<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>lokal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lokal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 16:04:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>lokal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perkuat UMKM Lokal, Pemkab Banyuwangi Suguhkan Program Si Kedip Wangi</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-umkm-lokal-pemkab-banyuwangi-suguhkan-program-si-kedip-wangi</link>
					<comments>https://memontum.com/perkuat-umkm-lokal-pemkab-banyuwangi-suguhkan-program-si-kedip-wangi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232182</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen untuk memperkuat UMKM lokal dengan memfasilitasi pengurusan legalitas usaha. Salah satunya, melalui Program Siaga Keliling Dampingi UMKM Banyuwangi (Si Kedip Wangi) atau dengan rutin berkeliling desa. Program Si Kedip Wangi sendiri, merupakan layanan pengurusan berbagai legalitas usaha. Seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen untuk memperkuat UMKM lokal dengan memfasilitasi pengurusan legalitas usaha. Salah satunya, melalui Program Siaga Keliling Dampingi UMKM Banyuwangi (Si Kedip Wangi) atau dengan rutin berkeliling desa.</p>



<p>Program Si Kedip Wangi sendiri, merupakan layanan pengurusan berbagai legalitas usaha. Seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, Sertifikat Halal dan BPOM, yang dilakukan secara jemput bola dan tanpa dipungut biaya.</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, petugas dari Dinas Koperasi dan UMKM akan berkeliling ke desa-desa untuk membantu pelaku UMKM, untuk mengurus berbagai pengurusan legalitas usaha tersebut. “Ini adalah bagian dari upaya Banyuwangi dalam memperkuat UMKM di desa-desa. Dengan layanan yang hadir langsung di desa, pelaku usaha bisa lebih mudah untuk mengurus legalitas usahanya juga menghemat waktu dan biaya,” kata Bupati Ipuk, Senin (04/05/2026) tadi.</p>



<p>Dengan mendapatkan legalitas usaha yang resmi, tambah Bupati Ipuk, maka pelaku UMKM menjadi resmi dan terlindungi. UMKMpun, juga akan lebih dipercaya konsumen serta memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih luas dan akses permodalan.</p>



<p>“Di tengah tantangan usaha yang semakin berat, program ini bagian dari mempercepat transformasi UMKM dari usaha informal menjadi usaha formal. Berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Program ini, urainya, biasanya digelar saat kegiatan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Seperti saat Bupati Ipuk menggelar Bunga Desa di Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo, pada pekan lalu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada momen itu, Bupati Ipuk berkesempatan menyerahkan langsung NIB, sertifikat PIRT serta keterangan Halal ke salah satu pelaku UMKM yang mengikuti layanan Si Kedip Wangi. Sertifikat itu, diserahkan kepada Nurkholimah Wahyuningsih atau Nining, sebagai pelaku usaha aneka sambal.</p>



<p>Nining juga menceritakan, bahwa dirinya memang mencari informasi tentang pengurusan legalitas usaha untuk produk sambalnya. Dirinya mengaku, sangat terbantu dengan program Pemkab yang jemput bola hingga ke desa. Apalagi, syaratnya sangat mudah. Hanya berbekal kartu identitas KTP, dirinya bisa mengurus langsung 3 legalitas usaha sekaligus yakni NIB, PIRT dan Halal.</p>



<p>“Ternyata sangat mudah dan cepat untuk mengurus legalitas usaha, tidak seperti yang saya bayangkan. Cuma daftar pakai KTP lalu diwawancara tentang produknya, proses produksinya dan beberapa pertanyaan lain. Setelah itu menunggu sebentar langsung jadi suratnya,” ujar Nining.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Nanin Oktavianti, menambahkan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya telah memfasilitasi ribuan UMKM dalam pengurusan NIB, P-Irt dan Halal. Sejak 2019, ada 2500 UMKM yang telah mendapatkan sertifikat PIRT. Sedangkan untuk sertifikat Halal, sudah sebanyak 22.091 sertifikat yang dikeluarkan.</p>



