<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lengkapi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lengkapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 10:06:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lengkapi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diikuti 1400 Peserta, Sport Tourism GenRun Lengkapi Event Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/diikuti-1400-peserta-sport-tourism-genrun-lengkapi-event-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[diikuti]]></category>
		<category><![CDATA[genrun]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229405</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, melepas secara langsung ribuan peserta event sport tourism &#8216;GenRun&#8217;, dari garis start di area RTH Kecamatan Genteng, Minggu (11/01/2026) tadi. Kompetisi lari yang digelar oleh komunitas lari Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, ini diikuti sekitar 1400 peserta. Yang menarik, selain peserta dari Banyuwangi, gelaran itu juga diikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, melepas secara langsung ribuan peserta event sport tourism &#8216;GenRun&#8217;, dari garis start di area RTH Kecamatan Genteng, Minggu (11/01/2026) tadi. Kompetisi lari yang digelar oleh komunitas lari Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, ini diikuti sekitar 1400 peserta.</p>



<p>Yang menarik, selain peserta dari Banyuwangi, gelaran itu juga diikuti dari Surabaya, Jember, Situbondo dan Bondowoso. “Event ini sangat keren, karena digagas oleh para pecinta olah raga dari komunitas lari lokal. Event ini semakin melengkapi berbagai event sport tourism yang digelar oleh pemkab,” kata Sekda Guntur.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa saat ini lari sudah menjadi budaya masyarakat, khususnya anak-anak muda. Dirinya berharap, dari para penghobi event lari nantinya akan lahir bibit-bibit pelari daerah yang berprestasi. Terlebih, Banyuwangi selama ini memiliki sejumlah event lari yang dikemas dalam berbagai agenda sport tourism, seperti Event Duathlon, Night Run hingga Ijen Trail Run.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Semoga ke depan dari para pelari culture ini akan tumbuh bibit-bibit atlet pelari daerah yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Terima kasih kepada panitia yang telah ikut menyemarakkan event sporttourism daerah,” ujar Sekda.</p>



<p>Ditambahkan Ketua Panitia Event GenRun, Yetty Rea, bahwa event ini digelar pertama kalinya oleh Komunitas Genteng Running, atau komunitas lari yang ada di Kecamatan Genteng. Komunitas yang telah berdiri 1 tahun ini, sebelumnya rutin melakukan latihan lari bersama setiap hari.</p>



<p>“Kami ingin memeriahkan event sport tourism daerah. Animo pesertanya luar biasa, yang terdaftar dan menjadi peserta sebanyak 1400 orang dari Banyuwangi dan berbagai wilayah seperti Surabaya, Jember, Situbondo dan Bondowoso,” terangnya.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa ada dua kategori yang diikutkan, yaitu umum dan pelajar. Keduanya, menempuh jarak 6 km dengan start dan finish di RTH Kecamatan Genteng.</p>



<p>“Kami proyeksikan ke depan, event ini akan menjadi agenda rutin yang digelar tiap tahun,” imbuhnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229405</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Posko Bencana Mulai Aktif, BPBD Kota Malang Lengkapi Peralatan Kebencanaan di Tiap Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-posko-bencana-mulai-aktif-bpbd-kota-malang-lengkapi-peralatan-kebencanaan-di-tiap-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktif]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kebencanaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228676</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi. Yang mana, di tiap kecamatan mulai dibekali perlengkapan dasar penanganan darurat, mulai dari tenda, pompa air, perahu karet hingga dapur umum. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi. Yang mana, di tiap kecamatan mulai dibekali perlengkapan dasar penanganan darurat, mulai dari tenda, pompa air, perahu karet hingga dapur umum.</p>



<p>Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, Jumat (12/12/2025) tadi. Menurutnya, sebelumnya setiap kecamatan juga telah dilengkapi motor roda tiga untuk mobilitas di gang sempit, serta perahu karet sebagai dukungan evakuasi.</p>



<p>&#8220;Jadi di setiap kecamatan sudah lengkap. Mulai dari pompa, senter sensor, perahu karet, tenda, helm, pelampung, hingga dapur umum semuanya sudah ada,&#8221; ujar Prayitno.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa untuk posko utama, saat ini BPBD mengoperasikan tiga titik, yakni di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan Kedungkandang. Dua kecamatan lain, yakni Sukun dan Klojen, diarahkan untuk bersiaga.</p>



