Masih ada sekitar 11.889 kendaraan dari data reservasi yang belum masuk ke pelabuhan,&#8221; kata Arief.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski posko telah ditutup sejak Senin (30/03/2026), arus kendaraan masih terpantau padat. Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai 14 kilometer dan berangsur turun menjadi sekitar 12 kilometer, menjelang Selasa (31/03/2026) sore.</p>



<p>Kepadatan tersebut, sambung Arief, dipengaruhi oleh mulai normalnya kembali aktivitas, termasuk kendaraan logistik yang sudah diperbolehkan beroperasi penuh. &#8220;Setelah masa angkutan Lebaran selesai, seluruh jenis kendaraan sudah bisa berjalan normal, termasuk logistik. Ini yang menyebabkan arus masih padat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk mengurai antrean, ASDP menambah jumlah kapal yang beroperasi dari sebelumnya 33 unit menjadi 36 unit pada hari ini. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan buffer zone yang ada untuk menampung kendaraan logistik.</p>



<p>&#8220;Kami juga membagi pola pemuatan, baik melalui Dermaga Bulusan maupun Dermaga LCM, agar distribusi kendaraan lebih merata,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Arief mengatakan, saat ini pola Operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) hanya diberlakukan di Dermaga IV, sementara dermaga lainnya telah kembali ke pola reguler. Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan membeli tiket melalui Aplikasi Ferizy guna menghindari antrean panjang.</p>



<p>&#8220;Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus bersama-sama dengan seluruh stakeholder untuk mengurai antrean serta berkoordinasi untuk memastikan teman-teman pengguna jasa diseberangkan dengan selamat,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Ungkap Timbulan Sampah Turun saat Ramadan dan Lebaran 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[timbulan]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, tidak mengalami lonjakan selama periode Lebaran. “Tidak ada peningkatan, malah cenderung sedikit berkurang. Karena lebih dari 50 persen mahasiswa mudik, sehingga aktivitas kota menurun,” ujar Raymond, Jumat (27/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa biasanya volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang mencapai 550 hingga 600 ton perhari. Namun, selama Ramadan dan Lebaran, rata-rata hanya berada di kisaran 500 ton perhari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena memang kondisi di Kota Malang ini jumlah mahasiswanya hampir sama dengan jumlah penduduk asli. Ketika mereka mudik, otomatis produksi sampah ikut berkurang,” jelasnya.</p>



<p>Meski secara umum mengalami penurunan, namun untuk peningkatan sampah juga tetap terjadi di beberapa titik keramaian. Seperti, kawasan Kayutangan Heritage serta lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri.</p>



<p>DLH Kota Malang sendiri, lanjutnya, telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiagakan personel kebersihan sejak pagi hari. &#8220;Di kawasan Masjid Jami’ Kota Malang pada saat itu disiapkan 30 petugas kebersihan lengkap dengan dua unit dump truck. Kemudian, di Masjid Sabilillah, tambahan 20 personel diterjunkan untuk mempercepat penanganan sampah. Hasilnya sebelum pukul 10.00 WIB seluruh area sudah bersih,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang menjadi pusat kunjungan masyarakat selama libur Lebaran juga dipadati pengunjung. Namun, volume sampah tetap terkendali. &#8220;Pengunjung memang banyak, tetapi karena kami sudah menempatkan 15 petugas kebersihan yang terbagi tiga shift jadi jumlah sampah tetap normal,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>H+4 Lebaran 2026, Disnaker PMPTSP Kota Malang Sebut Belum Ada Aduan THR Masuk</title>
		<link>https://memontum.com/h4-lebaran-2026-disnaker-pmptsp-kota-malang-sebut-belum-ada-aduan-thr-masuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disnaker]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pmptsp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231255</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hingga H+4 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, memastikan belum menerima pengaduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR). Hal itu dikatakan Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan. Menurut Arif, posko pengaduan THR yang telah dibuka sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hingga H+4 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, memastikan belum menerima pengaduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR). Hal itu dikatakan Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.</p>



<p>Menurut Arif, posko pengaduan THR yang telah dibuka sejak H-7 Lebaran belum menerima laporan resmi dari pekerja. Walaupun, memang sebelumnya sempat muncul aduan anonim, namun tidak berlanjut hingga tahap pengaduan resmi.</p>



<p>&#8220;Untuk sementara belum ada laporan secara resmi dari pekerja, terkait THR maupun BHR. Untuk yang anonim itu tidak berlanjut, kami tunggu tidak ada kelanjutan. Jadi bisa dikatakan sudah clear,&#8221; kata Arif, Rabu (25/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa tidak adanya laporan bisa menjadi indikasi bahwa permasalahan antara pekerja dan pengusaha telah diselesaikan secara bipartit. “Kalau memang ada masalah dan tidak selesai di internal, pasti akan dilaporkan secara resmi ke kami,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, Arif mengimbau kepada para pekerja yang belum menerima haknya agar segera melapor. Baik secara langsung maupun tertulis ke posko pengaduan yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang.</p>



