<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>leluhur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/leluhur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 09:04:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>leluhur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hormati Leluhur, Masyarakat Suku Tengger Gelar Tradisi Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/hormati-leluhur-masyarakat-suku-tengger-gelar-tradisi-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka. Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka.</p>



<p>Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 ini. Momen ini, menjadi ajang penting bagi warga masyarakat Tengger untuk mempererat hubungan spiritual dengan leluhur mereka.</p>



<p>Pj Kepala Desa Ranupani, Bambang Sugianto, mengatakan bahwa pelaksanaan tradisi Nyadran adalah bagian tidak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Karo. &#8220;Tradisi Nyadran ini digelar pada puncak atau penutupan Hari Raya Karo 2024,&#8221; katanya, Minggu (08/09/2024) tadi.</p>



<p>Masyarakat Desa Ranupani, tambahnya, berpartisipasi dengan penuh antusias dalam prosesi ini, dalam rangka menjaga semangat gotong royong dan kekompakan antar warga.</p>



<p>Sementara pelaksanaan Upacara Nyadran, dipimpin oleh dukun adat setempat, yaitu Romo Dukun Kariyoleh, Ngato dan Suwarno. Mereka adalah figur penting dalam masyarakat Suku Tengger, yang memegang peranan sebagai penjaga tradisi dan penghubung spiritual antara warga dan leluhur mereka.</p>



<p>Dalam prosesi ini, para dukun adat memanjatkan doa-doa khusus untuk memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh anggota komunitas. Tradisi Nyadran sendiri, dimulai dengan warga berbondong-bondong menuju makam leluhur mereka, dengan membawa bunga dan sesajen. Mereka berjalan kaki ke area pemakaman, yang menjadi tempat peristirahatan para pendahulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setibanya di makam, mereka melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terhadap para leluhur, sekaligus sebagai wujud syukur atas kehidupan yang mereka jalani. Prosesi tabur bunga ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan manifestasi dari keyakinan kuat masyarakat Suku Tengger akan pentingnya menghormati leluhur. Mereka percaya, bahwa roh-roh leluhur berperan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan keluarga dan desa.</p>



<p>Dengan memanjatkan doa di makam leluhur, mereka berharap mendapatkan restu dan perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain aspek spiritual, Nyadran juga memiliki nilai sosial yang sangat penting bagi Suku Tengger. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antar warga, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan antar generasi.</p>



<p>Anak-anak dan remaja diajak untuk ikut serta dalam prosesi ini, belajar tentang pentingnya menghormati tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.</p>



<p>Kegiatan Nyadran ini, juga menjadi sarana bagi Suku Tengger untuk menjaga keberlanjutan tradisi mereka. Meski zaman terus berkembang, masyarakat Tengger tetap teguh memelihara warisan budaya mereka. Nilai-nilai seperti rasa syukur, penghormatan kepada leluhur dan kebersamaan terus ditanamkan dalam setiap generasi, sehingga tradisi ini tetap lestari.</p>



<p>Bagi Suku Tengger, tradisi Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi cerminan dari identitas mereka sebagai masyarakat yang menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial. Dengan semaraknya acara Nyadran, mereka menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.</p>



<p>Warisan leluhur yang terwujud dalam tradisi Nyadran di Desa Ranupani ini menjadi simbol keteguhan hati masyarakat Suku Tengger dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Di mana, mereka tetap kokoh mempertahankan identitas budaya mereka, mewariskan kearifan yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Jadi Ke-400, Bupati Sampang Ziarah Makam Leluhur</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-jadi-ke-400-bupati-sampang-ziarah-makam-leluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Dec 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ke-400,]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204395</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Bupati dan Wakil Bupati Sampang, H Slamet Junaidi bersama H Abdullah Hidayat, melakukan ziarah ke makam leluhur Rato Ebu di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Sabtu (23/12/2023) tadi. Ziarah kubur itu digelar, dalam rangka memperingati Hari Jadi Sampang ke 400, yang tepat pada 23 Desember 2023. Momen itu, sebagai bentuk kecintaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sampang</strong> &#8211; Bupati dan Wakil Bupati Sampang, H Slamet Junaidi bersama H Abdullah Hidayat, melakukan ziarah ke makam leluhur Rato Ebu di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Sabtu (23/12/2023) tadi. Ziarah kubur itu digelar, dalam rangka memperingati Hari Jadi Sampang ke 400, yang tepat pada 23 Desember 2023.</p>



