<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lereng &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lereng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 11:45:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lereng &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>TNBTS Kini Miliki 309 Spesies Anggrek, Dua Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru</link>
					<comments>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[spesies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru.</p>



<p>Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal dari hasil patroli kawasan yang dilakukan petugas pada awal Januari 2026 lalu. “Dua anggrek yang ditemukan merupakan catatan baru di TNBTS karena sebelumnya belum pernah terdata,” ujar Toni, Sabtu (28/03/2026) tadi.</p>



<p>Dua spesies yang berhasil diidentifikasi itu, yakni Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis. Keduanya, ditemukan tumbuh pada habitat hutan yang teduh, memiliki lapisan humus tebal, serta kondisi tanah lembap pada ketinggian 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Spesies Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan sepanjang 15–25 sentimeter, dengan dua hingga empat kuntum bunga. Kelopaknya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar, sedangkan mahkotanya berwarna putih semu kekuningan.</p>



<p>Sedangkan Gastrodia biruensis, memiliki perbungaan lebih panjang, yakni 18–32 sentimeter dengan tiga sampai lima kuntum bunga. Kelopak bunga berwarna coklat kekuningan bertekstur halus, dengan mahkota berwarna putih dan oranye.</p>



<p>&#8220;Hingga kini, kedua spesies tersebut belum memiliki nama lokal resmi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa kedua anggrek tersebut termasuk tanaman mycoheterotrophic, yakni jenis tumbuhan yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kondisi habitat alami serta hubungan dengan jamur tanah. Karena sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya, Balai Besar TNBTS terus melakukan pemetaan populasi serta pemantauan lokasi lain saat musim berbunga.</p>



<p>“Upaya konservasi habitat menjadi langkah utama agar keberlanjutan spesies anggrek di TNBTS tetap terjaga,” imbuh Toni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba</link>
					<comments>https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Argopuro]]></category>
		<category><![CDATA[healing]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231032</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah mempersiapkan destinasi wisata untuk healing libur Lebaran 2026. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan bahwa sisi utara Jember saat ini sedang cantik-cantiknya untuk dikunjungi. Bagi para pecinta wisata alam dengan udara segar dan pemandangan hijau, Lereng Gunung Argopuro adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah mempersiapkan destinasi wisata untuk healing libur Lebaran 2026. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan bahwa sisi utara Jember saat ini sedang cantik-cantiknya untuk dikunjungi.</p>



<p>Bagi para pecinta wisata alam dengan udara segar dan pemandangan hijau, Lereng Gunung Argopuro adalah jawaban paling tepat. Di sini, wisatawan tidak hanya sekadar melihat pohon, tapi juga bisa belajar sejarah.</p>



<p>Di kawasan ini juga, menyimpan banyak jejak purbakala yang asik buat dikunjungi bersama keluarga atau bersama teman. &#8220;Alam kita luar biasa lengkap. Di lereng Argopuro, selain wisata alam, ada sensasi kebun teh di Gunung Gambir yang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkemah (camping),&#8221; ujar Bobby, saat ditemui Minggu (15/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di lokasi ini, wisatawan bisa bangun pagi, lalu buka tenda dengan langsung disambut hamparan kebun teh yang berkabut. Tak ayal, membuat suasana menjadi segar.</p>



<p>Bagi wisatawan pecinta gunung dan suka dengan tantangan, Jember juga menyiapkan spot canyoneering. Aktivitas ekstrem menyusuri sungai dan air terjun, ini bisa ditemukan di wilayah Klungkung (Kecamatan Sukorambi) dan Andongrejo (Kecamatan Tempurejo). Destinasi ini, diprediksi bakal jadi primadona buat para pemburu adrenalin tahun ini.</p>



<p>Selain itu, Jember juga tetap menjaga tradisinya sebagai destinasi wisata religi. Makam tokoh besar seperti Habib Sholeh dan Mbah Shiddiq, dipastikan bakal dipadati peziarah dari berbagai penjuru kota. Jadi, mau cari ketenangan alam atau ketenangan batin, semuanya ada di sisi utara dan tengah Jember. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231032</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Lereng Gunung Raung, Banyuwangi Kembangkan Dua Jenis Kopi Langka</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[raung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon. Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon.</p>



<p>Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang di pasaran tergolong kelas premium dan memiliki nilai jual tinggi. &#8220;Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik. Tapi, Banyuwangi punya keunggulan itu,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (02/02/2026) tadi.</p>



<p>Kopi premium ini, ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton perhektar. Dari luasan tersebut, total produksi biji kopi (Green Bean) mencapai 7 ton pertahun.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan kopi tersebut kini mulai dikembangkan secara serius di Banyuwangi. Dirinya menyebut, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan Kopi Arabika berkualitas ekspor itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi. &#8220;Topografi di Kalibaru sangat ideal. Tanahnya subur, iklimnya cocok, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan berpotensi besar untuk pasar internasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan asal usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil. Begitupun dengan Kopi Yellow Bourbon, juga berasal dari Brasil. Di Indonesia, varietas ini dibawa pada masa kolonial Belanda dan dapat ditemukan di beberapa daerah dataran tinggi saja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (Flores, Bajawa).</p>