<p>Tidak hanya itu, BPBD juga sudah menyiapkan skenario terburuk jika hujan ekstrem kembali terjadi. Pada beberapa titik rawan banjir, potensi genangan bisa mencapai dua meter selama sekitar lima jam.</p>



<p>&#8220;Posko ini kami jalankan hingga 31 Desember dan personel akan saling mendukung dengan tim di pos pengamanan Nataru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk SDM di tiap kecamatan juga telah diperkuat oleh empat personel relawan per sif, ditambah Linmas, TNI, Polri dan PMI yang siap diterjunkan sewaktu-waktu. &#8220;Kalau ada kejadian, bukan hanya petugas posko yang turun, tapi seluruh jaringan relawan di kelurahan dan kecamatan juga bergerak,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Khas Banyuwangi dari Warung Rakyat Lengkapi Festival Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-khas-banyuwangi-dari-warung-rakyat-lengkapi-festival-diaspora-di-pendopo-shaba-swagata-blambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[blambangan]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[swagata]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan. Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan.</p>



<p>Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, Pecel Pitik, Rujak Soto, Nasi Tempong hingga Es Krai (semacam buah blewah). Tak ayal, suguhan itupun menjadi pelepas kangen Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Ada Sate Perliman, kangen juga rasanya. Tadi sempat menikmati Lontong Jangan, yang sudah lama tidak kita makan,&#8221; ujar Diaspora yang tinggal di Palembang, Suroso.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan peran serta para Diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. Dirinya berharap, dengan pertemuan para Diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa sejumlah hidangan yang disuguhkan kepada perantau ini melibatkan warung rakyat yang cukup dikenal di masyarakat. Harapannya, selain untuk mengobati rindu para perantau akan kuliner khas Banyuwangi, juga untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro.</p>



<p>&#8220;Selain tombo kangen, semoga dengan kami libatkan di acara Diaspora juga berdampak ekonomi pada UMKM kuliner. Sekaligus mempromosikan usaha mereka ke para pemudik,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, turut hadir para Diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan, banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik.</p>



<p>Sementara itu, sejumlah pemilik warung mengaku senang dengan dilibatkan dalam acara ini. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan usahanya lebih luas.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu usaha kami bisa dipromosikan para Diaspora yang hadir ke teman-teman atau kerabatnya kalau pas ke Banyuwangi,&#8221; kata pemilik warung Lontong Jangan, Nanik. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Layanan Kesehatan, RSUD dr Haryoto Lumajang Lengkapi Alkes melalui DBHCHT</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-layanan-kesehatan-rsud-dr-haryoto-lumajang-lengkapi-alkes-melalui-dbhcht</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[haryoto]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217098</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peningkatan layanan kepada pasien terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pembelian alat kesehatan (Alkes), dengan menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) di RSUD dr Haryoto Lumajang, Nora Indrawati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peningkatan layanan kepada pasien terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pembelian alat kesehatan (Alkes), dengan menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024.</p>



<p>Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) di RSUD dr Haryoto Lumajang, Nora Indrawati, mengatakan bahwa alokasi DBHCHT yang diterima RSUD dr Haryoto direncanakan untuk pembelian Alkes. Hal ini ditujukan, untuk memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Bantuan dari DBHCHT tersebut akan dipergunakan untuk peningkatan layanan melalui pengadaan alat kedokteran. Seperti pelayanan bedah, jantung, layanan rawat inap dan lainnya,&#8221; kata Nora, Senin (25/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan adanya bantuan tersebut, ujar Nora, tentunya akan sangat mendukung jaminan kesehatan dan pengobatan pasien. Sehingga, akan semakin bermutu dan meningkat.</p>



