<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lestari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lestari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 08:19:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lestari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Apresiasi Lembaga Kampung Lestari dan Sekolah Adiwiyata, Wali Kota Malang Ingatkan Kesadaran Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/apresiasi-lembaga-kampung-lestari-dan-sekolah-adiwiyata-wali-kota-malang-ingatkan-kesadaran-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228810</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada Lembaga Kampung Lestari, sekolah Adiwiyata, serta perwakilan lingkungan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, Rabu (17/12/2025) tadi. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Plh Kepala DLH Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada Lembaga Kampung Lestari, sekolah Adiwiyata, serta perwakilan lingkungan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, Rabu (17/12/2025) tadi. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa pemberian penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. “Ini untuk memberikan semangat kepada mereka yang sudah berjuang dengan kesadaran tinggi melakukan hal-hal terbaik dalam penyelamatan lingkungan. Kesadaran lingkungan ini sangat penting karena akan membuat wilayah menjadi lebih nyaman untuk ditinggali,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan sejalan dengan visi dan program prioritas Pemerintah Kota Malang, yakni Ngalam Seger dan Ngalam Rijik. Program tersebut, menekankan pentingnya kebersihan, ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta pengelolaan sampah yang baik sebagai upaya menciptakan kota yang sehat dan nyaman.</p>



<p>“Kami tidak muluk-muluk. Target kami sederhana, bagaimana RTH tersedia dengan baik, lingkungan bersih dan masyarakat sadar akan kewajibannya agar tidak terjadi banjir. Karena masih kita temui sampah dibuang tidak pada tempatnya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penghargaan lingkungan hidup tahun ini diberikan kepada sekitar 50 peserta dari berbagai kategori. Penghargaan tersebut berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>&#8220;Untuk tingkat nasional ada enam penerima, tingkat provinsi tiga dan sisanya tingkat kota. Besaran penghargaan bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta,&#8221; ungkap Raymond.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif, meliputi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta upaya penghijauan seperti penanaman tanaman buah dan tanaman pelindung. Proses penilaian melibatkan tim independen yang terdiri dari akademisi ITN dan UB, pemerhati lingkungan, kader lingkungan, serta OPD terkait.</p>



<p>&#8220;Harapannya dengan diberikan penghargaan ini dapat menjadi motivasi berkelanjutan bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup secara kolektif,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Dorong 10 RW Masuk Proklim, Targetkan Arjowinangun Capai Kelas Lestari 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-dorong-10-rw-masuk-proklim-targetkan-arjowinangun-capai-kelas-lestari-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima RW yang akan diajukan untuk Proklim Utama, diantaranya adalah di RW 02 Kelurahan Arjosari, RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun. Untuk di RW 5 Arjowinangun, disiapkan menuju kelas Lestari, level tertinggi dalam Proklim setelah kelas Pratama, Madya dan Utama.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya ada beberapa kandidat kami untuk menuju Lestari. Namun untuk prosesnya, itu tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Ini butuh waktu dan tahapan panjang. Sehingga, saat ini baru satu RW yang kami uji coba, sambil melihat progresnya karena kandidat lain juga sedang kami persiapkan. Setiap kali ada kegiatan ke kampung Proklim di RW 5 Arjowinangun, antusiasmenya luar biasa,&#8221; ujar Trisan-sapaannya, Jumat (24/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa untuk naik ke kelas Lestari, sebuah wilayah harus meraih kelas Utama setelah 3 tahun, kemudian baru bisa dinaikkan ke Lestari. Dengan memiliki 10 kampung binaan. Dalam hal ini, DLH Kota Malang terus mendampingi mulai dari tahap administrasi, pengisian data daring, hingga pendokumentasian kegiatan seperti kerja bakti, pengelolaan sampah dan urban farming.</p>



<p>&#8220;Bahkan kami menyediakan tenaga untuk pengisian form onlinenya. Kemudian kami membantu mengarahkan apa yang kurang tepat, misalnya pendokumentasiannya kurang, seperti itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, DLH Kota Malang juga mendorong inovasi berjenjang melalui Kampung Bersinar (Bersih dan Asri) di tingkat kota. Kemudian, Berseri di tingkat provinsi, hingga Proklim di tingkat nasional. Saat ini, Kota Malang memiliki sekitar 25 hingga 30 RW yang sudah masuk level Proklim, dengan satu kandidat disiapkan menuju Lestari 2026.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proklim ini bukan sulapan atau lomba sesaat. Mereka bergerak bertahun-tahun, bahkan sejak 2020 sudah aktif di program Bersinar. Untuk penilaian proklim itu ada tiga indikator, ada adaptasi, mitigasi dan kelembagaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain manfaat lingkungan, program ini menurutnya juga menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat. Yakni melalui pengelolaan bank sampah, produk minuman lokal seperti bunga telang dan kerajinan berbahan daur ulang.</p>



