<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>longsor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/longsor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 12:16:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>longsor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadapi Musim Kemarau, Pemkot Malang Antisipasi Longsor dan Perkuat Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-musim-kemarau-pemkot-malang-antisipasi-longsor-dan-perkuat-mitigasi-bencana</link>
					<comments>https://memontum.com/hadapi-musim-kemarau-pemkot-malang-antisipasi-longsor-dan-perkuat-mitigasi-bencana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231685</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menjelang musim kemarau. Meski berdasarkan kajian hidrologi dan hidrometeorologi tingkat kerawanan bencana di Kota Malang tergolong ringan, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa Pemkot Malang telah mendapatkan arahan dari Pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menjelang musim kemarau. Meski berdasarkan kajian hidrologi dan hidrometeorologi tingkat kerawanan bencana di Kota Malang tergolong ringan, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa Pemkot Malang telah mendapatkan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kesiapan menghadapi potensi bencana. Koordinasi juga terus dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>



<p>“Kita tetap melakukan antisipasi. Walaupun dari kajian provinsi tingkat kerawanan Kota Malang termasuk ringan, tetapi prediksi bisa saja berubah, sehingga kita harus tetap siap,” ujar Wali Kota Wahyu, Selasa (14/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, potensi bencana yang paling diwaspadai saat musim kemarau adalah tanah longsor di sejumlah wilayah tertentu. Pemkot Malang pun menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi bencana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang kerap meningkat saat cuaca panas. Dirinya menilai faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran di kawasan permukiman padat.</p>



<p>“Kami juga meminta masyarakat lebih berhati-hati, terutama penggunaan kompor gas maupun instalasi listrik. PLN juga kami dorong untuk terus melakukan sosialisasi karena masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko kelistrikan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dikatakan bahwa Pemkot Malang telah menyiapkan langkah mitigasi melalui penguatan kesiapan relawan kebencanaan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam waktu dekat, kesiapsiagaan tersebut akan kembali diperkuat melalui apel siaga bencana.</p>



<p>&#8220;Nanti kita apelkan lagi lebih lebih dini untuk kesiapan menghadapi bencana,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Tak hanya itu, penyusunan peta rawan bencana berbasis wilayah hingga tingkat RT juga terus diprogreskan. Peta tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.</p>



<p>“Progresnya sudah berjalan. Tidak hanya relawan, masyarakat juga mulai memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hadapi-musim-kemarau-pemkot-malang-antisipasi-longsor-dan-perkuat-mitigasi-bencana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Penanganan Jalan, Bupati Malang Tinjau Lokasi Longsor di  Desa Beji Jabung</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-penanganan-jalan-bupati-malang-tinjau-lokasi-longsor-di-desa-beji-jabung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Jabung]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230635</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau secara langsung laporan bencana alam tanah longsor yang menjadi akses jalan Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Senin (02/03/2026) tadi. Diketahui, bahwa sebelumnya, sempat terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jabung dan sekitarnya, hingga mengakibatkan akses jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, hingga mengakibatkan longsor,&#160; Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau secara langsung laporan bencana alam tanah longsor yang menjadi akses jalan Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Senin (02/03/2026) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa sebelumnya, sempat terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jabung dan sekitarnya, hingga mengakibatkan akses jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, hingga mengakibatkan longsor,&nbsp; Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 21.30. Akibatnya longsor itu, badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter, menjadi tergerus. Sementara akibat musibah itu, lebar jalan menjadi tersisa sekitar 2 meter. Sedangkan untuk penanganan awal, telah dilakukan pelebaran darurat agar dapat dilewati akses kendaraan roda empat.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Bupati Sanusi menyampaikan jika saat ini musibah longsor sudah di tangani Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang. Dengan penanganan yang sudah dilakukan, harapkan bisa segera rampung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="446" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Pastikan-Penanganan-Jalan-Bupati-Malang-Tinjau-Lokasi-Longsor-di-Desa-Beji-Jabung-3.jpg?resize=600%2C446&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-230668" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Pastikan-Penanganan-Jalan-Bupati-Malang-Tinjau-Lokasi-Longsor-di-Desa-Beji-Jabung-3.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Pastikan-Penanganan-Jalan-Bupati-Malang-Tinjau-Lokasi-Longsor-di-Desa-Beji-Jabung-3.jpg?resize=300%2C223&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">CEK: Peninjau awal oleh Bupati Sanusi di lokasi kejadian jalan longsor. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>&#8220;Sebenarnya jalan menuju Desa Taji ini sudah masuk dalam penganggaran Dinas PU Bina Marga tahun 2026. Untuk anggaran sudah ada dan tinggal pelaksanaannya. Anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp 300 juta untuk plengsengan dan Rp 500 juta untuk jalan,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Selain jalan yang longsor di Desa Taji, ujarnya, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan membenahi jalan rusak di Desa Sukopuro dan Desa Taji Kecamatan Jabung. &#8220;Kedua jalan tersebut juga akan segera dibenahi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menjelaskan bahwa musibah ini akibat dari adanya longsor yang terjadi di atas jalan. Sehingga, menutup jalur drainase yang mengakibatkan air hujan menggerus badan jalan.</p>



