<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Longsor Griya Sulfat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/longsor-griya-sulfat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jan 2021 09:15:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Longsor Griya Sulfat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanah Masih Labil, Perum SGI Tetap Ditutup Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-masih-labil-perum-sgi-tetap-ditutup-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 11:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132693</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang hingga Rabu (20/1/2021) siang, masih ditutup. Tentunya untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Terkait developer pengembang Perum Griya Sulfat Inside, bakal segera dipanggil oleh Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kota Malang. Terkait pengerjaan rumah yang cukup dekat dengan bibir Sungai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang hingga Rabu (20/1/2021) siang, masih ditutup. Tentunya untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.</p>



<p>Terkait developer pengembang Perum Griya Sulfat Inside, bakal segera dipanggil oleh Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kota Malang. Terkait pengerjaan rumah yang cukup dekat dengan bibir Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Kami serahkan ke PU, Site Plane-nya bagaimana. Berkaitan dengan perijinan dan lainnya. Kota minta ke PU untuk komunikasikan permasalahan ini dengan developer. Untuk lokasi harua segera ada tindakan. Harus dibrojong agar yang mengungsi bisa kembali ke rumah. Nantinya akan kami arahkan agar tidak asal-asalan,&#8221; ujar Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji di Jl Sadang, Rabu (20/1/2021) siang.</p>



<p>Sementara itu Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa usai jenazah Roland Sumarna ditemukan, secara resmi posko pencarian dihentikan.</p>



<p>&#8220;Setelah 3 hari jenazah korban ditemukan, secara resmi posko pencarian kami hentikan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua rescue. Untuk perumahan Perum Sulfat Inside, sementara kami tutup sampai ada hasil dari ahli, sudah aman atau tidak. Jika nantinya kami temukan pelanggaran dari pihak pengembang, pasti akan kami proses,&#8221; ujar Lomhes Pol Leonardus.</p>



<p>Kepala BPBD Kota Malang Ali Mulyanto, mengatakan bahwa tanah kawasan Perum Griya Sulfat Inside masih rawan dan rentan terhadap longsor. &#8220;Di perum ini tanahnya uruk. Sedimen kekuatan tetap rentan terhadap longsor,&#8221; ujar Ali.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30.</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya ringgal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing. Dia betsama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-girong depan rumah karena kondisi atus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsong pada bagian halaman depan rumah. Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul. Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat.</p>



<p>Kapolrsta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIk MH juga sudah berada di lokasi kejadian. &#8220;Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jenazah Roland Langsung Dikenali Dari Tahi Lalat di Bawah Telinga Kiri</title>
		<link>https://memontum.com/jenazah-roland-langsung-dikenali-dari-tahi-lalat-di-bawah-telinga-kiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 09:59:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[TPU Ciptomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jenazah Roland Sumarna (40), warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1/2021) pukul 06.30. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Mbah Kamari (67) nelayan pencari rosokan di Bendungan Sengguruh. Penemuan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Jenazah Roland Sumarna (40), warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1/2021) pukul 06.30.</p>



<p>Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Mbah Kamari (67) nelayan pencari rosokan di Bendungan Sengguruh.</p>



<p>Penemuan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kepanjen dan Tim SAR yang sedang melakulan penyisiran. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>



<p>Pihak keluarga merasa yakin bahwa jenazah yang ditemukan adalah Roland&nbsp;Sumarna karena ada ciri &#8211; ciri fisik yang dapat langsung dikenali.</p>



<p>&#8220;Ada ciri-ciri fisik yang kami sangat kenal. Salah satunya yaitu ada tahi lalat, yang berada di bawah telinga sebelah kiri,&#8221; ujar Kakak sepupu korban, Ahmad Hariono.</p>



<p>Setelah dilakukan visum, jenazah Roland kemudian dibawa ke Mushola Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo. Walikota Malang Drs H Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadona SE tampak melepas keberangkatan jenazah Roland usai di salatkan di Mushola Jl Sadang. Jenazah Roland kemudian dimakamkan TPU Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="392" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/ambulan.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-132687" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=400%2C212&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Jenazah Roland dibawa ambulan untuk di makamkan di TPU Ciptomulyo. (gie)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya ringgal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing. Dia betsama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-girong depan rumah karena kondisi atus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsong pada bagian halaman depan rumah. Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul. Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat. </p>



<p>Kapolrsta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIk MH juga sudah berada di lokasi kejadian.. &#8221; Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com. (<strong>gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Banjir Malang Ditemukan Tak Bernyawa Sejauh 30 Km dari Perum GSI</title>
		<link>https://memontum.com/korban-banjir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-sejauh-30-km-dari-perum-gsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 06:48:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Desa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (20/01) sekitar pukul 08.45. Roland yang sebelumnya menjadi korban banjir di teras rumahnya pada Senin (18/01) itu, sekitar ditemukan 30 km dari lokasi awal kejadian. Tubuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Desa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (20/01) sekitar pukul 08.45.</p>