<p>&#8220;Utamanya, demi pemenuhan standar pelayanan kesehatan secara optimal. Maka dari itu, untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui upaya kuratif dan rehabilitatif,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di samping itu, pihaknya juga akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lumajang. &#8220;Kami akan terus mengoptimalkan anggaran DBHCHT setiap tahunnya, termasuk di tahun 2024. Tentunya, kami fokuskan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217098</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jazz Gunung Ijen bersama Musisi Indra Lesmana Lengkapi Semarak Kemerdekaan RI di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/jazz-gunung-ijen-bersama-musisi-indra-lesmana-lengkapi-semarak-kemerdekaan-ri-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[semarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi konser Jazz Gunung Ijen di Taman Terakota Gandrung, Lereng Gunung Ijen, Sabtu (17/08/2024) malam. Mengusung tema &#8216;Merdekanya Jazz, Merdekanya Indonesia&#8217;, Jazz Gunung Ijen menghadirkan sederet musisi Indra Lesmana yang tampil dalam format trio, Sri Hanuraga, Elfa Zulham, Kevin Yosua, Aditya Ong Quartet, Straight &#38; Stretch feat Yuri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi konser Jazz Gunung Ijen di Taman Terakota Gandrung, Lereng Gunung Ijen, Sabtu (17/08/2024) malam. Mengusung tema &#8216;Merdekanya Jazz, Merdekanya Indonesia&#8217;, Jazz Gunung Ijen menghadirkan sederet musisi Indra Lesmana yang tampil dalam format trio, Sri Hanuraga, Elfa Zulham, Kevin Yosua, Aditya Ong Quartet, Straight &amp; Stretch feat Yuri Mahatma dan Dian Pratiwi.</p>



<p>“Jazz Gunung Ijen membuat peringatan HUT RI semakin semarak. Semoga acara musik seperti ini semakin menambah kecintaan kita terhadap negeri ini,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir dalam konser itu.</p>



<p>Bupati Ipuk mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara, yang sudah rutin menyelenggarakan di tempat wisata Banyuwangi. Selama ini, di Taman Terakota Gandrung tidak hanya menggelar konser musik, namun juga konsisten mengangkat seni budaya Banyuwangi dengan penampilan musik Meras Gandrung.</p>



<p>“Musik menjadi salah satu hal yang terus kami garap. Diantara berbagai atraksi seni dan budaya lainnya,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Managing Director Jazz Gunung Indonesia (JGI), Bagas Indyatmono, mengatakan bahwa penamaan Jazz Gunung Ijen bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia, karena secara historis musik jazz lahir dari semangat perjuangan. Jazz merupakan musik yang &#8216;bebas&#8217; karena dimainkan dengan &#8216;kebebasan&#8217;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami selenggarakan pada tanggal 17 Agustus, karena ada benang merah semangat jazz yang penuh perjuangan,&#8221; kata Bagas.</p>



<p>Jazz Gunung Ijen merupakan acara konser jazz bernuansa etnik yang diadakan di amphitheater terbuka di Gandrung Terracotta Park (TGT). TGT sendiri merupakan sebuah situs budaya yang dilengkapi dengan ratusan patung Gandrung yang mengelilinginya yang terletak di Lereng Gunung Ijen pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Dalam konser yang digelar siang hingga malam itu, musisi Indra Lesmana membawakan lagu-lagu jazz swing dari album Rumah Ketujuh miliknya yang menurutnya bisa dinikmati oleh para pemula yang baru mengenal musik jazz.</p>



<p>Musisi yang sudah berkarier sejak tahun 1976 ini mengaku cukup antusias tampil di Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Saya senang sekali bisa kembali ke Banyuwangi, terakhir kali saya datang ke sini pada tahun 2019,&#8221; kata Indra.</p>



<p>Berbagai lagu unggulannya dibawakan Indra, seperti Joy Joy Joy, Cerita Lalu, Bulan di Atas Asia, dan lagu lainnya. Ia pun sempat memainkan lagu bernuansa nasional Rayuan Pulau Kelapa dengan alunan musik jazz yang indah. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tambah RTH di Simpang Gajahmada, DLH Kota Malang Bakal Lengkapi dengan Monumen Bola</title>
		<link>https://memontum.com/tambah-rth-di-simpang-gajahmada-dlh-kota-malang-bakal-lengkapi-dengan-monumen-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212490</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut nantinya tidak hanya memperindah saja, akan tetapi juga mencerminkan identitas Kota Malang sebagai kota olahraga. Karena akan dilengkapi dengan monumen bola.</p>



