<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lestarikan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lestarikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Sep 2025 07:32:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lestarikan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lestarikan Olah Raga Tradisional, Bupati Lamongan Apresiasi Gelaran Festival Dayung Tejoasri 2025</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-olah-raga-tradisional-bupati-lamongan-apresiasi-gelaran-festival-dayung-tejoasri-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dayung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[tejoasri]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225977</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan opening ceremony pada Festival Dayung Tejoasri tahun 2025, di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu (14/09/2025) tadi. Opening ceremony ini, juga dilakukan bersama Kepala Dinas Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro dan Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar. Gelaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan opening ceremony pada Festival Dayung Tejoasri tahun 2025, di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu (14/09/2025) tadi. Opening ceremony ini, juga dilakukan bersama Kepala Dinas Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro dan Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar.</p>



<p>Gelaran festival antar desa se Provinsi Jawa Timur, ini tidak hanya ditujukan untuk melestarikan olah raga tradisional. Namun diharapkan juga mampu menjadi pemantik potensi sosial budaya pariwisata hingga ekonomi di Kota Soto Lamongan.</p>



<p>&#8220;Apresiasi sebesar-besarnya kepada Desa Tejoasri yang konsisten dan terus berkembang dalam menginisiasi Festival Dayung Tejoasri. Tahun ini adalah tahun ketiga dan tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada tahun pertama digelar dimulai tingkat Desa Tejoasri dan tahun kedua berkembang tingkat Kabupaten Lamongan. Tentunya melalui kegiatan ini, nantinya mampu menjadi pemantik potensi sosial budaya pariwisata hingga ekonomi masyarakat Lamongan,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Dari segi sosial budaya pariwisata, tambahnya, melalui festival ini masyarakat bisa memberikan apresiasi, mengenang, hingga melestarikan kejayaan kabupaten dari era Kerajaan Majapahit, kolonial, hingga peradaban Islam. Salah satu pendukung kejayaan tersebut, adalah Bengawan Solo yang menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Tejoasri dan sekitarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lalu pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Tejoasri, ujarnya, melibatkan seratus lebih UMKM lokal yang unjuk aneka ragam produksi khas Lamongan. Sehingga, meningkatkan daya beli dan mengenalkan Kabupaten Lamongan ke masyarakat luar.</p>



<p>Hal tersebut, juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahwa Festival Dayung Tejoasri adalah event yang lengkap. Terdiri dari sosial budaya yang tidak melupakan kearifan lokal masyarakat setempat, gotong royong masyarakat, semangat sehat dengan olah raga tradisional dan keterlibatan UMKM untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, melaporkan bahwa sebanyak 64 tim antar desa se-Jawa Timur akan berlaga pada Festival Dayung Tejoasri. Dalam setiap tim beranggotakan 8 pendayung, 1 maskot, 1 ofisial dan 1 cadangan.</p>



<p>Peserta yang ikut tidak hanya dari Kabupaten Lamongan, melainkan juga dari berbagai kabupaten, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan masih banyak lagi. Seluruhnya merebutkan total hadiah sebesar Rp 20 juta.</p>



<p>Juara I dimenangkan oleh Desa Tebaloan, Kabupaten Gresik, Juara II diraih oleh Desa Kabalan Kabupaten Bojonegoro, Juara III diraih oleh Desa Tambaklekok, Kabupaten Pasuruan dan Juara Harapan I diraih oleh Desa Parengan, Kabupaten Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225977</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Kampung Tematik di Kota Malang Masih Lestarikan Tradisi di Momen Maulid Nabi</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-kampung-tematik-di-kota-malang-masih-lestarikan-tradisi-di-momen-maulid-nabi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang masih menjaga tradisi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bulan Mulud, Jumat (05/09/2025) malam. Diantaranya, seperti di Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Gribig Religi dan Kampung Budaya Polowijen. Di Kampung Grabah Penanggungan misalkan, menonjolkan tradisi pecah ajang. Yakni, warga mengisi piring gerabah dengan makanan, lalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang masih menjaga tradisi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bulan Mulud, Jumat (05/09/2025) malam. Diantaranya, seperti di Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Gribig Religi dan Kampung Budaya Polowijen. Di Kampung Grabah Penanggungan misalkan, menonjolkan tradisi pecah ajang. Yakni, warga mengisi piring gerabah dengan makanan, lalu disantap bersama. Setelah itu, piring gerabah dipecah serentak.</p>