<p>&#8220;Selain keliling ke desa-desa, petugas juga siap datang jemput bola ke lokasi UMKM dan minimal ada lima UMKM yang akan mengurus legalitas. Pendampingan sendiri, tidak berhenti pada penerbitan legalitas. Kami juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, hingga fasilitasi pemasaran,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menyediakan wadah konsultasi Pusat Layanan Kemasan yang telah melayani ratusan UMKM, untuk melakukan konsultasi mulai dari desain kemasan hingga cetak. “Pusat Layanan Kemasan sudah membuatkan desain hingga mencetak sampai dengan 43 ribu kemasan dari ratusan UMKM daerah,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/perkuat-umkm-lokal-pemkab-banyuwangi-suguhkan-program-si-kedip-wangi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232182</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Generasi Muda Cintai Produk Lokal, Malang BI Youth Tiful Festival 2025 Kembali Digelar </title>
		<link>https://memontum.com/ajak-generasi-muda-cintai-produk-lokal-malang-bi-youth-tiful-festival-2025-kembali-digelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Malang BI Youth Tiful Festival 2025, kembali digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Dengan mengajak para generasi muda agar lebih mencintai dan bangga pada produk Indonesia, event tahunan tersebut menyajikan kolaborasi lintas sektor.&#160; Kepala KPwBI Malang, Febrina, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Malang BI Youth Tiful Festival 2025, kembali digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Dengan mengajak para generasi muda agar lebih mencintai dan bangga pada produk Indonesia, event tahunan tersebut menyajikan kolaborasi lintas sektor.&nbsp;</p>



<p>Kepala KPwBI Malang, Febrina, menyampaikan bahwa gelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Fest Year di Surabaya. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini MBF menggandeng lebih banyak mitra dan peserta. Diantaranya, 38 pelaku UMKM, tiga pondok pesantren, dua lembaga halal center, tujuh Dekranasda dari Malang Raya hingga Probolinggo, serta dukungan dari perbankan dan berbagai instansi lainnya.</p>



<p>“Konsepnya masih sama, branding tetap BI Youth Tiful, karena kita ingin membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai produk lokal. Tapi tahun ini lebih besar jangkauannya, karena kita juga menggali kekayaan budaya lokal dalam bentuk desain produk UMKM seperti kriya, fesyen dan kuliner,” ujar Febrina.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang penguatan akselerasi ekonomi di wilayah Jawa Timur, khususnya pada sektor UMKM. Meskipun tidak mematok target pertumbuhan angka secara spesifik, namun Febrina berharap gelaran tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Rata-rata target pertumbuhan ekonomi masih berkisar 4,7 hingga 5,5 persen dan kami ikut mendukung tercapainya target tersebut,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M Noor Nugroho, menyampaikan bahwa penguatan UMKM dilakukan melalui pengembangan kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), dan pembinaan UMKM di berbagai klaster seperti pangan, fesyen, kerajinan dan produk halal.</p>



<p>“Sebanyak 245 UMKM binaan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami ingin menguatkan ketahanan ekonomi regional, termasuk melalui pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi syariah, seperti modest fashion dan produk halal berbasis lingkungan rumah tangga,” tutur Nugroho.</p>



<p>Di akhir, Nugroho menegaskan pentingnya sinergi dari seluruh stakeholder dalam membangun ekonomi daerah. “Semangat kolaborasi regional berbasis potensi lokal ini harus kita rawat bersama. Ini menjadi momentum awal tumbuhnya perubahan besar bagi UMKM dan perekonomian Jawa Timur,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhkan Kreativitas Berpadu Kearifan Lokal, Kota Malang Tampil Menawan di Pawai Budaya Apeksi VII 2025</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-kreativitas-berpadu-kearifan-lokal-kota-malang-tampil-menawan-di-pawai-budaya-apeksi-vii-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[berpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menawan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221927</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi dan diikuti perwakilan dari 98 kota anggota Apeksi.</p>