<p>Roland yang sebelumnya menjadi korban banjir di teras rumahnya pada Senin (18/01) itu, sekitar ditemukan 30 km dari lokasi awal kejadian. Tubuh korban yang sudah tidak bernyawa itu, segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan.</p>



<p>“Setelah berhasil dievakuasi, kemudian tubuh korban dibawa ke RS Syaiful Anwar, Kota Malang,” jelas Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, I Wayan Suyatna.</p>



<p>Sebelum berhasil ditemukan, pencarian terhadap Roland telah dilakukan selama 3 hari. Dalam upaya pencarian itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Polsek Blimbing, Koramil Blimbing, Tagana Malang, Usar PMI Malang, BPBD Malang, Potensi Semalang Raya serta masyarakat sekitar dibagi menjadi 6 SRU.</p>



<p>6 SRU dibagi menjadi 3 SRU penyisiran darat dan 3 SRU yang melakukan pencarian di sungai. SRU yang melakukan pencarian di darat berkoordinasi untuk melakukan penyisiran di area jembatan dari jembatan bunul hingga jembatan Mergojono.</p>



<p>Penyisiran di sungai dengan menggunakan perahu rafting dan perahu karet melakukan penyisiran dari Jembatan Mergojono hingga DAM Blobo menuju Sukonolo dengan Panjang pencarian kurang lebih 17 km. <strong>(hms/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencarian Terhadap Roland Berlanjut, Lokasi Longsor Dilakukan Penyemprotan</title>
		<link>https://memontum.com/pencarian-terhadap-roland-berlanjut-lokasi-longsor-dilakukan-penyemprotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 10:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR kembali melanjutkan pencarian terhadap Roland Sumarna (40) warga Perumahaan Griya Sulfat Inside Kav No. 10, Jl Sadang, RT 9 RW 18, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1) pukul 13.00. Pencarian kembali dilakukan dengan menyisir Sungai Bango dengan menggunakan perahu karet. Selain itu petugas SAR juga masih banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR kembali melanjutkan pencarian terhadap Roland Sumarna (40) warga Perumahaan Griya Sulfat Inside Kav No. 10, Jl Sadang, RT 9 RW 18, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1) pukul 13.00.</p>



<p>Pencarian kembali dilakukan dengan menyisir Sungai Bango dengan menggunakan perahu karet. Selain itu petugas SAR juga masih banyak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebab belum bisa dipastikan juga apakah tubuh Roland hanyut di Sungai Bango atau masih tertimbun reruntuhan longsor.</p>



<p>Kapolsek Blimbing, Kompol Hery W Widodo SH saat dikonfirmasi Memontum.com bahwa selain melakukan pencarian melalui penyisiran di Sungai Bango, juga akan dilakukan penyemprotan menggunakan air dari jarak jauh ke tempat timbunan longsor.</p>



<p>&#8220;Kami akan melakukan penyemprotan karena banyak gundukan tanah di lokasi longsor. Karena tanahnya labil kita harus hati-hati dan melakukan penyemprotan dari jarak yang jauh. Dua motor yang ikut terkena longsor juga belum ditemukan,&#8221; ujar Kompol Hery.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30.</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya ringgal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing. Dia bersama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-gorong depan rumah karena kondisi atus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsong pada bagian halaman depan rumah.</p>



<p>Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango. &#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul.</p>



<p>Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIk MH juga sudah berada di lokasi kejadian. &#8220;Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com.<strong> (gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor Perum GSI, Tim SAR Susuri Sungai Bango Cari Tubuh Roland</title>
		<link>https://memontum.com/longsor-perum-gsi-tim-sar-susuri-sungai-bango-cari-tubuh-roland</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 06:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132439</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Basarnas dan Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mereka menyusuri Sungai Bango hingga radius 10 km. Atau tepatnya dari titik awal longsor hingga kawasan Gadang, Senin (19/1/2021) pukul 08.00. Namun hingga pukul 12.00, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Basarnas dan Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Mereka menyusuri Sungai Bango hingga radius 10 km. Atau tepatnya dari titik awal longsor hingga kawasan Gadang, Senin (19/1/2021) pukul 08.00.</p>



<p>Namun hingga pukul 12.00, tubuh Roland belum juga ditemukan. Pencarian sendiri dilanjutkan pukul 13.00 dan masih dalam pencarian.</p>