<p>“Ajang layah yang dipecah itu simbol membuang bala dan membuka jalan hidup baru. Pecahnya wadah justru mempererat warga,” kata Ketua Kampung Grabah Penanggungan, Hariyono, Sabtu (06/09/2025) tadi.</p>



<p>Berbeda dengan itu, di Kampung Gribig Religi, Muludan dikaitkan dengan ziarah. Usai doa bersama di makam keramat, warga membagikan bubur sumsum dan tumpeng sego gurih kepada para peziarah.</p>



<p>“Ini bukan hanya sedekah makanan, tetapi sedekah doa. Berkah semakin besar ketika dibagi,” jelas Ketua Pokdarwis Kampung Gribig Religi, Devi Nurhadyanto.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, di Kampung Budaya Polowijen, warga menggelar selamatan Muludan dengan menyajikan beragam makanan tradisional. Mulai dari ajang layah, bubur sumsum, tumpeng buceng, tumpeng buah, hingga sego gurih dengan ingkung ayam.</p>



<p>Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang, mengatakan bahwa sajian tersebut bukan sekadar makanan. Namun, memiliki makna simbolik yang mengajarkan syukur, kebersamaan, hingga kepasrahan kepada Tuhan.</p>



<p>“Lewat tradisi Muludan ini kita belajar makna syukur, kebersamaan dan kepasrahan. Sajian itu simbol, bukan sekadar dimakan,” ujar Ki Demang.</p>



<p>Ditambahkannya, dengan adanya tradisi di tiga kampung tersebut menunjukkan bahwa peringatan Muludan tidak hanya menjadi ritual keagamaan. Namun, juga ruang kebudayaan yang mempererat solidaritas sosial dan menjaga identitas lokal masyarakat Malang Raya.</p>



<p>&#8220;Tradisi Muludan di Malang Raya tidak hanya hidup sebagai ritual, tetapi juga dijaga dengan kesadaran penuh oleh para tokoh dan komunitas. Mereka bukan sekadar pelaksana, tetapi juga penafsir dan penjaga makna, sehingga Muludan tetap relevan di tengah perubahan zaman,&#8221; imbuh Ki Demang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Metri Bumi Jadi Cara Bupati Trenggalek untuk Lestarikan Sumber Mata Air</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-metri-bumi-jadi-cara-bupati-trenggalek-untuk-lestarikan-sumber-mata-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri dalam menjaga sumber air di wilayah pemerintahannya. Seperti salah satunya, dengan melakukan Upacara Adat Metri Bumi, yang mana mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak hanya merawat dan menjaga pohon-pohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri dalam menjaga sumber air di wilayah pemerintahannya. Seperti salah satunya, dengan melakukan Upacara Adat Metri Bumi, yang mana mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak hanya merawat dan menjaga pohon-pohon di sekitar, tetapi juga menanam pohon agar debit air dapat terjaga. Bupati Arifin beranggapan, bila pohon terjaga, sumber-sumbernya bersih, maka kehidupan akan terus terjaga meskipun bupatinya tidak ada.</p>



<p>Kepala daerah yang akrab disapa Mas Ipin, itu berharap menjaga sumber mata air bisa menjadi kebiasaan baru di seluruh wilayah Trenggalek. &#8220;Alhamdulillah, ini di Desa Masaran. Jadi seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,&#8221; katanya, Selasa (26/08/2025) tadi.</p>



<p>Mas Ipin berharap, tradisi ini bisa menjadi hal yang baru dan banyak dilakukan di desa lain. Tradisi tersebut, harus menjadi kebiasaan baru di masyarakat yang patut di lestarikan.</p>



<p>&#8220;Menggambarkan Trenggalek, kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih, maka masih ada kehidupan. Dan seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,&#8221; jelas Bupati Arifin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Bendungan, Sujatmiko, mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. &#8220;Alhamdulillah antusias warga sangat luar biasa dan kami mengapresiasi itu. Kami tadi ke lapangan, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk betul-betul melestarikan dan merawat sumber-sember air dan pohon-pohon yang besar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya melakukan tradisi Metri Bumi, mereka juga menanam pohon Aren di sekitar lokasi sumber. Warga juga akan memverifikasi pohon yang di bawahnya terdapat sumber air dan akan dirawat agar lestari.</p>



