<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Limbah B3 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/limbah-b3/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2020 09:25:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Limbah B3 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Lumajang Tinjau Pengolahan Limbah B3 RSUD Haryoto</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-tinjau-pengolahan-limbah-b3-rsud-haryoto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 09:25:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah B3]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Haryoto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110724</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Thoriqul Haq, meninjau lokasi pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, Kamis (2/4/2020) pagi. Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, bahwa insinerator yang ada di RSUD dr Haryoto sangat bermanfaat untuk memusnahkan limbah medis dari rumah sakit. &#8220;Ini sangat bermanfaat bagi sebuah perusahaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Thoriqul Haq, meninjau lokasi pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, Kamis (2/4/2020) pagi. Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, bahwa insinerator yang ada di RSUD dr Haryoto sangat bermanfaat untuk memusnahkan limbah medis dari rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Ini sangat bermanfaat bagi sebuah perusahaan atau instansi, salah satunya seperti RSUD dr. Haryoto yang menghasilkan limbah medis banyak setiap harinya, yang harus dimusnahkan untuk menjaga lingkungan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dijelaskan, pihaknya akan menunjuk Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Lumajang untuk membangun insinerator guna membantu pihak RSUD dr. Haryoto dalam pembuangan limbah medis yang menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Namun pembangunan alat tersebut perlu rencana untuk dianggarkan serta membutuhkan waktu juga. Nantinya Dinas Lingkungan Hidup sudah mulai merencanakan, jadi sekitar kurang lebih 3 tahun kedepan sudah ada alat pembakaran limbah media yang dimiliki DLH Lumajang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal itu dilakukan Bupati, menanggapi keluhan akibat asap yang dikeluarkan insinerator tersebut yang menimbulkan bau yang tidak sedap dan mengganggu masyarakat sekitar RSUD dr. Hariyoto.</p>
<p>&#8220;Jadi yang anda (masyarakat sekitar RSUD dr. Haryoto) sampaikan sudah selesai, dan akan ditindak lanjuti oleh pihak Rumah Sakit,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang dr. Halimi Maksum mengatakan bahwa ditahun 2019 lalu insinerator itu mendapatkan ijin operasional serta mesin tersebut sudah termasuk mesin pembakaran limbah medis tercanggih yang dimiliki RSUD.</p>
<p>&#8220;insinerator ini sudah yang termutakhir, dan sudah diperbaiki sedemikian rupa dari insinerator sebelumnya, serta mesin ini sudah memenuhi syarat dari standartnya, memiliki perijinan dan legalitas teknis dan sebagainya,&#8221; katanya.<strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110724</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khofifah Dorong Pengolah Limbah B3 di Lamongan Beroperasi Tahun Depan</title>
		<link>https://memontum.com/khofifah-dorong-pengolah-limbah-b3-di-lamongan-beroperasi-tahun-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2019 12:50:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah B3]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolah Limbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79275-khofifah-dorong-pengolah-limbah-b3-di-lamongan-beroperasi-tahun-depan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar Jawa Timur segera memiliki pusat pengolah limbah B3. Hal ini mengingat pesatnya industrialisasi di Jawa Timur yang tidak bisa dibendung. Meski begitu dengan kondisi industri yang terus tumbuh harus tetap dipastikan industrialisasi tetap bisa berjalan dengan memberi daya dukung alam dan lingkungan. Menurutnya, jika pelaku industri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar Jawa Timur segera memiliki pusat pengolah limbah B3. Hal ini mengingat pesatnya industrialisasi di Jawa Timur yang tidak bisa dibendung. Meski begitu dengan kondisi industri yang terus tumbuh harus tetap dipastikan industrialisasi tetap bisa berjalan dengan memberi daya dukung alam dan lingkungan.</p>
<p>Menurutnya, jika pelaku industri harus mengirim limbah industrinya ke luar provinsi, beban biaya menjadi berat. Dan pelaku industri yang nakal akhirnya melakukan opsi lain dengan membuang limbah B3 nya di sembarang tempat.</p>
<p>&#8220;Itu maksud saya. Pertama pelaku industri yang limbahnya ada kandungan B3 harus ada tempat pengolahannya. Jangan sampai di buang ke sembarang tempat,&#8221; kata Khofifah.</p>
<p>Untuk itu ia menegaskan Jawa Timur sudah membutuhkan tempat pengolah limbah sekelas PPLI yang ada di Cileungsi. Ia tak ingin pembuangan limbah B3 secara ilegal terjadi lagi di Jawa Timur.</p>
<p>Atas alasan itulah hari ini, Jumat (22/2/2019), Khofifah bersama jajaran mengunjungi PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Nambo Cileungsi Bogor, pengolahan limbah B3, untuk melihat bagaimana nanti kalau pengolah limbah B3 didirikan di Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Kita harus cari solusi strategis jangka panjang. Memang harus ada pengolahan limbah B3 di Jawa Timur,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79275</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