<p>DLH berharap, Proklim menjadi gerakan sosial lintas generasi.</p>



<p>&#8220;Ini soal perubahan mindset. Kami ingin konservasi dan pengelolaan lingkungan menjadi gaya hidup warga, sejalan dengan semangat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam mendukung Proklim di Kota Malang menurutnya juga datang dari Forum CSR, perguruan tinggi, serta pelaku usaha seperti hotel yang menyalurkan bantuan. Untuk bentuk bantuannya disebutkan tidak berupa uang, melainkan fasilitasi alat, pendampingan dan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan warga.</p>



<p>&#8220;Jadi masyarakat sendiri yang cerita apa yang mereka butuhkan ke pihak CSR tersebut. Seperti, kemarin kami dihubungi oleh salah satu hotel yang kemudian pihak hotel itu kami ajak survei ke lapangan langsung, melihat sendiri dan akhirnya menyanggupi untuk memberikan CSR mereka untuk kampung Proklim,&#8221; imbuh Trisan.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk lima RW menuju Utama di tahun 2026 diantaranya RW 11 Kelurahan Merjosari, RW 06 Balearjosari, RW 01 Tunjungsekar, RW 13 Pandanwangi dan RW 06 Karangbesuki. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Wisata Kopi Jatian Kenongo, Bupati Lumajang Titip Pesan Jaga Alam Tetap Lestari</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-wisata-kopi-jatian-kenongo-bupati-lumajang-titip-pesan-jaga-alam-tetap-lestari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jatian]]></category>
		<category><![CDATA[kenongo,]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226545</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meresmikan Destinasi Wisata Kopi Jatian Kenongo (KJK) di Hutan Jati Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Minggu (05/10/2025) tadi. Dalam momen ini, Bunda Indah-sapaan bupati, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus berbasis kelestarian alam. Menurut Bunda Indah, destinasi wisata yang sukses bukan hanya ditentukan oleh fasilitas atau daya tarik manusia, tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meresmikan Destinasi Wisata Kopi Jatian Kenongo (KJK) di Hutan Jati Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Minggu (05/10/2025) tadi. Dalam momen ini, Bunda Indah-sapaan bupati, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus berbasis kelestarian alam.</p>



<p>Menurut Bunda Indah, destinasi wisata yang sukses bukan hanya ditentukan oleh fasilitas atau daya tarik manusia, tetapi oleh bagaimana alam di sekitarnya dijaga dan dihormati sebagai bagian dari pengalaman wisata yang otentik. “Kita harus sadar, pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Justru kelestarian alam itulah yang menjadi roh dari pariwisata berkelanjutan,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Wisata Kopi Jatian Kenongo, yang dikembangkan di kawasan Hutan Jati, menjadi contoh nyata pariwisata yang harmonis dengan alam. Bunda Indah menekankan, agar pengelola dan pengunjung tetap menjaga ekosistem hutan, menghindari suara musik keras, serta membatasi aktivitas yang dapat merusak flora dan fauna lokal.</p>



<p>“Hutan Jati ini bukan hanya untuk tempat rekreasi, tetapi juga rumah bagi berbagai jenis tanaman dan satwa. Menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain menekankan kelestarian, Bunda Indah juga melihat potensi ekonomi dari pariwisata alam yang dikelola secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, desa tidak hanya mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan, tetapi nilai lingkungan tetap terjaga untuk generasi berikutnya.</p>



<p>“Kalau alam rusak, wisata juga akan hilang. Itulah mengapa pembangunan harus selaras dengan ekosistem, agar desa tetap berdaya, ekonomi tumbuh dan lingkungan lestari,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>Kepala Desa Kenongo, Slamet Triono, mengaku mendukung sepenuhnya arahan tersebut. Seluruh pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga Hutan Jati tetap alami, sembari mengembangkan atraksi wisata berbasis kopi dan edukasi alam.</p>