<p>Mengangkat tema &#8216;Harmoni Keberagaman dalam Satu Hati untuk Mengukir Prestasi Menuju Kota Malang Mbois Berkelas&#8217;, delegasi Kota Malang mempersembahkan &#8216;Trenggana Sumapala Bumi Malang&#8217;, yang menggambarkan kuatnya spirit seni dan budaya Malangan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Pawai tersebut, dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. Penampilan Sanggar Seni Sardulo Djojo dan Putra Mandala Wisanggeni Kota Malang dengan kesenian bantengan serta aneka tari tradisi dan kreasi, mampu memukau ribuan pasang mata masyarakat Surabaya dan wisatawan yang menonton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terlihat kelincahan gerak, berpadu dengan musik ritmis membuat penonton takjub. Pawai Budaya Kota Malang ini juga mengikutsertakan para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta Duta Wisata Kota Malang yang tampil kompak berbalut busana Malangan dengan nuansa khas warna biru. Kehadiran Singa Malang (Sima), yang merupakan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 Kota Malang juga mencuri perhatian para penonton.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada semua pihak yang terlibat dalam karnaval budaya ini. &#8220;Kota Malang ingin menunjukkan seni budayanya. Ada jaranan, bantengan, sendratari perpaduan tari, musik dan drama, sehingga masyarakat Indonesia bisa tahu ada budaya yang bisa ditonjolkan. Ini juga untuk menarik mereka untuk datang ke Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Melalui pawai budaya ini, Kota Malang ingin menunjukkan kekayaan tradisi yang dipadu dengan seni kontemporer, menggambarkan keberagaman dan toleransi. Ajang ini juga menjadi sarana bagi Pemkot Malang untuk menggemakan event olahraga terbesar di Jawa Timur, yaitu Porprov IX Jawa Timur 2025 yang akan digelar di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Wisata dan Kenalkan Kearifan Lokal, Badar Besi Semeru Lumajang di Angkat sebagai Judul Film</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-wisata-dan-kenalkan-kearifan-lokal-badar-besi-semeru-lumajang-di-angkat-sebagai-judul-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya. Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas karya kreatif anak-anak muda Lumajang dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. “Film, seni tari dan musik adalah media yang sangat efektif untuk mengenalkan potensi Lumajang. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Lumajang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun citra positif Lumajang melalui karya seni. Dirinya berharap, film ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Yudha Adji Kusuma juga mengapresiasi film tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi dalam promosi pariwisata dan identitas budaya Lumajang. “Ini adalah simbol kebersamaan dan semangat untuk terus memajukan Lumajang. Kami optimis bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak karya yang membanggakan dari sineas muda daerah ini. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.</p>



<p>Sutradara film, Harianto, menjelaskan bahwa Dendam Mustika Badar Besi Semeru dibuat sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Lumajang melalui media visual yang menarik dan menginspirasi. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lumajang memiliki banyak cerita dan potensi wisata yang layak diketahui publik luas. Ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk promosi daerah,” ungkapnya.</p>



<p>Film ini, ujarnya, diharapkan menjadi langkah awal bagi industri perfilman lokal untuk terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lumajang agar tidak ragu berkarya dan melestarikan budaya leluhur. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Kecintaan Potensi Lokal, Bupati Lumajang Larang Sekolah Adakan Study Tour Luar Kota</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-kecintaan-potensi-lokal-bupati-lumajang-larang-sekolah-adakan-study-tour-luar-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adakan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kecintaan]]></category>
		<category><![CDATA[larang]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Keputusan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, untuk melarang sekolah mengadakan study tour ke luar kota, menjadi langkah strategis dalam mendorong kecintaan terhadap potensi lokal. Kebijakan ini, tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah dengan memaksimalkan destinasi wisata yang ada di Lumajang. Disampaikan Bunda Indah, selama ini banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Keputusan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, untuk melarang sekolah mengadakan study tour ke luar kota, menjadi langkah strategis dalam mendorong kecintaan terhadap potensi lokal. Kebijakan ini, tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah dengan memaksimalkan destinasi wisata yang ada di Lumajang.</p>



