<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Limbah Plastik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/limbah-plastik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 May 2023 12:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Limbah Plastik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>WBP Lapas Kelas 1 Malang Optimalkan Limbah Plastik Jadi Produk Asbak Keren Bermanfaat</title>
		<link>https://memontum.com/wbp-lapas-kelas-1-malang-optimalkan-limbah-plastik-jadi-produk-asbak-keren-bermanfaat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Klas 1 Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[WBP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188304</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkatkan program kemandirian, Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, terus berinovasi menciptakan produk-produk berkualitas yang memiliki nilai jual. Kali ini, produk terbarunya berupa asbak yang terbuat dari sampah limbah plasik. Seperti yang terlihat pada Selasa (09/05/2023) tadi, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang, dengan didampingi Kabid Giatja, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com/">Kota Malang</a></strong> &#8211; Tingkatkan program kemandirian, Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, terus berinovasi menciptakan produk-produk berkualitas yang memiliki nilai jual. Kali ini, produk terbarunya berupa asbak yang terbuat dari sampah limbah plasik.</p>



<p>Seperti yang terlihat pada Selasa (09/05/2023) tadi, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 <a href="https://kotamalang.memontum.com/">Malang</a>, dengan didampingi Kabid Giatja, Arya Galung, tampak memanfaatkan limbah plastik menjadi asbak. Program ini, bertujuan untuk memberikan warga binaan keterampilan baru yang berguna bagi mereka setelah selesai menjalani masa hukuman.</p>



<p>Tentunya dengan bekal kemandirian yang telah diajarkan di dalam Lapas Kelas 1 Malang, diharapkan WBP nantinya bisa menerapkan ketrampilan positifnya ini untuk hidup di tengah-tengah masyarakat. Dengan bekal ketrampilan ini pula, diharapkan mereka tidak lagi mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/thr-asn-pemkot-malang-naik-rp-426-miliar-pencairan-tunggu-kebijakan-pusat">THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-serahkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana-puting-beliung-di-kecamatan-bantur">Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Dengan limbah sampah plastik ini, WBP menghasilkan berbagai macam produk. Diantaranya, yaitu asbak, paving dan bentuk-bentuk lainya. Adapun prosesnya, yakni dengan cara membakar sampah plastik dengan suhu tinggi kemudian di cetak.</p>



<p>Melalui program ini, warga binaan <a href="https://kotamalang.memontum.com/">Lapas Kelas I Malang</a>, tidak hanya mendapatkan keterampilan baru dalam membuat asbak dari sampah plastik. Tetapi, juga meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama dan berinovasi.</p>



<p>&#8220;Mengolah sampah plastik menjadi asbak memiliki nilai ekonomis dan berguna, terutama dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang berserakan di lingkungan sekitar. Dengan mengolah sampah plastik menjadi asbak, kita dapat memanfaatkan sampah yang seharusnya hanya menjadi beban lingkungan. Mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai jual,&#8221; tegas Kabid Giatja, Arya&nbsp;Galung.&nbsp;<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBM Berbahan Limbah Plastik Buatan Warga Blitar Kembali Naik Daun</title>
		<link>https://memontum.com/bbm-berbahan-limbah-plastik-buatan-warga-blitar-kembali-naik-daun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 12:10:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif dari limbah plastik buatan warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, kembali naik daun. Hal itu terjadi, seusai harga BBM subsidi naik beberapa waktu lalu. Bahkan, BBM alternatif dari limpah plastik buatan Muryani tersebut, kini kebanjiran pesanan. Muryani mengatakan, setelah ada kenaikan BBM, banyak masyarakat yang datang pesan BBM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif dari limbah plastik buatan warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, kembali naik daun. Hal itu terjadi, seusai harga BBM subsidi naik beberapa waktu lalu. Bahkan, BBM alternatif dari limpah plastik buatan Muryani tersebut, kini kebanjiran pesanan.</p>



<p>Muryani mengatakan, setelah ada kenaikan BBM, banyak masyarakat yang datang pesan BBM kepadanya. &#8220;Iya, belakangan ini banyak yang pesan ke saya,&#8221; kata Muryani dengan bangga, Rabu (14/09/2022) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Muryani menyampaikan, dengan banyaknya pesanan, dirinya mengaku mendapatkan keuntungan lebih. &#8220;Biasanya, perhari hanya terjual lima sampai sepuluh liter atau jika diuangkan hanya sekitar Rp 100 ribu. Namun, setelah BBM naik, bisa menjual 25 liter perhari. Jadi, setiap harinya bisa mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu perhari,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Muryani menambahkan, terkait dengan bahan baku limbah plastik, dia mengaku tidak kesulitan untuk mendapatkannya. &#8220;Untuk bahan baku tidak ada kesulitan, karena saya sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan,” imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/thr-asn-pemkot-malang-naik-rp-426-miliar-pencairan-tunggu-kebijakan-pusat">THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-serahkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana-puting-beliung-di-kecamatan-bantur">Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Untuk diketahui, usaha Muryani mengubah sampah menjadi BBM, hanya berbekal ilmu yang diajarkan ayahnya. bahwa, jika semua plastik mengandung gas. Dari situ, kakek yang tidak lulus SD ini berpikir keras untuk merakit alat tersebut.</p>



