<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lesehan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lesehan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 May 2025 16:19:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lesehan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan Tumpeng Sewu Adat Kemiren, Ribuan Warga Duduk Lesehan di Kanan Kiri Jalan Lengkap Pecel Pitik</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-tumpeng-sewu-adat-kemiren-ribuan-warga-duduk-lesehan-di-kanan-kiri-jalan-lengkap-pecel-pitik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[lengkap]]></category>
		<category><![CDATA[lesehan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ribuan warga turut meramaikan pelaksanaan Tumpeng Sewu, yang digelar di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (29/05/2025) malam. Bukan hanya warga masyarakat sekitar, wisatawan juga turut datang menikmati sajian menu khas Suku Osing, etnis asli Banyuwangi. Warga dan pengunjung telah memadati kanan-kiri jalan raya sejak sebelum Magrib. Mereka duduk lesehan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ribuan warga turut meramaikan pelaksanaan Tumpeng Sewu, yang digelar di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (29/05/2025) malam. Bukan hanya warga masyarakat sekitar, wisatawan juga turut datang menikmati sajian menu khas Suku Osing, etnis asli Banyuwangi.</p>



<p>Warga dan pengunjung telah memadati kanan-kiri jalan raya sejak sebelum Magrib. Mereka duduk lesehan di pinggir jalan, dengan hidangan lengkap yang siap disantap.</p>



<p>Selepas Magrib, festival dimulai dengan pertunjukan Barong Kemiren. Diiringi lantunan musik khas dan pembawa obor, dua barong masing-masing berjalan dari ujung lokasi Festival menuju ke Kantor Desa, pusat arena pagelaran.</p>



<p>Di sela pertunjukan itu, para pembawa obor menyalakan tiap-tiap obor yang berjajar di kanan-kiri jalan. Usainya pertunjukan, menjadi pertanda bagi warga untuk mulai menyantap menu Tumpeng Sewu yang telah tersedia di lesehan masing-masing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Warga Kemiren, Mastuki, mengatakan bahwa seluruh warga Kemiren menyiapkan makanan besar setiap pelaksanaan Tumpeng Sewu. Salah satu menu yang wajib ada dalam hidangan ada Pecel Pitik.</p>



<p>Pecel Pitik adalah lauk yang berbahan utama ayam kampung panggang yang dibumbui dengan kelapa parut dan beberapa jenis bahan dapur. Menu ini adalah salah satu makanan khas Suku Osing.</p>



<p>&#8220;Biasanya, satu keluarga tidak hanya menyiapkan satu tumpeng. Namun, bisa sampai tiga, empat atau lima. Karena saat Tumpeng Sewu, mereka biasanya akan mengundang kerabatnya yang berasal dari luar Kemiren,&#8221; kata Mastuki.</p>



<p>Ketua Lembaga Adat Osing Kemiren, Suhaimi, menjelaskan bahwa tradisi Tumpeng Sewu adalah budaya leluhur sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. &#8220;Dalam Tumpeng Sewu, ada beberapa tradisi yang juga digelar oleh warga, salah satunya Mepe Kasur (jemur kasus) yang dilakukan pada pagi hingga siang hari,&#8221; ujar Suhaimi.</p>



<p>Pada tengah malam, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan Mocoan Lontar Yusup semalam suntuk. Lontar Yusup merupakan naskah kuno yang bercerita tentang kehidupan Nabi Yusuf. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warung Lesehan Yogyakarta Hadir di Kepanjen dengan Super Besar dan Dilengkapi Kolam Ikan Koi</title>
		<link>https://memontum.com/warung-lesehan-yogyakarta-hadir-di-kepanjen-dengan-super-besar-dan-dilengkapi-kolam-ikan-koi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dilengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[lesehan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Warung Lesehan Yogyakarta kembangkan sayap. Setelah sukses membuka dua cabang di Kota Malang, kali ini pengembangan operasional warung lesehan nan apik ini merambah ke Cabang Jalibar Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai cabang ke tiga. Warung lesehan yang merupakan rumah makan keluarga dan berdiri sejak tahun 2000, resmi beroperasi sejak Sabtu (24/02/2024) tadi. Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Warung Lesehan Yogyakarta kembangkan sayap. Setelah sukses membuka dua cabang di Kota Malang, kali ini pengembangan operasional warung lesehan nan apik ini merambah ke Cabang Jalibar Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai cabang ke tiga.</p>