<p>Disampaikan Bunda Indah, selama ini banyak sekolah yang memilih destinasi luar kota, untuk study tour. Padahal, Lumajang memiliki tempat-tempat menarik yang tidak kalah indah dan edukatif.</p>



<p>Salah satunya, adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, yang bahkan sudah menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. &#8220;Kita mengimbau setengah memerintahkan, sekolah tidak lagi mengadakan study tour atau rekreasi ke luar kota, cukup di Lumajang saja,&#8221; kata Bunda Indah, Kamis (20/03/2025) tadi.</p>



<p>Baginya, kebijakan ini bukan sekadar larangan. Melainkan, dorongan untuk lebih mengenalkan keunggulan Lumajang kepada generasi muda.</p>



<p>Dirinya ingin, agar anak-anak sekolah memiliki kebanggaan terhadap daerahnya sendiri dan tidak selalu melihat daerah lain sebagai tujuan utama rekreasi atau pembelajaran. &#8220;Banyak kok wisata kita yang bagus-bagus. Orang luar saja, mainnya ke Lumajang. Kok ini yang orang Lumajang malah ke luar?,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih dari sekadar mengarahkan study tour ke dalam daerah, Bunda Indah juga menyiapkan kebijakan strategis untuk memperkuat sektor wisata lokal. Salah satunya dengan mewajibkan setiap desa memiliki satu destinasi wisata, sesuai dengan potensi masing-masing.</p>



<p>&#8220;Jadi nanti setiap desa kita ingin ada satu tempat wisata di luar tempat wisata yang sudah ada saat ini. Misalnya di Kandang Tepus sudah ada Bumi Perkemahan Glagah Arum, itu tidak bisa diklaim jadi milik desa, mereka harus buat lagi yang baru,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Melalui pendekatan ini, ujarnya, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor wisata desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Jika setiap desa memiliki destinasi wisata sendiri, maka akan semakin banyak pilihan bagi sekolah dalam menentukan lokasi study tour tanpa harus keluar kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih dari itu, Bunda Indah melihat kebijakan ini sebagai peluang besar bagi ekonomi lokal. Dengan lebih banyak wisatawan lokal berkunjung ke tempat-tempat wisata di Lumajang, uang yang sebelumnya mengalir ke luar daerah kini akan tetap berputar di dalam wilayah sendiri.</p>



<p>&#8220;Kita ingin uang kita tidak keluar. Semakin banyak uang dikeluarkan di Lumajang, ekonomi kita juga akan naik. Banyak sektor akan diuntungkan dengan ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Langkah ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata, seperti kuliner, penginapan, serta penyedia jasa transportasi dan pemandu wisata. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal, permintaan terhadap produk dan layanan mereka diprediksi akan meningkat.</p>



<p>Selain itu, konsep wisata edukatif yang didorong dalam kebijakan ini dapat memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi para siswa. Mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga mengenal lebih dalam sejarah, budaya dan kekayaan alam Lumajang.</p>



<p>Kebijakan ini pun mendapat respons positif dari berbagai pihak. Banyak orang tua yang merasa lebih tenang karena tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk study tour ke luar kota. Guru-guru juga lebih mudah dalam mengatur kegiatan belajar di luar kelas karena pilihan destinasi semakin dekat dan beragam.</p>



<p>Sementara itu, pelaku wisata di daerah menyambut baik inisiatif ini. Mereka melihat kebijakan Bupati Lumajang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri pariwisata lokal yang masih terus berkembang.</p>