<p>Dengan peresmian ini, Wisata Kopi Jatian Kenongo bukan sekadar destinasi baru, tetapi simbol paradigma baru pariwisata Lumajang yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat desa.</p>



<p>Bunda Indah berharap setiap desa di Lumajang mampu mengembangkan potensi lokalnya tanpa mengorbankan lingkungan. “Wisata yang maju adalah wisata yang tidak merusak bumi. Mari kita jaga alam ini, agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Usulkan Dua Tokoh Inspiratif untuk Menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional 2025</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-usulkan-dua-tokoh-inspiratif-untuk-menerima-apresiasi-kalpataru-lestari-nasional-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Kalpataru]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222208</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukan komitmen jangka panjang dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang resmi mengusulkan dua tokoh inspiratif peraih penghargaan Kalpataru untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kedua tokoh tersebut, yaitu Kelompok Pelestari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukan komitmen jangka panjang dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang resmi mengusulkan dua tokoh inspiratif peraih penghargaan Kalpataru untuk menerima Apresiasi Kalpataru Lestari Nasional tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>



<p>Kedua tokoh tersebut, yaitu Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA) Kalijambe, pelestari hutan bambu di Candipuro dan Sucipto, penggagas Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Keduanya, dinilai tidak hanya konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas serta menjadi model penggerak partisipasi masyarakat.</p>



<p>“Kita tahu bersama, baik KPSA Kalijambe maupun Pak Sucipto telah memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan. KPSA aktif merawat ekosistem hutan bambu yang menjaga debit air dan mencegah longsor. Sementara Pak Sucipto, mengembangkan energi terbarukan berbasis mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik warga,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, Senin (19/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apresiasi Kalpataru Lestari, ujarnya, adalah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada para penerima Kalpataru terdahulu yang terus berkarya dan menjaga semangat pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Syarat utama penerima, antara lain adalah keberlanjutan aksi, dampak positif terhadap ekologi dan ekonomi lokal, jejaring kemitraan serta keterlibatan generasi muda.</p>



<p>Gunawan menegaskan, bahwa Lumajang tidak sekadar mengusulkan, tetapi membawa pesan penting tentang keteladanan, keberlanjutan dan inovasi lokal yang layak mendapat panggung nasional. “Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas semangat tanpa henti para pejuang lingkungan. Mereka adalah contoh bahwa perubahan tidak harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari akar rumput, dari desa-desa dan menjadi nyala inspirasi bagi daerah lain,” imbuhnya.</p>



<p>KPSA Kalijambe telah menjaga ekosistem hutan bambu selama lebih dari satu dekade. Peran mereka tidak hanya ekologis, tapi juga ekonomis menghidupi masyarakat melalui produk-produk bambu ramah lingkungan dan edukasi konservasi untuk anak-anak sekolah.</p>



<p>Sementara itu, PLTMH yang digagas Sucipto bukan hanya menerangi rumah warga, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis energi terbarukan. Usulan ini, merupakan upaya DLH Lumajang untuk mengangkat praktik-praktik baik yang terbukti membangun ketahanan lingkungan dan sosial secara simultan. Di tengah krisis iklim global, kisah KPSA dan Sucipto mengingatkan bahwa solusi-solusi berdaya guna bisa tumbuh dari lokalitas, dari gotong royong dan dari kesadaran kolektif untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222208</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestari dan Kembangkan Budaya, Disdikbud Kota Malang Gelar Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa</title>
		<link>https://memontum.com/lestari-dan-kembangkan-budaya-disdikbud-kota-malang-gelar-drama-kolosal-di-museum-mpu-purwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai wujud nyata komitmen melestarikan dan mengembangkan warisan budaya serta sejarah lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan Pagelaran Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa Kota Malang, Kamis (31/10/2024) tadi. Kegiatan ini, memiliki makna yang positif, karena bukan saja menampilkan seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai wujud nyata komitmen melestarikan dan mengembangkan warisan budaya serta sejarah lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan Pagelaran Drama Kolosal di Museum Mpu Purwa Kota Malang, Kamis (31/10/2024) tadi.</p>



<p>Kegiatan ini, memiliki makna yang positif, karena bukan saja menampilkan seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menghargai peninggalan sejarah. Bila melihat latar belakang penyelenggaraan drama kolosal ini yang berkaitan dengan pengelolaan museum, maka dapat diambil relevansinya.</p>