<p>“Jadi di simpang Jalan Gajahmada akan ada taman berbentuk segitiga yang ditanami berbagai jenis tanaman. Di tengah taman, akan ada monumen bola dengan dikeliling pagar berkonsep kolonial atau heritage,” ujar Laode, saat dihubungi Memontum.com, Kamis (01/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika pagar berkonsep kolonial tersebut akan semakin menguatkan karakter heritage Kota Malang. Pagar tersebut akan mengitari taman yang seluas 36,61 meter persegi dan monumen bola dengan lebar sekitar dua meter, serta tinggi 2,48 meter.</p>



<p>“Pengerjaannya sudah dimulai awal Juli dan diprediksi selesai akhir Agustus. Harapannya dengan adanya monumen yang kita bangun ini dapat menambah keindahan Kota Malang dan mengingatkan pada identitas kota yang terkenal dengan klub sepak bolanya, Arema,” jelasnya.</p>



<p>Diakhir, Laode juga mengatakan bahwa penambahan RTH tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, karena keterbatasan anggaran maka pelaksanaannya ditunda hingga tahun ini.</p>



<p>“Sebenarnya ini ikut program di tahun lalu, tapi berhubung ada sedikit perubahan, masuknya di program tahun ini,” imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212490</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Kota Ramah Difabel, Pemkot Malang Bakal Lengkapi Balai Kota dengan Lift</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-kota-ramah-difabel-pemkot-malang-bakal-lengkapi-balai-kota-dengan-lift</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212314</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wujudkan kota ramah difabel, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melengkapi fasilitas pelayanan publik khusus bagi penyandang difabel. Sesuai rencana, Gedung Balai Kota akan ditambah dengan fasilitas lift, yang rencananya akan minta dianggarkan pada 2025 mendatang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan jika bangunan Gedung Balai Kota Malang, masih belum ramah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wujudkan kota ramah difabel, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melengkapi fasilitas pelayanan publik khusus bagi penyandang difabel. Sesuai rencana, Gedung Balai Kota akan ditambah dengan fasilitas lift, yang rencananya akan minta dianggarkan pada 2025 mendatang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan jika bangunan Gedung Balai Kota Malang, masih belum ramah difabel. Sementara kondisi gedung, adalah bangunan berlantai dua dan untuk menjangkau lantai atas harus dengan cara menaiki tangga.</p>



<p>“Nanti di tahun 2025, saya minta untuk bisa dibangunkan lift. Tujuannya, supaya bisa memfasilitasi difabel dan mereka bisa melihat-lihat ke atas. Mengingat, selama inikan mereka kesulitan kalau mau naik ke Lantai II,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan adanya lift, ujarnya, diharapkan nanti seluruh tamu atau pengunjung, termasuk penyandang difabel dapat menikmati keindahan dan mengetahui sejarah Balai Kota Malang, tanpa hambatan. “Karena bangunan Gedung Balai Kota inikan sudah terbuka, tapi mereka hanya bisa melihat yang di bawah. Harapannya, mereka nanti bisa melihat lebih dekat sejarah Balai Kota Malang ini,” tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Pj Wali Kota Wahyu juga menekankan bahwa layanan ramah difabel dilakukan untuk di semua pelayanan publik dan perizinan. Di Balai Kota Malang, pun harapannya untuk kendaraan yang terparkir di area halaman depan, lebih memprioritaskan untuk penyandang difabel.</p>



<p>“Kami wajibkan untuk ada porsi difabel. Sama seperti di Balai Kota misalnya, walaupun tidak boleh parkir di area halaman depan, tetapi untuk difabel saya prioritaskan untuk parkir di situ,” tambahnya.</p>



<p>Diakhir, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa komitmen untuk mewujudkan kota ramah difabel, sejalan dengan penghargaan yang telah diterima Kota Malang, dalam hal layanan publik inklusif. Sehingga, Pemkot Malang terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212314</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rutan Situbondo Lengkapi Fasilitas Peribadatan dengan Bangun Ruang Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/rutan-situbondo-lengkapi-fasilitas-peribadatan-dengan-bangun-ruang-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[peribadatan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kantor Wilayah Jawa Timur membangun ruang gereja untuk tempat ibadah Umat Kristiani, Rabu (17/07/2024) tadi. Pembangunan ruang ibadah ini, sebagai bagian mewujudkan toleransi beragama dan bertujuan agar warga binaan lebih khusuk saat ibadah. Kepala Rutan Situbondo, Rudi Kristiawan, mengatakan bahwa rencana pembangunan ruang Gereja Elohim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kantor Wilayah Jawa Timur membangun ruang gereja untuk tempat ibadah Umat Kristiani, Rabu (17/07/2024) tadi. Pembangunan ruang ibadah ini, sebagai bagian mewujudkan toleransi beragama dan bertujuan agar warga binaan lebih khusuk saat ibadah.</p>