<p>&#8220;Ini namanya papringan yang terdapat sumber air dan tiga pohon besar. Semuanya mengeluarkan air dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat. Terbukti, selang-selang air masih tertancap. Kemarau pun masih keluar airnya. Sumber air tersebut menghidupi sekitar 2 rukun tetangga, atau sekitar 120 KK,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di hari yang sama, Bupati Trenggalek beserta jajaran melakukan pelestarian sumber air di dua tempat yang berbeda. Pertama Sumber Air Papringan di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan. Sedangkan untuk sumber air selanjutnya di Sumber Air Penguripan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Lestarikan Pantai dengan Tanam 200 Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/event-segoro-topeng-kaliwungu-pemkab-lumajang-ajak-lestarikan-pantai-dengan-tanam-200-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari pembangunan daerah. Dalam rangkaian event nasional Segoro Topeng Kaliwungu, sebanyak 200 pohon Cemara Laut dan Sukun, ditanam di Kawasan Hutan Kesambi Pantai Watu Pecak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya soal penghijauan, tapi langkah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari pembangunan daerah. Dalam rangkaian event nasional Segoro Topeng Kaliwungu, sebanyak 200 pohon Cemara Laut dan Sukun, ditanam di Kawasan Hutan Kesambi Pantai Watu Pecak, Sabtu (28/06/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya soal penghijauan, tapi langkah strategis menyatukan ekowisata, budaya lokal dan ketahanan pesisir. “Kami tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga menanam masa depan. Alam dan budaya harus dijaga bersama,” kata Sekda Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui program bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217;, Pemkab Lumajang ingin menunjukkan bahwa pembangunan bisa sejalan dengan pelestarian lingkungan dan penguatan identitas lokal. Penanaman pohon sendiri, dilakukan di sepanjang 100 meter jalur masuk Pantai Watu Pecak untuk membentuk koridor hijau alami. Area ini, dirancang sebagai jalur wisata yang lebih asri, edukatif, sekaligus menjadi benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim.</p>



<p>Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, menjelaskan, kedua jenis pohon yang dipilih memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. “Cemara Laut untuk perlindungan pantai, Sukun memberi keteduhan dan bisa dimanfaatkan buahnya. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar,” ungkapnya.</p>



<p>Kegiatan sendiri, melibatkan pelajar, komunitas, perusahaan hingga masyarakat pesisir. Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan tumbuh di tengah budaya lokal yang terus dilestarikan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Budaya, Pemkab Jombang Gelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Warsubi</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-budaya-pemkab-jombang-gelar-program-belajar-wayang-kulit-bersama-bupati-warsubi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222027</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Jombang, Warsubi. Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka secara langsung Bupati Warsubi, di SDN Jombatan lll Jombang, Rabu (14/05/2025) tadi. Turut hadir digelar itu, Sekda Jombang, Agus Purnomo, Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Plh Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Jombang, Warsubi. Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka secara langsung Bupati Warsubi, di SDN Jombatan lll Jombang, Rabu (14/05/2025) tadi. Turut hadir digelar itu, Sekda Jombang, Agus Purnomo, Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, pengawas SD Kecamatan Jombang, guru pendamping beserta perwakilan siswa-siswi SD se-Kecamatan Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesenian memiliki tempat yang sangat penting dalam pembangunan karakter bangsa. Itu karena, seni mengajarkan tentang keindahan, kebijaksanaan, nilai-nilai luhur serta rasa cinta terhadap budaya dan tanah air.</p>



<p>“Saat ini tantangan dunia pendidikan tidak hanya sebatas pada capaian akademik. Namun, juga bagaimana kita mampu memberikan ruang dan waktu bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan kreativitasnya,” katanya.</p>



<p>Bupati Warsubi juga mengungkapkan, bahwa pendidikan di Kabupaten Jombang, seringkali masih belum mendapatkan porsi yang profesional dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, Program Belajar Wayang menjadi langkah strategis untuk membuka ruang mengasah kreativitas siswa.</p>