<p>Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengungkapkan bahwa museum merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah dan menjadi jendela yang membuka pandangan terhadap perjalanan sejarah, budaya dan perjuangan bangsa. Pagelaran drama ini, menjadi implementasi untuk merasakan dan menghayati semangat yang merefleksikan perjuangan dan kearifan lokal.</p>



<p>“Pagelaran ini merupakan langkah konkret untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah dalam format yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Sekda Erik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya pun berharap, pada acara ini dapat menjadi media edukasi yang efektif sekaligus menyenangkan bagi generasi muda kita untuk mengenal lebih dalam akan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa. “Kepada para seniman dan budayawan yang berperan aktif dalam pagelaran ini, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan karyanya,” ujar Sekda Erik.</p>



<p>Melalui karya seni seperti drama kolosal ini, disebutkannya tidak hanya melestarikan nilai sejarah, tetapi juga menanamkan kecintaan akan budaya kepada generasi bangsa. Sekda Erik juga berharap ke depannya, museum di Kota Malang akan terus berkembang dan menjadi destinasi edukasi serta wisata yang menarik bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, dan bahkan mancanegara.</p>



<p>“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya kita agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Terutama saat ini kemajuan teknologi informasi sangat pesat dan nyaris tak terbendung. Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terdampak pengaruh negatifnya,” imbuh Erik berpesan. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahun Pertama Ikuti APW, KIM Lestari Tunjungsekar Kota Malang Sabet Juara III</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-pertama-ikuti-apw-kim-lestari-tunjungsekar-kota-malang-sabet-juara-iii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[tunjungsekar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201014</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai penerima penghargaan Juara III bidang videografis dalam Anugerah Pewarta Warga (APW) yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinisi Jawa Timur (Jatim) 2023, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lestari Tunjungsekar, merasa bersyukur dan bangga dengan capaian yang sudah didapatkan. Sebagai salah satu perwakilan KIM Lestaru Tunjungsekar, Vico Abiyu Taufiq (22), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai penerima penghargaan Juara III bidang videografis dalam Anugerah Pewarta Warga (APW) yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinisi Jawa Timur (Jatim) 2023, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lestari Tunjungsekar, merasa bersyukur dan bangga dengan capaian yang sudah didapatkan.</p>



<p>Sebagai salah satu perwakilan KIM Lestaru Tunjungsekar, Vico Abiyu Taufiq (22), menyampaikan jika pihaknya tidak menyangka dan baru pertama kalinya ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Tentunya, hal itu juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Malang melalui Diskominfo Kota Malang dan Kelurahan Tunjungsekar.</p>



<p>“Tahun ini merupakan tahun pertama kami mengikuti APW Jatim 2023 dan itu juga atas dukungan dari Diskominfo Kota Malang. Dan, alhamdulillah langsung mendapatkan Juara III ini. Selain itu, dalam produksi kita juga dibantu oleh kelurahan. Baik itu berupa uang maupun peralatan serta perizinan dan lokasi,” kata Vico-sapaannya di Balai Kota Malang, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Vico juga menceritakan, jika film pendek berdurasi tiga menit yang dibuat bersamanya dengan tim, mengangkat tema Pemilih Pemula dalam video tersebut. Dalam proses pembuatan video menurutnya hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja dan hanya melibatkan masyarakat Kelurahan Tunjungsekar itu sendiri.</p>



<p>“Proses pembuatan videonya kita tidak melibatkan orang luar kelurahan tetapi kita melibatkan SDM kita dari KIM Tunjungsekar itu sendiri. Karena kita ingin melibatkan potensi yang besar yang dimiliki oleh KIM kami, jadi kita menonjolkan dari SDM kami agar bisa dikenal oleh masyarakat luar. Alhamdulillah dalam proses produksi lancar, tidak ada hambatan,” ujarnya.</p>



<p>Dengan capaian yang sudah didapatkan tersebut, Vico berharap ke depan nantinya juga bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi. Terlebih, juga bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menyampaikan jika KIM tersebut menjadi mitra atau salah satu satu stakeholder dari Diskominfo. Sehingga, menurutnya KIM harus memiliki poin lebih dan harus menyatu dengan lingkungannya.</p>