<p>“Kita akan menangani dengan segera. Mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu. Diperkiraan, waktu pekerjaan akan selesai dalam waktu sekitar lima bulanan” ujarnya. <strong>(pro/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230635</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatra Memasuki Fase Awal Pemulihan</title>
		<link>https://memontum.com/penanganan-banjir-dan-longsor-di-sumatra-memasuki-fase-awal-pemulihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[memasuki]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat memasuki fase awal pemulihan. Hingga 30 Desember 2025, dari 21 kabupaten dan kota telah beralih dari status tanggap darurat ke transisi darurat, ditandai dengan fokus pada pemulihan akses, penyiapan hunian dan normalisasi infrastruktur dasar. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat memasuki fase awal pemulihan. Hingga 30 Desember 2025, dari 21 kabupaten dan kota telah beralih dari status tanggap darurat ke transisi darurat, ditandai dengan fokus pada pemulihan akses, penyiapan hunian dan normalisasi infrastruktur dasar.</p>



<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa proses pencarian dan pertolongan kini difokuskan pada titik-titik di luar permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. “Dalam sepekan terakhir, operasi SAR diarahkan ke lokasi-lokasi terbuka karena kecil kemungkinan korban masih berada di kawasan permukiman, tanpa mengurangi intensitas pencarian,” ujar Abdul Muhari, dalam konferensi pers update penanganan bencana, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>BNPB mencatat, 163 korban masih dinyatakan hilang, sementara 395.795 jiwa masih mengungsi, meski trennya terus menurun. Dari total wilayah terdampak, enam kabupaten dan kota di Aceh, tujuh di Sumatra Utara dan delapan di Sumatra Barat, telah resmi memasuki fase transisi darurat. Sebanyak tiga kabupaten dan kota lainnya masih dalam proses penerbitan surat keputusan.</p>



<p>Fase transisi ini, menandai pergeseran dari penanganan darurat menuju penyiapan hunian sementara (Huntara), hunian tetap (Huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih tinggal di luar Huntara. Untuk pemulihan infrastruktur transportasi menunjukkan kemajuan signifikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jalur lintas timur dan lintas barat Sumatra telah berfungsi penuh, termasuk akses Banda Aceh–Medan dan Banda Aceh–Nagan Raya. Jalur lintas tengah sebagian besar telah terbuka, kecuali ruas Takengon–Gayo Lues yang masih dalam pengerjaan akibat longsoran berat, dengan target penyelesaian 20 Januari 2026.</p>