<p>“Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pelestarian budaya bangsa yang selaras dengan visi besar kita menuju Generasi Emas 2045. Kita semua ingin, siswa-siswi Jombang tumbuh sebagai generasi emas yang cerdas, berkarakter, identitas kebangsaan yang kuat dan memiliki salah satu cerminan untuk menggerakkan potensi yang ada,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Bupati Warsubi menjelaskan, salah satu cara untuk melestarikan budaya adalah dengan mengenalkan siswa-siswi pada warisan budaya bangsa dalam hal ini adalah Wayang Kulit. “Wayang Kulit bukan sekedar pertunjukan, tetapi dapat menjadi media pendidikan moral, pengenalan tokoh-tokoh bijak, simbol perjuangan dan ajaran mengenai kehidupan,&#8221; urai bupati.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Program Belajar Wayang Kulit masuk sekolah bertujuan bukan hanya untuk mengenalkan kesenian tradisional, melainkan untuk membangun benteng kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi. &#8220;Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Namun, agar mendorong sekolah-sekolah lainnya untuk turut serta mengadopsi program serupa. Sehingga, pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Plh Kadisdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, menyampaikan bahwa kegiatan Belajar Wayang Julit bersama Bupati Warsubi merupakan program pengembangan kebudayaan berupa seniman masuk sekolah. &#8220;Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa dan 15 pendamping serta pengisi acara yang semuanya dilakukan oleh peserta didik berprestasi Kabupaten Jombang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Adapun tujuan kegiatan ini, tambahnya, adalah untuk menyampaikan nilai-nilai positif. Karena, cerita Wayang Kulit penuh dengan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, keberanian, kerja sama, toleransi dan tanggung jawab.</p>



<p>&#8220;Tujuan lain kegiatan ini adalah untuk melestarikan kebudayaan lokal dengan mengenalkan Wayang Kulit. Siswa juga diajarkan untuk melestarikan kebudayaan lokal dan memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, pertunjukan Wayang Kulit juga dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial siswa. Seperti komunikasi, kerja sama, toleransi, meningkatkan imajinasi dan keterampilan siswa. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222027</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Jajanan Pasar dan Dukungan Nyata Kuliner Khas Malang, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-jajanan-pasar-dan-dukungan-nyata-kuliner-khas-malang-wali-kota-malang-buka-festival-jajanan-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan &#8216;Festival Jajanan Pasar&#8217; di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Gelaran yang mengusung tema &#8216;Merayakan Rasa, Membangun Cerita, Menyatu Dalam Tradisi’ itu, akan digelar hingga 30 April 2025, dan serentak di tiga pasar lain, yaitu Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Sawojajar dan Pasar Tawangmangu.</p>



<p>Festival ini, selain untuk menyemarakkan Peringatan HUT ke-111 Kota Malang, event ini pun sebagai bagian dari Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 dan menjadi dukungan nyata terhadap UMKM kuliner khas Malang, sekaligus menjadi upaya pelestarian tradisi jajanan pasar yang kaya rasa dan cerita.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Jajanan Pasar. Dirinya mengungkapkan, bahwa event ini menjadi sebuah bentuk kolaborasi pemerintah kota dengan dunia perbankan dalam memajukan perekonomian Kota Malang. Serta, menjadi bagian visi misi serta Dasa Bakti yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang, yakni Ngalam Laris dan Ngalam Asik.</p>



<p>“Ngalam Laris ini kita buat memang untuk memberdayakan UMKM, memberdayakan kearifan lokal yang memang harus kita tingkatkan. Potensinya banyak sekali, salah satunya adalah jajanan pasar. Terkait Ngalam Asyik, ini memang kita bentuk ekosistem usaha pariwisata. Kita ubah pandangan orang tentang pasar yang dulu kotor, kumuh, bau, desak-desakan, kita jadikan lebih asyik. Alhamdulillah sekarang mereka sudah banyak datang ke pasar untuk bisa belanja sekaligus kulineran,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Malang, Febrina, mengatakan bahwa gelaran ini juga diinisiasi lembaga perbankan di Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Pihaknya mengharapkan, terselenggaranya event ini dapat memberikan dampak pada peningkatan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM.</p>



