<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>legenda &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/legenda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 07:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>legenda &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Sampaikan Duka atas Meninggalnya Legenda Sepak Bola Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-sampaikan-duka-atas-meninggalnya-legenda-sepak-bola-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalnya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian legenda sepak bola Malang Raya sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, yang meninggal usai mengalami serangan jantung di Stadion Gajayana, Minggu (18/01/2026) sore kemarin. &#8220;Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Malang turut berduka cita. Almarhum juga sudah memberikan nama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian legenda sepak bola Malang Raya sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, yang meninggal usai mengalami serangan jantung di Stadion Gajayana, Minggu (18/01/2026) sore kemarin.</p>



<p>&#8220;Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Malang turut berduka cita. Almarhum juga sudah memberikan nama di dunia persepakbolaan. Beliau juga pernah di Persema, di Arema dan juga membawa harum Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (19/01/2026) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga mengaku, bahwa dirinya mengenal dekat almarhum sejak aktif di Arema FC dan kerap bertanding di Stadion Kanjuruhan. Menurutnya, Kuncoro merupakan figur yang memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Malang Raya.</p>



<p>&#8220;Ini juga sudah jalannya seperti itu, ya. Kita kan tidak bisa berbuat apa-apa. Saya juga hanya bisa berdoa agar almarhum husnul khatimah,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai bentuk penghormatan, Wali Kota Wahyu memastikan akan bertakziah ke rumah duka. Dirinya menilai, almarhum Kuncoro layak disebut sebagai legenda, tidak hanya bagi Arema FC, tetapi juga Persema dan masyarakat sepak bola Malang secara luas.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga meminta Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk melakukan pengecekan Stadion Gajayana Kota Malang. Pasalnya, almarhum wafat saat mengikuti laga charity bersama para legenda sepak bola Malang.</p>



<p>&#8220;Saat kejadian, stadion tengah digunakan untuk kegiatan komunitas dalam rangka perayaan 100 tahun Stadion Gajayana,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan Kuncoro wafat setelah mengalami serangan jantung di pinggir lapangan sepak bola. Sore itu, Kuncoro tampak antusias mengikuti Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana. Bahkan, almarhum juga turun bermain di babak pertama bersama para legenda sepak bola Malang seperti Siswantoro, Hermawan, Doni Suherman dan sejumlah mantan pemain lainnya.</p>



<p>&#8220;Usai menyelesaikan babak pertama, Kuncoro beristirahat di bangku cadangan. Namun, tak lama berselang dia mendadak kolaps dan tidak sadarkan diri. Pertandingan langsung dihentikan, sementara tim medis memberikan pertolongan pertama sebelum Kuncoro dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sayangnya, nyawanya tak tertolong,&#8221; imbuh Yusrinal. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Satu Abad Stadion Gajayana, Pemain Legenda Bola Malang dan Surabaya Siap Merumput</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-satu-abad-stadion-gajayana-pemain-legenda-bola-malang-dan-surabaya-siap-merumput</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merumput]]></category>
		<category><![CDATA[pemain]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208567</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mengenang satu abad Stadion Gajayana Malang, para pemain legenda sepak bola Indonesia bersiap kembali merumput, pada Mei 2024 mendatang. Rencana ini, tentunya menjadi momen besar dunia sepak bola Malang dan tanah air. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa di momen tersebut nantinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mengenang satu abad Stadion Gajayana Malang, para pemain legenda sepak bola Indonesia bersiap kembali merumput, pada Mei 2024 mendatang. Rencana ini, tentunya menjadi momen besar dunia sepak bola Malang dan tanah air.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa di momen tersebut nantinya akan ada pertandingan persahabatan, persaudaraan atau silaturahmi antara Malang Legends dan Surabaya Legend. Dalam persiapannya sendiri, pun sudah dilakukan dengan matang.</p>



<p>“Persiapannya sudah diawali dengan koordinasi yang dilakukan oleh Bakorwil, kemudian silaturahmi panitia ke Pak Pj Gubernur Jawa Timur dan Forkopimda Provinsi Jawa Timur sudah dilakukan. Kemarin lusa, kalau tidak salah sudah ada pertandingan awal di Stadion Gelora 10 November. Nanti di 19 Mei dilanjut pertandingan persahabatan juga di Stadion Gajayana ini,” jelas Baihaqi, Sabtu (20/04/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika selain memperingati Satu Abad Stadion Gajayana Malang, acara tersebut dilaksanakan dalam rangka merayakan beberapa peristiwa bersejarah, seperti Hari Kebangkitan Nasional 2024, Hari Jadi ke 79 Provinsi Jawa Timur, Hari Ulang Tahun (HUT) ke 731 Kota Surabaya dan HUT ke 110 Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Nanti acaranya di Stadion Gajayana Malang pada Minggu (19/05/2024) pukul 15.00-17.00 WIB. Para pemain yang akan berpartisipasi dalam pertandingan ini tentu figur-figur legendaris yang pernah menghiasi panggung sepak bola, baik di Malang Raya maupun di Surabaya,” katanya.</p>



<p>Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur lapangan juga menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, Baihaqi menegaskan bahwa stadion telah siap untuk menyambut kedatangan para legenda.</p>



<p>“Secara infrastruktur kita tidak ada masalah. Itu kan hanya pertandingan persahabatan, jadi stadion kita masih layak untuk digunakan pertandingan. Apalagi kalau full kapasitas penonton itu bisa mencapai 25 ribu orang,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Baihaqi menyampaikan jika gelaran tersebut juga untuk memberikan kesempatan bagi penggemar sepak bola dari luar Kota Malang atau Malang Raya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Acara tersebut, menurutnya tidak hanya menjadi ajang hiburan saja, tetapi juga sebagai wujud nyata dari semangat persatuan dan kesatuan antar daerah.</p>