<p>Secara nasional, Kementerian PU melaporkan: 34 dari 38 ruas jalan terdampak telah terselesaikan (89,4 persen), 335 dari 360 titik longsoran tertangani (93 persen), longsoran tebing mencapai 96 persen dan badan jalan kritis tertangani 85 persen.</p>



<p>BNPB bersama Kementerian PU, TNI dan Polri mempercepat normalisasi sungai dan saluran drainase primer untuk mencegah banjir susulan. Upaya ini diperkuat dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan 9 pesawat. Diantaranya 4 di Aceh, 2 di Sumatra Utara dan 3 di Sumatra Barat, menjadi operasi OMC terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.</p>



<p>“Curah hujan sedang saja kini bisa memicu banjir karena daya tampung sungai menurun drastis akibat sedimentasi dan perubahan alur,” jelas Abdul Muhari. Untuk warga dengan rumah rusak berat atau hanyut, pemerintah menyiapkan 2 skema, yakni Huntara atau DTH sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan. Sementara itu, rumah rusak sedang dan ringan mendapatkan insentif perbaikan Rp 30 juta dan Rp 15 juta.</p>



<p>Pendataan dilakukan by name by address dan divalidasi melalui data kependudukan Dukcapil. Hingga kini, bank-bank Himbara telah membuka 3.736 rekening penerima DTH, dan penyaluran tahap awal telah dimulai, khususnya di Sumatra Barat. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Kota Malang Picu 9 Titik Banjir, Pohon Tumbang hingga Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-kota-malang-picu-9-titik-banjir-pohon-tumbang-hingga-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228361</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kota Malang sejak siang hingga sore, memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi, Selasa (02/12/2025) tadi. Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, tercatat sembilan titik banjir, tiga titik pohon tumbang dan dua titik tanah longsor di sejumlah kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kota Malang sejak siang hingga sore, memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi, Selasa (02/12/2025) tadi. Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, tercatat sembilan titik banjir, tiga titik pohon tumbang dan dua titik tanah longsor di sejumlah kecamatan.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan bahwa derasnya hujan menyebabkan debit air pada drainase dan sungai meningkat tajam hingga meluap ke jalan raya dan sebagian permukiman warga. Selain itu, pohon tumbang dan material longsor mengganggu akses jalan di beberapa lokasi.</p>