<p>&#8220;Sudah saya coba berkali-kali namun sering gagal. Nah tahun 2009 lalu setelah berkali-kali gagal, alat ini bekerja sesuai yang saya harapkan, bisa mendaur ulang sampah plastik jadi tiga jenis bahan bakar,&#8221; ujar Muryani.</p>



<p>Muryani menjelaskan, proses yang dilakukan untuk menghasilkan BBM melalui destilator diawali dengan memilih dulu sampah plastiknya, terutama yang bening atau tidak berwarna. Kemudian dijemur sampai kering.</p>



<p>Dengan kapasitas destilator 10 kilogram plastik, 60 persen akan disuling menjadi solar, 25 persen menjadi premium dan 15 persen disuling menjadi minyak tanah. Proses penyulingan ini membutuhkan waktu empat jam dengan suhu panas 200 derajat celcius.</p>



<p>&#8220;Setiap kali proses penyulingan, destilator bisa menghasilkan sebanyak 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah,&#8221; paparnya. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Keluarkan SE Pengurangan Sampah Plastik, Ini Respon Apkrindo</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-keluarkan-se-pengurangan-sampah-plastik-ini-respon-apkrindo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 04:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apkrindo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 8 Tahun 2021 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Dimana dalam SE tersebut, seluruh pelaku usaha, pengelola resto, hotel, cafe, warung dan usaha sejenisnya, pemimpin perkantoran Instansi Pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, perbankan, maupun perkantoran lainnya, serta seluruh lapisan masyarakat Kota Malang, harus turut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, <a href="https://memontum.com/tag/sutiaji">Sutiaji</a>, mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 8 Tahun 2021 tentang Pengurangan Sampah Plastik.</p>



<p>Dimana dalam SE tersebut, seluruh pelaku usaha, pengelola resto, hotel, cafe, warung dan usaha sejenisnya, pemimpin perkantoran Instansi Pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, perbankan, maupun perkantoran lainnya, serta seluruh lapisan masyarakat Kota Malang, harus turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah plastik.</p>



<p>Berkaitan dengan SE tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang, Indra Setiyadi, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah.</p>



<p>Namun, harus ada upaya tindak lanjut dan kajian lebih dalam berkaitan dengan pengurangan sampah plastik ini.</p>



<p>&#8220;Saya sebagai perwakilan dari teman-teman Apkrindo mendukung kebijakan pengurangan sampah. Tapi saya harapkan tidak hanya sekedar SE, tapi kebijakan ini harus berlanjut, tertata dengan baik, dan ada 1 kajian yang betul,&#8221; ungkapnya saat dihubungi lewat sambungan telefon, Senin (08/03) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Indra menambahkan, kajian tersebut contohnya seperti fokus pengurangan sampah plastik pada satu item dahulu, misalnya penggunaan kresek oxium. Kemudian jika hal tersebut sudah sukses terlaksana baru fokus pengurangan ke item sampah plastik yang lainnya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="http://Paguyuban PKL Kajoetangan Pertanyakan Nasib, Ini Respon Wali Kota Sutiaji  Read more: https://memontum.com/135975-paguyuban-pkl-kajoetangan-pertanyakan-nasib-ini-respon-wali-kota-sutiaji#ixzz6oUbRXBwf">Paguyuban PKL Kajoetangan Pertanyakan Nasib, Ini Respon Wali Kota Sutiaji</a></strong></p>



<p>&#8220;Saya kira ini tidak bisa langsung semua sampah plastik berkurang, tidak akan mungkin. Harusnya ada penentuan item mana yang diprioritaskan lebih dulu, tidak mungkin serentak semua sampah plastik harus dibenahi. Misalnya kresek, kita ganti dengan kresek oxium atau yang lebih dikenal dengan kresek go green,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kresek jenis ini tidak ditemukan di seluruh tempat usaha, karena harga yang cukup mahal dan pemesanannya memiliki angka minimal.</p>