<p>&#8220;Ini juga free, silahkan datang. Apalagi dalam nuansa untuk terus merajut kembali persatuan, kesatuan antara Malang Raya dan Surabaya,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenang Legenda Persela, Istri Mendiang Choirul Huda Dirikan Kedai Minuman dan Mini Gallery</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-legenda-persela-istri-mendiang-choirul-huda-dirikan-kedai-minuman-dan-mini-gallery</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 May 2018 14:23:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[persela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=41876</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8212; Berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk mengenang kepergian seseorang yang meninggal dunia, seperti halnya yang dilakukan Lydia Anggraini, Istri almarhum Choirul Huda Sang Legenda Tim Persela Lamongan. Lydia Anggraini mendirikan kafe kedai minuman untuk mengenang mendiang sang suami, atas usulan dari suporter Persela Lamongan. Memanfaatkan lahan depan rumah, sang istri mendirikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8212; Berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk mengenang kepergian seseorang yang meninggal dunia, seperti halnya yang dilakukan Lydia Anggraini, Istri almarhum Choirul Huda Sang Legenda Tim Persela Lamongan. Lydia Anggraini mendirikan kafe kedai minuman untuk mengenang mendiang sang suami, atas usulan dari suporter Persela Lamongan. </p>
<p>Memanfaatkan lahan depan rumah, sang istri mendirikan kafe dengan nama kafe Rumah Kaca Food Area and Mini Gallery yang beralamat di Jl Basuki Rahmad 66 Lamongan dengan konsep kedai minuman yang bernuansa santai sekaligus pendirian galleri yang di dalamnya terdapat koleksi foto-foto almarhum Choirul Huda ketika masih berseragam Persela Lamongan serta barang-barang peninggalan almarhum</p>
<p><a href="https://memontum.com/41876-kenang-legenda-persela-istri-mendiang-choirul-huda-dirikan-kedai-minuman-dan-mini-gallery/mini-galleri-sang-legenda-sepak-bola-di-lamongan-copy" rel="attachment wp-att-41879"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-galleri-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-41879" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-galleri-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-galleri-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-galleri-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-galleri-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Saya datang kemari bersama rombongan teman-teman LA Mania dari Sukodadi, sebagai apresiasi kami terhadap almarhum karena kami bangga loyalitasnya terhadap tim Persela Lamongan selama ini yang mungkin jarang dimiliki pemain lainnya,&#8221; ungkap Faris salah seorang suporter LA Mania dari kecamatan Sukodadi dengan nada bangga terhadap almarhum, Senin (7/5/2018).</p>
<p>Faris juga menilai pendirian kafe sang kaptain ini dirasa sangat bagus disamping sebagai tempat nongkrong sekaligus untuk mengenang kiprah almarhum bersama Persela Lamongan selama ini &#8220;Semoga semangat juang sang kaptain Choirul Huda bisa menjadi motivasi bagi kemajuan tim kebanggaan warga Lamongan Persela Lamongan,&#8221; harapnya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/41876-kenang-legenda-persela-istri-mendiang-choirul-huda-dirikan-kedai-minuman-dan-mini-gallery/img_20180507_133423-copy" rel="attachment wp-att-41880"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180507_133423-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-41880" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180507_133423-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180507_133423-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180507_133423-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG_20180507_133423-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Sementara itu Lydia Anggraini, istri almarhum menjelaskan pendirian Kafe Rumah Kaca ini mulai dibuka pada Senin, 23 April 2018 yang lalu dengan tujuan untuk mengenang sosok sang kaptain tim kebanggaan warga Lamongan Persela Lamongan. Almarhum Choirul Huda sangat familiar bagi warga Lamongan khususnya para suporternya, cak Huda begitu sapaannya sepanjang kariernya hanya membela tim Persela Lamongan mulai tahun 1999 hingga wafatnya pada tanggal 15 oktober 2017. </p>
<p>&#8220;Inisiatif pendirian kafe ini juga adanya saran serta dukungan dari teman-teman suporter LA Mania agar ada tempat khusus untuk mengenang almarhum. Dengan saran itu saya dirikan kafe di depan rumah ini,&#8221; kata Lydia Anggraini ketika di temui di kafe miliknya. </p>
<p><a href="https://memontum.com/41876-kenang-legenda-persela-istri-mendiang-choirul-huda-dirikan-kedai-minuman-dan-mini-gallery/mini-gallery-sang-legenda-sepak-bola-di-lamongan-copy" rel="attachment wp-att-41881"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-gallery-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-41881" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-gallery-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-gallery-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-gallery-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Mini-gallery-Sang-Legenda-sepak-bola-di-Lamongan-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Selain meninggalkan sang istri, Choirul Huda juga meninggalkan dua orang anak yaitu Muhammad Rachul Maulana (14 tahun) dan Muhammad Rasyad Rafael Ramadhan (12 tahun). Kini kedua putra almarhum bercita-cita ingin meneruskan jejak sang ayah sebagai pemain sepak bola profesional hingga menimba ilmu di sebuah akademi sepak bola di Lamongan. </p>
<p>&#8220;Dengan kepergian almarhum, anak-anak sangat ingin seperti ayahnya bisa menjadi pemain sepak bola. Sampai-sampai sangat serius dalam mengikuti latihan di sekolah sepak bola yang mereka ikuti selama ini, saya orang tua hanya bisa mendoakan semoga bisa terwujud cita-cita anak-anak,&#8221; pungkas Lydia Anggraini istri sang kaptain Persela Lamongan almarhum Choirul Huda. <strong>(bis/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41876</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