<p>&#8220;Sembilan titik banjir terpantau terjadi di empat kecamatan, diantaranya di Kecamatan Blimbing, terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Purwantoro, kemudian di Kecamatan Sukun, Jalan Candi, Kelurahan Karangbesuki, di Kecamatan Lowokwaru terjadi banjir di Jalan Bendungan Sutami, Sumbersari, Jalan Veteran, Sumbersari dan Jalan Bungur, Kelurahan Lowokwaru. Lalu, di Kecamatan Klojen, terjadi di Jalan Galunggung, Kelurahan Gading Kasri, Jalan Bareng Raya II G, Bareng, EWS Kayutangan, Kelurahan Oro-oro Dowo dan EWS Bukit Barisan, Kelurahan Gadingkasri,&#8221; jelas Prayitno.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, tiga pohon tumbang mayoritas terjadi di Kecamatan Klojen, diantaranya di Jalan Trunojoyo, Jalan Ijen Street, Oro-oro Dowo dan Jalan Patimura. Material pohon menutup sebagian badan jalan dan tengah ditangani BPBD bersama pihak terkait.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, juga terjadi tanah longsor di dua titik, yakni di Gang 7 RW 02, Kecamatan Sukun dan Jalan Kenanga Indah, Kelurahan Jatimulyo, Lowokwaru. &#8220;Proses asesmen dan penanganan masih berlangsung karena data bersifat dinamis dan dapat terus bertambah seiring pemantauan di lapangan. Seluruh tim BPBD Kota Malang saat ini juga sedang melakukan penanganan cepat di titik-titik terdampak,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228361</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Longsor Jembatan Embong Brantas Ditarget Rampung 19 Desember, Lalin Diberlakukan Buka Tutup</title>
		<link>https://memontum.com/perbaikan-longsor-jembatan-embong-brantas-ditarget-rampung-19-desember-lalin-diberlakukan-buka-tutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[diberlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[ditarget]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penanganan longsor pada dinding penahan tanah di sisi timur trotoar Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal. Jika sebelumnya diproyeksikan selesai dalam 1–2 minggu, kini pekerjaan ditarget rampung pada 19 Desember 2025. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penanganan longsor pada dinding penahan tanah di sisi timur trotoar Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal. Jika sebelumnya diproyeksikan selesai dalam 1–2 minggu, kini pekerjaan ditarget rampung pada 19 Desember 2025.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa perubahan estimasi waktu tersebut berdasarkan hasil rapat teknis bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). &#8220;Pada saat kami rapat dengan BBPJN bertempat di Kantor DPUPRPKP Kota Malang, itu mereka sudah menyusun time schedule. Bahwa pelaksanaan penanganan ini nanti sampai dengan tanggal 19 Desember 2025,&#8221; jelas Dandung, Jumat (28/11/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa rincian tahapan pekerjaan sesuai dengan jadwal terbaru, yakni mulai 25 November hingga 1 Desember dilakukan penyiapan lahan dan area lereng. Kemudian, 2 sampai 13 Desember, pelaksanaan konstruksi berupa pembangunan plengsengan dan 14 hingga 19 Desember dilakukan pekerjaan timbunan dan perapihan akhir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Perpanjangan jadwal ini bukan karena kendala, melainkan hasil dari perhitungan teknis yang lebih detail,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selama dilakukan pekerjaan konstruksi, yang akan berlangsung pada 2 hingga 13 Desember, lalu lintas di lokasi akan dilakukan penutupan lajur sisi timur. Sehingga diberlakukan sistem buka-tutup.</p>



<p>&#8220;Pekerjaannya pakai alat berat, sehingga hanya separuh jalan yang bisa digunakan, yakni sisi barat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk arus lalu lintas yang terdampak akan dialihkan melalui Jalan Aris Munandar dan kawasan sekitarnya. Skema lengkap pengaturan lalu lintas akan dikoordinasikan oleh Dishub Provinsi, Dishub Kota Malang dan Satlantas Polresta Malang Kota.</p>



<p>&#8220;Nanti bisa dikonfirmasi ke Dishub Provinsi untuk teknis peralihannya. Rapat kemarin juga lengkap, termasuk Dishub Kota dan Satlantas,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Sebabkan Longsor di Samaan, Rumah Lansia Ambrol ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-sebabkan-longsor-di-samaan-rumah-lansia-ambrol-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.</p>



<p>Pemilik rumah, Chatarina, mengaku mendengar suara gemuruh dari samping rumah yang berbatasan langsung dengan bibir sungai. “Suaranya bergemuruh dari samping rumah. Setelah saya cek, bagian belakang rumah sudah hilang, jatuh ke sungai,” ujar Chatarina.</p>



<p>Chatarina juga mengatakan, bahwa dalam kejadian kali ini, perabotan dapur dan sejumlah barang inventaris RT ikut hanyut terbawa arus. “Kursi inventaris RT ada sekitar 50 yang hanyut. Kalau elektronik tidak ada,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Relawan Kelurahan Tangguh Samaan, Hendra, mengatakan bahwa longsor tidak hanya merusak bagian rumah warga, tetapi juga merobohkan plengsengan teknis penopang struktur di sisi sungai. “Plengsengan teknis sepanjang 10 meter, lebar 4 meter dan tinggi 8 meter ikut runtuh. Beberapa rumah lain di sekitar lokasi berpotensi terdampak longsor susulan,” ucap Hendra.</p>



<p>Menurut dugaan awal, longsor dipicu kombinasi intensitas hujan tinggi dan naiknya debit arus sungai yang menggerus tanah di bawah bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh relawan Kelurahan Tangguh dan perangkat kelurahan.</p>