<p>Sementara itu kawasan Perum Griya Sulfat Inside tampak di police line. Petugas Polsekta Blimbing berjaga di lokasi kejadian. Di perumahan itu itu ada 10 kavling, 8 diantaranya sudah dalam bentuk bangunan. Kini untuk menghindari longsor susulan, penghuni perumahan sudah diungsikan.</p>



<p>&#8220;Pencarian dari TKP, Jembatan Bunul, hingga Ranugrati kemudian ke Jembatan Muharto lalu ke Gadang kemudian ke Lowokdoro. Saat ini kesulitannya karena arus sangat deras. Selain itu banyak bambu yang tumbang terkena longsor,&#8221; ujar Ainul Mahdi, Koordinator Tim Basarnas Surabaya.</p>



<p>Kapolsek Blimbing, Kompol Hery W Widodo saat ditemui di lokasi kejadian menyebutkan bahwa saat ini kondisi perumahan masih labil terjadi longsor susulan.</p>



<p>&#8220;Kami police line karena ditakutkan terjadi longsor susulan. Karena tanahnya labil dan beban bangunan. Sebagaian rumah sudah banyak yang retak. Hingga siang ini kami masih melakukan pencarian. Informasi yang kami dapat, bahwa sebelum longsor korban membersihakn saluran air hingga terjadi longsor,&#8221; ujar Kompol Hery.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="396" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/police.jpg?resize=740%2C396&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-132440" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/police.jpg?w=840&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/police.jpg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/police.jpg?resize=768%2C411&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/police.jpg?resize=400%2C214&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>TKP dipasang police line. (gie)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30.</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya tinggal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing, bersama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-girong depan rumah karena kondisi arus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsor pada bagian halaman depan rumah.</p>



<p>Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango. &#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul.</p>



<p>Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH juga sudah berada di lokasi kejadian. &#8220;Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p><br></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132439</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Lokasi Banjir yang Hanyutkan Warga, Wali Kota Temukan Titik Longsor Adalah Tanah Urukan</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-lokasi-banjir-yang-hanyutkan-warga-wali-kota-temukan-titik-longsor-adalah-tanah-urukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 06:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Carport]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Urukan]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132424</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didampingi Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Alie Mulyanto, bersama beberapa OPD, meninjau langsung lokasi bencana longsor di Perumahan Griya Sulfat, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Selasa (19/01) pagi. Bencana longsor yang diinformasikan mengakibatkan seorang penghuni rumah ikut hanyut itu, mendapat perhatian serius Wali Kota. Bahkan, Sutiaji meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didampingi Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Alie Mulyanto, bersama beberapa OPD, meninjau langsung lokasi bencana longsor di Perumahan Griya Sulfat, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Selasa (19/01) pagi.</p>



<p>Bencana longsor yang diinformasikan mengakibatkan seorang penghuni rumah ikut hanyut itu, mendapat perhatian serius Wali Kota. Bahkan, Sutiaji meminta kepada pengembang untuk tidak asal membangun rumah.</p>



<p>&#8220;Semua pengembang harus memperhatikan keselamatan masyarakat yang menghuni. Kemarin (Senin, red) juga hujan cukup lebat dan lama. Sehingga, debit air di sungai luar biasa,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Sutiaji, seharusnya tidak ada bangunan di bibir sungai. Karena, ditakutkan terjadi banjir dan longsor.<br>Saat ini, sudah ada tiga keluarga yang mengungsi.</p>



<p>&#8220;Tiga keluarga mengungsi, semua di rumah Pak RT. Nanti, kami bersama Dinas Sosial akan bergerak untuk memberikan santunan dan bantuan untuk keluarga. Mohon doanya, semoga korban segera ditemukan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso, yang pada kesempatan itu turut serta, menambahkan bahwa sudah pernah terbit perizinan di Perumahan Griya Sulfat di tahun 2015.</p>



<p>&#8220;Tapi, kami akan ukur lagi pelanggarannya seberapa. Pengembang sudah kami undang ke kantor untuk mendiskusikan penanganannya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Soni ini menambahkan, bahwa jarak pembangunan rumah dari bibir sungai seharusnya 6 meter. Kondisi di Perum Griya Sulfat yang longsor, adalah carportnya.</p>



<p>&#8220;Sebetulnya yang longsor bukan rumahnya, tetapi carport. Karena itu jalan buntu, maka digunakan warga untuk carport,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dirinya pun mengatakan bahwa longsor di lokasi ini, bukan merupakan tanah asli, namun tanah urukan. &#8220;Boleh dibuktikan secara teknik dan ditinjau, itu bukan tanah asli yang longsor,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pihaknya pun menegaskan kepada developer untuk berhati-hati dalam membangun bangunan. Diharapkan, dalam memasang dinding yang kuat terlebih dahulu supaya tidak terjadi longsor ketika intensitas hujan yang turun sangat deras. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132424</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