<p>“Ini salah satu upaya untuk menarik kembali orang datang ke pasar meskipun sudah ramai, tapi kita ramaikan kembali. Kami juga berupaya melalui sektor pariwisatanya kembali menggelorakan gerakan bangga buatan Indonesia melalui jajanan pasarnya dan juga gerakan bangga berwisata di Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Febrina mengaku, bahwa pasar di Kota Malang sudah tertata apik. “Baru di Malang ini kami apresiasi dan hebat sekali Pemkot Malang yang bisa menyediakan pasar yang nyaman. Jadi orang enggak cuman belanja aja, tapi juga ada daya tarik kuliner. Jadi orang betah nongkrong di pasar. Karena pasar yang nyaman itu adalah kunci bagi pengunjung untuk bisa datang,” ungkap Febrina.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Festival Jajanan Pasar menjadi bentuk dukungan terhadap program unggulan Pemkot Malang, yakni menggelar 1000 event untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata, termasuk di sektor kuliner. Dirinya menjabarkan, tidak hanya menjadi festival kuliner dari UMKM Kota Malang, namun gelaran ini sekaligus juga media sosialisasi terkait Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS untuk memudahkan transaksi jual beli, hingga sertifikasi halal. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Harjad Pamekasan, Pj Bupati Masrukin Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Madura</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-harjad-pamekasan-pj-bupati-masrukin-ajak-masyarakat-lestarikan-budaya-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[harjad]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[masrukin]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216146</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pemkab Pamekasan menggelar upacara Hari Jadi (Harjad) ke-494 Kabupaten Pamekasan di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Minggu (03/11/2024) tadi. Pelaksanaan upacara yang diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan, itu digelar dengan mengenakan pakaian adat Madura serta Bahasa Madura. Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, dalam kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pemkab Pamekasan menggelar upacara Hari Jadi (Harjad) ke-494 Kabupaten Pamekasan di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Minggu (03/11/2024) tadi. Pelaksanaan upacara yang diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan, itu digelar dengan mengenakan pakaian adat Madura serta Bahasa Madura.</p>



<p>Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pakaian adat Madura dan Bahasa Madura yang digunakan selama peringatan hari lahir Kabupaten Pamekasan, sebagai upaya melestarikan budaya Madura yang telah menjadi warisan leluhur. &#8220;Serta, bagaimana para pemuda itu tetap melestarikan budaya Madura yang sudah mulai ditinggalkan. Hal ini, dikarenakan mereka telah jarang menggunakan Bahasa Madura,&#8221; kata Pj Bupati Masrukin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mantan Sekda Pamekasan itu juga mengatakan, pelestarian Bahasa Madura merupakan hal yang sangat penting di tengah gempuran budaya asing melalui media sosial yang masif. Oleh karena itu, membentengi gempuran tersebut memerlukan perhatian dari semua stakeholder.</p>



<p>&#8220;Semangatnya bagaimana Pamekasan lebih baik. Kita berupaya bagaimana pertumbuhan ekonomi di Pamekasan meningkat, karena semua yang kita lakukan itu untuk kesejahteraan masyarakat,&#8221; paparnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216146</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Akar Budaya, Pemerintah Kabupaten Lamongan Hadirkan Museum Expo 2024</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-akar-budaya-pemerintah-kabupaten-lamongan-hadirkan-museum-expo-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Oct 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216190</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Plt Bupati Lamongan, Abdul Rouf, secara resmi membuka Lamongan Museum Expo 2024 di Lamongan Sport Center, Senin (28/10/2024) tadi. Kegiatan ini, berlangsung selama 3 hari yakni 28 hingga 30 Oktober 2024. Dibukanya Museum Expo 2024 ini, memiliki tujuan utama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya dan untuk menarik minat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Plt Bupati Lamongan, Abdul Rouf, secara resmi membuka Lamongan Museum Expo 2024 di Lamongan Sport Center, Senin (28/10/2024) tadi. Kegiatan ini, berlangsung selama 3 hari yakni 28 hingga 30 Oktober 2024.</p>



<p>Dibukanya Museum Expo 2024 ini, memiliki tujuan utama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya dan untuk menarik minat wisatawan. Mengingat, peradaban Jawa Timur kaya akan warisan yang berharga, dari seni, arsitektur hingga tradisi yang masih hidup hingga saat ini.</p>



<p>Begitupun dengan Kabupaten Lamongan, yang memiliki budaya beragam, baik peninggalan cagar budayanya, kesenian juga tradisinya yang begitu beraneka.</p>



<p>&#8220;Melalui expo ini, kita akan menelusuri jejak kejayaan di masa sebelumnya. Mengajak generasi muda untuk menyelami akar budaya yang ada dan mendorong mereka untuk melestarikannya. Kabupaten Lamongan memiliki budaya yang begitu luar biasa, baik peninggalan cagar budayanya, kesenian juga tradisinya yang begitu beraneka,&#8221; kata Plt Bupati Rouf.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, melalui event ini dapat memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya pelestarian jejak sejarah sebagai jati diri bangsa. &#8220;Dukungan dari pemerintah, masyarakat dan berbagai lembaga sangatlah penting untuk kesuksesan event ini. Semoga upaya kita bersama dapat menjadi jendela bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang kita miliki,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan Museum Expo 2024, tidak hanya menampilkan ragam warisan dari Kota Soto. Melainkan, juga akan menampilkan sembilan museum dan satu komunitas kepurbakalaan di Jawa Timur.</p>