<p>Usai kejadian, tim Kelurahan Tangguh Samaan bersama perangkat RT/RW langsung melakukan asesmen awal dan pelaporan berjenjang. Area sekitar titik longsor disterilisasi untuk mencegah warga mendekati zona rawan runtuhan. “Evakuasi jiwa dan material dilakukan ke tempat yang lebih aman. Anggota Kelurahan Tangguh juga disiagakan di lokasi,” imbuh Hendra.</p>



<p>Hendra juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah di area tersebut masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor lanjutan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Guyur Kota Malang, 16 Titik Dilaporkan Banjir dan Satu Lokasi Diterjang Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-lebat-guyur-kota-malang-16-titik-dilaporkan-banjir-dan-satu-lokasi-diterjang-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas lebat, memicu peningkatan debit air pada sejumlah drainase dan sungai di Kota Malang, Rabu (19/11/2025) tadi. Hal itu, dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno. Akibat kondisi tersebut, menyebabkan luapan hingga menggenangi jalan maupun pemukiman warga. Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 16 titik mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas lebat, memicu peningkatan debit air pada sejumlah drainase dan sungai di Kota Malang, Rabu (19/11/2025) tadi. Hal itu, dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno.</p>



<p>Akibat kondisi tersebut, menyebabkan luapan hingga menggenangi jalan maupun pemukiman warga. Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 16 titik mengalami banjir dan terjadi di tiga Kecamatan Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Banjir berdampak pada beberapa rumah dan jalan yang tergenang air,” ujar Prayitno.</p>



<p>Beberapa titik itu, tambahnya, diantaranya ada di Kecamatan Blimbing, yakni di Jalan Ahmad Yani, Purwodadi, Jalan Candi Kalasan, Jalan Letjend S Parman RW.05, Purwantoro dan Jalan Ciliwung II, Kelurahan Purwantoro. Kemudian, di Kecamatan Lowokwaru, Jalan Bantaran Gg VC, Tulusrejo, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mojolangu, Jalan Bunga Tj, Kelurahan Jatimulyo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lalu juga di Jalan Kalpataru, Kelurahan Tulusrejo, Jalan Kedawung, Jalan Letjend S. Parman, Jalan Bantaran Terusan II, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Cengger Ayam, Kelurahan Tulusrejo, Jalan Cengger Ayam Dalam,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, bahwa peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Klojen, yakni di Jalan Galunggung, Kelurahan Gading Kasri, Jalan Raya Langsep, Kelurahan Bareng. Selain banjir, BPBD juga mencatat satu kejadian tanah longsor yang menimpa permukiman warga di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen.</p>



<p>&#8220;Untuk kejadian longsor, sudah ada asesment sederhana dari kelurahan tangguh setempat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Prayitno mengimbau masyarakat tetap waspada, selalu mitigasi dan koordinasi dengan semua potensi. &#8220;Amankan keluarga , kelompok rentan, dokumen dan aset. Kami juga akan terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di Kota Malang,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pasuruan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-imbau-masyarakat-tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-banjir-dan-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227655</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Utamanya, warga yang tinggal di daerah rawan, yakni di daerah pegunungan dan bantaran sungai. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan imbauan ini penting, sebab curah hujan yang meningkat dalam beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Utamanya, warga yang tinggal di daerah rawan, yakni di daerah pegunungan dan bantaran sungai.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan imbauan ini penting, sebab curah hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan dapat memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. &#8220;Karena meski masih pancaroba, namun intensitas hujan sudah mulai sering. Bahkan sampai berjam-jam meski intensitasnya tidak terlalu deras,&#8221; kata Sugeng di sela-sela kesibukannya, Selasa (11/11/2025) tadi.</p>



<p>Soal potensi banjir, BPBD telah melakukan pemetaan. Hasilnya, sejumlah kecamatan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir. Diantaranya, Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Gondangwetan, Winongan, Grati, Rejoso dan Nguling.</p>