<p>Kepala Rutan Situbondo, Rudi Kristiawan, mengatakan bahwa rencana pembangunan ruang Gereja Elohim Rutan Situbondo, sudah berlangsung lama. Hanya saja, baru di tahun ini bisa terealisasi.</p>



<p>“Rencana pembangunan ruang gereja ini sebenarnya sudah lama. Namun, baru di tahun 2024 ini, tempat ibadah itu terealisasi,&#8221; kata Rudi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama ini, sambung Rudi, untuk kegiatan kerohanian warga binaan yang beragama Kristen, itu dilakukan di Ruang Kepala Pengaman Rutan (KPR). Itu karena, sebelumnya di dalam lingkungan Rutan belum ada gereja. Sedangkan, untuk kegiatan pembinaan kerohanian warga binaan dilakukan oleh Yayasan Maranatha Denpasar yang bekerja sama dengan Yayasan Rumah Doa Kabupaten Situbondo.</p>



<p>&#8220;Saya berharap dengan adanya ruang Gereja Elohim Rutan Situbondo ini, maka warga binaan dapat menjalankan ibadahnya secara maksimal,&#8221; ujar Rudi.</p>



<p>Rudi juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini telah dilaporkan Karutan ke Kakanwil Kemenkumham Jatim. &#8220;Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono juga memberikan apresiasi atas pembangunan ruang gereja berikut giat pembinaan kerohaniannya. Rutan Situbondo sendiri juga akan terus berupaya dan berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan pembinaan kepada WBP,&#8221; jelasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1.200 Koleksi dan Ribuan Artefak Sejak Abad 13 Lengkapi Museum Baru Banyuwangi Omahseum</title>
		<link>https://memontum.com/1-200-koleksi-dan-ribuan-artefak-sejak-abad-13-lengkapi-museum-baru-banyuwangi-omahseum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[omahseum]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13. Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13.</p>



<p>Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Museum Sedunia yang jatuh setiap 18 Mei. Museum tersebut, diinisiasi oleh seorang kolektor bernama Thomas Racharto.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meresmikan langsung Omahseum ini dan mengapresiasi inisiatif itu. Menurutnya, hal tersebut menjadi sarana edukatif dan destinasi wisata baru.</p>



<p>&#8220;Saya sangat senang atas inisiatif Pak Thomas Racharto dan keluarga. Ini dedikasi yang penting untuk wahana edukasi dan wisata sejarah bagi siapa saja yang ingin mengenal Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Minggu (19/05/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk menambahkan, bahwa pemerintah daerah siap untuk mengintegrasikan Omahseum dalam program-program promosi pariwisata di ujung Timur Jawa ini. Apalagi, letak Omahseum yang berada di jalur wisata menuju ke Ijen dan Desa Adat Osing Kemiren.</p>



<p>&#8220;Masyarakat bisa menikmati sejumlah museum. Selain di Museum Blambangan dan Museum PIGGI (Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen), juga bisa ke Omahseum,” jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Omahseum sendiri, ujarnya, merupakan inisiatif dari Thomas Racharto. Ia adalah seorang kolektor yang banyak mengoleksi benda-benda kuno sejak 1971. Setelah bergelut puluhan tahun, ia memiliki tidak kurang dari 1.200 koleksi. Ribuan artefak Blambangan kuno seperti lingga, kendi, manik-manik, kitab kuno, keris, pedang, sampai fosil-fosil tersaji di Omahseum. Salah satunya yang menarik, adalah naskah kuno Lontar Sritanjung.</p>



<p>&#8220;Ini akan diajukan oleh Perpustakaan Daeran sebagai IKON (Ingatan Kolektif Nasional) ke Perpustakaan Nasional,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lontar Sritanjung sendiri merupakan naskah yang diyakini sebagai legenda asal usul nama Banyuwangi. Naskah ini merupakan koleksi langka dan memiliki arti penting bagi sejarah dan kepercayaan masyarakat Blambangan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209571</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