<p>Momen itu, sebagai bentuk kecintaan dan mengenang jasa para tokoh pejuang terdahulu. Sementara dalam pelaksanaan itu, turut hadir Sekretaris Daerah, H Yuliadi Setiawan, TP PKK Sampang, Hj Mimin Slamet Junaidi, Wakil Ketua TP PKK Sampang, Hj Vanny Abdullah Hidayat, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, tokoh agama dan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sampang ke 400, semangat yang baru kami wujudkan melalui visi Sampang Hebat Bermartabat,&#8221; kata Bupati Sampang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya menyampaikan, bahwa ziarah kubur di Makam Rato Ebu merupakan kewajiban sebagai generasi penerus. Tentunya, melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan cara terus membangun seluruh sektor dan menciptakan kondusifitas wilayah Sampang hebat bermartabat.</p>



<p>&#8220;Mengharap keberkahan para leluhur pendiri Kabupaten Sampang, lebih maju. Sebagai generasi penerus, harus melanjutkan keinginan para pendiri daerah, yakni melakukan perubahan, membangun seluruh sektor dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan ziarah kubur sendiri, diawali dengan pembacaan tahlil dan membacakan lantunan sholawat bersama guna mendapatkan syafaat untuk Kabupaten Sampang. &#8220;Semoga apa yang telah kami perbuat dapat memberikan kenangan untuk segenap masyarakat Sampang. Terlebih, pembangunan yang telah diwujudkan bisa bermanfaat” paparnya. <strong>(raf/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Jambore Batik 2023, Bupati Jember dan Wagub Jatim Ingatkan Warisan Leluhur Kelas Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/buka-jambore-batik-2023-bupati-jember-dan-wagub-jatim-ingatkan-warisan-leluhur-kelas-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Jambore]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194531</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, membuka Jambore Batik 2023 di Wisata Puncak Rembangan, Jumat (28/07/2023) sore. Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak, sejumlah pimpinan OPD Jember, camat hingga para pembatik se Jawa Timur. Dalam sambutannya, bupati mengajak agar setiap pembatik untuk bisa mengeksplore Kabupaten Jember. &#8220;Silahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, membuka Jambore Batik 2023 di Wisata Puncak Rembangan, Jumat (28/07/2023) sore. Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak, sejumlah pimpinan OPD Jember, camat hingga para pembatik se Jawa Timur.</p>



<p>Dalam sambutannya, bupati mengajak agar setiap pembatik untuk bisa mengeksplore Kabupaten Jember. &#8220;Silahkan berkeliling, karena ada wisata juga yang bisa dinikmati. Semua wisata di Jatim memang luar biasa. Tapi, berikan saran untuk wisata di Jember, agar lebih bagus lagi,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p>Lebih lanjut bupati menambahkan, bahwa Jambore Batik Ke-3 ini menjadi semangat Pemerintah Kabupaten Jember, untuk lebih siap melayani perhelatan Jambore Ke-4. &#8220;Kami siap jika Jambore Batik Ke-4, akan kembali dilaksanakan di Jember,&#8221; tegas Bupati Hendy.</p>



<p>Dirinya pun menjelaskan, bahwa pihaknya juga sangat peduli dengan batik yang sudah merupakan bagian budaya di Indonesia. &#8220;Kami ini sangat care dengan batik, karena itu merupakan kearifan lokal yang merupakan kekuatan budaya untuk anak cucu kita. Jadi, Parade Batik 2023 merupakan kesempatan yang tepat untuk mengawal. Jadi, harus serius agar batik bisa bertahan,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Jambore Batik sendiri, ujarnya, di samping untuk mendongkrak ekonomi juga sebagai bentuk untuk mengenalkan budaya. &#8220;Kalau lupa dengan budaya, akan menjadi masalah besar. Semoga kegiatan hari ini, menjadi kegiatan yang berkah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Wagub Jatim menambahkan bahwa pihaknya sangat senang lantaran dapat hadir dalam Jambore Batik. Belum lagi, dirinya juga sangat terkesan dengan kepedulian Bupati Hendy.</p>



<p>&#8220;Bupati Hendy ini ngopeni Jember tenanan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Wagub juga mengomentari, bahwa batik ini merupakan warisan nenek luhur yang bisa memegang kelas dunia. &#8220;Oleh karena itu, kita perlu bangga. Motif dan corak yang ada di sini merupakan kreativitas yang sangat beragam. Ke depan, mari kita lebih optimis lagi. Pengrajin batik jangan ragu menggenjot produksi dan kreasinya. Ekonomi kita akan terus pulih. Kalau ekonomi pulih, masyarakat bakal lebih makmur,&#8221; urainya.<strong> (kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194531</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