<p>Menurut Sugeng, BPBD telah memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System, di sejumlah aliran sungai besar untuk mengurangi risiko banjir. &#8220;Kita pasang sistem peringatan dini sudah lama. Alat tersebut berfungsi memberi tanda bahaya dini jika terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain banjir, potensi tanah longsor juga menjadi perhatian utama BPBD Kabupaten Pasuruan. Wilayah seperti Prigen, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Tosari, Lumbang dan Puspo, termasuk dalam zona rawan longsor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Sugeng, pihaknya juga sudah memasang pendeteksi longsor dan rambu-rambu evakuasi. Tujuannya supaya masyarakat sekitar bisa sigap dan siap saat menghadapi situasi genting.</p>



<p>“Kami sudah pasang pendeteksi longsor dan rambu-rambu evakuasi agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi situasi darurat,” tambahnya.</p>



<p>Tak selesai sampai di situ, BPBD juga menggandeng para relawan di tingkat kecamatan untuk memantau kondisi lapangan, terutama di wilayah hulu. Dimana informasi dari relawan akan diteruskan ke wilayah hilir agar warga bisa segera bersiap jika ada potensi bencana.</p>



<p>Selain itu, pihak BPBD rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga terus dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.</p>



<p>Sugeng menegaskan, akan pentingnya peran warga dalam menjaga lingkungan agar bencana tidak semakin parah. Khususnya mengaktifkan kerja bakti. “Kami imbau masyarakat tidak membuang sampah di sungai dan segera melapor jika melihat tanda-tanda bencana seperti tanah retak atau air sungai meluap,” tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Temukan Lima Korban Longsor di Trenggalek, Empat Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-temukan-lima-korban-longsor-di-trenggalek-empat-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227346</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban rumah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Dari keseluruhan korban, satu korban ditemukan dalam kondisi hidup dan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya yang juga selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini, Nanang Sigit, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban rumah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Dari keseluruhan korban, satu korban ditemukan dalam kondisi hidup dan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya yang juga selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa seluruh korban yang berjumlah lima orang telah ditemukan. “Pada hari pertama operasi SAR, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas nama Wijianto, dalam kondisi hidup, pada Sabtu (01/11/2025) pukul 23.50. Kemudian pada hari kedua, sebanyak 4 korban lainnya kembali ditemukan dan dievakuasi pada Minggu (02/11/2025),” jelas Nanang.</p>



<p>Adapun keempat korban yang ditemukan pada hari kedua, masing-masing bernama Syarif yang ditemukan pukul 00.05, Welas ditemukan pukul 00.15, Rohman ditemukan pukul 09.00 dan Fajar, ditemukan pukul 09.30. Keempat korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal, jenazah mereka kemudian dievakuasi ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut.</p>



<p>Sebelumnya dalam merespon laporan kejadian ini, SMC telah mengerahkan 1 Tim Rescue Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan potensi SAR yang berada di lokasi kejadian, berkoordinasi melakukan assesment dan menentukan strategi pencarian korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, selaku On Scene Commander (OSC), menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara manual dengan menggunakan alat gali sederhana seperti cangkul dan sekop. Tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain minimnya penerangan saat pencarian dini hari serta risiko longsor susulan.</p>



<p>“Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer untuk mengawasi keamanan tim di lapangan. Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya,” ujarnya.</p>



<p>Dalam operasi SAR ini, puluhan personel dari berbagai unsur terlibat, antara lain Pos SAR Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Polres Trenggalek, Koramil Bendungan, Polsek Bendungan, Damkar, Dinas Kesehatan, BP 1303 Trenggalek, serta warga sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Berdasarkan laporan awal, peristiwa tanah longsor yang menimpa satu rumah warga di Dusun Banaran terjadi pada Sabtu (01/11/2025) sekitar pukul 23.00. Sebanyak 5 orang menjadi korban. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227346</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