<p>“Silakan melapor jika haknya belum diberikan. Kami menjamin kerahasiaan pelapor. Posko kami buka hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, kepada para pengusaha, Arif juga mengingatkan agar segera melaksanakan kewajiban pembayaran THR dan Bonus Hari Raya (BHR) sesuai dengan surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan. Apabila ditemukan pelanggaran, Disnaker akan melaporkan kepada pengawas ketenagakerjaan di tingkat provinsi hingga Kementerian Ketenagakerjaan untuk ditindaklanjuti.</p>



<p>“Sanksinya bisa beragam, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Untuk pelanggaran berat bisa sampai pencabutan izin usaha. Namun, sampai sejauh ini belum pernah ada kasus pencabutan izin usaha perusahaan di Kota Malang akibat pelanggaran pembayaran THR,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231255</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak OPD di Hari Pertama Pasca Lebaran, Wali Kota Malang Pastikan Kehadiran ASN Capai 100 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-opd-di-hari-pertama-pasca-lebaran-wali-kota-malang-pastikan-kehadiran-asn-capai-100-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kehadiran]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran. Salah satu yang menjadi jujugan Sidak, adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang, Rabu (25/03/2026) tadi. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran. Salah satu yang menjadi jujugan Sidak, adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang, Rabu (25/03/2026) tadi.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lokasi tersebut telah mencapai 100 persen tanpa adanya izin maupun cuti tambahan. Terlebih, OPD yang dikunjungi tersebut memang merupakan instansi pelayanan publik.</p>



<p>&#8220;Dari daftar hadir semua hadir 100 persen, tidak ada yang izin dan memang tidak diberikan cuti tambahan karena memang di sini adalah dinas pelayanan,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam Sidak tersebut, dirinya memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat telah kembali berjalan normal. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 452 pengunjung telah memanfaatkan layanan di MPP.</p>



<p>“Ini kita di MPP melihat pelayanan kepada masyarakat. Sampai siang tadi sudah ada 452 pengunjung,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk jumlah pengunjung tersebut, menurutnya memang masih sekitar setengah dari hari normal yang biasanya mencapai 1.000 orang per hari. Hal ini, diduga karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa layanan telah kembali dibuka pasca libur Lebaran.</p>



<p>“Dengan jumlah separuh saja, pelayanan justru lebih cepat karena antrean tidak terlalu panjang, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, mayoritas pengunjung didominasi layanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta layanan dari BPJS Kesehatan. Untuk di Disdukcapil, masyarakat banyak mengurus pembuatan maupun pembaruan KTP. Sementara, di BPJS Kesehatan, layanan didominasi oleh pengaktifan kembali kepesertaan yang sempat nonaktif.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, memang di hari pertama ini dari Disnaker PMPTSP dengan beberapa OPD-OPD yang ada di sini sudah siap melayani masyarakat Kota Malang,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, usai dari MPP, Wahyu melanjutkan sidak ke sejumlah OPD lain, termasuk kantor kecamatan dan kelurahan, guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Besar ASN Pemkab Kediri Pasca Libur Lebaran, Momentum Kebangkitan Semangat Pelayanan</title>
		<link>https://memontum.com/apel-besar-asn-pemkab-kediri-pasca-libur-lebaran-momentum-kebangkitan-semangat-pelayanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 07:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (25/03/2026) tadi. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, menekankan bahwa apel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (25/03/2026) tadi.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, menekankan bahwa apel tersebut menjadi momentum kebangkitan semangat kerja pasca Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus refleksi dalam memperingati usia Kabupaten Kediri yang ke-1222 tahun. “Ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan lamanya waktu di kantor. Melainkan, sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Wabup membacakan sambutan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa pasca libur panjang, masyarakat membutuhkan pelayanan yang sigap dan optimal. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan hingga perizinan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta bisa langsung bekerja maksimal tanpa penyesuaian yang berlarut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diungkapkan pula, sejumlah isu strategis daerah, diantaranya penanganan kemiskinan yang masih berada di angka 9,81 persen serta upaya penurunan stunting. Kedua hal tersebut, membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.</p>



<p>Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi layanan yang kurang optimal, khususnya di fasilitas kesehatan.</p>



<p>Sebagaimana tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, yaitu &#8216;Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya&#8217;, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai budaya, serta diperkuat oleh persatuan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.</p>



<p>Mbak Dewi-sapaan Wabup Kediri, menegaskan bahwa apel ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru, serta penguatan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik. “Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” paparnya. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231243</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