<p>“KIM harus menyatu dengan apa yang ada di wilayahnya masing-masing. Poin utamanya memang kita bersama sama dengan rekan-rekan KIM itu selalu menekankan bahwa disaat ini ditengah tengah pemanfaatan ragam media, maka penting bagi kita untuk mengedepankan, mengenalkan dan mengedukasikan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kota Malang,” jelas Wiwid-sapaan akrab Kadiskominfo Kota Malang.</p>



<p>Ke depan, Wiwid berharap KIM di Kota Malang nantinya bisa terus terbentuk dan ada di 57 Kelurahan yang ada di Kota Malang. Untuk saat ini jumlah KIM di Kota Malang sendiri, kurang lebih hanya ada sekitar 40.</p>



<p>“Kita memang berproses, tapi kita optimis dan meyakini bahwa KIM akan terbentuk dengan sendirinya seiring berjalannya waktu,” imbuhnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestari dan Kembangkan Batik Kota Batu, Disparta Gelar Workshop Batik dan Lomba Mencanting</title>
		<link>https://memontum.com/lestari-dan-kembangkan-batik-kota-batu-disparta-gelar-workshop-batik-dan-lomba-mencanting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[mencanting]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Workshop Batik dan Lomba Mencanting, yang diikuti oleh puluhan pengrajin batik Kota Batu di Museum HAM. Di mana pelaksanaan kegiatan tersebut, merupakan upaya Disparta untuk memulai melestarikan hingga pengembangan batik di Kota Batu. Kepala Disparta Kota Batu, Arif As Siddiq, melalui Kabid Ekonomi Kreatif, Hartini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Workshop Batik dan Lomba Mencanting, yang diikuti oleh puluhan pengrajin batik Kota Batu di Museum HAM. Di mana pelaksanaan kegiatan tersebut, merupakan upaya Disparta untuk memulai melestarikan hingga pengembangan batik di Kota Batu.</p>



<p>Kepala Disparta Kota Batu, Arif As Siddiq, melalui Kabid Ekonomi Kreatif, Hartini, menyampaikan diadakannya Workshop Batik tersebut adalah sebagai langkah untuk meningkatkan teknik mencanting bagi komunitas batik Kota Batu. &#8220;Disparta Kota Batu dalam hal ini memfasilitasi keinginan dari para pembantik untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. Dimana salah satunya, dengan upgrading teknik mencanting pada kain yang akan dijadikan produk batik,&#8221; terangnya, di Gedung Museum HAM, Kota Batu, Kamis (19/10/2023) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, batik adalah salah satu aset berharga Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan. &#8220;Jadi, sebenarnya Kota Batu memiliki pelaku usaha subsektor kriya dan fashion yang beragam. Inilah yang kemudian terus dikembangkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih dari itu, Hartini menyebutkan, workshop yang diselenggarakan ini akan menjadi platform untuk belajar berbagi pengetahuan dan bersama-sama menggali potensi yang belum tergarap. Khususnya, yaitu dalam hal industri batik dan fesyen.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami berharap dengan kegiatan ini para pegiat batik dapat berbagi wawasan dari para ahlinya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan di Bulan Batik Nasional ini, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Pemkot Batu. Dimana turut memeriahkan dan memberikan tambahan pengetahuan mulai dari hal kecil sampai menggelar lomba.</p>



<p>&#8220;Saya sangat berterimakasih, karena Disparta Kota Batu dengan kegiatannya Workshop Batik dan Lomba Mencanting. Ini merupakan kegiatan yang sangat mendukung dan melestarikan batik. Yang mana, batik ini adalah hasil karya yang sangat mahal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jumlah pengrajin batik di Kota Batu, ada sekitar 50 orang. Bahkan, dari banyaknya pengrajin batik itu, sebagian besar sudah punya nama. Hingga, juga sebagian sudah memiliki karyawan pengrajin.</p>



<p>&#8220;Saya ingin, Kota Batu ini menjadi sentra batik. Karena, kita semua tahu bahwa Kota Batu menjadi sasaran kunjungan terbanyak tamu. Sehingga, jika setiap kecamatan menjadi sentra, maka ini akan sangat bagus. Selain batik sebagai industri fesyen, kita juga turut dan langsung melestarikan hingga pengembangan di pangsa pasar modern,&#8221; paparnya.<strong>&nbsp;(put/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200042</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