<p>Seiring dengan rencana ini, pemerintah daerah juga akan terus berbenah dalam meningkatkan fasilitas wisata agar semakin nyaman dan menarik bagi wisatawan, termasuk bagi pelajar yang datang dalam program study tour.</p>



<p>Dengan berbagai upaya ini, Lumajang tidak hanya akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi daerah yang bangga dengan potensi yang dimilikinya. Keputusan ini pun menjadi langkah besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis pariwisata lokal. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kualitas Durian Lokal, Pemkab Jombang Gelar Kontes Durian Unggul Wonosalam</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kualitas-durian-lokal-pemkab-jombang-gelar-kontes-durian-unggul-wonosalam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap para petani yang telah membudidayakan durian unggulan. “Diharapkan melalui kontes ini, durian asli Wonosalam semakin dikenal luas dan mampu menjadi komoditas unggulan bertaraf internasional,” katanya.</p>



<p>Ditambahkan Pj Bupati, bahwa Kecamatan Wonosalam selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian berkualitas dengan rasa dan aroma khas serta tidak kalah dibandingkan durian varietas lain yang sudah mendunia. “Berdasarkan data statistik 2025, potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 159.624 pohon dan 89 persen diantaranya atau sebanyak 143.060 pohon berada di Wonosalam. Secara keseluruhan, potensi panen durian di Kabupaten Jombang menghasilkan sebanyak 54.377 pertahun,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Teguh menjelaskan, durian lokal Wonosalam memiliki beragam varietas unggulan seperti Bido, Mentega, Manalagi, Elang, Mrico, serta Jae, yang saat ini semakin terkenal dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat dalam skala usaha yang lebih luas. “Saya berharap budidaya durian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, ajang ini juga menunjukkan betapa beragamnya varietas durian yang dimiliki Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.</p>



<p>Di tempat sama, Ketua Panitia Kontes Durian, Ketut Suseno Putro, menjelaskan bahwa tujuan dari kontes durian ini untuk mencari varietas baru dan untuk menilai kualitas durian lokal unggul Wonosalam. “Kriteria dalam kontes kali ini yakni meliputi bentuk buah, isi buah dan rasa buah. Karenanya, peserta yang mendapatkan nilai mencapai 800, maka itulah pemenang dari kontes durian unggul Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Ketut menambahkan, bahwa buah durian yang diikutkan dalam kontes diperkirakan ada 100 buah. Karenanya, pelaksanaan digelar lebih sehari.</p>



<p>&#8220;Melalui gelaran ini, semoga pemerintah daerah ada bimbingan untuk para petani durian di Kecamatan Wonosalam, agar budidaya durian lebih baik lagi dan kualitasnya lebih meningkat lagi,” imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kelangsungan Ekonomi Lokal, Diskopindag Lumajang Siapkan Rehabilitasi 12 Pasar Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kelangsungan-ekonomi-lokal-diskopindag-lumajang-siapkan-rehabilitasi-12-pasar-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kelangsungan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219043</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berkomitmen meningkatkan fasilitas perdagangan dengan merencanakan rehabilitasi 12 pasar tradisional di wilayah. Program ini, dirancang untuk memastikan kenyamanan pedagang dan pembeli dalam beraktivitas, sekaligus menjaga kelangsungan ekonomi lokal. Rencana rehabilitasi sendiri, akan dimulai pada semester pertama tahun ini dengan alokasi anggaran sekitar Rp 4 miliar. Pasar yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berkomitmen meningkatkan fasilitas perdagangan dengan merencanakan rehabilitasi 12 pasar tradisional di wilayah. Program ini, dirancang untuk memastikan kenyamanan pedagang dan pembeli dalam beraktivitas, sekaligus menjaga kelangsungan ekonomi lokal.</p>