<p>&#8220;Kalau pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum tentu mereka sanggup membeli kresek oxium. Kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah memutuskan kajian harus pakai kresek go green, saya bisa membantu teman-teman dalam pembelian secara kolektif. Tapi kalau dari Pemkot hanya berupa SE tidak ada aturan tegas lebih lanjut, takutnya tidak jalan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Indra juga menekankan, bahwa kebijakan ini akan berhasil jika adanya kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan kresek yang ramah lingkungan. Oleh karena itu memang perlu adanya edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sosialisasi yang cukup jangan hanya SE saja. Karena belum tentu masyarakat tau, saya saja belum secara resmi menerima dari dinas maupun Pemkot. Saya justru menerima dari teman-teman media,&#8221; urainya.</p>



<p>Menurutnya sosialisasi dan edukasi penting karena semua berangkat dari masyarakat. &#8220;Intinya adalah kesadaran masyarakat, yang dibutuhkan adalah edukasi. Kalau masyarakat tidak mau pakai kresek otomatis industri beralih ke ramah lingkungan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Terakhir, dirinya pun menuturkan bahwa pihaknya sadar akan dampak negatif dari pemakaian sampah plastik yang susah terurai dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>&#8220;Saya pun sudah pernah survei melihat penumpukan limbah plastik yang terbawa aliran sungai. Ada ratusan ribu ton dan berkala harus diangkat. Kami sadar, program ini untuk masa depan anak cucu kita. Namun demikian harus punya suatu kajian harus melangkah dari mana dulu, kalau serentak tidak mungkin,&#8221; tuturnya.<strong> (mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Limbah Plastik, Pria Probolinggo Mampu Hasilkan Keranjang Sampah, Keranjang Piknik hingga Gazebo</title>
		<link>https://memontum.com/dari-limbah-plastik-pria-probolinggo-mampu-hasilkan-keranjang-sampah-keranjang-piknik-hingga-gazebo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 13:36:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[anyaman tali strapping]]></category>
		<category><![CDATA[Daur Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sutanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132897</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo – Berawal PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sebuah perusahaan industri kain, Sutanto (57) warga Jalan Brantas Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, akhirnya menemukan jalan hidupnya. Sejak 15 tahun terakhir, Sutanto membuat beragam kerajinan dari limbah plastik yang di daur ulang sendiri. Alhasil, beragam ketrampilan tangan dari limbah plastik, mampu disuguhkan. Diantaranya, keranjang untuk belanja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>– Berawal PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sebuah perusahaan industri kain, Sutanto (57) warga Jalan Brantas Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, akhirnya menemukan jalan hidupnya.</p>



<p>Sejak 15 tahun terakhir, Sutanto membuat beragam kerajinan dari limbah plastik yang di daur ulang sendiri.</p>



<p>Alhasil, beragam ketrampilan tangan dari limbah plastik, mampu disuguhkan. Diantaranya, keranjang untuk belanja oleh masyarakat dan pot bunga.</p>



<p>Dari ide menariknya itu, dirinya pun kini mulai mengembangkan kreasi lainnya. Seperti, keranjang sampah, keranjang piknik, keranjang buat belanja hingga gazebo.</p>



<p>Usaha dan semangat Sutanto untuk mengembangkan kreativitas, pun berdampak pada peningkatan penghasilan. Terlebih, melalui program kemitraan yang dirinya jalankan bersama di tempatnya bekerja dahulu.</p>



<p>&#8220;Untuk bahan dasar, seperti tali strapping adalah bekas limbah kapas yang selama ini digunakan sebagai bahan dasar, didapatkan dari PT Eratex,&#8221; katanya.</p>



<p>Sutanto sendiri, sekarang juga memiliki kesibukan lain, selain menganyam limbah plastik. Yakni, memberikan pelatihan.</p>



<p>&#8220;Saya juga memberikan pelatihan, pendampingan bagi kelompok yang saya bina,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pria parubaya ini mengaku, jika hasil kreativitasnya dijual di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Namun kini pemasaran anyaman tali strapping meluas hingga luar jawa seperti Kalimantan juga Sumatera dan sekitarnya. Bahkan, turut di pamerkan berskala nasional, kreativitas tali strapping kerap dilibatkan.</p>



<p>Sutanto selaku pemilik mengaku, penghasilan melalui kreativitas anyaman tali strapping ini meningkat. Ada delapan karyawan yang kini sudah tidak lagi pusing memikirkan biaya sekolah anak-anak mereka.</p>



<p>Selain meningkatkan kesejahteraan karyawan, kreativitas tali strapping ini merupakan upaya pemanfaatan limbah tali yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah. Kini penggunaan tali strapping sebagai bahan baku anyaman meningkat hingga puluhan ton setiap bulannya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132897</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