<p>Danang menyebut, ceri kopi ini dikenal karena buahnya berwarna kuning saat matang dan menawarkan rasa manis serta asam yang seimbang. Pengembangan kopi langka ini, juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi, lanjut Danang, terus mendorong penguatan budidaya, pascapanen, hingga pemasaran kopi agar mampu bersaing di pasar global. &#8220;Potensi ini akan terus kami kembangkan dengan pendampingan dan penguatan hilirisasi. Harapannya, Kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung bisa semakin dikenal dunia,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lereng Gunung Panderman Kota Batu Kobarkan Api, 55 Personel Gabungan Diterjunkan</title>
		<link>https://memontum.com/lereng-gunung-panderman-kota-batu-kobarkan-api-55-personel-gabungan-diterjunkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 08:57:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diterjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[panderman]]></category>
		<category><![CDATA[personel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Lereng Gunung Panderman, Kota Batu, mengalami kebakaran, Selasa (21/11/2023) kemarin. Akibat kobaran api yang tiba-tiba muncul itu, sebanyak 55 personel gabungan dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan titik lokasi terparah yang mengalami kebakaran yaitu di sisi selatan Gunung Panderman. Tepatnya di petak 227 RPH Oro-oro [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Lereng Gunung Panderman, Kota Batu, mengalami kebakaran, Selasa (21/11/2023) kemarin. Akibat kobaran api yang tiba-tiba muncul itu, sebanyak 55 personel gabungan dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan titik lokasi terparah yang mengalami kebakaran yaitu di sisi selatan Gunung Panderman. Tepatnya di petak 227 RPH Oro-oro Ombo. Di mana, lokasi ini bukan jalur pendakian.</p>



<p>&#8220;Saat ini untuk memadamkan kebakaran di lereng Gunung Panderman, dikerahkan 55 personel gabungan. Mereka terbagi, yaitu di Pos 1 Jalibar, Desa Oro-oro Ombo sebanyak 35 personel. Dan, Pos 2 pendakian, Desa Pesanggrahan sebanyak 20 personel,&#8221; terang Agung, Rabu (22/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Agung menambahkan, luas area terbakar sekitar 3,5 hektar. Bahkan, akibat terjadinya kebakaran tersebut diketahui lebih kurang 200 ekor kawanan monyet sempat berlarian pindah lokasi.</p>



<p>Hingga hari ini, ujarnya, masih ada titik api yang belum dipadamkan. Ini disebabkan, area yang terbakar berada di medan yang terjal dengan kemiringan 45 derajat hingga sulit dijangkau.</p>



<p>&#8220;Memang hari ini belum padam. Tetapi, kami berupaya memadamkan api dengan cara manual. Untuk itu, kita berharap hujan untuk membantu memadamkan. Karena, sangat besar biayanya bila memadamkan menggunakan helikopter,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202044</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhkan Spot Venue Olah Raga Downhill, Panderman Gravity Park Optimalkan Lereng Panderman</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-spot-venue-olah-raga-downhill-panderman-gravity-park-optimalkan-lereng-panderman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[downhill,]]></category>
		<category><![CDATA[gravity]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[panderman]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200682</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Wisata alam Panderman Gravity Park di lereng Gunung Panderman, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu, resmi dibuka, Senin (30/10/2023) tadi. Memanfaatkan lahan seluas sekitar 64 hektar, wisata ini sangat menarik dan cocok untuk spot venue olah raga downhill. Pengelolaan wisata ini, dikelola oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mayangsari. Pj [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Wisata alam Panderman Gravity Park di lereng Gunung Panderman, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu, resmi dibuka, Senin (30/10/2023) tadi. Memanfaatkan lahan seluas sekitar 64 hektar, wisata ini sangat menarik dan cocok untuk spot venue olah raga downhill. Pengelolaan wisata ini, dikelola oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mayangsari.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, melalui Asisten III Pemkot Batu, Abdillah Al Kaff, menyampaikan bahwa Panderman Gravity Park berada di ujung desa tepat di kawasan Lereng Gunung Panderman dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. &#8220;Hari ini, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu telah memiliki wisata alam Panderman Gravity Park. Dimana, dikelola oleh pemerintah desa melalui BUMDes,&#8221; terangnya, saat berada di Panderman Gravity Park, Senin (30/10/2023) tadi.</p>



<p>Dengan dibukanya wisata alam tersebut, ujarnya, diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Bahkan, pemerintah desa juga mampu membuka peluang kerja sama dengan banyak pihak untuk kemajuan desa.</p>



<p>&#8220;Jadi, melalui Program Desa Berdaya, diharapkan Desa Pesanggrahan yang memiliki tempat wisata baru ini mampu meningkatkan pendapatan asli desa. Tentunya, tempat wisata Pesanggrahan Gravity Park ini juga menjadi sumber pendapatan desa,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, menjelaskan bahwa Pesanggrahan Gravity Park memiliki konsep sport tourism olah raga downhill. &#8220;Yang pasti, dibukanya wisata alam baru ini bertujuan untuk merambah perekonomian. Apalagi, bagi pendaki yang biasanya naik ke puncak, kita tawarkan kemping ground di Panderman Gravity Park,&#8221; urainya.</p>



<p>Imam menambahkan, bahwa Panderman Gravity Park tersebut terletak di tanah kas desa (TKD) seluas 64 hektar. Dimana, area itu bekerjasama dengan pihak Perhutani. &#8220;Memang tempat wisata ini dikelola BUMDes Mayangsari milik Desa Pesanggrahan dan bekerjasama dengan Perhutani. Untuk, venue downhill trek jalur sejauh 3,6 kilometer dengan jarak tempuh perjalanan enam menit,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Tenaga Ahli Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, Dani Sutopo, mengatakan spot olah raga downhill merupakan embrio yang sangat bagus sekali untuk didorong. Sehingga, menurutnya, pemanfaatan lereng Gunung Panderman menjadi kegiatan wisata bernuansa olah raga.</p>



<p>&#8220;Jadi kami berharap, bahwa Kota Batu memiliki sirkuit downhill paling bagus yaitu Panderman Gravity Park. Harapannya setelah ini pemerintah desa mampu mengembangkan hingga berjalan lebih luas,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200682</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