<p>Rencana rehabilitasi sendiri, akan dimulai pada semester pertama tahun ini dengan alokasi anggaran sekitar Rp 4 miliar. Pasar yang menjadi prioritas dalam program rehabilitasi tahun ini, antara lain Pasar Baru Lumajang, Pasar Krai, Pasar Senduro, Pasar Higenis, Pasar Klojen, Pasar Randuagung, Pasar Ranuyoso, Pasar Serangin, Pasar Tempeh, Pasar Yosowilangun, Pasar Pasirian, dan Pasar Sukodono.</p>



<p>Sementara perbaikan sendiri, akan difokuskan pada infrastruktur yang langsung berdampak pada kenyamanan pedagang dan pengunjung. Seperti drainase, talang air hingga pavingisasi.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Hisbulloh Hadi Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini bukan revitalisasi penuh, melainkan pemeliharaan yang bertujuan memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan paling parah. “Kami memastikan rehabilitasi dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat keparahan kerusakan, agar aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai contoh, Pasar Baru Lumajang kerap mengalami kebocoran atap saat hujan deras, yang menyebabkan dagangan pedagang terkena percikan air. Kondisi ini menjadi salah satu prioritas dalam perbaikan, sehingga pedagang dapat berjualan dengan lebih nyaman tanpa khawatir terkena hujan.</p>



<p>Proses rehabilitasi ini, akan berlangsung beberapa bulan dan dilakukan dengan memperhatikan aktivitas jual beli agar tidak mengganggu kelancaran ekonomi pasar. Pemkab Lumajang berharap, dengan adanya program ini, pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi yang nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat.</p>



<p>“Kami ingin menciptakan lingkungan pasar yang lebih baik bagi semua. Diharapkan, perbaikan ini akan meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis,” tambah Hisbulloh.</p>



<p>Pemkab Lumajang juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dan merawat fasilitas pasar, setelah proses rehabilitasi selesai. Sehingga, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.</p>



<p>&#8220;Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pasar tradisional di Lumajang dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat yang sehat dan berdaya saing,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219043</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung UMKM Lokal, PHRI Kota Malang Fasilitasi Produk Masuk Hotel dan Resto</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-umkm-lokal-phri-kota-malang-fasilitasi-produk-masuk-hotel-dan-resto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berkomitmen untuk terus mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal Kota Malang. Yakni, dengan menampilkan beragam produk UMKM di masing-masing hotel dan resto yang berada dinaungan PHRI. Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa hal itu juga termasuk bagian dari pengembangan pariwisata yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berkomitmen untuk terus mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal Kota Malang. Yakni, dengan menampilkan beragam produk UMKM di masing-masing hotel dan resto yang berada dinaungan PHRI.</p>



<p>Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa hal itu juga termasuk bagian dari pengembangan pariwisata yang ada di Kota Malang. Apalagi, saat ini PHRI juga telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.</p>



<p>&#8220;UMKM lokal adalah bagian dari produk kami karena bicara hotel dan restoran tidak bisa lepas dari dunia pariwisata. Pariwisata itu harus luas, dan UMKM adalah salah satu unsurnya. Kami juga telah mempunyai MoU dengan hotel-hotel yang ada corner khusus menampilkan UMKM lokal,&#8221; kata Agoes, Sabtu (28/12/2024) tadi.</p>



<p>Untuk beberapa produk UMKM lokal yang ditampilkan di berbagai hotel dan restoran diantaranya makanan ringan, souvenir dan batik. Tentunya juga dikemas dengan beragam packaging yang menarik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami memberikan pilihan kepada hotel untuk menyesuaikan produk UMKM mana yang cocok dengan kebutuhan mereka. Prinsipnya, harus saling menguntungkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk dapat ditampilkan di hotel dan restoran, menurutnya produk UMKM harus memenuhi sejumlah kriteria. Seperti memiliki kemasan yang baik, berorientasi pada kebutuhan pelanggan dan dilengkapi sertifikasi seperti PIRT, BPOM, serta sertifikasi halal.</p>