<p>Warung lesehan yang merupakan rumah makan keluarga dan berdiri sejak tahun 2000, resmi beroperasi sejak Sabtu (24/02/2024) tadi. Yang menarik, kehadirannya sekarang lebih luas dan lebih nyaman. Bahkan, dengan memanfaatkan luas area sekitar 6500 meter persegi, warung lesehan ini memiliki kapasitas hingga 1200 orang. Tak ayal, warung lesehan ini menjadi rumah makan keluarga terbesar di Kepanjen.</p>



<p>Yang tidak kalah menarik dari rumah makan ini, selain menghadirkan menu makanan tradisional, juga menghadirkan kolam ikan KOI terbesar di Kepanjen dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Sehingga, bisa menikmati menu makanan sambil berwisata.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk fasilitas sendiri, Warung Lesehan Yogyakarta menghadirkan tiga hall yang bisa dijujug. Diantaranya, seperti ruang VIP full AC dengan kapasitas 200 orang. Kemudian juga ada hall utama kapasitas 500 orang, tiga ruang meeting room dengan kapasitas peruangannya 15 hingg 20 orang, hall semi outdoor kapasitas 100 orang dan hall semi outdoor serta VIP room dilengkapi dengan set karaoke, LED TV dan sound. Termasuk, juga tersedia musala.</p>



<p>Owner Warung Lesehan Yogyakarta Kepanjen, Albertus Yonathan, mengatakan bahwa pembukaan cabang ke tiga ini sebagai bentuk suport terhadap pengembangan kawasan Ibu Kota Kepanjen. Mengingat, potensi yang ada di Ibu Kota Kabupaten Malang ini, sangatlah besar.</p>



<p>&#8220;Kita ingin jadi pioner untuk kota (ibu kota, red) yang memiliki potensi sangat besar. Kita juga ingin membantu mengoptimalkan yang ada di Kepanjen. Karenanya, Warung Lesehan Yogyakarta hadir di Jalibar Kepanjen,&#8221; kata Albertus, seusai melakukan grand opening yang turut dihadiri Owner Warung Lesehan Yogyakarta Grup, Hengky Halim, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, mitra kerja hingga Muspika.</p>



<p>Masih menurut Albertus, bahwa warung lesehan yang dihadirkan memakai konsep makanan tradisional yang bertemakan alam. Karenanya, untuk menu makanan masih sama. Walaupun, dalam waktu dekat juga akan ada menu khusus.</p>



<p>&#8220;Untuk menu andalan, itu masih tetap sama yaitu ayam goreng kremes. Namun, dalam penyajiannya ini sangat berbeda. Karena, ayam ini sebelumnya juga kita ungkep dan kuahnya juga kita pakai. Jadi, lebih crunchy,&#8221; paparnya.</p>



<p>Disampaikan Albertus, dalam pengembangan Warung Lesehan Yogyakarta, tidak hanya menjangkau masyarakat yang hendak menggelar acara. Namun, juga wisatawan yang hendak berkunjung ke Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Selain ruangan yang luas, kami juga menyediakan paket dan prasmanan. Sementara harga yang tawarkan, mulai sekitar Rp 25 ribu, seperti untuk nasi ayam. Bahkan, ada juga yang under dari harga itu. Apalagi, sekarang juga ada diskon 20 persen,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran Warung Lesehan Yogyakarta di Jalibar. Mengingat, Kepanjen tidak hanya kecamatan, tetapi juga Ibu Kota Kabupaten Malang. Dengan keberadaannya ini, tentu saja diharapkan mampu menjangkau wisatawan yang hendak menikmati wisata ke kawasan pantai di Malang Selatan.</p>



<p>&#8220;Kepanjen merupakan kawasan ibu kota Kabupaten Malang. Karenanya, tingkat investasi di sini akan terus naik seiring dengan banyaknya investor yang masuk. Sehingga, kami sebagai pemerintah kabupaten, sangat mensuport keberadaan warung lesehan ini. Semoga ini memberikan berkah, apalagi juga bisa menjembatani wisatawan yang hendak berwisata,&#8221; tegasnya.<strong> (sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206787</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