<p>Diantaranya ada Museum Sunan Drajat Lamongan, Museum Rajekwesi Bojonegoro, Indonesian Islamic Art Museum, Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Museum Islam KH Hasyim Asy&#8217;ari Jombang, Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, Dinas Perpustakaan Kota Makasar, Museum Pusat TNI Angkatan Laut Jalasveva Jayamahe dan Museum Probolinggo, serta Komunitas Garbhabudaya. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli dan Lestarikan Karya Musik Daerah, Pemkab Banyuwangi Beri Apresiasi Pelaku Seni Musik</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-dan-lestarikan-karya-musik-daerah-pemkab-banyuwangi-beri-apresiasi-pelaku-seni-musik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213668</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Anugerah Music Awards (AMB), di Gesibu Blambangan, Sabtu (31/08/2024) malam. Acara ini digelar, sebagai bentuk kepedulian Pemkab Banyuwangi dalam melestarikan karya musik daerah. Termasuk, apresiasi ini diberikan kepada sejumlah musisi Banyuwangi yang telah melestarikan dan mempopulerkan musik Banyuwangi yang terbagi dalam berbagai kategori. Diantaranya, musisi terpopuler diberikan kepada Suliyana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Anugerah Music Awards (AMB), di Gesibu Blambangan, Sabtu (31/08/2024) malam. Acara ini digelar, sebagai bentuk kepedulian Pemkab Banyuwangi dalam melestarikan karya musik daerah.</p>



<p>Termasuk, apresiasi ini diberikan kepada sejumlah musisi Banyuwangi yang telah melestarikan dan mempopulerkan musik Banyuwangi yang terbagi dalam berbagai kategori. Diantaranya, musisi terpopuler diberikan kepada Suliyana, yang belakangan populer membawakan musik daerah dengan aransemen orkestra.</p>



<p>Apresiasi juga diberikan kepada penyanyi pendatang baru terpopuler, Aldi Embrian. Lagu Banyuwangi terpopuler adalah Tau Dadi Cerito (Alfredo R/Exzel Ok). Video klip terbaik Yoyok Powek (SuliyanaEman-eman) dan Aransemen terbaik dianugerahi Mufly Key.</p>



<p>Selain itu, AMB juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada Supinah, maestro Gandrung asal Banyuwangi yang beberapa kali tampil di sejumlah negara untuk memajukan kesenian Gandrung. Seorang Gandrung selain menari juga dituntut mampu menyanyikan lagu (nyinden).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Musik daerah hendaknya terus diselenggarakan di daerahnya masing-masing. Acara ini merupakan apresiasi dan penghargaan yang tinggi bagi seluruh seniman musik yang berdedikasi melestarikan dan memasyarakatkan musik daerah. Terima kasih kepada seluruh seniman musik kita,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Selain itu, dalam AMB penghargaan juga diberikan kepada para pemenang lomba Gending dan Lomba Penciptaan Lagu Banyuwangi. “Ini sebagai upaya untuk melanjutkan regenerasi penyanyi lagu daerah, di tengah semakin masifnya gempuran industri musik dari luar negeri,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Ipuk berharap, dengan lahirnya penyanyi dan terciptanya lagu-lagu Osing baru dapat memperkuat eksistensi lagu-lagu Banyuwangi. “Kami juga mengimbau hotel, restoran, bahkan kafe untuk memutar musik asli Banyuwangi. Ini juga sebagai ajang promosi musik daerah,” tambahnya.</p>



<p>Penyampaian apresiasi berlangsung meriah dengan ribuan penonton yang menyaksikan. Sejumlah artis Banyuwangi meramaikan malam penghargaan tersebut. Selain Suliyana, penyanyi kenamaan Banyuwangi lainnya seperti Demi Yoker, Syahiba Saufa, Wandra, Dini Kurnia, dan Ochi Alvira juga ikut tampil. Penyanyi senior legendaris Sumiyati juga turut tampil. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213668</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