<p>&#8220;Hampir semua hotel berbintang di Kota Malang sudah menampilkan produk UMKM lokal. Ke depannya, kami targetkan semua hotel dapat mendukung langkah ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk produk UMKM yang paling banyak menarik perhatian pelanggan sejauh ini adalah makanan ringan seperti keripik, oleh-oleh khas Malang, souvenir, dan batik. &#8220;Produk-produk ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu dari Kota Malang,&#8221; imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Ekonomi Lokal, Paslon Fren Tawarkan Pengembangan Wisata Religi di Jamsaren Kota Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-ekonomi-lokal-paslon-fren-tawarkan-pengembangan-wisata-religi-di-jamsaren-kota-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jamsaren]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216274</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari nomor urut 2 Pilkada Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica (Bunda Fey) dan Regina Nadya Suwono (Mbak Regina), atau yang dikenal sebagai Paslon Fren, melakukan kunjungan atau menyapa warga di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (07/11/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari nomor urut 2 Pilkada Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica (Bunda Fey) dan Regina Nadya Suwono (Mbak Regina), atau yang dikenal sebagai Paslon Fren, melakukan kunjungan atau menyapa warga di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (07/11/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, Bunda Fey dan Mbak Regina serta tim melakukan aksinya dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang di Jamsaren.</p>



<p>Kehadiran Paslon Fren tersebut, pun menyita perhatian warga dan disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan dengan penuh kehangatan, warga merespon positif kedatangan Paslon Fren.</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, tidak ketinggalan Bunda Fey menyampaikan komitmen Paslon Fren, yakni untuk meluncurkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu program utamanya, adalah pengembangan destinasi wisata religi di Jamsaren, yang memiliki makam tokoh agama Kyai Douglas Toha Yahya atau Gus Lik.</p>



<p>&#8220;Dengan mengembangkan wisata religi di Kelurahan Jamsaren, kami berharap dapat menarik peziarah dari berbagai daerah. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar,&#8221; jelas Bunda Fey.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyebutkan, mengenai rencana untuk mengintegrasikan makam Gus Lik dengan makam lainnya, seperti makam Syekh Syamsudin Sulaiman Al Wasil, atau yang dikenal sebagai Pangeran Mekah atau Mbah Wasil, di Kelurahan Setono Gedong. &#8220;Makam Gus Lik dan Mbah Wasil bisa diintegrasikan menjadi paket destinasi wisata religi unggulan Kota Kediri,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Masih menurut Bunda Fey, wisata religi ini tidak hanya sebagai tempat ziarah tetapi juga sarana ekonomi bagi warga. Selain itu, calon Wakil Wali Kota, Mbak Regina juga menambahkan bahwa pengembangan wisata religi ini bisa menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda, untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh agama berpengaruh di Kediri. &#8220;Potensi wisata religi di Kota Kediri sebenarnya sangat besar dan layak dikembangkan,&#8221; ungkap Mbak Regina.</p>



<p>Selain berfokus pada promosi wisata religi, Bunda Fey dan Mbak Regina juga mengadakan Turba (turun ke bawah) untuk berdialog langsung dan mendengarkan aspirasi warga. Dalam Turba tersebut, Paslon Fren turut berkunjung dan mendapat dukungan doa dari sejumlah kyai dan tokoh agama, seperti Haji Nur Nawawi, Mbah Haji Musin, H Ishomuddin dan Kyai H Zainuddin Dimyati.</p>



<p>Kyai H Zainuddin Dimyati sendiri dalam kesempatan itu mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata dari Paslon Fren kepada masyarakat dan tokoh agama. &#8220;Semoga langkah ini membawa keberkahan dan mengantarkan kemenangan untuk Paslon nomor urut 2,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Paslon Fren berharap, rencana pengembangan wisata religi di Kediri ini akan menjadi pendorong ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar. Tentunya, sekaligus memperkaya nilai budaya dan sejarah bagi generasi muda di Kediri. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216274</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
